Kapan 1 Syawwal 1433 H?

Hilal 1 Syawwal 1433 H

Hilal 1 Syawwal 1433 H

Insya Allah, secara hisab dan rukyat, 1 Syawwal 1433 H = Ahad, 19 Agustus 2012 M. Andai Hilal pada Sabtu, 18 Agustus 2012 tidak terlihat di Indonesia, namun karena patokan Pemerintah RI adalah Imkan-Rukyat (sederhananya asal tinggi Hilal > 2 derajat), maka bulan baru sudah masuk. Inilah yg akan terjadi selama 3 tahun ke depan, 2012 s/d 2014; Permulaan Ramadhan akan berbeda antara Hisab dan Rukyat. Namun akan selalu bersama dalam mengakhiri Ramadhan dan mengawali Syawwal.

HILAL AKHIR RAMADHAN 1433 H:

Pengamatan Hilal penentu berakhirnya bulan Ramadha dilakukan dua hari, yakni Kamis, 16 Agustus 2012 dan Jum’at, 17 Agustus 2012 sebelum Matahari terbit di ufuk timur.

Dari kedua hari tersebut, Hilal nampak dengan mudah oleh mata tanpa alat adalah pada Kamis, 16 Agustus 2012 karena ketinggian hilal sekitar 16 derajat. Namun pada Jum’at 17 Agustus 2012, Hilal sulit teramati karena cuaca langit timur berkabut tipis. Hilal pada Jum’at kira2 setinggi 8 derajat dari Solo.

HILAL AWAL SYAWWAL 1433 H

Pengamatan Hilal awal Syawwal dilakukan juga dua hari, masing-masing pada Jum’at dan Sabtu, 17 dan 18 Agustus 2012 selepas Ashar atau sekira jam 5 sore sampai Moonset.

Pada Jum’at sore, tinggi Hilal sekitar -5 derajat dari Solo Raya, sehingga mustahil teramati. Baru pada Sabtu, 18 Agustus 2012, Hilal sudah setinggi sekitar 6-7 derajat. Namun ketinggian di bawah 10 derajat sangatlah sulit diamati dengan mata tanpa alat. Dengan teleskop prestasi Bosscha, hilal dapat diamati dengan cuaca cerah adalah seitar 7 derajat. Nah, kalau pada Sabtu hilal tetap tidak teramati, mestinya Istikmal, dan lebaran akan jatuh pada Senin, 20 Agustus 2012.

Namun, karena kriteria Pemerintah bukan rukyat hakiki, tetapi rukyat-imkan (Imkanurrukyah), dengan batas ketinggian hilal terkoreksi adalah 2 derajat, umur hilal 8 jam; atau tinggi terkoreksi 2 derajat-elongasi terkoreksi 3 derajat; maka: Lebaran atau 1 Syawwal 1433 H versi Pemerintah (yang akan diputuskan pada sidang itsbat yg dipimpin Menteri Agama, Sabtu 18 Agustus 2012 petang) adalah Ahad, 19 Agustus 2012.

Berikut visual dari Visibilitas (peluang kenampakan) Hilal Syawwal 1433 H, dilihat dan dihitung dari markas di Observatorium CASA-PPMI Assalaam, Solo Jawa Tengah.

Visibilitas Hilal Syawwal 1433 H

Visibilitas Hilal Syawwal 1433 H

KESIMPULAN:

HISAB –> 1 Syawwal 1433 H = Ahad, 19 Agustus 2012 M

RUKYAH –> 1 Syawwal 1433 H = Ahad, 19 Agustus 2012 M

HISAB berpuasa selama 30 hari. Rukyah berpuasa selama 29 hari. Rasulullah SAW berpuasa, pernah 29 hari juga pernah 30 hari.

Tambahan…

Versi Hisab vs Rukyat pada 1433 H:

Awal Dzulqo’dah BERBEDA

Awal Dzulhijjah BERSAMA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: