Diklat Teknis Hisab Rukyat di BDK Surabaya

Diklat Teknis Hisab-Rukyat

Diklat Teknis Hisab-Rukyat

Alhamdulillah, saya berkesempatan memberikan materi dalam Diklat Teknis Substantif Hisab Rukyat pada Sabtu 15 Agustus 2015 di Balai Diklat Keagamaan Surabaya. Diklat diikuti 30 peserta perwakilan Kemenag tingkat kabupaten se Jawa Timur. Acara pagi berupa penyampaian teori tentang alat2 hisab-rukyat dan sore dilanjut praktikum rukyat hilal awal Dzulqo’dah 1436 H di Balai Rukyat NU Condrodipo Gresik.

Awalnya Pak Jarot dari BDK Surabaya minta waktu untuk saya bisa ikut memberi materi pada diklat yang akan diadakan selama 10 hari (12-21 Agustus 2015). Jadwal saya hanya tangggal 15 Agustus saja. Saya hanya tergantung idzin atasan saya, Direktur PPMI Assalaam. Akhirnya surat permohonan disetujui Direktur dan saya mendapat tugas memberikan materi dalam Diklat di BDK Surabaya.

Tiba Jum’at (14/8) malam tiba di Surabaya dan menginap di Balai Diklat Kementerian Agama Surabaya. Pagi memberikan materi di ruang Diklat BDK Surabaya hingga Dhuhur. Selepas Dhuhur perjalanan menuju Gresik untuk melakukan praktikum penggunaan alat rukyat di Balai Rukyat NU Condrodipo Gresik Jawa Timur.

Pertama tiba di pelataran Balai Rukyat yang ternyata komplek Pemakaman Nyai Condrodipo

Saya, Pak Jarot dari BDK Sby danDr.Sriyatin dari PA Bali

Saya, Pak Jarot dari BDK Sby dan Dr.Sriyatin dari PA Bali

moeid-pakarfisika

Silaturrohim ke Gus Moeid di Condrodipo Gresik

Kegiatan praktikum Rukyat Hilal di Gresik ini juga dihadiri para mahasiswa dan mahasiswi STAIN Ponorogo.

Acara diawali dengan mempersiapkan semua alat rukyat yang terdiri dari Theodolite, Teleskop digital goto, DSLR, dan Stopwatch serta Live via Teleskop+DSLR LCD projector.

Acara dilanjut seremonial dan sambutan dilanjut penjelasan perihal rukyat di Gresik oleh Gus Moeid.

Saat Matahari mulai terbenam, semua perukyat mengarahkan pandangannya ke ufuk barat. Sampai sekitar 5 menit pasca ghurub, belum ada perukyat yang melihat.

Langit barat cerah dengan sedikit berawan. Namun kondisi lokasi yang banyak pabrik, menyebabkan pandangan tidak maksimal.

Beberapa menit kemudian ada salah satu perukyat yg berteriak, “kelihatan.. kelihatan… bla bla menit setelah ghurub…” Saya meski makai DSLR plus lensa 200 mm, merasa bangga karena akan dapat foto hilal hari ini. Kamera sudah saya auto, sehingg saya tinggal jaga agar kamera selalu pada area hilal.

Selanjutnya saya dekati perukyat tersebut untuk memastikan posisi Hilal yg beliau lihat biar bisa saya potret. “Hilalnya di sebelah mana pak Kyai?” Beliau menjawab,”wah sudah ketutup awan..”. Hal serupa saya alami dua kali dengan perukyat yang sama di jendela berbeda.

Akhirnya, saya gagal memotret Hilal. Dan ternyata semua juga gagal mengabadikan Hilal yang dinyatakan terlihat oleh perukyat yang justru tanpa alat bantu. Sementara yg menggunakan alat bantu, sampai setingkat Teleskop Digital GoTo tetap gagal.

Selama kegiatan saya ditemani ust Darmawan Rhs. Juga mendapat kunjungan dari mas Luqman Arifin (mhs ITB) dan mas Anshori (mhs ITS). mBak Raisa (mhs Unair) sedang repot di kampus blm sempat sua …

Semoga memberi manfaat bagi ummat .. Amiiin🙂

Galery Kegiatan:

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Liputan Video 2d2n:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: