• Asal Pengunjung:

  • FB:Pakar Fisika
  • Tulisan Terbaru

  • Arsip Tulisan:

  • Komentar Terbaru

    pakarfisika di Waktu Shubuh, terlalu cep…
    Ana Wahyudi di Waktu Shubuh, terlalu cep…
    Mochammad nova hendr… di Waktu Shubuh, terlalu cep…
    udiana di Software Silsilah (Trah)
    pakarfisika di Waktu Shubuh, terlalu cep…
    Waktu subuh yang ben… di Waktu Shubuh, terlalu cep…
    Rahmadmars di Gaji DPR vs Gaji Guru
    Widodo di Waktu Shubuh, terlalu cep…
    konbud di Kapan Awal Ramadhan 1438 H dan…
    Budi Abu Ahmad di Kapan Awal Ramadhan 1438 H dan…
  • Tulisan Terlaris

  • RSS Jogja Astro Club

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • RSS Info Astronomi

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • RSS Rukyah Hilal Indonesia

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • RSS Fisika Indonesia

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • RSS Info Beasiswa

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • Citra Matahari Kini:

  • Jumlah Pengunjung:

    • 2,408,450 orang
  • 50 Top Pencari:

Cerita Seputar Gerhana #3

Gerhana Matahari Total, 11 Juni 1983

Gerhana Matahari Total, 11 Juni 1983

Kisah nyata ini dialami pada saat terjadinya Gerhana Matahari Total tahun 1983 yang kala itu melintasi Indonesia di tengah siang hari nan terik. Ya, siang yang terang benderang tiba2 menjadi gelap, semua hewan malam yang mestinya tidur pada bangun… dan mari kita simak kisahnya…

Nama : Yasmasrib
Lokasi : Bukittinggi, Sumatera Barat

Suasana pada saat itu gelap seperti malam, saya tidak keluar rumah pada saat gerhana, karena penasaran saya hanya melihat cahaya matahari lewat lubang kecil dari atap tidak melihat langsung karena tidak kuat.

~~~

Nama : Pepen
Lokasi : Tasikmalaya

Suasana gelap seperti malam tapi masih banyak yang beraktivitas di luar rumah asalkan tidak melihat langsung ke atas. Pada saat itu bapak Pepen memiliki teman yang memang dikenal bandel, sudah dinasihati boleh keluar rumah asal tidak melihat ke atas dia malah iseng melihat ke atas (tanpa alat bantu apapun). Teman dari bapak Pepen ini tidak mengalami kebutaan tetapi dari matanya terus mengalir airmata yang tidak pernah berhenti dan lama kelamaan airmata yang tersebut mengental seperti nanah. Pada saat ditanyakan tentang keadaan teman tesebut, bapak Pepen mengatakan bahwa temannya itu kini telah meninggal.

~~~

Nama : Suparman
Lokasi : Purwokerto

Suasana pada siang hari itu gelap seperti malam. Pada waktu itu listrik belum ada dan rumah-rumah menyalakan petromaks untuk penerangan. Di televisi disiarkan himbauan untuk tidak keluar rumah pada saat gerhana terjadi.

Reporter:
Rossiana NN (CASA-Denpasar Bali)

-> ho ho cerpen 🙂
 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: