Gerhana Bulan Parsial 2015

GBT : 4 Aprill 2015

GBT : 4 Aprill 2015

Gerhana ini merupakan satu-satunya gerhana bagi bangsa Indonesia. Pasalnya, gerhana inilah yang bisa diamati dengan mata tanpa alat dari seluruh penjuru Indonesia. Di tahun 2015 ini ada 4 kali gerhana: GMT pada 20/3, GBT(S) pada 04/4, GMS pada 13/9, dan GMS pada 28/9; dan yang bisa kita saksikan dari bumi Indonesia hanya GBT pada 4/4…. Yaa, inilah Gerhana Bulan Total (Parsial/Sebagian) yang akan terjadi pada Sabtu Pon, 4 April 2015 selepas maghrib – selepas Isyaa.

GERHANA adalah Ayat – Nya:

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لَا يَخْسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ وَلَكِنَّهُمَا آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ فَإِذَا رَأَيْتُمُوهَا فَصَلُّوا

Sesungguhnya matahari dan bulan tidak akan mengalami gerhana disebabkan mati atau hidupnya seseorang, akan tetapi keduanya adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah. Maka jika kalian melihat gerhana keduanya, hendaklah shalatlah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Gerhana dalam bahasa Arab biasa disebut dengan istilah kusuf atau khusuf. Kedua istilah ini digunakan baik untuk gerhana Matahari maupun gerhana Bulan, namun dalam pemakaian sehari-hari, kata kusuf lebih dikenak untuk istilah gerhana Matahari dan khusuf untuk istilah gerhana Bulan (Ma’luf, L:178 dan 685).

Dalam bahasa Inggris, gerhana disebut “eclipse” dan dalam bahasaLatin disebut “ekleipsis”. Kedua istilah ini digunakan secara umum baik gerhana Matahari maupun Bulan. Namun dalam penyebutannya dikenal dua istilah Eclipse of the Sun untuk gerhana Matahari yang kini masyhur dengan sebutan Solar Eclipse dan Eclipse of the Moon untuk gerhana Bulan yang kini familiar dikenal dengan Lunar Eclipse (Raharto, M:2000).

Dalam Islam, gerhana Matahari disebut kusuf yang artinya menutupi, sedang gerhana Bulan disebut khusuf yang artinya memasuki. Gerhana Matahari terjadi saat posisi Matahari tertutupi oleh posisi Bulan (Bulan menutupi permukaan-cahaya Matahari baik sebagian maupun seluruhnya), sedang gerhana Bulan terjadi saat posisi Bulan memasuki bayang-bayang Bumi oleh cahaya Matahari, baik sebagian maupun seluruhnya.

Bila terjadi gerhana dan kita bisa menyaksikannya, maka kita disunnahkan untuk : Mengucapkan Takbir, Mendirikan Sholat gerhana, Melakukan Infaq/Sodaqah, dan Memohon ampun kepada Allah (Beristighfar). Dan yang paling utama adalah mendirikan Shalat Gerhana Khusuf.

GERHANA secara Astronomis:

Gerhana Matahari terjadi pada saat posisi Bulan sedang konjungsi atau ijtimak atau Bulan pada fase baru/mati, sedang gerhana Bulan terjadi pada saat posisi Bulan sedang oposisi atau istiqbal atau Bulan pada fase purnama. Namun, gerhana Bulan tidak terjadi disetiap fase purnama karena orbit Bulan tidak sebidang dengan orbit Bumi, akan tetapi bidang orbit Bulan memotong bidang orbit Bumi dengan membentuk sudut sebesar 5o.

--Skema-- Atas: Gerhana Matahari Bawah: Gerhana Bulan

–Skema–
Atas: Gerhana Matahari
Bawah: Gerhana Bulan

Secara astronomis, fenomena gerhana adalah tertutupnya arah pandangan pengamat ke benda langit oleh benda langit lainnya yang lebih dekat dengan pengamat. Maka kalau kita sedang melihat Matahari sementara ada benda lain yang melintasi permukaan Matahari,maka itu juga disebut gerhana, seperti misalnya gerhana planet Venus pada 2012 lalu.

GERHANA dalam SEJARAH:

Perhitungan akan kemunculan gerhana sudah dilakukan manusia sejak 700-an tahun sebelum Masehi. Zaman Babilonia, orang sudah memiliki perhitungan siklus terjadinya gerhana yang dikenal dengan tahun Saros.

Tahun Saros yang kini dikenal dengan sebutan seri Saros. Sejak zaman Babilonia, pengamatan terhadap fenomena gerhana sudah dilakukan secara rutin. Dari pengamatan yang rutin inilah akhirnya diketahui bahwa gerhana yang mirip akan terulang kembali setelah 18 tahun 11 hari. Periode inilah yang dikenal dengan sebutan Saros. Gerhana-gerhana yang terjadi selama periode saros memiliki karakteristik yang mirip. Kelompok gerhana ini kemudian dikumpulkan dalam satu urutan yang disebut sebagai seri Saros.

Sebuah seri Saros tidak akan bertahan selamanya, ia lahir dan mati dan beranggotakan sejumlah rangkaian gerhana dengan karakteristik tertentu. Seri Saros tidak bertahan selamanya karena setelah satu periode Saros terjadi, simpul gerhana (pertemuan bidang orbit Bumi dan Bulan) akan bergeser sebesar 0,5o ke arah timur. Dan setelah melintasi beberapa kali periode maka pergeseran akan semakin besar dan pada saatnya tidak memungkinkan lagi terjadi gerhana. Dan saat itulah periode / seri Saros baru terbentuk/lahir.

Satu seri Saros gerhana Bulan baru lahir sampai mati memerlukan waktu sekitar 13-14 abad. Setiap seri Saros beranggotakan 70-85 buah gerhana Bulan dengan 45-55 di antaranya adalah gerhana umbra. Periode gerhana Bulan selain Saros adalah Tritos yang memiliki siklus 135 lunasi, Matin Cycles dengan periode 235 lunasi, dan Inex dengan periode 358 lunasi.

Gerhana Bulan Tetrad:

Gerhana Bulan Tetrad adalah empat (4) fenomena alam Gerhana Bulan Total (GBT) yang terjadi secara berutun. Dalam seribu tahun di milenium ketiga, hanya terdapat 32 kali fenomena gerhana semacam ini. Seri Gerhana Bulan Tetrad pertama pada milenium ketiga terjadi sebelas tahun silam yakni pada 16 Mei dan 9 Nopember 2003 serta 4 Mei dan 28 Oktober 2004. Jarak antarseri Gerhana Bulan Tetrad bisa dalam rentang 7, 11, 18, 22, 311 bahkan hingga 293 tahun.

Gerhana Bulan Total pada Sabtu, 4 April 2015 merupakan GBT yang ketiga dari empat rangkaian gerhana Bulan yang terjadi secara berurutan pada 2014-2015 ini. Gerhana pertama terjadi pada 15 April 2014 dan yang kedua pada 8 Oktober 2014 lalu, sedangkan yang terakhir akan terjadi pada 28 September 2015.

Secara astronomis GBT terjadi saat sebagian atau keseluruhan penampang Bulan tertutup oleh bayangan Bumi. Hal ini dikarenakan Bumi berada di antara Matahari dan Bulan pada satu garis lurus yang sama, sehingga sinar Matahari tidak dapat mencapai Bulan karena terhalangi oleh Bumi. Gerhana yang terjadi pada Sabtu, 4 April2015 berlangsung selama sekitar 3 jam 29 menit ini. Bulan akan tampak berwarna merah sekitar 5 menit selama fase puncak gerhana, itulah mengapa fenomena ini sering juga disebut “Blood Moon” (=Bulan Merah Darah). Blood Moon adalah bukan istilah astronomi, karena warna yang dihasilkan Bulan saat gerhana sebenarnya tergantung pada kondisi luar angkasa/atmosfer Bumi.

GBT begitu menarik karena pengamat juga bisa mengevaluasi ketepatan perhitungan ephemeris (koordinat benda angkasa). Selama GBT terjadi maka Bumi, Bulan dan Matahari akan selaras, daya tarik gravitasi Bulan dan Matahari pun akan menghasilkan gelombang laut yang maksimum.

Gerhana Bulan Total ini dapat diamati dari kawasan Asia Timur, Asia Selatan, Asia Tenggara (termasuk Indonesia), Australia, Selandia Baru, Oceania, Hawai, dan Amerika Utara. Gerhana Bulan Total ini merupakan rangkaian tetrad 4 gerhana total berurutan dan ini yang ke-3 dan paling singkat durasi totalnya hanya beberapa menit saja. Gerhana yang fase totalnya hanya berlangsung selama kurang lebih hanya 5 menit dan bila kita amati dari wilayah Surakarta sejatinya tidak seluruh wajah Bulan tertutup umbra Bumi ini ada sebagian ahli yang menyatakan tidak tepat kalau diistilahkan dengan sebutan Gerhana Bulan Total.

Gerhana Bulan Total ini merupakan seri saros 132 ke 30 dari 71 gerhana. GBT ini juga satu-satunya gerhana yang bisa disaksikan di seluruh wilayah Indonesia selama 2015. Berikut waktu terjadinya & prosesnya di tiga bagian waktu wilayah Indonesia : Indonesia Timur : 19.15 – 22.45 WIT. Indonesia Tengah : 18.15 – 21.45 WITA. Indonesia Barat : 17.15 – 20.45 WIB.

Kawasan GBT 2015

Kawasan GBT 2015

Fase-fase proses Gerhana Bulan Total berdasarkan waktu wilayah Indonesia Timur, Indonesia Tengah, dan Indonesia Barat, adalah:

Indonesia Timur:

  • 19:15 = Awal Gerhana Bulan Sebagian
  • 20:54 = Awal Gerhana Bulan Total
  • 21:00 = Puncak Gerhana Bulan Total (max)
  • 21:06 = Akhir Gerhana Bulan Total
  • 22:45 = Kontak Akhir Gerhana Bulan Sebagian

Indonesi Tengah:

  • 18:15 = Awal Gerhana Bulan Sebagian
  • 19:54 = Awal Gerhana Bulan Total
  • 20:00 = Puncak Gerhana Bulan Total (max)
  • 20:06 = Akhir Gerhana Bulan Total
  • 21:45 = Kontak Akhir Gerhana Bulan Sebagian

Indonesia Barat (17.15 – 20.45 WIB)

  • 17:15 = Awal Gerhana Bulan Sebagian*)
  • 18:54 = Awal Gerhana Bulan Total
  • 19:00 = Puncak Gerhana Bulan Total (max)
  • 19:06 = Akhir Gerhana Bulan Total
  • 20:45 = Kontak Akhir Gerhana Bulan Sebagian

Keterangan:

*)Bulan belum terbit untuk wilayah Indonesia Barat saat kontak awal gerhana Bulan sebagian, dan akan terbit sekitar pukul 18.00 WIB di ufuk timur.

Berikut Foto saat terjadinya Gerhana Bulan Total (Parsial/Sebagian) dari Solo Raya. Saya olah dari TimeAndDate.Com

Puncak Gerhana Bulan Total (Sebagian)

Puncak Gerhana Bulan Total (Sebagian)

Dari Gambar di atas, bila diamati dari Surakarta, fase gerhana akan mencapai puncak pada pukul 19:00 WIB dengan penampang permukaan Bulan akan maksimum tertutup oleh bayangan inti Bumi (umbra). Pada saat puncak ini posisi Bulan berada pada azimuth (arah timur) 93° dengan ketinggian 20.1° di atas ufuk timur. Dari gambar ini dapat kita amati bahwa permukaan Bulan sebenarnya tidak seluruhnya tertutup umbra, maka gerhana kali ini sejatinya Gerhana Bulan Parsial (sebagian) dan bukan Gerhana Bulan Total.

Di bawah ini saya ringkaskan info seputar GBT yg bisa dishare via WhatsApp atau Sosmed sejenis:

🌕🌖🌗🌘🌑🌒🌓🌔
Fase Gerhana Bulan Total:
Sabtu Pon, 4 April 2015
*~~~~~~~<^~^~~~~~~~*

🔭🌏 Waktu Indonesia Timur:
~~~~~~~~~~~~~~
19:15 = Awal Gerhana Bulan Sebagian
20:54 = Awal Gerhana Bulan Total
21:00 = Puncak Gerhana Bulan Total
21:06 = Akhir Gerhana Bulan Total
22:45 = Kontak Akhir Gerhana Bulan Sebagian

🔭🌏 Waktu Indonesia Tengah:
~~~~~~~~~~~~~~
18:15 = Awal Gerhana Bulan Sebagian
19:54 = Awal Gerhana Bulan Total
20:00 = Puncak Gerhana Bulan Total
20:06 = Akhir Gerhana Bulan Total
21:45 = Kontak Akhir Gerhana Bulan Sebagian

🔭🌏 Waktu Indonesia Barat:
~~~~~~~~~~~~~~~
17:15 = Awal Gerhana Bulan Sebagian*)
18:54 = Awal Gerhana Bulan Total
19:00 = Puncak Gerhana Bulan Total
19:06 = Akhir Gerhana Bulan Total
20:45 = Kontak Akhir Gerhana Bulan Sebagian

📝 Note:
*)Bulan belum terbit untuk wilayah Indonesia Barat saat kontak awal gerhana Bulan sebagian, dan akan terbit sekitar pukul 18.00 WIB di ufuk timur.

📚 Sunnah Rasul SAW :
Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari Aisyah r.a. bahwa Nabi SAW bersabda:

إِنَّ الشَّمْسَ وَالقَمَر َ آيَتَانِ مِنْ ايَاتِ اللهِ لاَيَخْسِفَان ِ لِمَوت ِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذلِكَ فَادْعُوا اللهَ وَكَبِّرُوا وَتَصَدَّقُوا وَصَلُّوا

“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua macam tanda dari tanda-tanda kekuasaan Allah. Terjadinya gerhana matahari atau bulan itu bukanlah kerana kematian seseorang atau kehidupannya. Maka jikalau kamu melihatnya, berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, bersedekahlah serta bersolatlah.”
*~~~~~~~ <^~^~~~~~~~*
http://wp.me/p55Qn-1hi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: