Supermoon : Omong Kosong

Supermoon..?

Supermoon..?

Bulan Purnama Maret 2011 memang merupakan Purnama paling besar semenjak 19 tahun ini, dan membuat langit menjadi sangat cerah dan terang benderang. Malam itu meski jam 1 dini hari, namun cahaya bulan benar2 menjadi penerang bagi gegelapan…. Fenomena sepanjang 19 Tahun.

PURNAMA 19-19:

Berikut foto yang semalem saya ambil:

Purnama 19/19

Purnama 19/19

Posisi Bulan di atas, berjarak sekitar 356.575 km dari Bumi, padahal ketika menjauh bisa mencapai lebih dari 400.000 km . Fase Purnama pada tingkat 100%  atau Purnama Penuh, benar2 Full Moon.

Haadla al-Badru, inilah Bulan Purnama…!

Kebetulan, secara UT/GMT; purnama terjadi pada tanggal 19 Maret 2011. Atau 20 Maret 2011 waktu Indonesia. Dan fenomena Bulan sedekat dan sebesar ini akan terjadi dalam periode sekitar 19 tahun.

Pada tanggal 19, bulan akan lebih dekat – dan dengan demikian lebih besar – daripada sebelumnya dalam dua dekade. Perhatikan gambar di bawah ini, dua bulan tersebut diambil saat beda jaraknya dari Bumi, saat terjauh dan saat terdekat. Memang ada perbedaan dalam ukuran.

 Apogee/Perigee Anthony Ayiomamitis

Apogee/Perigee: Anthony Ayiomamitis

Fenomena sebelumnya juga terjadi pada tahun 1992. Bulan Purnama (Full Moon) malam itu benar2 muncul sekitar 14 persen lebih besar dan lebih terang dari biasanya, namun walaupun terang, istilah ‘supermoon’ memiliki sisi gelap di balik terangnya sang Rembulan.

‘Supermoon’ telah dikaitkan dengan bencana alam besar di masa lalu, dari gempa bumi sampai banjir – yang banyak dilontarkan oleh astrologis.  Sedang para astronom dan ilmuwan,  mengatakan bencana adalah tidak ada kaitannya langsung oleh sebab adanya ‘Supermoon’.

Pada 19 Maret (UT) atau 20 Maret (WIB), saat Bulan di titik perigee tahun ini, merupakan titik orbit bulan yang paling dekat ke Bumi. Orbit Bulan yang berbentuk elips menyebabkan jarak Bulan bervariasi ke  Bumi. Perigee Bulan tahun ini, kata Steve Owens di Dark Sky Diary, sekitar 8 persen lebih dekat ke Bumi daripada biasanya, dan sekitar 2 persen lebih dekat ke Bumi dari periode Bulan perigee rata-rata. Bahkan, itu akan menjadi posisi terdekat sejak 1992.

Selepas Shubuh, penampakan Bulan menjadi semakin indaaaah:

Purnama nan Indaaaah

Purnama nan Indaaaah

SUPER MOON sekedar OMONG KOSONG:

Luapan kegembiraan adalah wajar saat “Supermoon” terjadi pada tanggal 19 Maret 2011, karena Bulan akan mendekati Bumi paling dekat sejak tahun 1992.

Menurut Richard Nolle,seorang profesional astrolog bersertifikat, supermoon selama 2011 akan terjadi selama 6 kali, 3 kali saat bulan baru dan sisanya bulan purnama:

MAR 19, 2011 pada  18:10 GMT saat purnama
APR 18, 2011 pada 02:45 GMT saat purnama
SEP 27, 2011 pada 11:10 GMT saat bulan baru
OCT 26, 2011 pada 19:57 GMT saat bulan baru
NOV 25, 2011 | 06:10 GMT saat bulan baru

Namun, apakah supermoon itu benar2 membuat wajah bulan menjadi tambah besar…? Atau hanya sekedar nama yang dibesar2kan…?

Bulan itu Tidak Besar

Bulan itu ya segitu...

Pada bulan ini perigee Bulan akan mencapai 356.577 km dari Bumi, dan memang akan di terdekat dalam hampir 20 tahun. Tapi seberapa dekat itu dibandingkan dengan perigee lain?

Jarak rata-rata perigee Bulan, yang sekitar ~ 364.000 km. Jarak terjauh atau apogee rata-rata 405.000 km. Sedang jarak normal Bulan – Bumi rata-rata 385.000 km.

Kira-kira “Supermoon”, apakah akan mendekat ~ 2% lebih dekat ke Bumi daripada bulan paling perigee? Sungguh sebuah spekulasi saja. Apalagi bila definisinya sampai 90%…. Wow..!

Bulan mendekat dan membesar ke Bumi, apa sih artinya bagi mata kita? Secara visual, tidak ada sama sekali. Bulan akan menjadi besar di langit, tetapi mata kita tidak akan benar-benar bisa membedakannya. Atau katanya menjadi lebih cerah, tetapi mata kita tetap tidak bisa membedakan secara siginifikan, sehingga  “Supermoon” akan tampak persis sama seperti yang selalu terjadi kalau sudah penuh atau purnama seperti bulan2 biasa.

 

ILUSI sebuah REMBULAN:

Pada atau sekitar 19 Maret, ketika apa yang disebut “Supermoon” terjadi, pada pendekatan yang terdekat dengan Bumi selama dua dekade, orang memang akan melaporkan bahwa Bulan tampak jauh lebih besar dari biasanya. Tapi itu tidak akan benar-benar jauh lebih besar di langit sama sekali. Semuanya ada dalam persepsi kita!

Bulan memang besar tuuh

Bulan memang besar tuuh...

Kita melihat Full Moon di atas begitu besar di ufuk cakrawala. Apakah Bulan benar2 tampak begitu besar ya…? jawabannya adalah: tidak, benar-benar.

Bulan mengorbit Bumi dalam orbit elips, artinya bahwa jaraknya ke Bumi tidak selalu sama. Terdekat Bulan pernah mendekati ke Bumi (disebut perigee) adalah pada jarak 364.000 km, dan terjauh yang pernah mencapai (apogee) adalah sekitar 406.000 km (angka-angka ini bervariasi, dan fenomena Full Moon pada tanggal 19 Maret 2011 ternyata bisa lebih dekat dari 357.000 km).

Jadi perbedaan persentase dalam jarak antara rata-rata perigee dan apogee sekitar ~ 10%. Artinya, jika purnama terjadi bersmaan dengan perigee, pendekatan bisa mencapai 10% lebih dekat.

10% ini sama sekali bukan yang menyebabkan penampakan Bulan menjadi seolah besar sekali seperti yang nampak di cakrawala, namun 10% itu bila di atas kepala kita, ya tetap nampak kecil seperti gambar di atas, seolah Bulan itu sedang berayun.

Bulan itu Tidak Besar
Bulan sedang berayun

Apa yang benar-benar menyebabkan Bulan terlihat besar  tersebut adalah sirkuit di otak kita. Ini adalah ilusi optik, sehingga terkenal sebagai: Ilusi sebuah remBulan.

Jika Anda mengukur ukuran sudut Bulan Purnama di langit itu bervariasi antara 36 menit busur (0,6 derajat) di perigee, dan 30 menit busur (0,5 derajat) di apogee, tetapi perbedaan ini akan terjadi dalam sejumlah orbit lunar (bulan), tidak sepanjang malam selama. Bahkan jika Anda mengukur ukuran sudut dari Bulan Purnama sesaat setelah terbit, lalau beberapa jamkemudian dan pada saat Bulan itu di atas kepala kita, hasilnya tetap sama dan tidak ada perbedaan ukuran sama sekali.

Jadi mengapa otak kita berpikir bahwa ukuran Bulan saat di atas ufuk lebih besar ketimbang ketika di atas kepala? Tidak ada konsensus yang jelas mengenai hal ini, tetapi dua penjelasan paling masuk akal adalah sebagai berikut:

1. Ketika Bulan rendah di cakrawala ada banyak objek (bukit, rumah, pohon, dll) sebagai pembandingk ukurannya. Ketika itu ketinggian tidak begitu nampak. Hal ini dapat menciptakan sesuatu mirip dengan Illusion Ebbinghaus, dimana 2 objek yang sama rukurannya, akan tampak berbeda ketika ditempatkan di lingkungan yang berbeda. Perhatikan ukuran lingkaran oranye di bawah ini…: Sama seolah beda…!

Dua lingkaran oranye yg sama besar

Dua lingkaran oranye yg sama besar

2. Bila kita perhatikan, foto di atas, pohon dan orang yang seolah di depan Bulan itu adalah berada jauh dari Bulan dan itu benar.  Bulan nampak masih lebih besar dari Pohon, lebih2 orang itu. Dan memang pohon dan orang itu di Bumi yang sangaaaat jauh dari Bulan. Jadi Bulan memang benar2 besar….!

| MAR 19, 2011 | 06:10 PM | FULL MOON | 28VI48 | X |    |   |   |
| APR 18, 2011 | 02:45 AM | FULL MOON | 27LI44 |   |    |   |   |
| SEP 27, 2011 | 11:10 AM |  NEW MOON | 04LI00 |   |    |   |   |
| OCT 26, 2011 | 07:57 PM |  NEW MOON | 03SC03 |   |    |   |   |
| NOV 25, 2011 | 06:10 AM |  NEW MOON | 02SA37 |   | EP |   |   |

5 Tanggapan

  1. kunjungan perdana gan. salam dari semarang gan🙂

    Suka

  2. bulan memang besar ukurannya dibandingkan manusia,hehehe…terkadang bagi org awam semacam saya yg minim pengetahuan ttg astronomi, gampang jg “kemakan” isu ttg suatu hal berbau langit, bumi dan bulan

    Suka

  3. Analisis yg menakjubkan, thanks

    Suka

  4. bagus ..🙂

    Suka

  5. subhanallah…
    sunggung besar keagunganMU Yaa Allah..
    Kau ciptakan Alam Raya yang didalamnya banyak sekali ilmu-ilmu pengetahuan..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: