• Asal Pengunjung:

  • FB:Pakar Fisika
  • Tulisan Terbaru

  • Arsip Tulisan:

  • Komentar Terbaru

    pakarfisika di Waktu Shubuh, terlalu cep…
    Ana Wahyudi di Waktu Shubuh, terlalu cep…
    Mochammad nova hendr… di Waktu Shubuh, terlalu cep…
    udiana di Software Silsilah (Trah)
    pakarfisika di Waktu Shubuh, terlalu cep…
    Waktu subuh yang ben… di Waktu Shubuh, terlalu cep…
    Rahmadmars di Gaji DPR vs Gaji Guru
    Widodo di Waktu Shubuh, terlalu cep…
    konbud di Kapan Awal Ramadhan 1438 H dan…
    Budi Abu Ahmad di Kapan Awal Ramadhan 1438 H dan…
  • Tulisan Terlaris

  • RSS Jogja Astro Club

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • RSS Info Astronomi

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • RSS Rukyah Hilal Indonesia

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • RSS Fisika Indonesia

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • RSS Info Beasiswa

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • Citra Matahari Kini:

  • Jumlah Pengunjung:

    • 2,393,500 orang
  • 50 Top Pencari:

Rukyat Hilal saat Nyepi, Istiwaa dan Equinox

Simulasi Hilal 1 J-Akhiroh 1436 H

Hilal 1 J-Akhiroh 1436 H

Rukyat Hilal awal Jumadal Akhiroh 14346 H akan dilaksanakan pada hari H ijtimak yakni pada Jumu’ah pon tanggal 20 Maret 2015 sore hari di ufuk barat. Hisab MoonCalc 6.0 menyebutkan bahwa Ijtimak akhir Jumadal Ulaa 1436 H terjadi pada tgl 20 Maret 2015 pukul 16:37 WIB. Tinggi Hilal di Pelabuhan Ratu Jawa Barat, kisaran 00 derajat 00 menit 02 detik. Wouw… ketinggian yang amat fantastis ..! Maka mustahil Hilal akan terukyat pada Jumu’ah (20/3) petang ini. Nah, akhir Jumadal Ulaa 1436 H akan digenapkan, dan awal Jumadal Akhiroh 1436 H akan bersesuaian dengan Ahad Kliwon, 22 Maret 2015.


Nah karena tinggi Hilal nyaris 2″ saja, maka di hari istikmalnya yakni tgl 21/3, tinggi Hilal akan menguntungkan untuk dirukyat.

Inilah momen paling disukai para perukyat Hilal karena optimis akan mendapatkan foto Hilal bila cuaca mendukung. Optimisme terjadi baik di saat merukyat Hilal Tua (akhir) bulan Jumadal Ulaa 1436 H maupun Hilal Muda (awal) bulan Jumadal Akhiroh 1436 H.

Pertemuan dua dimensi bulan J-1 dan J-2 atau ijtimak (konjungsi) akhir J-1 atau ijtimak awal J-2 terjadi pada tanggal 20, maka rukyat/observasi Hilal akhir J-1 adalah pada tgl 19. Tinggi Hilal pada tgl 19 saat Sunrise sekitar 18• dari ufuk timur, maka peluang melihat Hilal adalah sangat besar.

Selanjutnya tgl 20 tidak dilakukan observasi, karena tinggi Hilal pd hari H konjungsi NOL.

Observasi Hilal Muda (awal) bulan J-2 dilakukan pada tgl 21 nya karena tinggi Hilal sudah sekitar 11•.

Tinggi Hilal bertambah kisaran 11• – 12• setiap harinya. Karena tgl 20/3 baru 02 detik busur, maka tinggi Hilal tgl 21/3 akan berkisar 11-12 derajat busur.

Ternyata tgl 21/3 bersamaan Perayaan Hari Nyepi. Dan Nyepi hakikatnya juga kalender yang ditentukan dengan bantuan astronomi.

Hisab Nyepi:

“Nyepi” kita ketahui sebagai hari raya, tahun baru umat Hindu di Indonesia. Namun tidak banyak yang mengetahui bagaimana caranya menetapkan hari raya Nyepi, atau lebih tepat Sistem kalender apa yang digunakan untuk menetapkan tahun baru itu.

Sistem kalender yang digunakan adalah “Kalender Saka-Bali”. Kalender Saka menggunakan Tahun Saka, yakni penetapan sistem kalender oleh Raja Kaniska I dari Dinasti Kusana, India Selatan pada 21 Maret 79 Masehi.

Kalender ini berdasarkan perhitungan peredaran bumi mengelilingi matahari atau disebut Solar System, dalam Bahasa Sanskerta: Suryapramana.

Kalender Saka-Bali, selain menggunakan kriteria Saka, juga menggunakan perhitungan peredaran bulan mengelilingi bumi atau disebut Lunar System, dalam Bahasa Sanskerta: Candrapramana. Pencampuran kedua sistem ini disebut: Luni-Solar System, dalam Bahasa Sanskerta: Surya-Candrapramana.

Selain kombinasi itu, kalender Saka-Bali juga memasukkan unsur-unsur khas Bali yakni “Wuku” untuk perhitungan ala-ayuning dewasa (baik-buruknya hari dalam berbagai aktivitas kehidupan dan upacara-upacara keagamaan Hindu-Bali). – http://stitidharma.org/
Selain itu, ternyata tgl 21/3 adalah saat posisi Matahari tengah melintas di atas garis khatulistiwa. Hari di mana bayangan benda tepat di bawahnya saat transit ( Matahari tepat melintas di atas kita atau titik Zenith). Hari ini dikenal dengan sebutan hari Istiwaa.

Istiwaa adalah istilah Arab yang dipakai untuk menyatakan dua bagian yang sama. Khath artinya garis. Maka Khath kini cukup Khat al-Istiwaa lalu mudahnya dikenal Khatulistiwa adalah sebuah Garis Khayal yang membagi Bumi sama rata Utara-Selatan.

Istiwaa:

Dalam geografi, garis khatulistiwa (dari bahasa Arab: خط الاستواء) atau ekuator (dari bahasa Inggris equator) merupakan sebuah garis imajinasi yang digambar di tengah-tengah planet di antara dua kutub dan paralel terhadap poros rotasi planet. Garis khatulistiwa ini membagi Bumi menjadi dua bagian belahan bumi utara dan belahan bumi selatan. Garis lintang ekuator adalah 0°. Panjang garis khatulistiwa Bumi adalah sekitar 40.070 km.

Di khatulistiwa, Matahari berada tepat di atas kepala pada tengah hari dalam equinox. Dan panjang siang hari sama sepanjang tahun kira-kira 12 jam.

Antara equinox Maret dan September, latitud bagian utara Bumi menuju Matahari yang dikenal sebagai Tropik Cancer, bagian Bumi paling utara di mana Matahari dapat berada tepat di atas kepala. Bagian selatan Bumi terjadi antara equinox bulan September dan Maret dinamakan Tropik Capricorn. – http://id.wikipedia.org

Ekuinoks:

Ekuinoks terjadi dua kali setahun (sekitar 20 Maret dan 22 September) ketika sumbu Bumi tidak terinklinasi terhadap Matahari, dan pusat Matahari berada di bidang yang sama dengan khatulistiwa Bumi. Istilah ekuinoks dapat pula digunakan untuk arti yang lebih luas, yaitu tanggal saat peristiwa semacam ini terjadi.

Nama “ekuinoks” berasal dari bahasa Latin aequus (yang berarti sama) dan nox (yang bermakna malam), karena selama ekuinoks, panjang siang dan malam sama. – http://id.wikipedia.org

 

Mungkin Anda tertarik, silakan membaca:

-Seputar Istiwaa Solo Raya

– Seputar Mihadaa

Rukyat Hilal Tua:
Observasi dalam rangka mengamati kemunculan Hilal Tua, yakni hilal bulan Jumadal Ulaa 1436 H paling akhir yang bisa dirukyat akan dilkukan pada Kamis (19/3) pagi selepas Shubuh hingga Sunrise. Posisi pengamatan adalah ke ufuk timur. Waktu pengamatan adalah mulai sekitar 04:18 WIB saat Bulan terbit, lalu menunggu hingga Hilal semakin tinggi dan saat teramati segera dipotret. Acara pengamatan selesai saat secara hisab Matahari terbit.

Rukyat Hilal Muda:
Observasi dalam rangka mengamati kemunculan Hilal Muda, yakni hilal bulan Jumadal Akhiroh 1436 H paling awal yang bisa dirukyat, akan dilaksanakan pada Sabtu (21/3) sore selepas Sunset hingga Moonset. Posisi pengamatan adalah ke ufuk barat. Waktu pengamatan adalah mulai sekitar saat Matahari terbenam, lalu menunggu hingga Hilal semakin turun dan kontras, kemudian saat teramati segera dipotret. Acara pengamatan selesai saat secara hisab Bulan terbenam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: