Istiwa Solo Raya

Istiwaa artinya Sama Dua Sisi. Ketika dua buah benda dibagi sama rata akan menjadi dua bagian, maka pembagian itu menghasilkan benda yang sama (sawaa’un). Istiwaa dalam istilah ilmu falak adalah peristiwa di mana posisi Matahari sedang membagi sama besar dua area barat dan timur permukaan Bumi, karena Matahari sedang tepat di atas kepala atau Matahari sedang melintasi titik Zenith. Nah, untuk koordinat kota Solo Raya, maka fenomena itu terjadi pada 1 Maret 2015 dan 13 Oktober 2015, jam tengah hari.

Istiwa Solo Raya
Mulanya saya hanya mengenal istilah Istiwa A’dham, yakni fenomena dimana Matahari sedang melintasi koordinat Masjidil Haram (Mekkah) sehingga orang yang di luar Mekkah bahkan di luar benua Arab sekalipun -asal masih bisa melihat posisi Matahari-, maka pada saat itu tepat di arah posisi Matahari namun melengkung mengikuti bentuk Bumi adalah posisi Masjidil Haram di mana Ka’bah berada. Nah, cara inilah yg kemudian dipakai untuk menentukan Arah Kiblat dengan cukup mencari arah bayangan benda vertikal pada saat Istiwa A’dham.

Jadi, Istiwa sejatinya bisa terjadi di mana saja di muka Bumi dlm area mihadan Matahari. Maka mulailah saya populerkan untuk area Solo dan sekitarnya dgn Istiwa Solo Raya, yg secara hisab kontemporer terjadi pada tgl 1 Maret dan 14 Oktober.

Sejauh ini masih ada yang melihat fenomena ini biasa saja. Ya memang biasa atau istimewa itu tergantung cara kita memandang saja.

aaah itu mah fenomena biasa…tiap Matahari juga melintasi atas kita…

Bagi muslim yg cerdas, semua itu diciptakan Allaah pasti ada gunanya. Nah, apa ya kira2 manfaat Istiwa?

Manfaat Istiwa salah satunya tuk mengecek awal Waktu Dhuhur. Berikut catatan saya 5 tahun lalu:

Minimal tiga kali saya ditanya seputar waktu dhuhur, baik sms maupun telepon. Bahkan di Majalah Ar-Risalah edisi Desember 2009 pernah muncul pertanyaan tentang waktu dhuhur. “Waktu Dhuhur yang selama ini kita pakai terlalu cepat, jadi belum masuk waktu….” katanya.

 

WAKTU DHUHUR:

Waktu dzhuhur adalah sejak matahari meninggalkan meridian, biasanya diambil sekitar 2 menit setelah tengah hari. Untuk keperluan praktis, waktu tengah hari cukup diambil waktu tengah antara matahari terbit dan terbenam. (dari catatan Prof. Thomas Djamaluddin)

Waktu Dhuhur untuk Masjid Tegalsari dan sekitarnya menurut RHI Surakarta adalah sebagai berikut: Pada 27 Feb 2010 jatuh pada jam 11:53 waktu setempat atau 11:54 waktu setempat.

Jadwal Waktu Dhuhur Tegalsari

Jadwal Waktu Dhuhur Tegalsari

SOLAR NOON:

Solar Noon adalah saat dimana posisi matahari tepat di atas kepala pada garis meridian. Sesaat setelah matahari di atas kepala, lalu matahari bergeser ke arah barat, maka di situlah waktu dhuhur masuk. Dalam bahasa syar’i disebut sebagai Zawal, atau matahari sudah condong sedikit ke barat. Secara falak, waktu yang dipakai adalah sekitar 0,5 derajat atau 2 menit, dan ada yang 1 derajat atau 4 menit. Jadi 4 menit setelah Solar Noon adalah saatnya adzan dhuhur dikumandangkan.

Tempat paling mudah untuk menentukan posisi matahari tepat di atas (Surakarta) adalah Masjid Tegalsari. Di Masjid ini terdapat jam matahari atau sundial atau bencet, yg terletak di serambi selatan. Jam matahari ini dibangun pada tahun 1928.

Koordinat Masjid Tegalsari adalah 7° 34′ 13.38″ LS, 110° 48′ 15.41″ BT, 100 m, GMT+07. Pada Sabtu, 27 Feb 2010, solar noon atau matahari tepat di atas kepala bila kita berada di Masjid Tegalsari ini adalah jam 11:49.44 waktu setempat (WIB).

Gambar berikut adalah saat Solar Noon di Masjid Tegalsari, tampak bahwa cahaya matahari yg masuk lewat lubang bencet tepat berada di atas garis Utara-Selatan sejati.

Solar Noon di Tegalsari

Solar Noon di Tegalsari

Posisi gambar di atas akan sangat tepat di tengah2, bila pengamatan dilakukan tgl 1 Maret 2010. Karena setiap tgl 1 Maret, posisi matahari berada tepat di atas kota Solo.

Inilah jam matahari terbesar di dunia yang pernah saya lihat. Inilah karya ulama kita tempo doeloe (diresmikan pada 28 Oktober 1928), yang hingga kini masih akurat. Inilah bencet atau sundial, salah satu khazanah ilmu falak yang kini dianggap sudah tidak relevan lagi. Semoga kita menyadari sikap kita…..

ADZAN DHUHUR:

Setelah empat menit berlalu, maka berikut adalah gambar saat posisi matahari sudah zawal sekitar 1 derajat atau 4 menit. Saat itu, adzan berkumandang di Masjid Tegalsari menandakan waktu dhuhur sudah masuk.

Waktu Adzan Dhuhur

Waktu Adzan Dhuhur

Garis vertikal di atas adalah garis yg menunjukkan arah Utara-Selatan sejati, sedang garis horizontal adalah garis Barat-Timur sejati.

Ada garis besar berwarna hitam, ini adalah batas shaff di Masjid Tegalsari (lakban) yg sebagian sudah terputus.

Jadi Waktu Dhuhur yang selama ini kita pakai sudah benar dan sudah sesuai atau tepat pada waktunya. Waktu Dhuhur tidak mengalami kemajuan atau terlalu cepat.

[ Waktu Dhuhur = Tepat ]

 

Observasi Istiwa Solo Raya terbaru di :
Istiwaa Solo Raya by CASA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: