Gerhana Matahari Total 2016

GMT-Indonesia-2016

GMT-Indonesia-2016

Saya menyebutnya sebagai Gerhana Matahari Total Indonesia Tahun 2016 atau GMT-Indonesia-2016. Saya katakan demikian karena fase totalitas hanya melintasi wilayah Indonesia. Selebihnya hanya melewati lautan. Kapan ada Gerhana Matahari Total? Insya Allah akan terjadi pada Rabu, tanggal 9 Maret 2016, di pagi hari. Nah, mari kita persiapkan jasmani dan rohani kita untuk menyambut “Tamu Agung” ini…

Puncak GMT Indonesia:

Indonesia BARAT: 9 Maret 2016 , Pukul 07.24 WIB

Indonesia TENGAH: 9 Maret 2016 , Pukul 08.24 WIB

Indonesia TIMUR: 9 Maret 2016 , Pukul 09.24 WIB

 

Gerhana adalah Ayat Allah

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لَا يَخْسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ وَلَكِنَّهُمَا آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ فَإِذَا رَأَيْتُمُوهَا فَصَلُّوا

Sesungguhnya Matahari dan Bulan tidak akan mengalami gerhana disebabkan mati atau hidupnya seseorang, akan tetapi keduanya adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah. Maka jika kalian melihat gerhana keduanya, hendaklah shalatlah.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Gerhana dalam bahasa Arab disebut dengan istilah kusuf atau khusuf. Kedua istilah ini digunakan baik untuk gerhana Matahari maupun gerhana Bulan, namun dalam pemakaian sehari-hari, kata kusuf lebih dikenal untuk istilah gerhana Matahari dan khusuf untuk istilah gerhana Bulan (Ma’luf, L:178 dan 685).

Dalam bahasa Inggris, gerhana disebut “eclipse” dan dalam bahasa Latin disebut “ekleipsis”. Kedua istilah ini digunakan secara umum baik untuk gerhana Matahari maupun gerhana Bulan. Namun dalam penyebutannya dikenal dua istilah Eclipse of the Sun untuk gerhana Matahari yang kini masyhur dengan sebutan Solar Eclipse dan Eclipse of the Moon untuk gerhana Bulan yang kini familiar dikenal dengan Lunar Eclipse (Raharto, M:2000).

Dalam Islam, gerhana Matahari disebut kusuf yang artinya menutupi, sedang gerhana Bulan disebut khusuf yang artinya memasuki. Gerhana Matahari terjadi saat posisi Matahari tertutupi oleh posisi Bulan (Bulan menutupi permukaan-cahaya Matahari baik sebagian maupun seluruhnya), sedang gerhana Bulan terjadi saat posisi Bulan memasuki bayang-bayang Bumi oleh cahaya Matahari, baik sebagian maupun seluruhnya.

Gerhana Matahari terjadi pada saat posisi Bulan sedang konjungsi atau ijtimak atau Bulan pada fase baru/mati, sedang gerhana Bulan terjadi pada saat posisi Bulan sedang oposisi atau istiqbal atau Bulan pada fase purnama. Namun, gerhana Bulan tidak terjadi di setiap fase purnama karena orbit Bulan tidak sebidang dengan orbit Bumi, akan tetapi bidang orbit Bulan memotong bidang orbit Bumi dengan membentuk sudut sebesar sekitar 5o.

Secara astronomis, fenomena gerhana adalah tertutupnya arah pandangan pengamat ke benda langit oleh benda langit lainnya yang lebih dekat dengan pengamat. Maka kalau kita sedang melihat Matahari sementara ada benda lain yang melintasi permukaan Matahari, maka itu juga disebut gerhana, seperti misalnya gerhana planet Venus, yakni saat planet Venus melintasi dan nampak seperti noktah hitam di permukaan Matahari pada 6 Juni 2012 lalu.

Gerhana Dalam Sejarah

Secara historis, ternyata perhitungan akan kemunculan gerhana sudah dilakukan manusia sejak 700-an tahun sebelum Masehi. Zaman Babilonia, orang sudah memiliki perhitungan siklus terjadinya gerhana yang dikenal dengan tahun Saros.

Tahun Saros yang kini dikenal dengan sebutan seri Saros. Sejak zaman Babilonia, pengamatan terhadap fenomena gerhana sudah dilakukan secara rutin. Dari pengamatan yang rutin inilah akhirnya diketahui bahwa gerhana yang mirip akan terulang kembali setelah 18 tahun 11 hari. Periode inilah yang dikenal dengan sebutan Saros. Gerhana-gerhana yang terjadi selama periode Saros memiliki karakteristik yang mirip. Kelompok gerhana ini kemudian dikumpulkan dalam satu urutan yang disebut sebagai seri Saros.

Sebuah seri Saros tidak akan bertahan selamanya, ia lahir dan mati dan beranggotakan sejumlah rangkaian gerhana dengan karakteristik tertentu. Seri Saros tidak bertahan selamanya karena setelah satu periode Saros terjadi, simpul gerhana (pertemuan bidang orbit Bumi dan Bulan) akan bergeser sebesar 0,5o ke arah timur. Dan setelah melintasi beberapa kali periode maka pergeseran akan semakin besar dan pada saatnya tidak memungkinkan lagi terjadi gerhana. Dan saat itulah periode / seri Saros baru terbentuk/lahir.

Satu seri Saros gerhana Bulan baru lahir sampai mati memerlukan waktu sekitar 13-14 abad. Setiap seri Saros beranggotakan 70-85 buah gerhana Bulan dengan 45-55 di antaranya adalah gerhana umbra. Periode gerhana Bulan selain Saros adalah Tritos yang memiliki siklus 135 lunasi, Matin Cycles dengan periode 235 lunasi, dan Inex dengan periode 358 lunasi.

 

Gerhana Matahari Total Indonesia

Gerhana Matahari Total bakal menjumpai ummat Islam di Indonesia, dan karena atas idzin Allah SWT totalitas gerhana tidak melintasi negara lain, maka boleh disebut sebagai Gerhana Matahari Total Indonesia. Gerhana baik Matahari ataupun Bulan akan selalu menjadi fenomena yang menarik bagi masyarakat sangat dinanti karena kemunculannya, apalagi Gerhana Matahari yang merupakan ayat Allah berupa peristiwa ‘menghilangnya’ Matahari dari langit di siang hari.

Dalam satu tahun gerhana Matahari bisa terjadi 2 – 5 kali. Akan tetapi, tidak semua daerah bisa melihat gerhana Matahari. Demikian juga yang akan terjadi di tahun 2016. Gerhana Matahari Total insya Allah sebentar lagi akan menghampiri kita, tepatnya pada Rabu tanggal 9 Maret 2016. GMT 2016 ini istimewa karena jalur totalitas Gerhana Matahari 9 Maret 2016 hanya akan melewati Indonesia.

Di Indonesia, jalur totalitas gerhana akan melintas dari Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah dan berakhir di Maluku Utara. Selanjutnya  perjalanan GMT melintasi akan samudra Pasifik. Peristiwa Gerhana Matahari Total (GMT) di tahun 2016 menjadi peristiwa langka sekaligus amat istimewa mengingat jalur totalitas melewati area Indonesia setelah terakhir kalinya terjadi dan melintas di Indonesia yakni pada GMT 24 Oktober 1995 lalu. Jalur Gerhana Matahari Total berikutnya baru akan kembali melintasi Indonesia insya Allah pada saat terjadi Gerhana Matahari Hibrid 20 April 2023 atau 7 tahun dari GMT 2016 dan akan melintasi area Maluku Tenggara, Maluku Tengah dan Papua.

Meskipun hanya sebagian Indonesia yang akan menikmati jalur totalitas GMT 2016, seluruh daerah lainnya di Indonesia masih dapat menikmati Gerhana Matahari Sebagian (GMS) pada 9 Maret 2016 nanti.

Gerhana Matahari Total 9 Maret 2016, merupakan gerhana pertama dalam seri gerhana di tahun 2016. Pada tahun tersebut, akan terjadi 5 gerhana dengan komposisi 3 gerhana Bulan Penumbral dan 2 gerhana Matahari yang terdiri dari gerhana total dan gerhana cincin.

Di luar Indonesia, Gerhana Matahari Total 2016 akan dapat dinikmati oleh beberapa negara di antaranya negara-negara di Rusia, Asia Tenggara, sebagian Asia Selatan, sebagian Australia, Asia Timur, Papua New Guinea, Mikronesia, Samudera Pasifik dan beberapa area di Amerika Serikat. Dari seluruh negara yang dilewati, Indonesia merupakan negara paling beruntung, karena dilewati jalur totalitas.

KOTA-KOTA Jalur TOTAL:

Lebih spesifik lagi, kota-kota yang akan dilintasi oleh jalur Gerhana Matahari Total di Indonesia adalah (Kota ini dan sekitarnya):

  1. Palembang,
  2. Toboali,
  3. Koba,
  4. Manggar,
  5. Tanjung Pandan,
  6. Pangkalan Bun,
  7. Palangka Raya,
  8. Balikpapan,
  9. Sampit,
  10. Palu,
  11. Poso,
  12. Ternate,
  13. Tidore,
  14. Sofifi,
  15. Jailolo,
  16. Kao, dan
  17. Maba.

Para pengamat yang berada dalam jalur totalitas kota ini akan dapat menikmati Gerhana Matahari Total. Totalitas maksimum akan terjadi di lautan pasifik selama 4 menit 9 detik. Di luar jalur totalitas, para pengamat hanya dapat menikmati Gerhana Matahari Sebagian. Tahapan Gerhana Matahari Total 2016 dari wilayah Indonesia Barat:

  • Kontak pertama atau awal gerhana sebagian : 9 Maret, 06.20 WIB
  • Maksimum: 9 Maret, 07.24 WIB
  • Kontak keempat atau berakhirnya gerhana sebagian: 9 Maret, 08.36 WIB

KOTA-KOTA di luar Jalur Total:

Untuk kota2 yang berada di utara dan selatan jalur Totalitas, maka GMT akan berupa GMS (Gerhana Matahari Sebagian). GMS akan nampak berupa Piringan Matahari di bagian samping nampak sabit karena tidak tertutup Bulan.

Semakin jauh dari jalur Total akan semakin besar piringan Matahari yang tidak tertutup Bulan. Untuk kota2 yang berada di sisi Selatan Jalur Total, maka piringan matahari yang akan nampak (tidak tertutup Bulan) di sisi selatan Matahari (sisi kanan).

Saat puncak GMT, yang dari Surakarta nampak sebagai GMS seperti simulasi berikut:

GMT - Indonesia

GMT – Indonesia

Untuk kota yang berada di sebelah utara Jalur Totalitas, akan nampak GMS dan piringan permukaan Matahari yang nampak adalah sisi utara Matahari (sisi utara).

GMS 9 Maret 2016 - dari Aceh

GMS 9 Maret 2016 – dari Aceh

Simulasi ini saya buat dengan Simulator Starrynight Pro 6.4.3. Dari simulasi ini sepertinya ummat Islam Indonesia akan mendapatkan ke’ajaib’an saat terjadinya GMT 9/3/2016 nanti.

Penampakan Piringan Matahari saat GMT (di Aceh GMS) ini miripsekali seperti yang dialmi Rasulullah SAW dan para sahabatnya di saat ada gerhana pada 27 Januari 632 M, di mana saat itu putra RasulSAW -Ibrahim-meninggal dunia.

Mari kita tunggu saat-saat itu, dan kita rasakan apa yang pernah dirasakan dan dialami oleh teladan hidupkita Rasulullah Muhammad SAW kala itu….

Semoga Allah SWT memberikan kesempatan kepada kita untuk mensyukuri nikmat dan keagungan-Nya melalui keajaiban fenomena ayat-Nya, gerhana Matahari. Amien…19x

 

[wa Allah a’lamu]

nb:

Tentang cara melihat gerhana Matahari yang aman, akan saya kupas secara khusus.

3 Tanggapan

  1. bagaimana ya dengan efek gaya tarik matahar i dan bulan terhadap gravitasi. Pada purnama ada pasang purnama yang menimbulkan nailnya muka air laut. Dengan adanya fenomena alam gerhana apakah akan ada efek khusus seperti gempa2 atau pasang air laut. Thks.

    Suka

  2. […] Pengakuan itu, setidaknya ditemui aceHTrend dari dua publikasi. Pertama, ulasan yang dipublish dalam blog pakarfisika.wordpress. […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: