Andalan

Bumi Bulat vs Bumi Datar

Bumi Bulat Bumi Datar
Bumi Bulat Bumi Datar

Bumi itu Bulat atau Bumi itu Datar. Ramai juga ya bahasan tentang bentuk Bumi belakangan ini… 🙂 Hemat saya sih, kita buktiin sendiri dan ndak perlu nyalahkan sana-sini. Saya pikir ndak ada efeknya apa2 deh, tuk kita. Emang kalau yakin Bumi Bulat jadi pinter lalu yg yakin Datar jadi bodoh, atau sebaliknya? Sama sekali ndak bikin efek tuk kita. Maka mari kita tetap enjoy saja….(y) . Nah ini salah satu hasil observasi saya. Lainnya kapan2 saya publish.

Lanjutkan membaca “Bumi Bulat vs Bumi Datar”

Webinar Nasional BMKG 2020

Saat Berbagi pada Negeri

GURU ASSALAAM NARASUMBER WEBINAR NASIONAL
Kamis, 26 November 2020

BMKG menggelar Seminar Nasional Tanda Waktu Astronomis secara Daring. Seminar maya yang mengkaji Peran BMKG dalam menyediakan peta dan data astronomis Hilal di Indonesia, Kamis (26/11) menghadirkan narasumber dari berbagai elemen: Kemenag RI, MTT PP Muhammadiyah, LF PBNU, dan BMG sendiri serta PPMI Assalaam sebagai unsur masyarakat.

Ustadz AR Sugeng Riadi selaku Kepala Pusat Astronomi Assalaam bertindak selaku narasumber mewakili unsur masyarakat dari PPMI Assalaam dengan mengupas Sejarah dan Kiprah CASA (Club Astronomi Santri Assalaam) dan Observatorium Assalaam dalam dunia astronomi di Indonesia, khususnya kegiatan Rukyat Hilal, dan pelaporannya ke database internasional di ICOproject.org dan Moonsighting.Com.

Webinar dipandu MC Audia Kaluku lalu dibuka oleh Kepala Deputi Bidang Geofisika BMKG, Dr. Ir. Muhammad Sadly, M.Eng. Acara inti pemaparan materi dan diskusi dipandu moderator Dr. Suadi Ahadi, ST., MT., dan ditutup Kepala Pusat Seismologi Teknik Geofisika Potensial dan Tanda BMKG.

Webinar daring di Zoom Meeting dan live di Youtube:
https://www.youtube.com/watch?v=6It7byaqg2U

UKUR KIBLAT MASJID MUJAHIDIN

UKUR KIBLAT calon MASJID

Rabu, 11 – 11 – 2020

Memenuhi permohonan ustadz Ekhwan Nugroho , M.Pd., selaku Panitia Pembangunan Masjid Mujahidin, Ngemplak Banaran Kalijambe Sragen Jawa Tengah, Rabu (11/11) siang saya meluncur ke Sragen ditemani Kang Nawir, membuntuti Ketua Panitia.

Pkl 14 tiba di lokasi dan langsung kerahkan Qiblat Tracker, namun sayang Matahari keburu ketutup awan. Eee berlanjut mendung dan gerimis lalu hujan lumayan agak deras.

Lepas Ashar hujan reda dan alhamdulillaah Matahari menampakkan cahayanya, pengukuran dilanjutkan. Tiga kali ukur, hasil selalu sama. Arah Kiblat ketemu.

Semoga dimudahkan dan Masjid segera berdiri, dengan jamaah yg senantiasa memakmurkannya. Aamiin…

Mukernas Hisab Rukyat 2020

MUKERNAS HISAB-RUKYAT 2020
Yogyakarta: Rabu – Jumu’ah, 7-9 Oktober 2020.
=======
Ustadz AR Sugeng Riyadi, selalu Kepala Pusat Astronomi Assalaam dan juga anggota Tim Falakiyah Kemenag RI mengikuti Temu Kerja Nasional Hisab-Rukyat yang digelar Kemenag RI.

Acara berlangsung di Forriz Hotel Yogyakarta dari Rabu hingga Jum’ah, 7-9 Oktober 2020 dengan menerapkan protokol media yang ketat di setiap acara.

Pembukaan Mukernas dilakukan pada Rabu malam diawali kalam Ilaahi, dilanjut sambutan Kanwil Kemenag DIY selalu tuan rumah. Sambutan kedua sekaligus membuka secara resmi oleh Dirjend Bimas Islam yg dilangsungkan secara Daring oleh Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin, MA.

Agenda malam selepas Pembukaan adalah Materi Sosialisasi Program Direktur Urais dan Binsyar oleh Drs. H. Agus Salim, dilanjutkan istirahat.

Acara berlanjut Kamis pagi membahas Naskah Akademik Kalender Islam Global bersama Prof. Dr. Thomas Djamaluddin secara Daring dan Prof. Dr. Susiknan Azhari, secara Luring.

Siang dilanjut membahas Waktu Shubuh dan Fajar by SQM bersama Gus Ibnu Zahid Abdul Moeid. Istirahat Sholat Makan dan prepare tuk sore Siyahah ke POB Syaikh Belabelo dan Menverifikasi Hisab dengan Rukyat Sunset di Pantai Parangtritis.

Malam melanjutkan agenda utama, Review Taqwim 2022 dan Rapat Komisi serta Rekomendasi.

Seluruh agenda Temu Kerja Nasional Hisab-Rukyat ditutup oleh Kasubdit Hisab Rukyat, H. Ismail Fahmi, S.Ag., pukul 23:30 WIB., dengan menelorkan beberapa Rekomendasi.

Mukernas Hisab Rukyat 2020

Yogyakarta: Rabu – Jumu’ah, 7-9 Oktober 2020.

Ustadz AR Sugeng Riyadi, selalu Kepala Pusat Astronomi Assalaam dan juga anggota Tim Falakiyah Kemenag RI mengikuti Temu Kerja Nasional Hisab-Rukyat yang digelar Kemenag RI.

Acara berlangsung di Forriz Hotel Yogyakarta dari Rabu hingga Jum’ah, 7-9 Oktober 2020 dengan menerapkan protokol media yang ketat di setiap acara.

Pembukaan Mukernas dilakukan pada Rabu malam diawali kalam Ilaahi, dilanjut sambutan Kanwil Kemenag DIY selalu tuan rumah. Sambutan kedua sekaligus membuka secara resmi oleh Dirjend Bimas Islam yg dilangsungkan secara Daring oleh Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin, MA.

Agenda malam selepas Pembukaan adalah Materi Sosialisasi Program Direktur Urais dan Binsyar oleh Drs. H. Agus Salim, dilanjutkan istirahat.

Acara berlanjut Kamis pagi membahas Naskah Akademik Kalender Islam Global bersama Prof. Dr. Thomas Djamaluddin secara Daring dan Prof. Dr. Susiknan Azhari, secara Luring.

Siang dilanjut membahas Waktu Shubuh dan Fajar by SQM bersama Gus Ibnu Zahid Abdul Moeid. Istirahat Sholat Makan dan prepare tuk sore Siyahah ke POB Syaikh Belabelo dan Menverifikasi Hisab dengan Rukyat Sunset di Pantai Parangtritis.

Malam melanjutkan agenda utama, Review Taqwim 2022 dan Rapat Komisi serta Rekomendasi.

Seluruh agenda Temu Kerja Nasional Hisab-Rukyat ditutup oleh Kasubdit Hisab Rukyat, H. Ismail Fahmi, S.Ag., pukul 23:30 WIB., dengan menelorkan beberapa Rekomendasi.

Jumu’ah pagi mengunjungi Griya Antariksa di Gejayan dan Observatorium UAD di Ringroad Selatan. Jelang siang kembali ke Solo, singgah Sholat Jumu’ah di masjid Al-Firdaus Klaten Tengah dgn shaf jaga jarak.

“Bersama CASA, Mengintip Gerbang Semesta”

DOA – 05

Webinar bertema “Strategi dan Langkah Membangun Observatorium di Pesantren” dengan narasumber : AR Sugeng Riyadi (Kepala Observatorium Assalaam Sukaharjo-Surakarta)
Moderator : Wika Maisari, S.Ak (Tim Planetarium OIF UMSU)

OIF UMSU : “Memotret Semesta Demi Iman dan Peradaban”

Diskusi Observatorium dan Astronomi ( DOA ) 5 digelar pada Senin, 10 Shafar 1442 H / 28 September 2020 M.

Webinar Nasional Ilmu Falak IAIN Samarinda

Fakultas Syariah IAIN Samarinda menggelar Webinar Nasional mengkaji Ilmu Falak dengan bahasan fokus pada Problematika Penentuan Awal Ramadhan Syawal dan Dzulhijjah serta Arah Kiblat di Indonesia. Sebagai nara sumber adalah Dr. Ahmad Izzuddin, M.Ag., dan ustadz AR Sugeng Riyadi, S.Pd., M.Ud., Webinar via Zoom Meeting pada Jumu’ah, 25 September 2020. Alhamdulillaah acara berjalan lancar. Dibuka Dekan Fasya, Dr. Bambang Iswanto, MH., dan diikuti sekitar 241 partisipan. Selaku moderaor, ust Abdul Syakur, Lc. M.S.I.

Materi saya ada di link drive ini:

https://drive.google.com/file/d/1aPIJZwRiABT1rfg3GWZO2qd2g0N3FKWt/view?usp=sharing

Rekaman Webinar di Youtube:

UKUR KIBLAT MENARA QURAN

UKUR KIBLAT calon MASJID MENARA QUR’AN

Jumu’ah, 22 Muharram 1442 H

Kemarin dimisscall lalu diWa akhirnya dijemput Pak Tri Hambodo (Panitia), ditemani Pak Nugroho (Arsitek, Dosen UNS), disambut Ust. Nur Islam (Ketua Yayasan MQ), kakaknya adik saya melakukan prosesi pengukuran arah kiblat (calon) Masjid Menara Qur’an.

Lokasi:
Komplek Ma’had Aly Menara Qur’an Hidayatullah, Kopen Karangturi Gondangrejo Karanganyar Jawa Tengah.

Maps : https://maps.app.goo.gl/BQiYmvB6mPPuyX3H6

Jumu’ah Kliwon, 22 Muharram 1442 (11 September 2020) selepas Jumu’ahan.

UKUR KIBLAT MASJID TERMEGAH

Kamis pagi (09 Julin2020) saya ditelp pak Ismail Fahmi dari Kemenag RI, isinya jam 10 akan ada pengukuran arah kiblat calon Masjid bantuan dari UEA di Solo. Tepatnya Masjid Hadiah Pangeran Abu Dhabi buat Pak Jokowi sebagai Presiden RI.

Memastikan Arah Kiblat calon Masjid Termegah.

Lanjut saya ditelp pak Musta’in, KanKemenag kota Surakarta.

Akhirnya 09:57 sampai lokasi dan pukul 10 – 11:30 prosesi pengukuran dilakukan, saya makai Qiblat Tracker nya MA Assalaam produk RHI Instrument. Tim Kemenag makai Theodolite. Dua cara kita padu, hasilnya sama.

In sya Allaah arah kiblat sudah mantab.

PENGUKURAN KIBLAT
REPLIKA MASJID SHEIKH ZAYD

Lokasi:
Margorejo Rt. 07/11 Gilingan, Banjarsari, Surakarta Jawa Tengah.

Pengukur:
Tim Falakiyah Kemenag RI & Assalaam Observatory, Urais Kemenag Surakarta. Disaksikan Kepala Kantor Kemenag Kota Surakarta, MUI Surakarta dan Perwakilan ormas Islam dari Muhammadiyah dan NU.

Koordinat lokasi:
7.554° lintang selatan, 110.827° bujur timur. Azimuth Qiblat 294.55°.

Alat Ukur:

  1. Theodolite
  2. Qiblat Tracker
  3. Istiwa’ani
  4. Kompas

Menurut info, Agustus 2020 akan diadakan Peletakan Batu Pertama oleh Presiden RI. Namun, karena masih Pandemi Covid-19, diundur Desember 2020.

Ukur Kiblat Masjid ‘IbadunNur

Pak Miswadi dan Saya

Selasa, 24 Maret 2020

Pagi saya ditelpon Pak Miswadi, siang ketemu di Wangsa Jatra Lestari, langsung menuju lokasi calon Masjid yang akan dibangun di dalam komplek sisi barat PT Wajatri. Jumlah person hanya ber4, dan tetap jaga jarak. Dekat sesaat selfie lalu jaga jarak lagi.

Akses masuk disiapkan jalan dari arah selatan. Nama masjid sudah mendapat restu Ibunda Hj. Siti Aminah yakni ‘Ibaadunnuur. Nama depan sama dengan Masjid yg berlokasi di komplek Assalaam Hypermarket, ‘Ibaadurrohmaan.

Selama proses pengukuran, kita berupaya tetap memastikan tangan selalu bersih. Alat ukur: Kompas, QiblatTracker dan Theodolite.

Ditargetkan 4 bulan ke depan, Masjid siap digunakan keluarga besar Wajatri dan warga sekitar. Semoga barokah dan menjadi Masjid nan makmur.

Semoga wabah COVID-19 segera berakhir. Aamiin…

kiblat #masjid #wajatri #tisera

Lokasi Masjid dipotret dari Selatan.

Taushiyah Kyai Chozin

Kyai Haji Muhammad Chozin Shiddiq, adalah salah satu pendiri Ponpes Modern Assalaam, Pabelan Kartasura Sukoharjo Jawa Tengah. Kamis, 02 Januari 2020 beliau memberikan amanahnya pada Forum Silaturrohim Pegawai PPMI Assalaam, di Aula setempat. Berikut ringkasan taushiyah beliau:

Peawai khusyu’ menyimak amanah Kyai Chozin

Selalu saya sampaikan bahwa lembaga kita adalah lembaga Wakaf. Artinya ladang untuk ibadah dan jihad fii sabiilillaah bukan untuk mencari harta.

Lalu ma’isah bagaimana?
Kalau kerja baik, maka Allaah akan menambah
“Fa man yuriidu hartsa al-akhiroh, nazid lahu fii hartsihi …”

Hal ini supaya kita tidak kecewa, sebab gaji sedikit.

Selanjutnya, saya berpesan jangan ada yang merasa paling berjasa. Semuanya sama, niatkan semuanya liwajhillaah…

Sebab…

“Wa man yuriidu hasrtsa ad-dun-ya nu’thihii minhaa..”

Berikutnya kita ini “ashluhaa tsaabitun wa far’uhaa fi as-samaa’…”, jaga dan hayati ayat ini.

Terakhir, ayo kita tradisikan menghidupkan masjid. Sebab dari masjidlah semuanya bermula dan berakhir. Masjid adalah solusi semua hajat kita.