Tarian Langit

Tarian Langit

Tarian Langit

Tarian Langit ketika malam yang sangat cerah, ternyata sangat indah, mengagumkan dan mensyikkan. Tarian ini hanya terlihat oleh hasil jepretan kamera, sebab mata kita tidak merasa kalau objek angkasa yg terlihat itu sebenarnya bergerak.

Semua objek angkasa yang terlihat dari lintang rendah, adalah bergerak dari arah Timur menuju ke Barat. Contoh paling kentara, Bulan terbit di ufuk timur, lalu bergerak ke atas, lama-lama di atas kepala, kemudian di ufuk barat dan akhirnya tenggelam. Begitu juga planet2 lain, dan juga semua bintang dan objek langit lainnya. Fenomena ini terlihat memutar membentuk lingkaran, ketika lintang pengamatan meninggi sampai ke kutub Bumi.

Teknik Memotret Tarian Langit:

Jika kita sedang berada di di daerah yang sepi, di mana langit terlihat banyak bintang & tidak terganggu dengan lampu-lampu kota, kita dapat memotret lintasan bintang seperti ini:

Star Trails karya KFT

Untuk menghasilkan foto seperti di atas, kita butuh exposure yg panjang 30-60 menit tetapi pengalaman saya kalau kita menggunakan 1 shot saja, maka:

1. Noise sangat tinggi, meskipun sdh ISO 100, kemungkinan karena sensor panas.
2. Processing foto di kamera stlh shot lama, bisa smp 1 jam.
3. Risiko sensor jebol tinggi.

Setelah saya & Daryl mencari ke sana-sini teknik yg lebih baik, maka kami mendapatkan satu teknik yg cukup mumpuni dari bukunya Harold Davis “Creative Night Shot”. Cara tersebut sebagai berikut:

1. Siapkan tripod + shutter cable release. Gunakan lensa wide atau fisheye untuk menangkap bintang sebanyak-banyaknya.
2. Atur komposisi yg diinginkan.
3. Fokus, jgn terpaku selalu pk infinity karena pd beberapa tempat & lensa tidak pas betul di infinity.
4. Try out shot, pk bulb dan coba f/5.6, 4 menit, ISO 100. Mirror lock ya.
5. Evaluasi try out shot dan kalau kurang jelas bintang-bintangnya, tambahkan exposure ke 5 menit. Masih kurang juga, coba di 6 menit. Biasanya tidak akan lebih dari 6 menit.
6. Setelah berhasil, lakukan shot yg sebenarnya sebanyak 6-10 sekali. Jgn terlalu lama review hasil masing-masing shot. Bahkan kalau sudah yakin, tidak perlu review setiap shot. Kalau terlalu lama jeda antar exposure, garis lintasan bintangnya banyak putus-putus. Buat yg punya timer controller shutter release, manfaatkan fasilitas dari TC ini sehingga kita tidak usah menghitung lama exposure tiap shot & buat jeda 0 atau 1 detik saja.

Contoh 2 dari 8 shoots:

Shoot ke 1:

Star Trails Karya Iariawan KFT

Star Trails Karya Iariawan KFT

Shoot ke 3:

Star Trails Karya Iariawan KFT

Star Trails Karya Iariawan KFT

Setelah kita punya 6-10 shots, tinggal menggabungkannya di Photoshop. Cara menggabungkannya:

1. File –> Scripts –> Statistics
2. Pada Choose Stack Mode, pilih Maximum
3. Pilih file-file yg mau digabung
4. Selesai, jadilah star trails.

Hasil penggabungan:

Star Trail karya Daryl Ariawan

Star Trail karya Daryl Ariawan

Reff = KFT

Galery Tarian Langit Malam:

Star Trails by:NASA

Star Trails by:NASA

Bookmark and Share

9 Tanggapan

  1. menakjubkan

    Suka

  2. Benar-benar luar biasa!!!

    Suka

  3. seandainya bisa melakukan itu. lum bisa make kamera profesional pak,he3

    Suka

  4. jamil jiddan tadz!!!

    Suka

  5. Subhanallah!
    Tulisan yang sangat menarik,
    Ditunggu artikel menarik yang lain.

    Suka

  6. Sangat-sangat hebat

    Suka

  7. seperti tarian perang indonesia yang cerah!!
    tak berasap dan berdebu.
    hijau kilauaannya.
    mantap lanjutkan agan-agan…

    Suka

  8. subhanallah,,ijin shared pak

    Suka

  9. Subhanallah, Ijin share pak….

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: