Andalan

Bumi Bulat vs Bumi Datar

Bumi Bulat Bumi Datar
Bumi Bulat Bumi Datar

Bumi itu Bulat atau Bumi itu Datar. Ramai juga ya bahasan tentang bentuk Bumi belakangan ini… 🙂 Hemat saya sih, kita buktiin sendiri dan ndak perlu nyalahkan sana-sini. Saya pikir ndak ada efeknya apa2 deh, tuk kita. Emang kalau yakin Bumi Bulat jadi pinter lalu yg yakin Datar jadi bodoh, atau sebaliknya? Sama sekali ndak bikin efek tuk kita. Maka mari kita tetap enjoy saja….(y) . Nah ini salah satu hasil observasi saya. Lainnya kapan2 saya publish.

Lanjutkan membaca “Bumi Bulat vs Bumi Datar”

HILAL 1 MUHARRAM 1443 H

Hilal 1 Muharram 1443

HILAL 1 MUHARRAM 1443 H
Senin, 09 Agustus 2021
=======

Rukyat atau Observasi Hilal penanda masuknya bulan baru dalam Kalender Islam menjadi kegiatan rutin bagi santri yg tergabung dalam CASA (Club Astronomi Santri Assalaam) Pondok Pesantren Modern Islam ASSALAAM, Pabelan Kartasura Sukoharjo Jawa Tengah Indonesia.

Rukyat Hilal awal Muharram 1443 H kali ini dilaksanakan pada Senin, 30 Dzulhijjah 1442 H, karen pd tgl 29 kemarin posisi Hilal masih negatif. Rukyat kali ini merupakan rukyat pendidikan krn hilal nampak atau tidak, malam nya sudah pasti masuk 1 Muharram 1443 H.

Kegiatan diikuti santri Pemgurus dan Anggota CASA secara virtual bia Zoom dan Live Youtube dari rumah masing-masing dan secara luring oleh santri baru kelas Takhasus dan kelas X yang sudah hadir di Pondok.

Alhamdulillaah, kegiatan saya pandu dibantu ustadz Taufiq, ustadz Purnomo dan ustadzah Ratna. Tim Kesantrian ada mas Fahmi, ustadz Adiyatma, ustadz Nanang, uatadz Firfaus, dll.

Hilal akhirnya terekam via CCD dengan Teleskop GoTo meski tidak dengan mata karena langit barat berawan.

Link video kegiatan:
https://www.youtube.com/watch?v=o9mwJiy_K2E

“Bersama CASA, Mengintip Gerbang Semesta”

MILAD PPMI ASSALAAM

Milad PPMI Assalaam ke-39

Kapan Assalaam Berdiri?

Tulisan ini kudedikasikan tuk PPMI Assalaam yg kini sedang memasuki usia ke ‘39’. Menelaah tanggal lahir PPMI Assalaam menyebabkan munculnya satu femomena hilangnya satu hari yakni tanggal 16 Syawwal 1402 H. Tidak ada yang tahu tentang misteri ‘hilang’nya tanggal 16 Syawwal di PPMI Assalaam. Assalaam lahir  7 Agustus 1982 M yang awalnya dikonversikan dengan 15 Syawwal 1402 H. Namun, seiring waktu, tiba2 saya iseng ngecek, apa iya tgl 7/8-1982 itu = 15/10-1402 H..? Dan hasilnya adalah sebagai berikut …

DATA AWAL:

Berdasarkan data awal tentang Sejarah berdiri PPMI Assalaam, lembaga ini dinyatakan lahir pada tanggal 7 Agustus 1982 M bertepatan dengan tanggal 15 Syawwal 1402 H. Saat ini saya kesulitan melacak data awal di Web PPMI Assalaam. Tetapi bila kita mau telusur, sharing informasi di dunia maya itu sudah menjamur, maka mudah saja melacaknya data awal itu. Salah satu data di internet yang sempat mengkopi-paste data resmi web Assalaam.Or.Id kala itu adalah blog berikut ini:

Dari informasi di blog pesantren-islam.blogspot.com yang dipost pada 2 Desember 2007 di atas, ternyata benar bahwa Assalaam lahir pada 7 Agustus 1982 M bertepatan tgl 15 Syawwal 1402 H.

Begitu juga data dari KasKus per 2 Januari 2010 ini:

DATA KINI:

Di web resmi PPMI Assalaam kita akan dengan mudah menemukan data tentang Sejarah PPMI Assalaam, dan yang tercantum kini adalah tanggal 7 Agustus 1982 M bertepatan dengan tanggal 17 Syawwal 1402 H.

By The Way…..
Kok bisa, data berubah dan perubahan itu sampai dua hari lagi. Tanggal 15 berubah menjadi tgl 17. Ada 1 hari yang hilang… tanggal 16. Ada misteri…. eh ‘misteri’ (pakai tanda petik).

Nah, duduk perkaranya begini…

Sebuah kalender adalah sebuah sistem pengelompokan hari untuk sosialisasi, keagamaan, komersial, atau hal lainnya yang memberi nama pada sebuah periode waktu (seperti hari sebagai contohnya). Nama-nama ini dikenal sebagai tanggal kalender. Tanggal ini bisa didasarkan dari gerakan-gerakan benda angkasa seperti Matahari dan Bulan.

Doeloe….. Paus Gregorius XIII pernah mengubah kalender Julian dengan menetapkan bahwa tanggal setelah Kamis-4 Oktober 1582 M adalah Jumat-15 Oktober 1582 M. Jadi, tidak ada tanggal 5-14 Oktober 1582. Sejak 15 Oktober 1582 M itulah berlaku kalender Gregorian. Nah, kalau ini benar2 misteri… :p

Misteri 10 Hari Hilang

Bagi PPMI Assalaam, ada misteri 1 hari ‘hilang’. Kalau zaman Paus yang hilang masehinya, maka zaman Assalaam ini yang ‘hilang’ hijriyahnya.

Sebenarnya ndak hilang sih, tapi hanya kekurangakuratan menyusun dokumen saja. Dan kini semua sudah akurat serta akuntabel dan credible 🙂

Sejarah 15 –> 17:

Saat awal saya mendapat tugas menyusun Kalender untuk diterbitkan secara resmi oleh PPMI Assalaam, saya mulai memasukkan data2 hisab dan rukyat (data astronomis) ke dalam Kalender PPMI Assalaam. Suatu kali, saya mau ndak mau akan bertemu dengan yang namanya tanggal 1. Dan untuk menemukan dan menentukan tanggal 1 itu harus dipikir serius dengan ilmu hisab yang juga disesuaikan dengan aturan yang sudah disepakati di bumi Pertiwi ini.

Kalau asal sesuai perhitungan pada umumnya, maka Kalender itu cepat selesai. Karena harus mengikuti aturan main, dan harus mampu menjadi sesuatu yang dirindukan, maka harus ada ‘daya tarik’ di dalam kalender itu.

Bla..bla…

Akhirnya saya iseng menghitung apakah tanggal 7 Agustus 1982 itu benar2 sesuai dengan tanggal 15 Syawwal 1402 H…. Lalu saya coba hitung/hisab, lalu saya coba simulasikan observasi/rukyat hilalnya, akhirnya kutemukan ada ‘kesalahan’ dalam konversi itu….

7 Agustus 1982 M TIDAK SESUAI dengan 15 Syawwal 1402 H

Tetapi yang benar adalah bahwa tgl

7 Agustus 1982 M SESUAI dengan 17 Syawwal 1402 H

Dan data itu yang akhirnya dipakai di dokumen2 resmi PPMI Assalaam. Seperti dalam laman assalaam.or.id ini:

Cara Mengetahui begini….

Tanggal 17 ada bermula dari tanggal 1, maka saya tentukan kapan 1 Syawwal 1402 H. Data hisab awal Syawwal 1402 H adalah sebagai berikut:

Aplikasi Hisab yang saya gunakan adalah: Accurate Times 5.1, karya Mohammad Odeh.

Settings:-
– Calculations for Shawwal 1402 AH Waxing Crescent (New, Evening).
– Crescent Visibility on: Wednesday  21/07/1982 CE
– Calculations are Done at Sunset Time at:  17:37 LT
– Calculations are Geocentric.
– INDONESIA PPMI ASSALAAM, Long: 110:46:15,0, Lat: -07:33:08,0, Ele:111,0, Zone:7,00
– Summer time is: Off
– Height above mean sea-level affects rise and set events.
– Refraction Settings: Temperature: 10 °C   Pressure: 1010 mb
– Delta T: 52,01 Second(s)
==============================================================================

– G. Conjunction Time: 21/07/1982 CE, 01:57 LT
– Julian Date at Time of Calculations: 2445171,94241

– Sunset:  17:37 LT                       G. Moon Age:   +15H 40M
– Moonset: 18:15 LT                       Moon Lag Time: +00H 37M

– G. Moon Right Ascension: +08H 42M 00S   G. Moon Declination: +20°:29′:16″
– G. Sun Right Ascension:  +08H 01M 49S   G. Sun Declination:  +20°:29′:40″

– G. Moon Longitude: +127°:30′:07″        G. Moon Latitude: +02°:09′:50″
– G. Sun Longitude:  +118°:20′:35″        G. Sun Latitude:  +00°:00′:00″

– G. Moon Altitude: +08°:04′:55″          G. Moon Azimuth: +292°:03′:06″
– G. Sun Altitude:  -01°:12′:05″          G. Sun Azimuth:  +290°:30′:59″

– G. Relative Altitude: +09°:17′:01″      G. Elongation:  +09°:24′:32″
– G. Relative Azimuth:  +01°:32′:06″      G. Phase Angle: +170°:34′:08″

– G. Crescent Width: +00°:00′:13″         G. Moon Semi-Diameter:  +00°:16′:33″
– G. Illumination:   00,68 %              G. Horizontal Parallax: +01°:00′:45″

– G. Magnitude: -04,91                    G. Distance: 360903,33 Km

– According to Odeh Criteria, using the following values at Best Time:
* Moon-Sun Topocentric Relative Altitude =+08°:28′:26″ (08,5°)
* Topocentric Crescent width = +00°:00′:11″ (0,19′)
* q = 2,46

* The Crescent Visibility is: Visible With Optical Aid, Could Be Seen By Naked Eye.

Dari data hisab di atas, ternyata konjungsi/ijtimak awal Syawwal 1402 H terjadi pada Rabu tanggal 21 Juli 1982 pukul 01:57 Waktu Solo-Surakarta-Sukoharjo.

Pada tanggal 21/7-1982 itu, tinggi Hilal mar’i sudah positif yakni +08°:28′:26″. Menggunakan kriteria apapun di Dunia ini, maka tanggal 1 Syawwal 1402 H akan jatuh pada Kamis, 22 Juli 1982.

Berikut simulasi ketinggian Hilal dari PPMI Assalaam pada tanggal 21 Juli 1982 :

Maka untuk mengetahui, tanggal berapa hijriyahnya ketika masehinya tanggal 7 Agustus 1982, adalah sebagai berikut:

22 Juli 1982 M = 1 Syawwal 1402 H

23 Juli 1982 M = 2 Syawwal 1402 H

24 Juli 1982 M = 3 Syawwal 1402 H

25 Juli 1982 M = 4 Syawwal 1402 H

26 Juli 1982 M = 5 Syawwal 1402 H

27 Juli 1982 M = 6 Syawwal 1402 H

28 Juli 1982 M = 7 Syawwal 1402 H

29 Juli 1982 M = 8 Syawwal 1402 H

30 Juli 1982 M = 9 Syawwal 1402 H

31 Juli 1982 M = 10 Syawwal 1402 H

01 Agustus 1982 M = 11 Syawwal 1402 H

02 Agustus 1982 M = 12 Syawwal 1402 H

03 Agustus 1982 M = 13 Syawwal 1402 H

04 Agustus 1982 M = 14 Syawwal 1402 H

05 Agustus 1982 M = 15 Syawwal 1402 H

06 Agustus 1982 M = 16 Syawwal 1402 H

07 Agustus 1982 M = 17 Syawwal 1402 H

Sehingga kini yang tertera di mana-mana, tanggal resmi PPMI Assalaam adalah 7-8-1982 == 17 – 10 – 1402.
Demikian press release ini, semoga menjadikan maklum adanya…. Bravo Assalaam… (y)

GERHANA BULAN TOTAL 2021

Simulasi Foto: GERHANA BULAN TOTAL 2021

Tahun 2021 ini akan ada dua Gerhana Bulan lagi, Total dan Parsial. Gerhana Bulan Total akan terjadi pada 26 Mei 2021 dan Gerhana Bulan Sebagian akan terjadi pada 19 Nopember 2021.

GBT 26 MEI 2021

Gerhana Bulan Total akan dimulai saat Bulan belum terbit di ufuk timur. Begitu Bulan terbit pukul 17:25 WIB, posisi Bulan sudah tertutup oleh permukaan Bumi alias sudah gerhana. Gambarannya kalau dilihat dari Bumi dan dizoom dengan teleskop akan seperti foto di bawah ini:

Foto Simulasi GBT 26 Mei 2021 saat terbit di ufuk timur.

Puncak GBT akan terjadi pada pukul 18:18 WIB, dan bila langit cerah penampakan Bulan akan sangat indah memerah seperti gambar di bawah ini:

Foto Simulasi Puncak GBT 2021

Perlahan kemudian Bulan akan memasuki fase parsial, dan sekira pukul 19:15 WIB, warna Bulan akan nampak seperti bendera merah-putih:

Simulasi GBT memasuki parsial akhir.

Seluruh fase gerhana parsial akan berakhir pada 19:52 WIB, dan warna Bulan kembali seperti purnama biasa. Namun sejatinya Bulan masih dalam tahap gerhana penumbra atau samar² hingga pkl 20:49 WIB.

Selamat menanti dan menyambut hadirnya fenomena alam yang menakjubkan ini. Jangan lupa pada Sang Kholiq pencipta semua ini dan bersyukurlah pada-Nya.

Salam Ayat² Langit….

KAPAN 1 SYAWWAL 1442 H

Pertama, saya memghaturkan selamat menjalankan ibadah Ramadhan kepada segenap kaum muslimin dan muslimat, mukminin dan mukminat. Tulisan sederhana ini saya buat untuk membantu meyakinkan dan menjawab pertanyaan para sahabat, kapan sih lebaran tahun 2021 ini (1442 H)?

Kedua, kita musti sepakat dahulu bahwa permulaan Ramadhan 1442 H yang sesuai kaidah syar’i berdasar sunnah Rasulullah SAW adalah seperti yg dipedomani Pemerintah RI via Kemenag RI, Muhammadiyah, NU, PERSIS, Al-Irsyad, dll yg masih menggunakan kaidah Hisab dan/atau Rukyat, bukan menggunakan sistem atau metode lain semisal pasang surut air laut, aboge, asapon dsj.

LEBARAN VERSI PEMERINTAH RI

Dus, sesuai kaidah yg benar maka awal Ramadhan adalah 13 Aptril 2021 atau 14 April 2021. Versi Pemerintah RI adalah 13 April 2021, maka hari Rukyat Hilal dan pelaksanaan Sidang Itsbat adalah tgl 11 Mei 2021 karena sesuai dgn tgl 29 Ramadhan 1442 H.

DATA HILAL 11 MEI 2021

Data Hilal pada 11 Mei 2021 adalah seperti termaktub dalam foto di atas. Data tersebut saya ambil dengan markas Pelabuhanratu Jawa Barat sebagai pusat perhitungan data hisab Pemerintah RI.

Dari data di atas, diketahui bahwa Ijtimak atau Konjungsi (pertemuan lunasi Bulan untuk bulan Ramadhan dan Syawwal 1442 terjadi pada 12 Mei 2021 pkl 02 (tepatnya 02:01.34) dinihari WIB. Dengan demikian, saat rukyat hilal, tgl 11 Mei 2021 secara sains, PASTI Bulan akan terbenam lebih dahulu ketimbang Matahari alias Hilal NEGATIF (-3.54°). Maka akan berlaku ISTIKMAL atau jumlah hari ditambah 1 (29+1), dan malam itu (11 Mei 2021 selepas maghrib) adalah hari penggenapan, yakni 30 Ramadhan 1442 H.

Dengan demikian tgl 12 Mei 2021 M adalah masih berstatus tgl 30 Ramadhan 1442 H.

Lalu, hari berikutnya yakni:

Tgl 1 Syawwal 1442 H bersesuaian dgn 14 Mei 2021 M.

LEBARAN VERSI KRHH

Bagi pengamal Rukyat Hilal Hakiki, maka awal Ramadhan 1442 H adalah 14 April 2021 M. Maka tgl 29 Ramadhan 1442 H adalah 12 Mei 2021 M.

Data Rukyat Hilal, 12 Mei 2021 nagi pengamal KRHH (Konsorsium Rukyat Hilal Hakiki) adalah sebagai berikut:

VISIBILITAS HILAL SYAWAL 1442 (KRHH)

Melihat data di atas, maka ada peluang melihat Hilal namun dgn bantuan alat optik. Bila terlihat, maka 1 Syawal 1442 H akan bersamaan dengan versi Pemerintah RI, namun bila tidak ada yang melihat, maka akhir Ramadhan akan istikmal dan awal Syawwal 1442 versi KRHH:

1 Syawwal 1442 H ~ 14 Mei 2021 H.

LEBARAN VERSI SAUDI

Pemerintah Saudi Arabia juga sudah dapat dipastikan, karena awal Ramadhan 1442 H di Saudi sesuai 13 April 2021 M, maka 1 Syawwal 1442 H nya juga akan bersamaan dgn Pemerintah RI. Yakni 1 Syawwal 1442 H ~ 13 Mei 2021 M.

Semoga bermanfaat. Salam Ayat-Ayat Langit…

ISRA MI’RAJ 1442

Kajian Isra – Mi’raj 1442

KAJIAN ISRA’ – MI’RAJ
Kamis, 11 Maret 2021
=======

Mengisi waktu liburan, seluruh santri putra mengikuti Kajian yang diselenggarakan di masjid Assalaam.

Kajian mengupas peristiwa paling fenomenal sepanjang hayat: Isra – Mi’raj Nabi Muhammad SAW, bersama nara sumber ustadz AR Sugeng Riyadi.

Acara di bawah komando Tim Kesantrian PPMI Assalaam yang bertepatan pada tanggal 27 Rajab 1442 H.

Materi kajian yang disampaikan ustadz AR Sugeng Riyadi, dapat diunduh lewat Link pada menu di bawah ini.

Semoga kajian ini memberikan pencerahan bagi para pengasuh dan santri untuk masa depan yang barokah. Aamiin…

Besuk Romo Amin GP

Penyerahan Taliasih dari Arfis93

Ahad, 10 Januari 2021 saya bersama pak Sriyatno dan Bu Winarni, mewakili teman² alumni Pendidikan Fisika IKIO Yogyakarta tahun 1993 mengunjungi Romo Drs. H. Amin Genda Paddusa di Perumahan Sidoarum Godean Yogyakarta.

Kunjungan dalam rangka besuk beliau dan Ibu Amin yang baru saja pulang dari Rumas Sakit. Romo Amin GP mendapat ukian krn terjatuh saat memgendarai seoeda motor san tangan kiri beliau habis operasi. Ibu Amin GP gerah kaki dan tensi rendah.

Alhamdulillah saat sowan Ahad (10/01), kondisi beliau berdua sudah membaik. Kita disambut di ruang tamu dan mendapatkan hadiah buku karya beliau yg bertajuk, “Mempersiapkan Masa Pensiun yang lebih bahagia”.

MUNAS PP MUHAMMADIYAH 2020

Salah satu slide pd Munas Online

Sabtu, 12 Desember 2020 saya diundang sebagai Peninjau dan diminta presentasi hasil riset terkait fajar shadiq pada Musyawarah Nasional PP Muhammadiyah XXXI yg diselenggarakan secara daring pada Sabtu (12/12).

Ada beberapa komisi dalam Munas dan saya masuk dalam Komisi VI yg mengkaji Kriteria Awal Waktu Shubuh.

Ada 3 Peninjau yg diminta presentasi, Dr. Dhani, Dr. Mahasena dari ITB, dan saya dari PPMI Assalaam.

Komisi VI Kriteria Waktu Subuh
Munas Tarjih Muhammadiyah XXXI

Sabtu, 27 Rabiulakhir 1442 H / 12 Desember 2020 M
Pukul 08.00-11.00 wib dan 12.30-15.30 wib

Pelaksana Sidang Komisi VI: Kriteria Waktu Subuh

Pimpinan Sidang:

  1. Ruswa Darsono (MTT Jateng)
  2. Dr. Pranoto Hidaya Rusmin (MTT Jabar)

Pengarah:

  1. Rahmadi Wibowo
  2. Yudhiakto Pramudia

Notulis:

  1. Niki Alma Febriana Fauzi
  2. Ilham Ibrahim
  3. Abdul Kholid Achmad

Operator & Co-Host:

  1. Izzat (co-host pusat)
  2. Lukman Efendi (co-host lokal)
  3. TvUAD Crew (Operator)

Peserta Komisi 6 Munas Tarjih PP Muhammadiyah 2020:

User Name Peserta Munas unsur Ahli/Pakar Hisab/Falak/Astronomi

  1. Dr. Mahasena Putra M.01_Mahasena Putra_ITB
  2. Dr. Dhani Herdiwijaya, M.Sc. M.02_Dhani Herdiwijaya_ITB
  3. Adi Damanhuri, M.Si. M.03_Adi Damanhuri_UINSA
  4. AR Sugeng Riyadi M.04_AR Sugeng Riyadi_PP As-Salam
  5. Rahman Helmi M.05_Rahman Helmi_PWM Kalsel
  6. Agus Salim, S.H.I. M.06_Agus Salim_PWM DIY
  7. Dr. Jayusman M.07_Jayusman_PWM Lampung
  8. Dr. Anisah Budiwati M.08_Anisah Budiwati_UII
  9. Firdaus AN, M.Ag. M.09_Firdaus AN_PWM Sumbar
  10. Dr. Bakhtiar, M.Ag. M.10_Bakhtiar_PWM Sumbar
  11. Dr. Budi Kisworo M.11_Budi Kisworo_PWM Bengkulu
  12. Dr. Zulbaidah M.12_Zulbaidah_PWM Jabar
  13. Dr. Taufiqurrahman Kurniawan M.13_Taufiqurrahman K_PDM Kudus

Webinar Nasional BMKG 2020

Saat Berbagi pada Negeri

GURU ASSALAAM NARASUMBER WEBINAR NASIONAL
Kamis, 26 November 2020

BMKG menggelar Seminar Nasional Tanda Waktu Astronomis secara Daring. Seminar maya yang mengkaji Peran BMKG dalam menyediakan peta dan data astronomis Hilal di Indonesia, Kamis (26/11) menghadirkan narasumber dari berbagai elemen: Kemenag RI, MTT PP Muhammadiyah, LF PBNU, dan BMG sendiri serta PPMI Assalaam sebagai unsur masyarakat.

Ustadz AR Sugeng Riadi selaku Kepala Pusat Astronomi Assalaam bertindak selaku narasumber mewakili unsur masyarakat dari PPMI Assalaam dengan mengupas Sejarah dan Kiprah CASA (Club Astronomi Santri Assalaam) dan Observatorium Assalaam dalam dunia astronomi di Indonesia, khususnya kegiatan Rukyat Hilal, dan pelaporannya ke database internasional di ICOproject.org dan Moonsighting.Com.

Webinar dipandu MC Audia Kaluku lalu dibuka oleh Kepala Deputi Bidang Geofisika BMKG, Dr. Ir. Muhammad Sadly, M.Eng. Acara inti pemaparan materi dan diskusi dipandu moderator Dr. Suadi Ahadi, ST., MT., dan ditutup Kepala Pusat Seismologi Teknik Geofisika Potensial dan Tanda BMKG.

Webinar daring di Zoom Meeting dan live di Youtube:
https://www.youtube.com/watch?v=6It7byaqg2U

UKUR KIBLAT MASJID MUJAHIDIN

UKUR KIBLAT calon MASJID

Rabu, 11 – 11 – 2020

Memenuhi permohonan ustadz Ekhwan Nugroho , M.Pd., selaku Panitia Pembangunan Masjid Mujahidin, Ngemplak Banaran Kalijambe Sragen Jawa Tengah, Rabu (11/11) siang saya meluncur ke Sragen ditemani Kang Nawir, membuntuti Ketua Panitia.

Pkl 14 tiba di lokasi dan langsung kerahkan Qiblat Tracker, namun sayang Matahari keburu ketutup awan. Eee berlanjut mendung dan gerimis lalu hujan lumayan agak deras.

Lepas Ashar hujan reda dan alhamdulillaah Matahari menampakkan cahayanya, pengukuran dilanjutkan. Tiga kali ukur, hasil selalu sama. Arah Kiblat ketemu.

Semoga dimudahkan dan Masjid segera berdiri, dengan jamaah yg senantiasa memakmurkannya. Aamiin…

Mukernas Hisab Rukyat 2020

MUKERNAS HISAB-RUKYAT 2020
Yogyakarta: Rabu – Jumu’ah, 7-9 Oktober 2020.
=======
Ustadz AR Sugeng Riyadi, selalu Kepala Pusat Astronomi Assalaam dan juga anggota Tim Falakiyah Kemenag RI mengikuti Temu Kerja Nasional Hisab-Rukyat yang digelar Kemenag RI.

Acara berlangsung di Forriz Hotel Yogyakarta dari Rabu hingga Jum’ah, 7-9 Oktober 2020 dengan menerapkan protokol media yang ketat di setiap acara.

Pembukaan Mukernas dilakukan pada Rabu malam diawali kalam Ilaahi, dilanjut sambutan Kanwil Kemenag DIY selalu tuan rumah. Sambutan kedua sekaligus membuka secara resmi oleh Dirjend Bimas Islam yg dilangsungkan secara Daring oleh Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin, MA.

Agenda malam selepas Pembukaan adalah Materi Sosialisasi Program Direktur Urais dan Binsyar oleh Drs. H. Agus Salim, dilanjutkan istirahat.

Acara berlanjut Kamis pagi membahas Naskah Akademik Kalender Islam Global bersama Prof. Dr. Thomas Djamaluddin secara Daring dan Prof. Dr. Susiknan Azhari, secara Luring.

Siang dilanjut membahas Waktu Shubuh dan Fajar by SQM bersama Gus Ibnu Zahid Abdul Moeid. Istirahat Sholat Makan dan prepare tuk sore Siyahah ke POB Syaikh Belabelo dan Menverifikasi Hisab dengan Rukyat Sunset di Pantai Parangtritis.

Malam melanjutkan agenda utama, Review Taqwim 2022 dan Rapat Komisi serta Rekomendasi.

Seluruh agenda Temu Kerja Nasional Hisab-Rukyat ditutup oleh Kasubdit Hisab Rukyat, H. Ismail Fahmi, S.Ag., pukul 23:30 WIB., dengan menelorkan beberapa Rekomendasi.

Mukernas Hisab Rukyat 2020

Yogyakarta: Rabu – Jumu’ah, 7-9 Oktober 2020.

Ustadz AR Sugeng Riyadi, selalu Kepala Pusat Astronomi Assalaam dan juga anggota Tim Falakiyah Kemenag RI mengikuti Temu Kerja Nasional Hisab-Rukyat yang digelar Kemenag RI.

Acara berlangsung di Forriz Hotel Yogyakarta dari Rabu hingga Jum’ah, 7-9 Oktober 2020 dengan menerapkan protokol media yang ketat di setiap acara.

Pembukaan Mukernas dilakukan pada Rabu malam diawali kalam Ilaahi, dilanjut sambutan Kanwil Kemenag DIY selalu tuan rumah. Sambutan kedua sekaligus membuka secara resmi oleh Dirjend Bimas Islam yg dilangsungkan secara Daring oleh Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin, MA.

Agenda malam selepas Pembukaan adalah Materi Sosialisasi Program Direktur Urais dan Binsyar oleh Drs. H. Agus Salim, dilanjutkan istirahat.

Acara berlanjut Kamis pagi membahas Naskah Akademik Kalender Islam Global bersama Prof. Dr. Thomas Djamaluddin secara Daring dan Prof. Dr. Susiknan Azhari, secara Luring.

Siang dilanjut membahas Waktu Shubuh dan Fajar by SQM bersama Gus Ibnu Zahid Abdul Moeid. Istirahat Sholat Makan dan prepare tuk sore Siyahah ke POB Syaikh Belabelo dan Menverifikasi Hisab dengan Rukyat Sunset di Pantai Parangtritis.

Malam melanjutkan agenda utama, Review Taqwim 2022 dan Rapat Komisi serta Rekomendasi.

Seluruh agenda Temu Kerja Nasional Hisab-Rukyat ditutup oleh Kasubdit Hisab Rukyat, H. Ismail Fahmi, S.Ag., pukul 23:30 WIB., dengan menelorkan beberapa Rekomendasi.

Jumu’ah pagi mengunjungi Griya Antariksa di Gejayan dan Observatorium UAD di Ringroad Selatan. Jelang siang kembali ke Solo, singgah Sholat Jumu’ah di masjid Al-Firdaus Klaten Tengah dgn shaf jaga jarak.

“Bersama CASA, Mengintip Gerbang Semesta”

DOA – 05

Webinar bertema “Strategi dan Langkah Membangun Observatorium di Pesantren” dengan narasumber : AR Sugeng Riyadi (Kepala Observatorium Assalaam Sukaharjo-Surakarta)
Moderator : Wika Maisari, S.Ak (Tim Planetarium OIF UMSU)

OIF UMSU : “Memotret Semesta Demi Iman dan Peradaban”

Diskusi Observatorium dan Astronomi ( DOA ) 5 digelar pada Senin, 10 Shafar 1442 H / 28 September 2020 M.