Bila Sekolah SWASTA = NEGERI…

Bila Pendidikan Adil..?

Bila Pendidikan Adil..?

maka anak didik saya tidak akan pernah ditolak lagi di sebuah PTN di Negeri Nyata ini. Sekali lagi ini bukan negeri impian, jadi diskriminasi mestinya tidak terjadi lagi. Semoga tahun ini yang terakhir, dan tahun berikutnya, anak didik saya memiliki hak yang sama dengan anak didik teman-teman saya yang kini mengajar di sekolah negeri. Sabarkan dan tabahkan hatimu anak didikku… masa depanmu tidak hanya ditentukan oleh PTN yang engkau idam-idamkan….

Tahun lalu 2008, seorang siswa SMA Assalaam yang barusan pulang dari program pertukaran pelajar (AFS YES) di USA, dengan kualifikasi bahasa Inggris OK, telah ditolak untuk masuk melalui jalur PMDK (Penelusuran Minat danBakat) ke sebuah jurusan di salah satu program studi di UNS (Universitas Sebelas Maret Surakarta).

Tahun ini seorang siswa MA Assalaam, salah satu siswa dengan kaulifikasi akademik paling baik dan memiliki talenta yang tidak dimiliki semua siswa di Indonesia ini, yakni dia sudah mengantongi hafalan al-qur’an 23 Juz. Dan sementara itu dia tetap menjaga hafalan untuk mencapai 30 Juz, disiplin pengaturan waktu belajar tetap dijaga, sehingga rangking kelas berturut tetap dipegang.

Berikut penuturan anak didik saya, yang kini sedikit (tidak banyak) kecewa karena tidak lolos PMDK UNS (yang dia tulis via email):

Setelah mendapatkan informasi bahwa sekolah dimana saya belajar (MA ASSALAAM) mendapatkan undangan pendaftaran PMDK UNS saya semangat untuk mendaftar.
Setelah saya pikir-pikir saya mantap untuk mendaftar PMDK. Karena dengan melihat persyaratannya saya telah memenuhi, terutama persyaratan nilai rata-rata yang tidak kurang dari 8,00, dan tidak ada nilai pelajaran di bawah tujuh.
Kemudian saya menghubungi TU MA untuk mengetahui informasi lebih lanjut. Setelah itu saya mulai melengkapi berkas-berkas yang dibutuhkan.
Setelah semua berkas lengkap terkumpul, saya membayar uang pendaftaran sebesar Rp150.000,00.
Setelah itu kami mendaftarkan secara on-line dengan nomor urut pendaftaran yang telah diberikan pihak panitia PMDK UNS lewat sekolah. Setelah selesai mendaftar kami mencetak formulir pendaftaran untuk diberikan ke Sekolah sebagai persyaratan berkas. Setelah itu pihak sekolah mengirimkan berkas-berkas itu ke UNS

Ironinya, 4 tahun lalu MA Assalaam sebagai salah satu MA swasta di Indonesia ini, yang berdiri sudah sejak 1985; Tahun 2005 belum diakui sebagai sekolah yang layak mengeluarkan anak didik berprestasi. Saat itu kita sampaikan, kami MA Assalaam sudah diakui dan lulusan kami ada yg diterima PMDK ke UGM, IPB, UNAIR, dll, kok UNS belum mengakui?

Syukurlah, tahun 2006, MA Assalaam mendapatkan surat resmi dari penyelenggaran PMDK UNS. Tetapi sejak 2006 hingga kini 2009, belum ada satupun lulusan MA dan SMA Assalaam – Pabelan Kartasura Sukoharjo; yang masuk ke UNS lewat jalur PMDK.

Apakah sekolah Swasta lain, juga mengalami nasib serupa…?

Wahai, para pengemban amanah pendidikan di negeri BUKAN impian ini, tolong pandang kami, baik negeri maupun swasta adalah SAMA dalam memilih dan merasakan ‘menu’ pendidikan di bumi pertiwi ini. Kita sepakat, bahwa para pemimpin negeri ini akan lahir dari orang-orang yang tidak hanya berlabelkan NEGERI, namun kita bisa saksikan, diantara mereka adalah lulusan sekolah luar negeri alias SWASTA.

Mari kita berjuang untuk tetap melihat bahwa NEGERI is SWASTA dan SWASTA is NEGERI, sebab pendidikan adalah hembusan nafas sepanjang hayat…

Link Pendaftaran PMDK:

Pendaftaran PMDK UNS

Link Pengumuma PMDK:

Pengumuman PMDK UNS

Pernak-Pernik Swasta…

1. Sekolah Swasta Diabaikan:

Sekolah Swasta Diabaikan

2. Nasib Guru Swasta:

Nasib Guru Swasta

5 Tanggapan

  1. mudah2an tahun ini lebih longgar, semakin longgar dan tak ada lagi diskriminasi..

    Suka

  2. adakah alumni UNS yang akan membatu adik2 kita ini……… demi almamater tercinta

    Suka

  3. Tes ulang saja, cari tahu alasan mereka, desak terus.

    ngawur itu namanya, kalau perlu tantang rektor-nya, tes ulang dengan mahasiswa yang sudah di terima. klo kalian yakin, pasti bisa…

    orang-orang kita, kadang sudah kemakan gengsi duluan, ketika mendengar kata Swasta, mereka sudah negatif tinkking duluan.

    padahal, banyak orang berembel-embel Negeri, tapi mental tempe,

    semangat n lanjutkan

    Suka

  4. terharu . . . dngn prestasi siswa2 bapak,,
    subhanallah…

    menjadi motivasi bagi kami tuk lebih semangat dalam menuntut ilmu niy,,

    *suara hati seorang murid*

    salam kenal ya pak guru,,

    terima kasih kunjungannya Bu Nisa…salam

    Suka

  5. Setuju banget sama Postingannya Pak Guru malahan di ITS Rapot siswa dari sekolah swasta tidak dapat mengikuti Jalur Undangan😦

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: