Cerita Seputar Gerhana #1

Gerhana Matahari Total, 11 Juni 1983

Gerhana Matahari Total, 11 Juni 1983

Kisan nyata ini dialami pada saat terjadinya Gerhana Matahari Total tahun 1983 yang kala itu melintasi Indonesia, di tengah siang hari nan terik. Ya, siang yang terang benderang tiba2 menjadi gelap, semua hewan malam yang mestinya tidur pada bangun… dan mari kita simak kisahnya…

 

Nama Pelaku: Ustadzah Mar’i Muzayyanah
Lokasi : Yogyakarta

Waktu itu usia saya kurang lebih 20-an tahun, mahasiswi di IKIP Yogyakarta periode ke-2. Tahun itu terjadi 2 tragedi besar, namun berbeda. Yang pertama adalah meletusnya gunung ………………. yang gumpalan asapnya menyelimuti hingga ke negeri orang (…………..) dan pastinya semua orang tidak mau lagi kejadian itu terulang.

Yang kedua adalah gerhana matahari total yang katanya akan bisa dilihat lagi setelah 80 tahun kemudian. Subhanallah langkanya.

Waktu itu, beberapa hari sebelum kejadian. Semua warga Yogyakarta sudah diberitahu lewat berbagai media. Saya dan teman-teman gak mau ketinggalan, Namanya anak muda, muncullah rasa penasaran untuk bisa melihat keindahan alam yang langka itu. Hehe….

Saat itu masih jarang ditemui TV berwarna. Jangankan berwarna, yang hitam-putih saja masih jaraaaaang banget yang punya. Kita harus menumpang ke keraton Yogyakarta (Karena disana ada TV berwarna ).

Kenapa gak TV hitam-putih? Karena keindahan Bulan saat gerhana gk akan nampak jelas (ya karena semua terlihat sama kalo make TV tersebut hmmm).

Jauh-jauh hari, saya dan teman-teman sudah merencanakan akan nobar di keratin, namun ternyata prediksi kami salah Karena yang nonton bukan hanya kami atau mahasiswa yg lain. Tapi hamper seluruh rakyat Jogja berkumpul disana (WOW..kebayang kaan ramenya kayak apaa!!).

Akhirnya kami memutuskan untuk ke Balai Kota Yogyakarta (target ke-2,TV berwarna lagi) keramaian yang sama seperti dikeraton. Walhasil kami ke target yang ke-3 yaitu rumah salah seorang putri keraton.

Setelah sekian lama menunggu ternyata malah tidak diizinkan masuk (PHP bingits kan..)
Saat itu kacamata 3 dimensi yang dijual di pasaran menjadi barang langka. Harganya diibaratkan 3 porsi bakso. Semua toko yang menyediakan kacamata 3D ramai diburu hingga stok nya sold out..hedeh.. (Solar Glasses maksudnya)

Namun kami tidak putus asa, ada cara lain yaitu gerhana matahari dapat dilihat lewat genangan air yang tenang (air di baskom,ember.dll). Namun cara ini punya kelemahan yaitu pantulan cahayanya akan tetap merusak retina mata saat puncak gerhana(seperti halnya melihat langsung). Benar atau tidak yang jelas kami tidak ada yang berani mengambil resiko buta…hiiii serem…

Tepat pada puncak kejadian, siang itu tidak seperti biasanya. Langit menjadi gelap. Dimenit-menit terakhir keadaan semakin mencekam (mulai gelap-tidak sepeti siang pada umumnya-diiringi suara para induk-induk hewan yg memanggil anak-anaknya).

Suara kentongan juga ramai sehingga suasana semakin risuh (sebagai tanda bahaya-adat jawa).

Saat itu seketika Jogja terasa mengerikan, hewan-hewan pulang ke kandang (seakan-akan malam benar-benar datang). Mata kucing yang berkilauan bak senter-senter kecil. Kami dilanda ketakutan (belum faham prosedur sholat gerhana).

Seakan bertanya dalam hati …..“apakah keadaan akan kembali seperti semula,,??atau semua berakhir disisni???”

berdoa-berdzikir-terus menerus…
Perlahan tapi pasti…gelap dan sunyi,,,gelap yang saaaaangat..tidak seperti biasanya..

(jika malam sebelumnya.. 1 lampu di suatu ruangan bisa menerangi seisi ruangan tersebut..kali ini berbeda, 1 LAMPU HANYA BISA MENERANGI AREA TEPAT DIBAWAHNYA )

Kebayang kan gimana mengerikannya ,,,,,gelap dimana-mana….dijalan gelap,,rumah gelap…pertokoan gelap..

Ini prediksi ngawur saya:
Jika malam (bukan gerhana) ada Bulan. Dan Bulan memantulkan sinar Matahari ke Bumi, sehingga sisi Bumi sebagian siang (diterangi Matahari) dan sebagian malam (diterangi pantulan matahari ke Bulan) ada kerjasama antara keduanya (Bulan dan matahari)

Tapi….saat gerhana…cahaya matahari tertutup Bulan…tidak ada cahaya apapun,,,lampu buatan manusia pun kalah, tidak ada yang bisa menandingi kehebatan Allah S.W.T

Pengalaman ini adalah cerita buat anak-cucu serta santri-santri saya agar terus bertaqwa kepada Allah dan terus meningkatkan kwalitas diri..baik pelajaran agama maupun eksak. Semua harus ditingkatkan ya!

Ilmu Allah itu luas,,
Gerhana bulan total yang baru saya tau munculnya sekitar 85 tahun sekali…rasanya menyesal kurang ilmu tersebut, sehingga waktu tidak bisa diputar mundur..

hanya doa…semoga berkesempatan melihat gerhana bulan total yang langka itu..aamiin..

Sungguh, Maha Besar Allah pemilik alam semesta ini…
Syukron..semoga bermanfaat ^^

Wawancara : hari senin malam @depan kesantrian putri_daur malam
doc : dzakia esti (#dzaestiii)

Satu Tanggapan

  1. […] Cerita Gerhana Matahari Total 1983 – #1 […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: