Sudut Waktu Shubuh dan Isya versi ISNA

Fajar Waktu Shubuh (kredit:T.Djamaluddin)

Fajar Waktu Shubuh (kredit:T.Djamaluddin)

Tahun lalu (2009) Dewan Fiqih ISNA (Islamic Society of North America=Masyarakat Islam Amerika Utara) secara singkat membahas masalah tersebut. Konsensus sementara berada di 18 derajat. Diputuskan untuk memilih 18 sampai kita memiliki hasil baru pasca musyawarah yang khusus membahas tentang hal itu dalam pertemuan berikutnya tahunan kami pada bulan Maret 2011. Beberapa anggota berpendapat bahwa 15 atau bahkan 14 adalah mungkin pada musim tertentu, tetapi mayoritas adalah untuk 18. Itulah yang sedang diikuti saat ini.

Sudut Shubuh versi ICOP:

Berikut info resmi dari ICOP yang mempertanyakan perihal desas-desus bahwa ISNA mengadopsi sudut 15 derajat untuk waktu Shubuh dan Isya. Berikutnya Mohammad Audah (M’Odeh), ketua ICOP melayangkan surat resmi kepada ISNA agar bisa dijawab secara resmi kebenaran informasi tersebut.

Berikut saya kopikan dan saya sertakan terjemahkan bebasnya ke bahasa Indonesia surat tersebut:

بسم الله الرحمن الرحيم

المشروع الإسلامي                                       Islamic Crescents’

لرصد الأهلة                                                   Observation Project

الإشارة: 01/2010/د____                                                                     Ref.: _____________

التاريخ: 26/12/2010م__                                                                     Date: _____________

ICOP Release:

ISNA adopted Fajer and Isha Angles

There is a widespread rumor says that ISNA adopts the angle 15 for both; Fajer and Isha. However, we (ICOP) had contacted ISNA several times and they informed us that what is currently adopted by ISNA is the angle 18. Thus we have sent them an official request to confirm this piece of information, and below are our letters.

Release ICOP : Sudut Shubuh dan Isya versi ISNA

Ada desas-desus luas mengatakan bahwa ISNA mengadopsi sudut 15 untuk keduanya; Fajer dan Isya. Namun, kami (ICOP) telah menghubungi ISNA beberapa kali dan mereka memberitahu kita bahwa apa yang saat ini diadopsi oleh ISNA adalah sudut 18. Dengan demikian kita telah mengirim mereka sebuah permintaan resmi untuk mengkonfirmasi ini sepotong informasi, dan di bawah ini adalah surat-surat kami.

ICOP Letter to ISNA: (Surat Resmi ICOP ke ISNA) – Arabic

سعادة الدكتور ذو الفقارعلي شاه المحترم / الأمين العام للمجلس الفقهي بأمريكا الشمالية (إسنا)
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
أرجو أن تصلكم رسالتي هذه وأنتم بأتم صحة وعافية، وأكتب لكم مستفسرا عما هو معتمد من قبل جمعية إسنا حول زاوية الفجر والعشاء، فيشاع بشكل كبير أن المعتمد لديكم هو الزاوية 15 درجة، والبعض يقول أنه لديه ردود رسمية من قبلكم تؤكد هذا القول. ولكن من جهة أخرى تلقينا مرسلات من قبلكم في السابق تؤكد أن المعتمد لديكم هو الزاوية 18 للفجر والعشاء، وأنكم ستقومون بتأكيد هذه المعلومة على موقعكم على شبكة الإنترنت. لذا فإننا آمل أن أتلقى من سعادتكم ردا شافيا حول هذا الموضوع، ولكم منا جزيل الشكر والتقدير.
أخوكم
م. محمد عوده

رئيس المشروع الإسلامي لرصد الأهلة

ICOP Letter to ISNA: (Surat Resmi ICOP ke ISNA) – English

Dear Dr. Zulfiqar Ali Shah

The Secretary General  of Fiqh Council of North America,

I’m writing to you asking about the adopted angle by ISNA for Fajer and Isha, where it is widespread that ISNA adopts the angle 15, and some persons claim that they have official replies form your side confirming this information. However, on the other hand, we did receive replies from you earlier mentioning that ISNA adopts the angle 18 for both; Fajer and Isha, and you will confirm this information at ISNA’s website. Thus, I kindly ask you to provide a detailed and full answer for this point. Thank you.

Mohammad Odeh

ICOP Chairman

Surat Resmi ICOP ke ISNA – Indonesia

Yth. Dr Zulfikar Ali Shah
Sekretaris Jenderal Dewan Fiqih Amerika Utara,

Aku menulis surat kepada anda untuk bertanya tentang sudut (ketinggian Matahari di bawah Ufuk) yang diadopsi oleh ISNA untuk Fajer dan Isya, dimana sudah secara luas menyebar info bahwa ISNA mengadopsi sudut 15 derajat, dan beberapa orang mengklaim bahwa mereka memiliki bentuk balasan resmi dari Anda yang mengkonfirmasikan informasi ini. Namun, di sisi lain, kami tidak menerima balasan dari Anda sebelumnya yang menyebutkan bahwa ISNA mengadopsi sudut 18 derajat untuk kedua (waktu sholat); Fajer dan Isha, dan Anda akan mengkonfirmasi informasi ini di website ISNA. Jadi, saya dengan hormat meminta Anda untuk memberikan jawaban rinci dan lengkap untuk saat ini. Terima kasih.

Mohammad Odeh
Ketua ICOP

Surat Balasan ISNA untuk ICOP – English

Assalamo alaykum wrwb Akhee al-Habib,

Last year the Fiqh Council briefly discussed the issue. The tentative consensus was on 18 degrees. It was decided to go with 18 until we have a thorough discussion about it in our next annual meeting in March of 2011. Some members were of the opinion that 15 or even 14 is possible in certain seasons but the majority was for 18. That is what is being followed at the present.

Wassalam,

Zulfiqar

Surat Balasan ISNA untuk ICOP – Indonesia
Assalamu alaikum wrwb Akhee al-Habib,

Tahun lalu Dewan Fiqih secara singkat membahas masalah tersebut. Konsensus sementara berada di 18 derajat. Diputuskan untuk pergi dengan 18 sampai kita memiliki diskusi yang menyeluruh tentang hal itu dalam pertemuan berikutnya tahunan kami pada bulan Maret 2011. Beberapa anggota berpendapat bahwa 15 atau bahkan 14 adalah mungkin pada musim tertentu, tetapi mayoritas adalah untuk 18. Itulah yang sedang diikuti saat ini.
Wassalam,
Zulfikar

~~

SHUBUH di KAMPUNG:

Sesuai hasil observasi saya selama beberapa tahun, saat rukyah hilal tua, sekaligus rukyah Fajar dan khusus rukyah Fajar yang saya lakukan beberapa tahun di Solo, Klaten, Surabaya, Yogyakarta; semua menunjukkan bahwa pada sudut -20 deg untuk waktu Shubuh masih meragukan. Maka di kampung saya bersama jamaah di desa Ketitang (melalui Yayasan Baitul Maal Amanah) menggunakan sudut -17 deg. Btw, itupun yang sering terjadi mu’adzin dan (muqim) yang iqomah menjadi satu2nya makmum saya..🙂

Untuk kepentingan shoum atau sahur, saya bersama jamaah di desa Ketitang (melalui Yayasan Baitul Maal Amanah) masih menggunakan sudut -20 (versi Pemerintah)

 

JAM WAKTU SHOLAT ASSALAAM:

Setting untuk Jadwal Waktu Sholat di Jam Digital PPMI Assalaam ini juga saya set pada sudut -18 deg untuk waktu Shubuh dan Isyaa.

Jadwal Waktu Sholat Digital Assalaam

Jadwal Waktu Sholat Digital Assalaam

Ini sesuai hasil Seminar Waktu Shubuh di Assalaam (oleh Prof. Dr. Thomas Djamaluddin-LAPAN & Ustadz Agus Hasan Bashori, Lc. M.Ag-Qiblati), bahwa selama belum ada hasil observasi yang didukung data yang dilakukan secara kontinue, maka waktu Shubuh masih menggunakan sudut yang lama (-20). Namun Dewan Kyai PPMI Assalaam memutuskan untuk menggunakan sudut -18 deg.

JADWAL WAKTU SHOLAT ASSALAAM di KALENDER:

Tertera di Kalender PPMI Assalaam, Jadwal Waktu Sholat menggunakan sudut -18 deg untk masing-masing waktu Isya dan Shubuh.

Jadwal Waktu Sholat di Kalender PPMI Assalaam

Jadwal Waktu Sholat di Kalender PPMI Assalaam

SEPUTAR WAKTU SHUBUH:

Seputar Waktu Shubuh di Blog ini…

Seputar Waktu Shubuh di Qiblati…

Seputar Waktu Shubuh di Blog Prof. Thomas Djamaluddin…

Satu Shubuh Beragam Tafsir…

4 Tanggapan

  1. 18 degree bagi Daerah yang didekat Equator (daerah Normal) deng yang jauh khan berbeda….?, lalu untuk Indonesia apa mengadopsi ketentuan itu…?

    observasi lapangan memang belum dilakukan secara resmi..kita tunggu saja

    Suka

  2. turut menyimak dulu pak,saya ga ngerti masalah 18-deg hehe,tp jam digital nya keren tuh,coba klo punya hehehe😀..

    Suka

  3. tak sia2 ternyata mempelajari fisika waktu di SMP….ternyata digunakan juga tuk menentukan waktu kita sholat….makasih infonya pak

    Suka

  4. […] Sudut Waktu Shubuh dan Isya versi ISNA Posted on 29 Desember 2010 by pakarfisika Fajar Waktu Shubuh (kredit:T.Djamaluddin)  […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: