Cinta Dunia, Takut Mati

Cinta Dunia,Takut Mati

Cinta Dunia,Takut Mati

“Hampir terjadi keadaan yang mana ummat-ummat lain akan mengerumuni kalian bagai orang-orang yang makan mengerumuni makanannya”. Salah seorang sahabat bertanya; “Apakah karena sedikitnya kami ketika itu?” Nabi menjawab, Bahkan, pada saat itu kalian banyak jumlahnya, tetapi kalian bagai ghutsa’ (buih kotor yang terbawa air saat banjir). Dan pasti Allah akan mencabut rasa segan yang ada di dalam dada-dada musuh kalian, kemudian Allah campakkan kepada kalian rasa wahn”. Kata para sahabat, “Wahai Rasulullah, apa Wahn itu? Beliau bersabda: “Cinta dunia dan takut mati”. (Shahih – HR. Abu Daud, Kitab al-Malahim, Bab, Fi Tadaa’al Umam ‘Alal Islam)

CINTA DUNIA:
Apakah kita memandang kehidupan di dunia ini biasa saja sebagai tempat transit atau sebaliknya kita memandang hanya dunia ini yang kita kejar? Bila dunia yang kita kejar, maka inilah yang menyebabkan hati kita terikat dunia dan akhirnya kita terlalu cinta dunia. Dan terlalu cinta pada dunia akan membuat kita menjadi takut menghadapi kematian.

Mari kita lihat diri kita masing-masing dengan melakukan check-list dari beberapa tanda hati yang sudah terpaut dengan kehidupan semu Dunia:

  1. Kita tidak bersiap siap saat waktu shalat akan tiba.
  2. Kita melalui hari ini tanpa sedikitpun membuka lembaran Al-Qur’an lantaran Kita terlalu sibuk.
  3. Kita sangat perhatian dengan omongan orang lain tentang diri Kita.
  4. Kita selalu berpikir setiap waktu bagaimana caranya agar harta Kita semakin bertambah.
  5. Kita marah ketika ada orang yang memberikan nasihat bahwa perbuatan yang Kita lakukan adalah haram.
  6. Kita terus menerus menunda untuk berbuat baik. “Aku akan mengerjakannya besok, nanti, dan seterusnya.”
  7. Kita selalu mengikuti perkembangan gadget terbaru dan selalu berusaha memilikinya.
  8. Kita sangat tertarik dengan kehidupan para selebriti.
  9. Kita sangat kagum dengan gaya hidup orang-orang kaya.
  10. Kita ingin selalu menjadi pusat perhatian orang.
  11. Kita selalu bersaing dengan orang lain untuk meraih cita-cita duniawi.
  12. Kita selalu merasa haus akan kekuasaan dan kedigdayaan dalam hidup, dan perasaan itu tidak dapat dibendung.
  13. Kita merasa tertekan manakala Kita gagal meraih sesuatu.
  14. Kita tidak merasa bersalah saat melakukan dosa-dosa kecil
  15. Kita tidak mampu untuk segera berhenti berbuat yang haram, dan selalu menunda bertaubat kepada Allah.
  16. Kita tidak kuasa berbuat sesuatu yang diridhai Allah hanya karena perbuatan itu bisa mengecewakan orang lain
  17. Kita sangat perhatian terhadap harta benda yang sangat ingin Kita miliki.
  18. Kita merencanakan kehidupan hingga jauh ke depan.
  19. Kita menjadikan aktivitas belajar agama sebagai aktivitas pengisi waktu luang saja, setelah sibuk berkarir.
  20. Kita memiliki teman-teman yang kebanyakannya tidak bisa mengingatkan Kita kepada Allah.
  21. Kita menilai orang lain berdasarkan status sosialnya di dunia.
  22. Kita melalui hari ini tanpa sedikitpun terbersit memikirkan kematian.
  23. Kita meluangkan banyak waktu sia-sia melakukan sesuatu yang tidak bermanfaat bagi kehidupan akhirat.
  24. Kita merasa sangat malas dan berat untuk mengerjakan suatu ibadah.
  25. Kita tidak kuasa mengubah gaya hidup Kita yang suka berfoya-foya, walaupun Kita tahu bahwa Allah tidak menyukai gaya hidup seperti itu.
  26. Kita senang berkunjung ke negeri-negeri kafir.
  27. Kita diberi nasihat tentang bahaya memakan harta riba, akan tetapi Kita beralasan bahwa beginilah satu satunya cara agar tetap bertahan di tengah kesulitan ekonomi.
  28. Kita ingin menikmati hidup ini sepuasnya.
  29. Kita sangat perhatian dengan penampilan fisik Kita.
  30. Kita meyakini bahwa hari kiamat masih lama datangnya.
  31. Kita melihat orang lain meraih sesuatu dan Kita selalu berpikir agar dapat meraihnya juga.
  32. Kita ikut menguburkan orang lain yang meninggal, tapi Kita sama sekali tidak memetik pelajaran dari kematiannya.
  33. Kita ingin semua yang Kita harapkan di dunia ini terkabul.
  34. Kita mengerjakan shalat dengan tergesa-gesa agar bisa segera melanjutkan pekerjaan.
  35. Kita tidak pernah berpikir bahwa hari ini bisa jadi adalah hari terakhir Kita hidup di dunia.
  36. Kita merasa mendapatkan ketenangan hidup dari berbagai kemewahan yang Kita miliki, bukan merasa tenang dengan mengingat Allah.
  37. Kita berdoa agar bisa masuk surga namun tidak sepenuh hati seperti halnya saat Kita meminta kenikmatan dunia..

Semoga kita tidak termasuk dalam semua kebiasaan di atas… amien

Dari Ustadz BUYA MUHAMMAD NURMAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: