Mengisi Liburan Hari Ahad

Kajian Ilmiah Ahad Pagi

Kajian Ilmiah Ahad Pagi

Alhamdulillah setelah lama tidak bersentuhan dengan area Tawangmangu, pada kesempatan liburan Ahad 13 Des 2015 ini ditaqdirkan bisa bersilaturrohim dengan para sahabat dan guru di komplek Masjid Nuwair Karanglo Tawangmangu Karanganyar. Ada pak Siwi yg dulu sama2 aktif di Jamaah Al-Mujahidin Yk, ada juga ust Rosyid Ridlo Ba’asyir – Mudir Ma’had Darul Wahyain Magetan Jawa Timur. Kita bersama berbagi dalam Kajian Ilmiah tentang Waktu Shalat.

Jangan Asal Jadwal Waktu Shalat

Ceritanya, ada takmir masjid A yang menggunakan Jadwal Waktu Shalat untuk masjid yang terletak di dataran tinggi dengan hasil hisab Jadwal Waktu Shalat dengan markas dataran rendah di sebelah baratnya. Sesuai pemahaman orang awam, waktu shalat pasti akan lebih dahulu yang di sebelah timur, namun yang terjadi kok justru sebaliknya. Masjid B melihat jadwal di sebelah barat sudah masuk waktunya namun masjid A yg di timurnya kok malah belum masuk. Lebih2 masjid yg wilayah timur ternyata berada di dataran dgn DPL di atas 500 m bahkan ada yang di atas seribu.

Alhamdulillaah dengan Kajian Ilmiah, secuil perbedaan bisa cair dan saling memahami atas dasar ilmu.

Keutamaan Qabliyah Shubuh

Qabliyah Shubuh yaitu shalat sunnah dua raka’at yang dilakukan sebelum shalat Shubuh. Ia merupakan amalan yang paling dicintai oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, sebagaimana disebutkan di dalam sabdanya, artinya,
“Dua raka’at Fajar(sebelum Shubuh) lebih baik daripada dunia seisinya.” Dan dalam riwayat Muslim disebutkan, “Sungguh dua raka’at itu (sebelum Shubuh) lebih aku cintai daripada seluruh dunia.”

Jika dunia dengan segenap isi dan perbendaharaannya di mata Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak dapat menyamai dua rakaat sebelum Shubuh maka bagaimana lagi keutamaan shalat Shubuh itu sendiri.

Keutamaan Shalat Shubuh

  • Sebagai Sebab Masuk Surga dan Selamat dari Neraka

    Disebutkan di dalam sebuab hadits bahwa siapa saja yang menjaga shalat Shubuh dan Ashar maka akan dimasukkan ke dalam Surga dan dijauhkan dari api neraka. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallambersabda dalam hadits riwayat al-Bukhari dan Muslim, “Barang siapa yang shalat di dua waktu yang sejuk maka dia akan masuk surga.” Dan dalam hadits yang lain beliau bersabda, “Tidak akan dijilat api neraka seseorang yang shalat sebelum Matahari terbit dan sebelum tenggelam.” Yang dimaksudkan dengan dua waktu yang sejuk adalah waktu shalat Shubuh dan shalat Ashar.

  • Disaksikan Malaikat

    Allah subhanahu wata’ala berfirman, artinya,
    “Dirikanlah shalat dari sesudah Matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) Subuh. Sesungguhnya shalat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat).” (QS. 17:78)

    Shalat Shubuh, disebut Qur’anul Fajr karena bacaan al-Qur’an pada shalat ini lebih panjang daripada shalat-shalat yang lain, dan shalat Shubuh ini disaksikan oleh para malaikat. Terkait dengan ini, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan dalam sebuah haditsnya,
    “Malaikat saling bergantian dalam mengawasi kalian semua pada waktu malam, dan juga malaikat pengawas di waktu siang, mereka berkumpul pada waktu shalat Shubuh dan shalat Ashar. Kemudian malaikat yang berjaga malam hari naik, lalu Allah bertanya kepada mereka tentang hamba-hamba-Nya sedangkan Allah lebih tahu keadaan mereka, “Bagaimana keadaan hamba-hamba-Ku ketika kalian tinggalkan? Maka para malaikat menjawab, “Kami tinggalkan mereka dalam keadaan shalat, dan ketika kami datang mereka pun juga sedang dalam keadaan shalat.”

    Sungguh bahagia orang-orang yang mau memerangi diri, bangkit meninggalkan kasur-kasur mereka. Berjuang keras melawan segala yang menariknya ke tempat tidur, rasa kantuk, dingin, malas dan lain sebagainya. Mereka berharap untuk mendapatkan tiket yang begitu mahal, terbebas dari sifat nifaq, dan untuk menggapai apa yang dikabarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, masuk surga. Mereka juga ingin mendapatkan persaksian mulia dari para malaikat, ingin menjadi hamba-hamba yang ditanyakan Allah keadaannya, lalu dijawab oleh para malaikat bahwa mereka sedang shalat.

WAKTU SHALAT TERLALU CEPAT

Sejatinya, ada dua hal yang kita sebut terlalu cepat terkait Waktu Shalat. Pertama, karena memang belum masuk waktunya menurut salah satu kriteria tetapi disepakati sudah masuk menurut kriteria lain. Kasus ini adalah Waktu Shubuh. Menurut kriteria Pemerintah RI, disepakai bahwa awal Shubuh adalah bila posisi Matahari pada -20o di bawah ufuk timur atau sekitar 80 menit sebelum Matahari terbit. Begitu pula menurut Pemerintah Malaysia, Singapura dan Mesir. Menurut kriteria lain, awal Shubuh menurut ISNA, Islamic University Karachi dan Liga Muslim Dunia adalah pada posisi -18o. Awal Shubuh menurut kriteria Ummul Quro adalah pada -18,5o. Sementara menurut IOIF Perancis pada saat posisi Matahari -12o.

Perbedaan ini disebabkan ijtihad masing-masing. Kita ambil contoh antara -20o dan -18o saja ada selisih 2o. Padahal durasi gerakan Matahari sebesar 1o adalah selama 4 menit. Maka bila ada beda sebesar 2o, berarti ada beda selama 8 menit. Bila versi Pemerintah RI sudah berkumandang adzan Shubuh pukul 04:00 WIB, maka bila menggunakan kriteria -18o maka adzan Shubuh baru berkumandang setelah 8 menit kemudian, atau 32 menit kemmudia bila menggunakan versi Perancis. Nah, mana dan siapa yang benar? Hemat saya, mereka yang menggunakan kriteria yang bersumber dari observasi fajar shadiq secara kontinu di lokasi masing-masing adalah kriteria yang paling benar. Dan boleh jadi semua kriteria di atas ditetapkan karena masing-masing memang sudah bersumber dari hasil observasi. Andai tetap terjadi beda, ijtihad sudah diupayakan, dan bila masih salah in syaa Allaah akan kasih pahala satu.

Kedua, karena adanya faktor teknis terkait jam di masjid. Idealnya, jam di masjid harus dikaliberasi setiap pekan, misalnya setiap hari Jum’at. Jam perlu dikaliberasi karena bahan bakar Jam adalah Baterai yang memiliki keterbatasan usia. Berbeda dengan Jam Matahari yang bahan bakarnya adalah Matahari, tidak adakan macet kecuali terjadi Kiamat. Selain rajin melakukan kaliberasi/pencocokan rutin jam di masjid, untuk melestarikan khazanah ilmu falak; melalui forum mulia ini mari kita bangga mempunyai Jam Matahari di setiap Masjid kita.

Semoga bermanfaat…. Wa Allah A’lam

Satu Tanggapan

  1. syukron ustadz, jazakallah khoir

    afwan wa barokallaah fiikum Syaikh

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: