Cerita Seputar Gerhana #2

Gerhana Matahari Total, 11 Juni 1983

Gerhana Matahari Total, 11 Juni 1983

Kisan nyata ini dialami pada saat terjadinya Gerhana Matahari Total tahun 1983 yang kala itu melintasi Indonesia, di tengah siang hari nan terik. Ya, siang yang terang benderang tiba2 menjadi gelap, semua hewan malam yang mestinya tidur pada bangun… dan mari kita simak kisahnya…

Pelaku: Ibu Sabariyah (nenek mBak Azifah AA) dan klg.

Lokasi: Kebumen Jawa Tengah

Kisahnya:
Gerhana matahari total saat itu (11 Juni 1983) ternyata masih memberikan bekas pada ingatan warga Indonesia.

Seperti yang dialami oleh nenek saya. Umurnya kini sudah 70-an walaupun kemampuan mengingat dan mendengarnya sudah mulai berkurang, ketika ditanya apa yang terjadi saat gerhana matahari total beliau menjawab,”peteng nduk”, singkat padat dan jelas.

Saya pun bertanya kembali,”terus pas gelap, ada kejadian aneh gitu gak nek?”
“oh kui, burung karo ayam podo meneng kabeh.

Dikiro wes malem. Kabeh wong yo podo mlebu neng omah. Wedi nduk.”

”Loh emangnya ga ada sholat gerhana nek?”
”Yo ora enek. Wong kampung ora pati ngerti sholat ngunu kui.”

Percakapan singkat yang cukup menggambarkan kejadian saat itu.

Tambahan cerita kejadian saat gerhana matahari total. Waktu itu Ibu saya tinggal bersama nenek saya ini.

Ketika saya tanyakan perihal tersebut, Ibu berkata,”Ya Alloh Zif, sampai sekarang Ibu masih bisa ngerasain deg-deg annya pas gerhana matahari total. Udah gelap, sepi, wah pokoknya gaungan suara teriakan orang-orang disekitar masih keinget loh Zif.

Waktu itu pada disuruh masuk rumah semua. Para orang tua harus menjaga anak-anaknya. Jaga-jaga katanya bakal terjadi hal yang menyeramkan saat gerhana.”

Masih terkait gerhana matahari total, saya tanyakan pula kepada Ayah yang lokasinya berbeda dengan nenek dan Ibu.

“Seinget ayah waktu itu ada himbauan untuk tidak melihat langsung ke matahari karena bisa merusak mata.

Tapi karena penasaran, masyarakat akhirnya melihat gerhana melalui air yang ditaruh ember. Nah kalau disekolah, ada pembagian kacamata hitam dari bahan film.

Saat itu pemerintah gencar melakukan sosialisasi melalui media televisi. Ayah inget itu lewat stasiun televisi TVRI karena belum ada TV swasta. Oh iya, masyarakat juga menyelenggarakan sholat gerhana.”

Reporter:
Azifah An’amilah (CASA-Kebumen)

Satu Tanggapan

  1. […] Cerita Gerhana Matahari Total 1983 – #2 […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: