Hilal 1 Syawwal 1432 H

Hilal baru lahir...!

Hilal baru lahir...!

Hilal 1 Syawwal menandai masuknya bulan Syawwal 1432 H. Secara hisab maupun rukyah, status hilal sama; namun untuk bisa melihatnya; maka hisab berperan membantu menemukan posisinya. Dan rukyah akan menjadikan sasaran lihat nampak indah dan menakjubkan…. Berikut Hilal penanda Lebaran 1432 H yang saya kumpulkan dari teman2 di dunia…

Hilal Penutup Ramadhan:

Hilal ini disebut juga Hilal Tua, saat melihatnya selepas sholat Shubuh sampai saat Matahari terbit; di arah ufuk Timur.

Saya mencoba melukis Hilal via kamera, namun gagal karena pada 28 Ramadhan 1432 H, langit di tiur rumah saya mendung.

Ada teman di Jeman yg berhasil mengabadikannya:

Waning Crescent Ramadhan 1432 AH

Waning Crescent Ramadhan 1432 AH

Keesokan harinya, 29 Ramadhan 1432 H; langit lumayan cerah; namun ketinggian sudah di bawah 5 derajat, bahkan saat sunrise sekitar 2.8 derajat saja. Namun, kegagalan ini sedikit terobati setelah menjepret Sunrise di punggung gunung Lawu:

Sunrise on Lawu

Sunrise on Lawu

Hilal Konjungsi:

Yakni Hilal saat berpapasan dengan Matahari, atau disebut Ijtimak atau Konjungsi. posisi Bulan di sebelah selatan Matahari sekitar 6.6°, pada sekitar jam 10.30 pagi Waktu Jerman (GMT+2).

Hilal baru lahir...!

'Bayi' Hilal yg baru lahir...!

Hilal 1 Syawwal:

Sampai detik saya menulis, belum ada laporan bahwa Hilal 1 Syawwal 1432 H terlihat pada Senin 29 Agustus 2011.

Laporan terlihat ada dari Indonesia, Cakung dan Jepara; namun sayang saya tidak mendapatkan hasil fotonya. Saya dan juga kita pasti ingin sekali bisa melihat juga, Hilal di bawah 2° itu seperti apa ya…

Hilal Syawwal baru mulai terlihat dengan mudah H ijtimak+1 , termasuk saya berhasil mengabadikannya dari Solo Indonesia, Selasa 31 Agustus 2011, alt=12 deg:

Hilal 1 Syawwal 1432 H

Hilal 1 Syawwal 1432 H

Laporan Observasi Hilal di seluruh dunia, pada Syawal 1432 H ada di MCW : http://moonsighting.com/1432shw.html

Juga di ICOP : http://icoproject.org/icop/shw32.html

Saya alhamdulillah ikut memberi sumbangsih untuk laporan dari wilayah Indonesia, baik di MCW atau ICOP.

Awal Syawwal di beberapa Negara:

Selasa, 30 Agustus 2011:

  1. Afghanistan (Follow Saudi)
  2. Albania (Follow Saudi)
  3. Armenia (Follow Saudi)
  4. Austria (Follow Saudi)
  5. Azerbaijan (Follow Saudi)
  6. Bahrian (Follow Saudi)
  7. Bangladesh (Some areas follow Saudi)
  8. Belgium (Follow Saudi)
  9. Bolivia (Follow Saudi)
  10. Bosnia and Hercegovina (Follow Saudi)
  11. Bulgaria (Follow Saudi)
  12. Canada – Fiqh Council of North America/Islamic Society of North America OR follow news from other countries
  13. Chechnia (Follow Saudi)
  14. Chile (Local Sighting)
  15. China (Local Sighting that we believe erroneous this time)
  16. Cosovo (Follow Saudi)
  17. Denmark (Follow Saudi)
  18. Egypt – Moon Born before sunset & moon sets at least 5 minutes after sunset
  19. Finland (Follow Saudi)
  20. France (Follow Saudi)
  21. Georgia (Follow Saudi)
  22. Hungary (Follow Saudi)
  23. Iceland (Follow Saudi)
  24. Iraq (Follow Saudi)
  25. Ireland (Follow Saudi)
  26. Italy (Follow Saudi)
  27. Jordan (Follow Saudi)
  28. Kazakhstan (Follow Saudi)
  29. Kuwait (Follow Saudi)
  30. Kyrgizstan (Follow Saudi)
  31. Lebanon (Follow Saudi)
  32. Luxembourg (Follow Saudi)
  33. Malaysia – Age > 8 hours, altitude > 2°, elongation > 3°
  34. Mauritania (Follow Saudi)
  35. Montenegro (Follow Saudi)
  36. Mozambique (Local Sighting)
  37. Netherlands (Follow Saudi)
  38. Nigeria (Announced)
  39. Norway (Follow Saudi)
  40. Palestine (Follow Saudi)
  41. Philippines (Follow Saudi)
  42. Qatar (Follow Saudi)
  43. Romania (Follow Saudi)
  44. Russia (Follow Saudi)
  45. Saudi Arabia (Local Sighting – Official Announcement)
  46. Spain (Follow Saudi)
  47. Sudan (Follow Saudi)
  48. Sweden (Follow Saudi)
  49. Switzerland (Follow Saudi)
  50. Syria (Follow Saudi)
  51. Tajikistan (Follow Saudi)
  52. Taiwan (Follow Saudi)
  53. Tatarstan (Follow Saudi)
  54. Tunisia – Criteria of age, or altitude, or sunset-moonset lag
  55. Turkey – Altitude > 5°, elongation > 8°
  56. Turkmenistan (Follow Saudi)
  57. U.A.E. (Follow Saudi)
  58. UK (Follow Saudi) [Coordination Committee of Major Islamic Centres and Mosques of London]
  59. USA – Fiqh Council of North America/Islamic Society of North America. The criteria are Moon must be born before Sunset in Makkah, and moonset after sunset in Makkah. These criteria are not applicable for Eid-al-Adha, for which it is relied on Saudi Announcement of Hajj.
  60. Uzbekistan (Follow Saudi)
  61. Yemen (Follow Saudi)

Rabu, 31 Agustus 2011:

  1. Australia (Local Sighting)
  2. Bangladesh (One group – Local Sighting)
  3. Barbados (30 days completion)
  4. Brunei (Local Sighting)
  5. Fiji Islands (Local Sighting)
  6. Guyana – Local Moon Sighting
  7. India (Local Sighting)
  8. Indonesia (30 days completion – Official Announcement)
  9. Iran (Local Sighting)
  10. Kenya (Local Sighting)
  11. Libya – Moon must be born before Fajr in Libya
  12. Madagascer (Local Sighting)
  13. Malawi (Local Sighting)
  14. Mauritius (Local Sighting)
  15. Morocco (Local Sighting)
  16. Namibia (30 days completion)
  17. Netherlands (30 days completion)
  18. New Zealand (30 days completion)
  19. Oman (30 days completion, since not possible on August 29)
  20. Pakistan (Local Sighting)
  21. South Africa (30 days completion)
  22. Sri Lanka (Local Sighting)
  23. Suriname – News from Guyana if not seen in Suriname
  24. Tanzania (30 days completion)
  25. Trinidad & Tobago (Local Sighting)
  26. UK (30 days completion) [Wifaaqul ulama), (Ahle Sunnat Wal Jamaat], OR (Sighting from countries east of UK)
  27. USA (Local Sighting) [Shi’aa Community, Houston Hilal Committee, Chicago Hilal Committee]
  28. Zambia (Local Sighting)
  29. Zimbabwe (Local Sighting)

9 Tanggapan

  1. Pak AR, itu yang malaysia pemerintah kah atau sperti kita sebagaian saja ya pak?

    salam

    Suka

  2. di tv 0ne ada presentase singkat,bahwa bulan termuda umurnya 13 jam-an dari ijtima’.,kalau ijtima’ nya jam 10.05 pagi,maka pada sore
    hari tanggal 29 agustus 2011,jam 17.35,hilal belum bisa dilihat.

    karena baru berumur sekitar 7,5 jam.

    Suka

  3. Pak AR…kalau menurut saya tim rukyat cakung sudah cukup berpengalaman dalam merukyat hilal. Mereka sudah berpengalaman 50 tahun lebih. Bahkan tiap bulan mereka selalu melakukan rukyat.
    Coba sekali-kali anda ikut rukyat di sana….ternyata mereka memiliki 11 cari hisab hilal…
    Bisa saja ada ilmu yg anda tidak ketahui, tapi mereka tahu….

    Benar mas Alfian, sahabat saya selalu kontak, bahkan sebelum rukyah saya komunikasi dengan sahabat saya yg di Cakung, makanya saya tahu kalau hasil di sana untuk akhir Ramadhan 1432 H ini ada 3 macam. bahkan di FB saya sebut Cakung itu asset ilmu falak negeri ini, kalau mereka difasilitasi dengan teleskop digital dan DSLR, pasti dunia akan belajar banyak kepada Cakung.
    Namun, saya bersumber dari TVOne yg mewawancarai ustadz kita yg berhasil melihat hilal Senin lalu, jam 17:40 beliau melihat Hilal, namun jam 17:45 menurut beliau juga, Matahari baru terbenam. Ini FATAL…
    ‘Ala kulli haaal, insya Alloh antum paham, saya tetap husnudlon pada para asatidz di Cakung kok…salam

    Suka

    • FATAL nya gimana Pak Ar, bisa dijelasana lebih lanjut???

      Suka

      • FATAL hanya istilah saya, artinya secara awam, Matahari masih bersinar apa yg mungkin kita melihat bintang apalagi Bulan Sabit yg baru berusia di bawah 7 jam atau dengan ketinggian sekitar 1 derajat itu… salam

        Suka

    • assalamua’alaikum, sy jg ikut tim bhr dki tuk rukyat pd saat penentuan 1 syawal, namun kami tdk melihat hilal, mengenai sistem di cakung, kita akui kehebatan mereka karena menguasai 23 metode hisab, namun yg disayangkan, ketika mereka menyandarkan hitungan hisabnya kepada kitab sullam (yang hasilnya selisih lbh dr 1 drjt lbh banyak drpd aphmemeris), tp untuk stndr imkanurrukyah mrk menyandarkan hasil aphemeris(mabims) yang standar imkanurrukyat nya minimal 2 drjt, padahal jelas-jelas-jelas di kitab sullam, standar minimal imkanurrukyat tuh berbeda-beda, namun di dalam kitab itu juga disebutkan minimal imkanurrukyat adalah 6 drjt. kalau sja konsisten dengan kitab itu, maka….

      terima kasih infonya pak Lutfi, senang bisa dikunjungi…salam

      Suka

  4. http://icoproject.org/icop/shw32.html

    Wah Laporan Pak AR dipakai disana yah?

    ya Pak…sekedar mitutur pada dunia, salam

    Suka

  5. Bukannya bulan Sya’ban juga 30 hari, apakah bisa Romadhon juga 30 hari ?

    Bagaimana dengan hadist ini ustadz, Rosul saja percaya sama seorang Arab Badui, kenapa tidak percaya sama tim rukyat Cakung?

    Dari Ibnu Abbas Radliyallaahu ‘anhu bahwa ada seorang Arab Badui menghadap Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam, lalu berkata: Sungguh aku telah melihat bulan sabit (tanggal satu). Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bertanya: “Apakah engkau bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah?” Ia berkata: Ya. Beliau bertanya: “Apakah engkau bersaksi bahwa Muhammad itu utusan Allah.” Ia menjawab: Ya. Beliau bersabda: “Umumkanlah pada orang-orang wahai Bilal, agar besok mereka berpuasa.” (Riwayat Imam Lima. Hadits shahih menurut Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban)

    Terus kalau melihat bulan tgl 12 Sep kemarin sudah purnama http://kaltim.tribunnews.com/2011/09/13/12-september-purnama-artinya-1-syawal-29-agustus

    1. Ramadhan 30 hari di zaman Rasul SAW pernah. Bahkan tahun 1433 H besok, secara hisab -wujudul hilal- Ramadhan 1433 akan berjumlah 30 hari, kecuali kalau MD sudah ganti kriteria.

    2. Laporan hasil Rukyah: Nah…dari hadits di atas saya kopas (Beliau bersabda: “Umumkanlah pada orang-orang wahai Bilal, agar besok mereka berpuasa.”).
    Perhatikan, bahwa sang perukyah itu harus melapor kepada Rasul SAW, dan bukan dia langsung woro-woro/mengumumkan. Jadi Rasul SAW lah yg berhak memutuskan/mengumumkan, ya salah satunya dengan memerintahkan Bilal bin Raobah itu. Nah, kontek kita di Indonesia, semua dilaporkan ke Pemerintah, terserah Pemerintah yg memutuskan. Kita pada posisi tho’at ulil amri, illat yg lain ndak perlu dibuat2…sekali lagi, karena ini urusan ibadah yg bersifat syi’ar. Demikian versi saya. Wa Allo A’lam

    Tanggapan Hilal Cakung akan saya buat tulisan tersendiri.

    2. untuk Purnama, sama sekali tidak ada nash baik qur’an atau hadits. Jadi kalau Purnama jadi acuan menentukan awal syawwal (urusan ibadah mahdloh), ini fiqih yg tidak bisa gunakan, karena bertentangan dengan hadits mutawatir ttg rukyah awal bulan di 29 buln sebelumnya itu. Kalau Purnama untuk dokumentasi itu urusan dunia, silahkan saja. atau berita lain juga banyak, al: http://www.dakwatuna.com/2011/09/14596/lapan-purnama-tak-bisa-menentukan-1-syawal/

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: