Gerhana Matahari di Era Rasul SAW

Gerhana Matahari Sebagian

Gerhana Matahari Sebagian

Gerhana adalah ayat Allah, dan pernah menghampiri Rasulullah SAW sebelum beliau wafat. Bahkan puncak terjadinya fenomena gerhana kala itu bersamaan wafatnya putra Rasul SAW yakni Ibrahim. Maka sontak para sahabat kaget dan sebagian merasakan keanehan yang terjadi ada kaitannya dengan wafatnya putra Rasul SAW.

Gerhana, bila baru pertama kali memang sering membuat orang jadi kebingungan. Bangsa Indonesia pun kebingungan dan akhirnya secara resmi Pemerintah melarang orang kaluar rumah. Sekolah yang hari itu masuk, anak2 dipulangkan awal biar bisa ber’sembunyi’ di rumah. Pokoknya jangan ada yang melihat gerhana. Bisa menyebabkan mata sakit bahkan buta… bla … bla…

Itulah sekelumit fenomena bangsa yang terjadi pada saat adanya Gerhana Matahari Total yang melintasi negara Indonesia pada 11 Juni 1983 silam. Selebihnya bisa kita rekam dari cerita bapak dan ibu atau kakek dan nenek kita…๐Ÿ™‚

Gerhana Matahari Total, 11 Juni 1983

Gerhana Matahari Total, Indonesia: 11 Juni 1983

Gerhana yang terjadi pada 11 Juni 1983 ini akan terulang lagi besok pada tanggal 12 Januari 2252 M. Wouw…..! masihkah kita menjumpainya…. sepertinya tidak mungkin.

GERHANA di era Rasul SAW:

Secara sains, Gerhana adalah peristiwa saling menutupi benda angkasa. Gerhana Bulan karena cahaya Matahari yang menyinari Bulan tertutup oleh Bumi, saat fase Bulan purnama atau oposisi. Gerhana Matahari karena cahaya Matahari yang akan menyinari Bumi tertutup oleh Bulan, saat fase Bulan baru/mati atau konjungsi.

Gerhana Matahari disebut โ€˜Al-Kusuf Al-Syamsโ€™ (ุงู„ูƒุณู ุงู„ุดู…ุณ) di dalam bahasa Arab yang berarti tertutupnya cahaya Matahari (oleh Bulan), baik sebagian atau seluruhnya.

Gerhana adalah fenomena alam yang sudah ada bersamaan diciptakannya Bumi-Bulan-Matahari. Gerhana juga terjadi di zaman Nabi Muhammad SAW masih hidup. Dan ini adalah taqdir Allah SWT, agar ummat Islam mendapatkan ilmu tentang gerhana, sebagaimana telah beliau sampaikan dalam beberapa hadits shahihnya. Dan kini Ummat Islam telah memetik hasilnya, sehingga ummat Islam tidak perlu lagi melakukan hal-hal yang berbau mitos dan hal2 yang tidak masuk di logika ketika akan menyambut datangnya gerhana.

Dari Abu Masโ€™ud Al-Ansari beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda:

ุนู† ุงุจู† ู…ุณุนูˆุฏ ุงู„ุงู†ุตุงุฑู‚ุงู„: ู‚ุงู„ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… : (ุฅู† ุงู„ุดู…ุณ ูˆุงู„ู‚ู…ุฑ ุขูŠุชุงู† ู…ู† ุขูŠุงุช ุงู„ู„ู‡. ูŠุฎูˆู ุจู‡ู…ุง ุนุจุงุฏู‡. ูˆูŽุงูู†ูŽู‘ู‡ูู…ูŽุง ู„ุง ูŠู†ูƒุณูุงู† ู„ู…ูˆุชู ุฃุญุฏ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู. ูุฅุฐุง ุฑุฃูŠุชู… ู…ู†ู‡ุง ุดูŠุฆุง. ูุตู„ูˆุง ูˆุงุฏุนูˆุง ุงู„ู„ู‡ ูŠูƒุดู ู…ุง ุจูƒู….

โ€œSesungguhnya Matahari dan Bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kebesaran Allah. Kalau kedua benda langit itu sedang terjadi gerhana, oleh Allah (seolah) digunakan untuk menakuti para hambaNya, padahal adanya gerhana Matahari dan Bulan bukanlah disebabkan oleh adanya kematian seseorang. Kerana itu, apabila kamu melihat fenomena gerhana, maka lakukanlah shalat gerhana dan berdoalah kepada Allah, sehingga (dengan kesadaran atas dasar ilmu) hal yang menakutkan itu hilang.โ€

 

Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari Aisyah r.a. bahwa Nabi SAW bersabda:

ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ุดูŽู‘ู…ู’ุณูŽ ูˆูŽุงู„ู‚ูŽู…ูŽุฑ ูŽ ุขูŠูŽุชูŽุงู†ู ู…ูู†ู’ ุงูŠูŽุงุชู ุงู„ู„ู‡ู ู„ุงูŽูŠูŽุฎู’ุณูููŽุงู† ู ู„ูู…ูŽูˆุช ู ุฃูŽุญูŽุฏู ูˆูŽู„ุงูŽ ู„ูุญูŽูŠูŽุงุชูู‡ูุŒ ููŽุฅูุฐูŽุง ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชูู…ู’ ุฐู„ููƒูŽ ููŽุงุฏู’ุนููˆุง ุงู„ู„ู‡ูŽ ูˆูŽูƒูŽุจูู‘ุฑููˆุง ูˆูŽุชูŽุตูŽุฏูŽู‘ู‚ููˆุง ูˆูŽุตูŽู„ูู‘ูˆุง

โ€œSesungguhnya Matahari dan Bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kekuasaan Allah. Terjadinya gerhana Matahari atau Bulan itu bukanlah disebabkan adanya hidup atau matinya seseorang. Maka jikalau kamu melihatnya, berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, bersedekahlah serta bershalatlah.โ€

Gerhana Era Rasul SAW: (Gerhana Matahari)

Menurut Jumhur, Rasul SAW diangkat menjadi Rasulullah saat menerima wahyu pertama di gua Hira pada tanggal 17 Ramadhan tahun Gajah (Agustus 610 M). Rasul SAW mengakhiri dakwahnya dan wafat pada tanggal 12 Rabiul awal 11 H (Juni 632). Selama kurun waktu dari Agustus 610 M s/d Juni 632 M, hanya ada lima kali gerhana matahari yang melintasi kawasan Mekkah-Madinah.

Dariย  tahun 610 M sampai dengan tahun 632 M, gerhana Matahari yang pernah terjadi di muka Bumi ini ada sebanyak 36 kali gerhana matahari. Gerhana Matahari pertama berupa GMT terjadi pada tanggal 30 Maret 610 M. Selanjutnya gerhana matahari cincin pada tanggal 22 September 610 M. Dan… seterusnya sampai gerhana ke-36 yakni berupa gerhana Matahari Cincin 23 Juli 632 M. Nah, diantara ke-36 gerhana Matahari itu, yang pernah melintasi wilayah Rasul berada adadalam tabel di bawah. Dan yang benar2 dialami Rasul SAW dan menjadi asbab al-wurud hadits tentang gerhana adalah gerhana Matahari Cincin pada tanggal 27 Januari 632 M.

Dan dari banyak data gerhana selama kurun 610 M – 632 M ini, secara astronomis hanya gerhana sebagian yang teramati di wilayah Rasul SAW berada. Selebihnya tidak teramati karena jalur gerhana matahari total/cincin melintasi selatan atau utara kedua kota suci itu. Gerhana Matahari Total yang terjadi pada tanggal 23 Juli 613 M juga sempat melintas tidak jauh di sebelah selatan kota Mekkah.

Total gerhana yang dialami Rasul SAW ada 5 kali. Empat gerhana masing-masing terjadi sebelum Rasul SAW hijrah ke Madinah dan hanya satu yang terjadi setelah Rasul SAW hijrah ke Madinah, yakni GMC 27/1/632 M.

Dalam kaitannya dengan salat gerhana, Nabi melaksanakannya setelah isra mi’raj (27 Rajab 1 SH) yang membawa perintah salat wajib. Hadits-hadits tentang salat gerhana mengisyaratkan bahwa pada saat itu telah ada salat wajib. Misalnya, hadits riwayat Ahmad dan Nasai menyatakan perintah Nabi, “Bila kamu melihat gerhana maka salatlah sebagaimana salat wajib yang biasa kamu kerjakan.”

Khutbah gerhana pertama kali disampaikan Rasul SAW berkaitan dengan dugaan banyak orang bahwa gerhana yang terjadi saat itu berkaitan dengan wafatnya putra Rasulullah, Ibrahim bin Muhammad yang baru berumur 16 bulan. Itu terjadi pada tahun 10 Hijrah, sebelum beliau melaksanakan haji wada’.

Analisis astronomis menunjukkan bahwa gerhana yang terjadi di Madinah pada tahun 10 H adalah gerhana cincin pada pagi 27 Januari 632 M. Pada saat itu di Madinah mengalami gerhana sebagian dengan kegelapan sekitar 85%.

Dari kronologi riwayat, tampaknya Ibrahim bin Muhammad dimakamkan di pemakaman Baqi pada pagi hari. Kemudian sekitar pukul 9 terjadi gerhana matahari. Orang-orang mengira gerhana matahari sebagai mu’jizat atau tanda matahari pun turut bersedih atas wafatnya putra Rasulullah. Maka, seusai salat gerhana Nabi menjelaskan dalam khutbahnya bahwa gerhana semata-mata bukti kekuasaan Allah, tidak ada kaitannya dengan kematian seseorang.

Jadi, salat gerhana itu merupakan salat gerhana matahari yang pertama dan yang terakhir yang dilaksanakan Rasulullah. Sebab sekitar 4 bulan setelah itu, 12 Rabiul awal 11 H (Juni 632 M), Rasulullah s.a.w. wafat.

Tanggal

Awal bulan Jenis gerhana

Jalur gerhana

26 Juli 613 M Syawal 10 SH Total Afrika, Arab bag.Tengah, India,Samudra Hindia,Australia
24 Mei 616 M Ramadan 7 SH Cincin Afrika, Arab bag Utara, Asia Tengah, Jepang
7 Nov. 617 M Rabiulawal 5 SH Cincin Eropa, Timur Tengah, India, Asia Tenggara
5 Sept 620 M Safar 2 SH Total Afrika, Arab bag. Selatan, India, Asia Tenggara
27 Januari 632 Dzulqa’dah 10 H Cincin Afrika, Arab bag selatan, India, Asia tengah

tabel dariProf. Thomas Djamaluddin, Ketua Lapan. (saya edit di baris akhir)

Gerhana yang terjadi pada zaman Rasulullah SAW adalah gerhana Matahari Sebagian pada tanggal 27 Jan 632 M. Berikut visual GMS pada tanggal 27 Januari 632 M dengan markaz Madinah:

Gerhana Matahari Sebagian

Gerhana Matahari Sebagian

Matahari nampak sebagian, di sisi kiri Bulan. Seolah ada Matahari Sabit saat terjadi puncak gerhana pada masa itu.

Berdasarkan perhitungan dari Simulator StarryNight Pro Plus, pada tanggal 27 Januari 632 M, Matahari terbit di ufuk timur kota Madinah adalah sekitar pukul 07:07 Waktu Madinah. Bulan terbit dari ufuk timur pada pukul 07:06. Dan pada saat itu Matahari dan Bulan sedang terjadi kontak awal:

Sunrise dan Kontak Awal GMS Era Rasul SAW

Sunrise dan Kontak Awal GMS Era Rasul SAW

Selanjutnya, pergerakan Matahari seperti hari2 sebelumnya dimana semakin lama semakin naik ke atas dari ufuk timur dan pagi semakin nampak terang menuju siang.

Dan aktifitas rutin mengemban amanah masing-masing, Rasulullah SAW dan para sahabat serta masyarakat di Madinah kembali beraktifitas seperti sedia kala.

Suasana kala itu, insya Allah akan kembali terjadi di Indonesia pada 9 Maret 2016. Bila kita tinggal di kawasan utara Indonesia benar2 akan ada yang bakal mengalami Gerhana Matahari Sebagian dan sebagiannya ada yang mirip dengan apa yg pernah terjadi di era Rasul SAW.

Semoga Allah SWT memberikan kita usia hingga 9 Maret tahun 2016… Amien๐Ÿ™‚

 

Peta Jalur GMC 27 Jan 632 M

Peta Jalur GMC 27 Jan 632 M

Wa Allah a’lamu … []

3 Tanggapan

  1. Subhanallah…

    Suka

  2. MasyaAllah Subhannallah Allahu Akbar

    Suka

  3. subhanallah maha suci alllah, allah maha besar……

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: