Kliping

Kumpulan Liputan oleh Media massa:

Sebagai guru, salah satu prinsip hidup saya adalah ‘berkarya untuk ummat’. Dan berikut beberapa liputan media menjadi saksi atas apa yang saya lakukan.

Semoga menjadi motovasi bagi saya pribadi dan rekan2 guru di manapun berada…[]

Gagasan di Solopos

Gagasan di Solopos

Selanjutnya…(Under Construction)

Kliping = 2011 | 2012 | 2013

===========================2013===================================

~ 2013 – Maret – 01 – Detik News Online:

Alamat URL:

http://news.detik.com/read/2013/03/01/144107/2183331/10/sambut-hari-tanpa-bayangan-santri-di-solo-luncurkan-seribu-roket-air

Isi Berita:

….

Solo – Hari ini, Jumat (1/3/2013) tepatnya pukul 11.49 WIB, adalah hari yang terhitung hari istimewa bagi warga Solo dan sekitarnya. Sebuah fenomena alam yang hanya datang dua kali dalam setahun, mendatangi Kota Solo. Fenomena alam itu adalah hari tanpa bayangan karena matahari persis di atas Kota Solo dan sekitarnya.

Fenomena alam tersebut memang bukan sesuatu yang selalu menjadi perhatian. Selain karena selalu datang sebanyak dua kali dalam setahun, peristiwa tersebut juga tidak banyak mempengaruhi situasi atau kondisi alam. Karena itu tak banyak yang terlihat meluangkan waktu untuk memperhatikan fenomena tersebut.

Lain halnya dengan santri di Pesantren Modern Assalam, Sukoharjo. Sejumlah santri yang mengikuti kegiatan pendalaman ilmu falak yang tergabung Club Santri Astronomi Assala (CASA), melakukan kegiatan khusus menyambut peristiwa yang sering disebut sebagai hari tanpa bayangan karena matahari berada tepat di atas kepala.

“Fenomena hari tanpa bayangan itu terjadi pukul 11.49 WIB. Bayangan kita tepat berada di bawah kita sehingga seoalah-olah bayangan itu tidak ada,” ujar pengasuh CASA, AR Sugeng Riyadi.

Para santri Assalam berinisiatif menyambut hari khusus tersebut dengan meluncurkan sebanyak seribu roket air ke udara tepat ketika bayangan menghilang. Adapun yang disebut roket air itu adalah botol yang diisi air yang kemudian dipompa sehingga bisa meluncur ke udara sehingga airnya akan tumpah ke bawah.

Setelah itu, para santri langsung menuju masjid untuk mengerjakan sholat Jumat, karena ketika matahari tepat di atas kepala itu berarti sudah masuk waktu Zuhur.

Sugeng lebih lanjut mengatakan peristiwa yang sama, yaitu matahari tepat di atas Solo dan sekitarnya, akan kembali terulang di Solo pada 13 Oktober mendaang pada pukul 11.21 WIB.

(mbr/try)

…..

~ 2013 – Feb – 03 – PP UII Online:

Alamat URL:

http://pesantren.uii.ac.id/content/view/320/1/

Isi Berita:

….

Di sesi kedua dengan moderator yang sama, tampil seorang guru fisika yang juga ahli falak, AR Sugeng Riyadi. Pemilik blog “pakarfisika.blogspot.com” ini memaparkan materi penetuan arah kiblat dengan sangat renyah dan mengalir. Tidak jarang yang bersangkutan memberikan jokekepada hadirin. Misalnya, utara itu simbolnya adalah N yang maksudnya “ngalor”. Barangkali beliau ingin mengatakan betapa kayanya kosakata (bahasa) Jawa sehingga bisa di-otak-atik-gatuk-kan dengan bahasa Inggris sekalipun.

Dalam paparannya, AR Sugeng Riyadi mengatakan bahwa metode penentuan arah kiblat itu beragam. Tinggal memilih cara mana yang paling simpel dan relevan. Misalnya dengan dengan busur derajat, rumus hitung, google earth, bayangan matahari, dan seterusnya. Hal ini perlu dilakukan supaya shalat yang dilakukan memang benar-benar shahih secara fikih. Pasalnya, salah satu syarat sahnya shalat adalah menghadap kiblat.

Di akhir materi, beliau juga mempersilakan beberapa peserta untuk maju ke depan, praktik langsung dengan alat sederhana yang disiapkan. Tidak lupa juga beliau mengenalkan HP saat ini yang dengan fiture-nya bisa digunakan sebagai alternatif untuk mengetahui arah kiblat. Acara berakhir menjelang dhuhur, dan hadirin dipersilakan kembali ke kediamannya. []

….

=============================2012================================

~ 2012 – Maret – 05 – AlSofwah Online:

Alamat URL:

http://alsofwah.or.id/index.php?pilih=lihatdownload&id=45

Isi Berita:

….

Fakta ini didukung oleh hasil observasi (rukyat) di lapangan membuktikan bahwa ternyata pada kriteria -20° langit masih gelap. Hal ini juga dididukung oleh Sugeng Riyadi, anggota Himpunan Fisikawan Indonesia dan Rukyatul Hilal Indonesia yang menuangkan salah satu hasil observasinya dalam tulisan berjudul Minus 17° pun Fajar Shadiq Belum Nyata! (Lihat Majalah Qiblati edisi 05/tahun V. Beliau juga anggota organisasi astronomi ICOProject-Yordania, Moonsighting USA dan Hilalsighting.org.)

….

~ 2012 – Juni – 06 – Suara Merdeka Online:

Alamat URL:

http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2012/06/06/120507/Fenomena-Langka-105-Tahun-Sekali-Transit-Planet-Venus-2012

Isi Berita:

SOLO, suaramerdeka.com – Club Astronomi Santri Assalaam (CASA) dari Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam Sukoharjo mengajak masyarakat menyaksikan fenomena transitnya planet venus (gerhana venus) di permukaan matahari, Rabu (6/6). Fenomena ini, mungkin akan menjadi yang pertama dan terakhir dalam kehidupan seseorang lantaran rentang waktu terjadinya 105 tahun sekali.

Pengasuh CASA Ponpes Assalaam Sukoharjo, AR Sugeng Riyadi mengatakan, gerhana ini mulai terjadi mulai pukul 05.13-11.47. Gerhana ini terjadi karena matahari tertutup oleh planet venus. Gerhana hanya terlihat seperti titik spidol di permukaan piringan matahari jika dilihat dari bumi.

Untuk melihatnya menggunakan kacamata khusus matahari atau teropong lunt solar systemyang mampu menjangkau posisi venus dan matahari. “Fenomena langka ini akan terjadi lagi pada 11 Desember 2117. Jadi mungkin saja seumur hidup hanya sekali melihatnya,” kata Sugeng pada wartawan, Rabu (6/6).

Bukan hanya siswa dari CASA yang melihat fenomena ini, beberapa mahasiswa dan dosen turut menyaksikannya. Menurutnya, fenomena ini untuk menunjukkan bukti pada siswa jika planet-planet beredar mengelilingi bumi.

Gerhana venus, lanjutnya, menjadi satu dari lima gerhana yang terjadi di tahun 2012. Berdasarkan observasi, terjadi dua gerhana matahari, dua kali gerhana bulan dan sekali gerhana venus. Pertama, gerhana matahari cincin yang terjadi pada 20 Mei 2012. Gerhana ini hanya dapat disaksikan di wilayah Indonesia timur. Kedua gerhana bulan sebagian yang terjadi 4 Juni 2012 dan bisa dilihat di seluruh wilayah Indonesia.

Keempat, gerhana matahari total yang akan terjadi 14 November 2012 mulai pukul 05.11 WIB. Gerhana di antaranya meliputi Papua Barat, Australia, Selandia Baru dan Samudra Pasifik. Terakhir gerhana bulan Penumbra yang akan terjadi pada 28 November 2012 mulai pukul 19.15-23.51 WIB. Gerhana ini hanya bisa dilihat menggunakan teleskop.

“Dari lima gerhana itu yang bisa disaksikan dari eks karesidenan Surakarta hanya gerhana bulan pada 4 Juni dan gerhana venus pada 6 Juni,” kata Sugeng.

( Hanung Soekendro / CN31 / JBSM )

================================2011====================================

2011 – Juni – 16: Sains Kompas

Alamat URL:

http://sains.kompas.com/read/2011/06/16/1839590/Observatorium.Dibangun.di.Ponpes.Assalam

Isi Berita:

KOMPAS.com – Ada yang menarik dalam pengamatan gerhana bulan total di Solo, Kamis (16/6/2011) dini hari. Rangkaian pengamatan digelar di sebuah pondok pesantren, yakni Pesantren Assalam. Ternyata riset astronomi memang telah dibiasakan dilakukan para santri di sana. Setiap kali ada fenomen langit selalu dilakukan pengamatan bersama.

Pondok pesantren ini nantinya akan menjadi pesantren dan mungkin lembaga pendidikan menengah pertama yang memiliki observatorium. Saat ini, observatorium masih dalam tahap pembangunan.

“Pembangunannya sudah mencapai 90 persen. Teleskopnya kita sudah pesan dari Amerika dan Jepang,” kata AR Sugeng Riyadi, pendiri sekaligus pembina CASA (Club Astronomi Santri Assalam) saat dihubungi Kompas.com. Ia mengungkapkan, dalam 3 bulan ke depan, observatorium dan fasilitasnya mungkin sudah bisa digunakan.

Menurut Sugeng, saat ini pesantren Assalam sudah memiliki 5 teleskop. Dengan pembangunan observatorium, nantinya akan ditambah 4 teleskop lagi. “Satu teleskop utama yang akan kita pasang di kubah, satu teleskop Matahari, satu teleskop untuk pengamatan seperti galaksi dan satu lagi khusus untuk penentuan hilal dan gerhana,” jelas Sugeng.

Sugeng mengatakan, pembangunan observatorium merupakan salah satu komitmen pengurus pesantren pada ilmu pengetahuan. Untuk membuat observatorium ini, menurut Sugeng, pesantren mengeluarkan dana sekitar Rp 400-500 juta untuk teleskopnya saja. Rencananya, observatorium nantinya akan dinamai Observatorium CASA.

Mengungkapkan salah satu cita-cita pembangunan observatorium, Sugeng mengatakan, “2/3 dari ayat dalam Al Quran itu berisi tentang penciptaan. Lalu ada surat-surat Bintang, Matahari dan Bulan.” Dengan mendirikan observatorium, Sugeng dan pengurus pesantren mengajak santri untuk tidak memahami penciptaan secara dogmatis.

“Selain itu kita juga akan membantu memecahkan persoalan penentuan hilal itu, permulaan bulan puasa dan Syawal, yang sampai sekarang belum ada titik temunya,” imbuh Sugeng.

Selama ini, ada 2 metode penentuan awal bulan puasa dan Syawal, yaitu dengan penghitungan matematis dan melihat visibilitas. Sugeng mengatakan, saat ini sekitar 100 santri terlibat dalam klub CASA yang telah berdiri sejak 6 tahun lalu. Anggotanya dibatasi hanya untuk santri-santri setingkat SMU kelas 1 dan 2.

Setiap tahun, anggotanya berganti sehingga memberi kesempatan pada yang lebih muda untuk ikut dalam kegiatan. Direncanakan, observatorium yang dibuat bisa dimanfaatkan pula oleh masyarakat sekitar.

Editor :
Tri Wahono

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: