Ekspedisi Langit Bromo

Ekspedisi Langit Bromo

Ekspedisi Langit Bromo

Sabtu, 12 Sept 2015 tepat pukul 12:34 WIB, saya bersama tim Ekspedisi tiba di kaki salah satu bukit di sisi utara Gunung Bromo setelah sekitar 2,5 jam menempuh perjalanan dari kota Malang dengan mengendarai mobil Hartop 4WD. Setiba di pinggir jalan serasa udara dingin begitu menusuk tulang, namun seolah rasa dingin sirna begitu melihat berjuta Bintang di langit Bromo. Wouw itu LMC dan SMC jelas sekali….!

Puncak Bromo:

Bermodal DSLR EOS 60Da dan Tripod Velbon for Polarie, setiba di salah satu puncak Bromo saya mendahului ujicoba memotret langit nan indah itu hanya 30 detik eksposure, dan hasilnya sudah bisa dibayangkan wouw nya🙂

“Ini masih kawasan Bukit Cinta, Pak”, jelas mas GlenDem ‘nahkoda’ Hartop 4WD. Akhirnya saya minta diajak naik bukit cinta yang katanya dapat melihat ufuk selatan dengan leluasa. Begitu tiba di puncak bukit itu, benar adanya dan bukan hanya ufuk selatan langit yang nampak namun juga puncak Semeru yang sesekali menyembulkan api khasnya.

Hanya sayang tiba di lokasi ini selepas tengah malam, karena sorenya langit Malang mendung rencana naik ditunda dan baru sekira pukul 22:00 start setelah melihat beberapa objek di langit mulai nampak di antara celah2nya awan. Akibatnya pusat Milky Way sudah terbenam di ufuk langit.

Namun meski sudah lepas tengah malam, panorama alam Bromo masih menyuguhkan keindahan ayat-ayat kauniyah-Nya. Ujicoba pemotretan di puncak Bukit Cinta berlanjut, meski hembusan angin nan dingin yg mencekam kulit hingga ke tulang akhirnya ndak sempat lagi turun dan ‘ritual’ pemotretan Langit Selatan dari puncak Bromo pun dimulai.

Setelah diselingi sessi ‘selfi’ dan semakin ramainya pengunjung yg memenuhi area bukit cinta untuk sekedar menanti sunrise, saya dan tim segera bergegas menuruni bukit dengan membawa hasil panenan …

Instrumen:
Tripod dan EOS 60Da

Setting Kamera:
Mode manual, diafragma f/4, Kepekaan cahaya atau ISO pada level 6400, Panjang fokus lensa wide 10mm, dan lama pemotretan atau exposure time maksimal yakni  30 detik lalu yang paling penting, proses dilakukan dengan bantuan aplikasi pemotretan otomatis, Magic Lantern.

Berikut hasil pemotretan selama sekitar 2 jam berupa tumpukan foto sebanyak 268 frame:

Lintasan/Falak An-Najm

Lintasan Bintang/Falak An-Najm

Selanjutnya berikut gambaran proses Ekspedisi dan hasil olah citranya dalam bentuk Video Timelapse.

Terima kasih, saya haturkan kepada:
Pak Agus Mustofa dan tim Padma Press serta FT Univ. Brawijaya Malang. Juga pak Amien Nugroho dan tim Adventure nya.

In syaa Allaah akan diulangi untuk Ekspedisi kedua, tuk merekam lebih banyak lagi Deep Sky Objects ciptaan Allaah SWT… []

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: