Mendamaikan Kisruh Soal Kiblat

Keadaan yang saya kira sudah aman2 saja, ternyata belum. Persoalan arah kiblat masih jadi bahan yang harus diajarkan. Ada laporan, jamaah masjid kisruh dan imamnya ndak mau datang ke masjid. Pasalnya, arah kiblat masjid dirubah dari arah bangunan yang ada. Mana yang benar, arah bangunan atau koreksinya…?

Nama Masjidnya  “Darussalam”, terletak di dusun Troditan desa Ketitang, Juwiring Klaten, Kamis (4/11) selepas Isya sampai sekitar jam 22:00 WIB saya menjelaskan teori dan praktikum hisab-rukyah arah kiblat. Alhamdulillah, antusias dari jamaah yang sempat terjadi dua pemahaman, akhirnya bisa disatukan.

Persoalan kiblat hanyalah persoalan furu’. Persoalan ushulnya adalah pada sholat. Dan jamaah menyadari, bahwa ‘kisruh’ terjadikarena belum ada ilmu. Dan setelah difahamkan, disampaikan ilmunya, maka ‘kisruh’ akhirnya bisa dikalahkan, karena saling memahami atas dasar sama2 mengetahui asal-usulnya, dan …. kesepakatan dicapai secara damai. Ilmu adalah kunci bagi siapa yang akan menggapai dunia, akhirat dan keduanya.

 

Iklan

Satu Tanggapan

  1. Kunjungan sore

    Waduh itu imamnya perlu dinasehati, kalau menerima perubahan jangan pakai emosi, tapi pakailah diskusi sehingga masalah selesai…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: