Kapan Idul Adha 1436 H?

Rukyat Dzulhijjah 1436 H

Rukyat Dzulhijjah 1436 H

Hari Raya Idul Adha 1436 H diprediksi akan kembali berbeda setelah Ramadhan 1436 H dan Syawwal 1436 H bisa serempak dirayakan ummat Islam di Indonesia. Penyebabnya karena posisi Hilal pada ketinggian yang sudah wujud namun belum imkan. Mari kita tetap sabar dan meningkatkan rasa tasaamuh (toleransi) kita sesama ummat Islam. Mari kita buktikan, bahwa kita bersaudara…🙂

Visibilitas Hilal Dzulhijjah 1436 H:

Akhir bulan DzulQo’dah 1436 H akan terjadi bersamaan masuknya awal DzulHijjah 1436 H yakni secara astronomis terjadi pada Ahad, 13 September 2015 pukul 13:42.34 WIB menurut Dr. Monzur Ahmed dalam MoonCalc nya, atau 13:41 WIB menurut Odeh dalam Accurate Times nya. Inilah saat terjadinya fenomena alam yang disebut Konjungsi atau Ijtimak antara Bulan (Al-Qamar) dan Matahari (Asy-Syams).

Berikut peta kenampakan Hilal awal Dzulhijjah 1436 H pada tanggal Ahad, 13 September 2015 berdasarkan kriteria Odeh:

Peta Visibilitas Hilal pada 13 Sept 2015

Dari gambar di atas, maka kita ummat Islam di Indonesia akan sangat mustahil bisa melihat Hilal, sebab gambar berwarna PUTIH berarti ketinggian Hilal masih di bawah 1 derajat dan mendekati warna MERAH berarti ketinggian Hilal masih negatif.

Hisab Awal Dzulhijjah 1436 H:

Dihisab berdasarkan Teori Pergerakan Bulan MoonCalc 6.0 karya Dr. Monzur Ahmed (2001) – markas Pelabuhan Ratu Jawa Barat:

  1. Ijtimak terjadi pada Ahad, 13 September 2015 pukul 13:42.34 WIB,
  2. Matahari terbenam pukul 17:51.19 WIB,
  3. Umur Bulan 04 jam 10 menit,
  4. Tinggi Hilal Hakiki 01° 06’ 33”,
  5. Elongasi Hilal-Matahari 02° 02’ 14”.

Dihisab berdasarkan Teori Pergerakan Bulan Accurate Times karya Moh Shaukat Audah (Odeh) – markas Pelabuhan Ratu Jawa Barat:

  1. Ijtimak terjadi pada Ahad, 13 September 2015 pukul 13:41 WIB,
  2. Matahari terbenam pukul 17:52 WIB,
  3. Umur Bulan 04 jam 11 menit,
  4. Tinggi Hilal Hakiki 00° 42’ 0511”,
  5. Elongasi Hilal-Matahari 02° 03’ 11”.

Dari data hisab ini, maka sesuai kriteria Imkan Rukyat MABIMS, akhir Dzul Qo’dah 1436 H akan diistikmal (genap) kan menjadi 30 hari. Tanggal 14 September 2015 adalah tanggal 30 DzulQo’dah 1436 H, dan Pemerintah RI akan memasuki tanggal 1 Dzulhijjah 1436 H adalah pada Selasa Pahing, 15 September 2015. Dengan demikian, maka Hari Raya Idul Adha 1436 H akan jatuh pada Kamis Legi, 24 September 2015.

Versi Imkan Rukyat dan Rukyat Hakiki:

Idul Adha 1436 H akan jatuh pada Kamis, 24 September 2015.

Kapan ‘Idul Adha menurut Muhammadiyah?

Versi hisab, saya ambilkan sampel menurut ormas besar Muhammadiyah. Dengan menggunakan hisab berpusat di Yogyakarta, yakni pada koordinat: lintang (φ) = -07° 48′ LS dan bujur (λ) = 110° 21′ BT. Ijtimak jelang bulan Zulhijah 1436 H terjadi pada hari Ahad Kliwon tanggal 13 September 2015 pukul 13:43:35 WIB. Terbenam Matahari di Yogyakarta hari Ahad 13 September 2015 pukul 17:37:06 WIB. Umur Bulan pada saat itu 3 jam 53 menit 31 detik. Berdasarkan perhitungan tersebut, pada saat terbenam Matahari di Yogyakarta tanggal 13 September 2015 itu Bulan masih di atas ufuk dengan ketinggian 0° 25′ 52′′, artinya pada saat Matahari terbenam Bulan belum terbenam. Bulan terbenam pada hari itu pukul 17:38:17 WIB terlambat 01 menit 11 detik dari terbenamnya Matahari, jadi hilal sudah wujud.

Dengan demikian ditetapkanlah tanggal 1 Dzulhijjah 1436 H menurut Muhammadiyah akan dimulai pada saat terbenam Matahari tanggal 13 September 2015 dan konversinya dalam kalender Masehi ditetapkan pada keesokan harinya
yaitu Senin Legi, 14 September 2015.

Versi Wujudul Hilal (Hisab Murni):

Idul Adha 1436 H akan jatuh pada Kamis, 23 September 2015.

Kapan ‘Idul Adha di Saudi?

Nah, bagi pengikut ketetapan Pemerintah Saudi, ada issu nih bahwa Saudi sudah memutuskan kalau hari Arofah akan jatuh pada Selasa, 22 September 2015 dan ‘Idu Adha akan jatuh pada Rabu, 23 September 2015. Namun, sejatinya pemerintah Saudi akan memutuskan kapan hari Arofah dan kapan hari Raya ‘Idul Adha adalah setelah memutuskan kapan tanggal 1 Dzulhijjah 1436 H, dan itu akan diumumkan setelah pelaksanaan Rukyat Hilal di wilayah Saudi pada Ahad, 13 September 2015. Maka ada dua kemungkinan Pemerintah Saudi akan ber’Idul Adha 1436 H (2015 M) ini:

Versi Arab Saudi:

Idul Adha 1436 H akan jatuh pada Rabu, 23 September 2015 atau Kamis, 24 September 2015.

.
Update :
Selepas prosesi Rukyat Hilal di seluruh wilayah Saudi Arabia pada Ahad, 13 Sept 2015 waktu Saudi; dilanjutkan dengan Sidang Itsbat oleh Majlis Qadla Al-A’laa Kerajaan Saudi Arabia (cukup alot sidangnya) akhirnya diputuskan bahwa bulan Dzul-Qo’dah 1436 H di-ISTIKMAL-kan krn Hilal tidak terlihat, dan tgl 1 Dzul-Hijjah 1436 H di Saudi Arabia jatuh pada Selasa, 15 Sept 2015 M. Sehingga:
1. Wukuf di Padang Arofah jatuh hari Rabu, 23 Sept 2015,
2. Shalat Ied al-Adlha jatuh hari Kamis, 24 Sept 2015.

Reff:
moonsighting.com
icoproject.org
dll..
==

Perbedaan awal Dzulhijjah 1436 H ini secara hisab, in syaa Allaah akan yang ‘terakhir’. Bila kriteria awal bulan di Indonesia masih seperti yang kini berjalan, maka in syaa Allaah kita tidak akan mengalami perbedaan dalam memulai Ramadhan, Syawwal dan Dzulhijjah mulai tahun 1437 H – 1443 H (2016 – 2022 M).

Dan semoga Kalender Hijriyah bagi ummat Islam Indonesia segera menemukan titik temu demi ukhuwwah Ummat Islam di Indonesia… selanjutnya ummat Islam di dunia. Allahumma Amiiin []

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: