Mengajar dengan Peta Konsep

Peta Konsep

Peta Konsep

Meski sejak 2006 saya sudah menerapkannya, tapi senang juga dapat undangan untuk ikut Seminar dan Workshop tentang Metode KBM MIPA dan TIK. Lebih2 yang memberikan materi guru besar UNS, wouw…pasti seru.

Nah, selengkapnya…semua acara inti bisa saya ikuti; dan inti dari inti yang saya dapat adalah metode JigSaw. Eh…ada lagi yg inti yakni Peta Konsep. Padahal, ya tadi; sebenarnya sudah lama sih memakainya, tapi baru tahu kalau di seminar juga masih mbahas ini. Majulah Para Guru….!

Penerapan Metode dan Model Pembelajaran MIPA Yang Tepat di PPMI Assalaam, itulah tema dalam acara Seminar dan Workshop Pendidikan MIPA yang berlangsung di Ruang Pertemuan Kantor Assalaam lantai 2, hari Kamis (18/2). Seminar ini diselenggarakan oleh Unit SMA PPMI Assalaam dan dihadiri oleh ustadz/ustadzah yang mengampu mata pelajaran MIPA dan TIK. Acara berlangsung dari pukul 13.30 s.d. 17.00, dan dalam kesempatan ini yang berkenan membuka acara yaitu Mudir Ma’had, Drs. Ma’ruf Rohmat.

Seminar menghadirkan pembicara dari Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) yaitu Bapak Prof. Dr. H. Ashadi, M.Pd, beliau adalah Guru Besar Pendidikan Kimia FKIP UNS. Dalam makalahnya beliau diantaranya menyampaikan tentang guru bukan lagi bagaimana mengajar dengan baik (teacher centered) tapi bagaimana siswa bisa belajar dengan baik dan berkelanjutan (student centered learning), jadi terdapat perubahan peran guru dari pengajar menjadi motivator, mediator, dan fasilitator. Serta menyampaikan beberapa model pembelajaran dengan pendekatan SCL (Student Centered Learning). Seminar ini dipandu/dimoderatori oleh Ustadz. Aris Hanafiah, ST, dengan seminar ini diharapkan para ustadz/ustadzah bertambah wawasannya dan mendapatkan pencerahan sehingga dapat menemukan metode pembelajaran yang tepat dan cocok di PPMI Assalaam.

Materi Gelombang Elektromagnetik yg pernah saya pakai utuk mengajar di kelas:

Gelombang_Elektromagnetik_PakARfisika

Mengajar dengan Peta Konsep:

Inilah satu diantara pelajaran yang saya anggap relevan untuk kita terapkan dalam praktek mengajar dan mendidik para siswa kita. Dan alhamdulillah, hal ini sudah saya lakukan sejak 2006, dimana saat itu saya sudah membuat sebuah presentasi materi pelajaran dalam bentuk powerpoint dengan bahasan gelembang Elektromagnetik. Meski di 2010 ini diulangi lagi dalam seminar, maka saya pikir ini sebuah warning dalam perspektif seorang guru besar UNS, bahwa para guru belum optimal menggunakannya.

Peta Konsep untuk Mempermudah Konsep Sulit dalam Pembelajaran, inilah pesan yang ingin beliau samapiakan. Dan ini benar, sebab untuk materi tertentu; Peta benar2 mampu mengatasi masalah tanpa masalah. Sebab, peta konsep merupakan salah satu bagian dari strategi organisasi. Strategi organisasi bertujuan membantu pembelajar meningkatkan kebermaknaan bahan-bahan organisasi bertujuan membantu pebelajar meningkatkan kebermaknaan bahan-bahan baru, terutama dilakukan dengan mengenakan struktur-struktur pengorganisasian baru pada bahan-bahan tersebut. Strategi-strategi organisasi dapat terdiri dari pengelompokan ulang ide-ide atau istilah-istilah atau membagi ide-ide atau istilah-istilah itu menjadi subset yang lebih kecil. Strategi- strategi ini juga terdiri dari pengidentifikasian ide-ide atau fakta-fakta kunci dari sekumpulan informasi yang lebih besar.

Pengertian Peta Konsep

A concept map is a diagram showing the relationships among concepts. They are graphical tools for organizing and representing knowledge.

Concepts, usually represented as boxes or circles, are connected with labeled arrows in a downward-branching hierarchical structure. The relationship between concepts can be articulated in linking phrases such as “gives rise to”, “results in”, “is required by,” or “contributes to”.[1]

The technique for visualizing these relationships among different concepts is called “Concept mapping”.

An industry standard that implements formal rules for designing at least a subset of such diagrams is the Unified Modeling Language (UML).

Alur Peta Konsep

Alur Peta Konsep

Konsep dari Peta Konsep memang sangat simpel. Bandingkan kalau kita menjelaskan lokasi pasar klewer; maka akan sangat njlimet bila menggunakan narasi.

>>Narasi: Pasar Klewer itu terletak di selatan alun2, atau kalau dari Kartasura naik bus menuju terminal lalu naik angkota melewati gladag, dst…wah pusing….!

>>Peta Konsep: Pasang saja petanya, dan asal konsep arah utara di atas, maka lokasi pasar klewer itu sudah di depan mata.

Peta memudahkan pemahaman ketimbang cerita, meski cerita sangat menyenangkan bagi anak menjelang tidur…[]

Link terkait:

Peta Konsep untuk Mempermudah Konsep

About these ads

6 Tanggapan

  1. Metode peta konsep memang salah satu langkah yang efektif dan efisien dalam menanamkan konsep pada anak didik. Karena untuk dapat memetakan suatu konsep, maka dia harus paham betul konsep yang akan dipetakan. Namun, banyak pakar yang menyatakan bahwa metode peta konsep hanya efisien untuk anak didik pada fase operasional konkret (SMA ke atas). Untuk anak didik pada fase pra operasional metode ini kurang efektif.

  2. Terimakasih sharingnya pak menginspirasi walaupun saya bukan guru SMA tapi di Madrasah ibtidaiyaah

  3. kyk mind mapping ya pak

  4. Teruskan ngeblog kreatif. salut deh.. Visit back 08:19

  5. memang sudah seharusnya mengajar itu ada konsepnya

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 106 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: