Pengajian Bersama YPB dan YAPERTIB

Kajian Ayat Kauniyah di SMP Batik Ska

Kuliah Umum Ayat Kauniyah

GENERAL STUDIUM AYAT KAUNIYAH. Sabtu 17 Sept 2016, saya memenuhi permohonan pak Cepe selaku penanggung jawab Kajian Rutin Yayasan Pendidikan Batik Surakarta untuk memberikan materi kajian di hadapan Pembinan Yayasan, Pengurus Yayasan, Rektor dan Warek UNIBA*, Kepala2 Sekolah, serta Pimpinan Amal Usaha di lingkungan Yayasan Pendidikan Batik. Jadilah kajian ini bak Kuliah Umum ๐Ÿ™‚ . Tema kajian, seperti biasa (yang sangat jarang disampaikan) : “Ayat kauniyah nan Menakjubkan”.

Mengapa Ayat Kauniyah:

Selama ini para ahli fikir baik ilmuwan maupun ulama Islam di dunia selalu disibukan dengan perdebatan ayat-ayat fikih yang ada di Al-Qur’an.

Banyak hukum fikih yang diperdebatkan dan dikaji disana-sini. Padahal ayat-ayat fikih tersebut hanya seperlima dari ayat-ayat kauniyah yang ada di dalam Al-Qur’an, dimana ayat kauniyah mencapai 800 ayat sementara ayat-ayat fikih hanya 49 ayat di Alquran.

Aneh bin ajaib, manakala ayat kauniyah (ayat yang berbicara tentang alam dan isinya) disebut dalam jumlah yang cukup besar di dalam Al-Qurโ€™an -membuktikan kedudukannya yang penting untuk di telaโ€™ah-, ternyata tidak menarik perhatian umat Islam sendiri untuk mengkajinya lebih serius.

Bagaimana mungkin kita sibuk berdebat tentang rukun wudhuโ€™, puasa, hukum pidana, politik, dsj yang ayatnya sedikit, tapi membisu ketika berhadapan dengan ayat kauniyah.

Menurut Agus Purwanto dalam bukunya Ayat-Ayat Semesta, jumlah ayat kauniyah ada 800 ayat.

Sementara menurut Syeikh Tantawi, ayat kauniyah berjumlah 750 ayat. Tidak kalah menariknya adalah, dari 114 surah Al-Qurโ€™an hanya 15 surat yang tidak ada ayat kauniyahnya. Jika 99 surat (114-15) di dalam Al-Qurโ€™an memuat ayat-ayat kauniyah, bukankah hal ini menunjukkan pentingnya ayat kauniyah bagi kehidupan umat Islam.

Agaknya kita bisa memahami, mengapa sewaktu Nabi Muhammad SAW membaca surat Ali-Imran ayat 190-191 pada shalat shubuh, beliau menangis tersedu-sedu. Kondisi kita sekarang inilah yang membuat Rasul SAW menangis, ketika ayat kauniyah tidak menjadi perhatian umat Islam.

Oleh sebab itu, sudah saatnya jika para ilmuwan muslim kembali menggali ayat- ayat kauniyah, melakukan penelitian guna menyingkap mukjizat sains dalam Al-Qurโ€™an.

Pendidikan kita sejak tingkat yang paling dasar sampai pendidikan tinggi harus mampu mengintegralkan penafsiran ilmiah Al-Qurโ€™an dengan mata pelajaran (mata kuliah) yang memiliki keterkaitan, misalnya fisika, biologi, sejarah dan sebagainya. Bahkan lebih dari itu, melalui Al-Qurโ€™an mereka terdorong untuk melakukan penelitian-penelitian terhadap fenomena alam.

Galery Pengajian:

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Video Pengajian: 

Semoga bermanfaat dan menginspirasi. Aamiin…

(Foto dan Video by: Managemen SMP Batik Ska)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: