Cerita Seputar Gerhana

Gerhana Matahari Total, 11 Juni 1983

Gerhana Matahari Total, 11 Juni 1983

Dalam salah satu edisi kajian rutin Pengurus Ranting Muhammadiyah Ketitang-Juwiring-Klaten, saya sisipkan fenomena yg akan datang, yakni GBT (10/12) malam kala itu. Saya sampaikan hisab dan rukyah gerhana serta yg ndak kalah penting: Shalat Khusufnya.

Nah ada yg membuat semua peserta (jamaah) kajian geli, ada cerita saat terjadi Gerhana Matahari Total pada tanggal 11 Juni 1983. Cerita yang merupakan kisah nyata selengkapnya begini:

Pak Naryo – sekarang Ketua Takmir Masjid Asy-Syifa Bendo Ketitang Juwiring Klaten, saat GMT 11 Juni 1983 baru pertama kali punya pengalaman sholat gerhana di masjid Al-Hidayah Dusun Gayam, Desa Lebak, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri; sehari sebelumnya takmir menjelaskan selebaran ttg cara sholat gerhana, yakni urutannya berdiri membaca takbir, dst… dan terakhir salam. Urutan itu diberi nomor dan salam menempati urutan no ke 24.

Entah bagaimana, kala itu takmir dan seluruh jamaah memahami bahwa shalat gerhana itu dengan 24 (kali) salam. Shalat Gerhana Matahari Total pada Sabtu pon, 11 Juni 1983 itu adalah Bapak Suratman.

Akhirnya setelah 2 rokaat dan masing2 rokaat dgn dua kali ruku’ maka tibalah rukun shalat terakhir yakni selepas membaca tahiyat lalu mengucapkan salam sambil menolehkan kepala ke kanan, salam lagi sembari menoleh ke kiri:

‘assalaamu’alaikum ww toleh ke kanan,

assalaamu’alaikum ww lagi lalu ke kiri…

‘assalaamu’alaikum ww toleh ke kanan,

assalaamu’alaikum ww lagi lalu ke kiri…

…….dan begitu seterusnya ….sampai 24 kali katanya.

“Bahkan saat saya salam ke kanan, orang di samping saya ke kiri; jadi saling melihat”….cerita pak Naryo.

Namun suasana tetap khitmad karena ini pengalaman spiritual pertama.

Usai shalat, jamaah mendengar khutbah, dan pulang dengan rasa puas bisa shalat Gerhana Matahari Total (Kusuf).

Sebulan berlalu, dan pak Naryo ragu…masak shalat kok salam saja sampai 24 kali. Aneh katanya. Mencoba meminjam selebaran itu, yg ternyata masih tersimpan di mimbar masjid. Dibaca berulang2, dan akhirnya ketemu akar-soalnya; yakni urutan itu diberi nomor 1,2, dst s/d 24. Jadi itu hanya urutan dan BUKAN jumlah salam sebanyak 24 kali….🙂 wkwkwkwkwk

Urutan Shalat Gerhana Matahari, 11 Juni 1983

Rakaat Pertama

1. Takbiratul Ihram.

2. Membaca Doa Iftitah.

3. Membaca Ta`awwuz.

4. Membaca surah al-Fatihah.

5. Membaca surah, yang lebih afdhal ialah surah al-Baqarah.

6. Rukuk

7. Iktidal serta membaca surah al-Fatihah dan membaca surah.

8. Rukuk

9. Iktidal.

10. Sujud dan membaca tasbih.

11. Duduk antara 2 sujud.

12. Sujud kembali.

13. Berdiri ke rakaat kedua.

Rakaat kedua14. Membaca surah al-Fatihah.

15. Membaca surah.

16. Rukuk

17. Iktidal serta membaca surah al-Fatihah dan surah.

18. Rukuk

19. Iktidal.

20. Sujud dan membaca tasbih.

21. Duduk antara 2 sujud.

22. Sujud kembali.

23. Membaca Tasyahud Akhir.

24. Mengucap salam.

Kisah nyata itu dapat dilihat pada bagian akhir tayangan Video ini:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: