Gerhana Bulan Total – 8 Okt 2014

Bulan Merah-Putih 2014

Bulan Merah-Putih 2014

Tahun 2014, bangsa Indonesia punya gawe besar yakni Pemilu Pil-Leg (milih wakil rakyat) dan Pil-Pres (milih Presiden). Saking besarnya bahkan PilPres hingga kini (saya tulis postingan ini pada 18/8) belum kelar. Nah, tahun 2014 juga istimewa karena bangsa Indonesia akan terlewati fenomena alam yakni Gerhana Bulan Total. Kapan dan di mana? Insya Allah pada Rabu, 8 Oktober 2014..! Dapat diamati di seluruh wilayah NKRI..! Wouw kereeen🙂

.

.
A. MITOS GERHANA : “Doeloe kala, ketika saya masih kecil di kampung saya tinggal terjadi gerhana Matahari. Oleh simbah, saya dilarang keluar rumah karena kalau melihat nanti akan buta. Semua hanya tinggal di dalam rumah dan menanti gerhana selesai. Atau karena sedang ada Butho makan Bulan/Matahari, dll dsj Saat terjadi gerhana Bulan juga aneh, saya disuruh mukul kenthongan, atau kalau mau ambil bantal lalu nyari pohon besar untuk dipukulkan bantal pada pohon tersebut. Atau kalau ndak boleh milih juga alternatif lain, yakni sembunyi di bawah amben (tempat tidur) menemani kakak yang sedang hamil”. Demikian, kisah hidup salah satu teman yang pernah mengalami beberapa kali gerhana namun tidak faham apa yang sebenarnya terjadi. Dan masih lagi mitos2 lain… Lain mitos, lain lagi dengan cerita terkait gerhana. Ada cerita unik dan yaa lucu saja saya ndengarnya. Kisah nyata ini saya rangkum sebagai berikut:

Pada saat GMT 1983 teman saya baru pertama kali ikut sholat gerhana, sehari sebelumnya takmir menjelaskan selebaran ttg cara sholat gerhana, yakni urutannya berdiri, takbir, dst…terakhir salam. Urutan itu diberi nomor dan salam menempati urutan no ke 22. Entah bagaimana, kala itu takmir dan seluruh jamaah memahami bahwa sholat gerhana itu dengan 22 (kali) salam. Akhirnya setelah 2 rokaat dan dua kali ruku’ maka tibalah rukun sholat terakhir yakni mengucapkan salam sambil menolehkan kepala ke kanan lalu ke kiri: ‘assalaamu’alaikum ww toleh ke kanan, assalaamu’alaikum ww lagi lalu ke kiri… ……. begitu sampai 22 kali katanya. “Bahkan saat saya salam ke kanan, samping saya ke kiri; jadi saling melihat”….cerita teman saya. Namun suasana tetap khitmad karena ini pengalaman spiritual pertama. Usai sholat, jamaah mendengar khutbah, dan pulang dengan rasa puas bisa sholat gerhana matahari total (Kusuf). Sebulan berlalu, dan teman saya ragu…masak sholat kok salam saja sampai 22 kali. Aneh katanya. Mencoba meminjam selebaran itu, yg ternyata masih tersimpan di mimbar masjid. Dibaca berulang2, dan akhirnya ketemu akar-soalnya; yakni urutan itu diberi nomor 1,2, dst s/d 22. Jadi itu hanya urutan dan BUKAN jumlah salam sebanya 22 kali…. 🙂

Gimana lucu ndak? kalau lucu jangan lupa ajak teman sebelah anda ketawa biar ndak ketawa sendiri… :v😀 Soalnya pas saya pertama ndegar cerita ini juga ketawa kok … ha ha ha Terima kasih udah mau mau ketawa, minimal senyum meski dikit… Kita lanjut bicara gerhana dalam pandangan agama saya (Islam):

.

B. GERHANA MENURUT ISLAM: Dalil al-Qur’an yang mengupas tentang fenomena gerhana (saling menutupi) nya benda langit, khususnya Matahari Bumi dan Bulan, dapat kita temukan di dalam surat Al-Qiyamah (75) ayat ke-8 dan 9: 75_8--“dan apabila Bulan telah hilang cahanya” 75_9-- “dan Matahari dan Bulan dikumpulkan” Menjawab mitos yang berkembang di masyarakat, meskipun sebenarnya sejak zaman jahiliyah pun sudah terjadi dan akhirnya Islam datang membersihkan mitos2 itu dengan hadits Rasul SAW yang menegaskan sebagai berikut:

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ ، لاَ يَنْخَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا ، وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا

”Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat gerhana tersebut, maka berdo’alah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah.” (HR. Bukhari no. 1044) Jadi Islam melihat Gerhana itu ada 3 point penting yang kudu diketahui:

  1. Takbir. Mari kumandangkan takbir di malam terjadinya gerhana besok itu ya…
  2. Sholat Gerhana. Ayo dirikan sholat gerhana, ingat jangan salamnya 22 kali lho..!. Tentang sholat gerhana (Khusuf untuk gerhana Bulan dan Khusuf untu gerhana Matahari), silakan googling banyak sekali.
  3. Bersedekah. Carilah orang sholeh yang layak anda beri sedekah, apa saja asal barang berharga lho…

Terakhir saya akan membahas sisi ilmiahnya… jieee kereeen🙂

.

C. GERHANA SECARA SAINS: Tahun 2014 ini mestinya ada 4 kali gerhana: GBT pada 15 April 2014, teramati hanya di sebagian Indonesia timur GMC pada 29 April 2014, teramati di sebagian wilayah Indonesia tengah n timur sebagai GMS GBT pada 8 Okt 2014, ini yang sedang kita kupas tuntas..! GMS pada 23 Okt 2014, Indonesia tidak kebagian… Nah, dari semua itu ternyata ya yang akan terjadi pada 8 Okt 2014 nanti itu satu2nya Gerhana yang paling mungkin kita amati di seluruh wilayah Indonesia. Gerhana secara ilmu pengetahun (astronomi) adalah peristiwa alam dimana benda satu sedang di/menutupi oleh benda lainnya. Gerhana Bulan adalah peristiwa alam ketika Bulan ditutupi oleh Bumi, sehingga cahaya Bulan yang mestinya cemerlang menjadi redup karena cahaya yang ‘dipancarkan’ Bulan dari sumber aslinya sinar Matahari sedang tertutup oleh Bumi. Jadi Gerhana Bulan boleh kita sebut Bulan Tertutup (cahayanya) oleh Bumi. Posisi ketiga benda langit saat terjadi Gerhana Bulan adalah sebagaimana dalam gambar di bawah ini:

Posisi Matahari Bumi dan Bulan saat GBT

Posisi Matahari Bumi dan Bulan saat GBT (http://astrobob.areavoices.com)

Sinar Matahari yang akan menyinari Bulan (saat Purnama) terhalang oleh Bumi, dan hasilnya ada dua jenis bayangan Bumi yang akan terkena permukaan Bulan. Ketika permukaan bulan terkena bayangan Bumi yang gelap (umbra), maka itulah puncak GBT.Saat itu kalau langit cerah dan udara tidak terkontaminasi berbagai polutan, maka warna Bulan akan menjadi kemerahan. Selanjutnya, bayangan sebelum dan sesudahnya adalah bayangan agak kabur atau tidak gelap. Bayangan Bumi jenis ini menyebabkan permukaan Bulan masih nampak jelas seolah purnama biasa bila dilihat dengan mata. Namun bila diamati dengan alat optik, maka bayangan Bumi itu masih terlihat pengaruhnya di permukaan Bulan, ini yang disebut Gerhana oleh bayangan Bumi jenis penumbra (semu, ndak gelap2 banget lah). Mengapa terjadi gerhana? Dan mengapa kok gerhana tidak terjadi setiap bulan? Bila dilihat gambar di atas, garis putus2 itu adalah lintasan gerak Buan mengelilingi Bumi. Lintasan ini boleh disebut sebagai bidang edar Bulan dengan pusat edarannya Bumi. Nah bidang edar ini tidak tetapalias tenang begitu saja. Bidang itu kadang bergoyang. Ketika goyangan bidang itu naik di posisi Bulan (keluar gambar), atau turun di posisi Bulan (masuk gambar); maka sinar Matahari menjadi tidak terhalang oleh Bumi, dan hanya terjadi purnama biasa. Begitu, semoga bisa dipahami… amiiin🙂 Atau kalau masih mumet, coba lihat gambar ini:

Simpul Gerhana

Simpul Gerhana (http://ottawa-rasc.ca)

Gerhana baik Matahari maupun Bulan hanya akan terjadi jika posisi Bulan itu di titik (simpul) warna kuning itu. Posisi Matahari jauh di sebelah kiri gambar itu.
.
KAPAN GBT 8 Okt 2014?
Durasi GBT kali ini sekitar : Gerhana Bulan Samar = 5 jam 18 menit 3 detik Gerhana Bulan Inti = 3 jam 19 menit 31 detik Total terjadi selama = 58 menit 50 detik.

Mulai terjadinya gerhana sebenarnya sejak sebelum Bulan terbit dari Indonesia tengah dan barat yakni sekitar jam 15:15 WIB. Gerhana akan selesai pada jam 20:33 WIB.
Untuk wilayah lain, tinggal menyesuaikan saja jamnya.

Catat ini..! puncak Gerhana Bulan Total terjadi pada jam :

17:55 WIB Atau 18:55 WITA Atau 19:55 WIT

.
SIMULASI GBT (8/10/2014):

Berikut simulasi GBT yang akan kita saksikan pada 8/10 nanti. Simulasi ini menggambarkan proses terjadinya gerhana Bulan total, yang dimulai dari Bulan terbit dan berakhir hingga Bulan memasuki fase purnama kembali. Simulasi ini dipercepat dari kecepatan aslinya. Yaa biar ndak kelamaan nunggunya gitu…

Simulasi lain yang ada dua tombol play normal dan play cepat, silakan klik alamat ini:

http://www.timeanddate.com/eclipse/in/indonesia/surakarta

FOTOGRAFI GERHANA:

Kalau kita punya hoby fotografi, maka kesempatan pada Rabu (8/10) malam itu adalah momen istimewa. Selepas maghrib kita mempunyai peluang untuk memotret Bulan yang biasanya saat purnama di awal terbit nampak masih kemerahan, nah ini juga serupa bahkan ditabah fenomena gerhana. Maka visual Bulan yang merah namun indah ini sangat sayang untuk dilewatkan.

Bagaimana caranya memotret Bulan saat gerhana nanti? Sebenarnya serupa dengan memotret saat Purnama, hanya tentunya pengaturan exposure dan speed harus sesuai. Di sini perlu kemahiran dan gerak cepat saat momen itu tertangkap di kamera. Sebab bila lambat, bisa jadi kena awan dan bisa jadi Bulan muncul namun gerhana udah kelewat. Bila sudah mendapatan, jangan lupa dibagi (sharing) dengan teman2 lain via dunia maya temtunya…🙂

Sekitar selepas Isyaa gerhana akan segera berakhir dan Bulan kembali ke fase purnama. Sebaiknya jangan dilepas momen ini, karena kita akan punya dua foto purnama: Purnama Merah dan Purnama Putih. Dengan aplikasi pengolah foto,kita crop lalu kita pasang atas bawah, maka jadilah warna purnama (8/10) sebagai Purnama Merah-Putih 2014 – Gerhana Bulan Total dan Purnama Bulan Total…

Kira2 nanti hasilnya akan seperti ini:

Bulan Merah-Putih 2014

Bulan Merah-Putih 2014

Temtunya, bila cuaca mendukung, namun bila mendung yaa bersabar lah menanti karya teman2 kita yang lain. Selamat berkarya teman2…!

(y)

Nah, terbukti khan bahwa tahun 2014 memang tahun istimewa bagi bangsa Indonesia….

—-

#semoga presiden kita nanti peduli astronomi… amiin 19x

4 Tanggapan

  1. Hoo baru kepikiran kalau gerhana bulan warnanya bisa merah putih. Berarti yg pertama kali benderanya ada di Bulan itu Indonesia dong ya? hehe😀

    Suka

  2. Kenapa setiap gerhana bulan slalu mendung? Hanya 1 kali saya sempat kebagian gerhanaB MUNGKIN TH …LUPA…d banyak binatang yg berisik=ayam …anjing burung…th ini pd molor binatangnya ngga bisa ketawa ha ha

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: