Temu Kerja BHR 2012 di Pontianak

Selasa-Kamis, 10 – 12 April 2012 adalah moment yang akhirnya jadi waktu untuk digelarnya Temu Kerja Nasional Badan Hisab Rukyat Kementerian Agama RI di Hotel Grand Mahkota, Jl. Sidas no. 8 Pontianak Kalimantan Barat. Dalam Temu Kerja kali ini dibahas awal Ramadhan, Syawwal dan Dzulhijjah 1433 H.

Temu Kerja Nasional BHR RI ini juga membahas Taqwim 2014 dan 2022 serta Gerhana selama tahun 2014 dan 2022. Acara dibuka Pgs. Dirjend Bimas Islam Kemenag RI, Prof. Dr. H. Abdul Jamil, MA (mantan Rektor IAIN Walisongo Semarang) dan diikuti 45 peserta. Saya dan Pak Ma’rufin adalah peserta baru.

Hari ke-1:

Acara yg semula dibuka pada sore, namun karena Bapak Dirjend Bimas Islam Kemenag RI belum hadir, maka acara sore diisi dengan pembahasan peran BHR di masa depan. Acara sore yang dipimpin Ketua Pelaksana Temu Kerja, Bapak Drs. H. Muhyidin Chozin, M.Ag., berakhir menjelang maghrib.

Pada malamnya baru acara secara resmi dibuka oleh Pgs. Dirjend Bimas Islam Kemenag RI, Prof. Dr. H. Abdul Djamil, MA. Pesan Bapak Dirjend agar BHR ke depan menjadi salah satu pusat pengkajian dan penelitian serta pengembangan bidang ilmu falak, khususnya yang berkaitan jadwal waktu sholat, kalender hijriyah serta arah kiblat juga gerhana.

Dalam sejarah, para ahli falak selalu memberikan andil yang luar biasa bagi ummat. Dan tidak jarang berseberangan dengan keputusan pemerintah. Tradisi seperti ini menjadi pertanda bahwa ilmu falak dan menguasainya memang keahlian yang langka di masyarakat.

Beliau mencontohkan, pada Pemerintah RI melarang masyarakat keluar pada saat terjadi Gerhana Matahari Total pada tahun 1983, dikhawatirkan akan terkena radiasi sinar ultraviolet dari Matahari; justru Kyai Turaichan dari Kudus selepas khutbah Jum’at menganjurkan kepada para jamaah agar turun ke jalan untuk beramai2 menyaksikan fenomena alam kekuasaan Alloh SWT ini.

Ke depan BHR yang merupakan kumpulan para ahli dan praktisi di bidang ilmu falak dan astronomi ini kembali dapat mewarnai dan menjadi LITBANG bagi kemajuan ilmu falak di Indonesia. Semua ini sangat mungkin dimulai dari BHR ini, pesan pak Dirjend.

Usai pembukaan, dilanjut Coffee Break, lalu pembahasan Ramadhan-Syawwal-DzulHijjah 1433 H atau 2012 ini. Acara berakhir jam 11 malam, dan dilanjut istirahat malam.

Hari ke-2:

Pembahasan Hisab Ramadhan-Syawwal-Dzulhijjah 1433 H (2012) dan 1434 H (2013), ditinjau dari berbagai metode hisab yang berpengaruh di Indonesia. Acara ini berlangsung sampai siang, dilanjut pembahasan hisab Taqwim 2014 dan 2022, serta Gerhana Bulan dan Matahari selama 2014 dan 2022. Acara ini berlangsung sampai malam.

Pada malam dilaksanakan Penutupan Temu Kerja BHR 2012  ini oleh Bapak Direktur Jenderal URAIS Kemenag RI, Drs. Ahmad Djauhari, M.Si.

Dalam sambutannya, beliau menegaskan harapannya; agar para ahli dan pakar di bidang ilmu falak ini tetap siap membantu Kemenag RI untuk menemukan metode terbaik demi persatuan dan kesatuan taqwim hijriyah di Indonesia.

Sudah sekitar 30 tahun, BHR berkutat untuk menemukan formula penyatuan; namun sampai sekarang belum berhasil, meski upaya selalu dilakukan. Semoga upaya melalui BHR yang lebih intensif akan segera menemukan rumus yang tepat untuk penyatuan kalender ummat Islam di Indonesia ini.

Hari ke-3:

Pagi hari, peserta berkesempatan mengunjungi salah satu ikon kota Pontianak, yakni Tugu Khatulistiwa yang terletak di garis lintang Nol derajat.

Eh, ternyata Tugu itu sudah tidak di atas lintang NOL. Tetapi sudah bergeser ke selatan sekitar 130 meter.

Berita lain di Bimas Islam.

Galeri :

Satu Tanggapan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: