Kapan 1 Syawwal 1431 H..?

1 Syawwal 1431 H = ...? M

1 Syawwal 1431 H = ...? M

Seperti pertanyaan serupa di setiap tahunnya. Maka untuk kasus 1 Syawwal 1431 H ini bagi ummat Islam Indonesia dan Dunia akan banyak persamaannya. Muhammadiyah sudah memastikan dengan Wujud Hilal-Hisab Hakikinya, bahwa 1 Syawwal 1431 H = Jum’at Legi, 10 September 2010 M. Nah, apakah NU juga demikian? Apakah Pemerintah akan maju atau juga sama Muhammadiyah? Ternyata kasus Ramadhan 1431 H, NU dan Pemerintah memutuskan hari yang sama dengan Muhammadiyah, dengan dalil NU melihat Hilal, Pemerintah terpenuhinya kriteria MABIMS. Kapan 1 Syawwal 1431 H…?

Istikmal:

Rukyah secara resmi akan dilakukan Pemerintah RI pada Rabu Wage, 8 September 2010 (29 Ramadhan 1431 versi Pemerintah) di seluruh titik yang telah ditentukan dan akan disiarkan langsung via Media dan Internet. Dipandu oleh para ahli dan praktisi Rukyah yang terpilih. Namun sore itu meski cuaca cerah, secara hisab modern, Hilal tidak mungkin bisa diamati. Dus, Pemerintah akan memutuskan berdasarkan laporan dari semua POB di Indonesia, karena Hilal tidak teramati, maka jumlah hari Ramadhan 1431 H akan digenapkan atau ISTIKMAL, sehingga pada Kamis, 9 September 2010 adalah masih hari ke-30 Ramadhan 1431 H.

Dan pada hari Kamis, 9 September 2010 M; terlepas Hilal itu tampak atau tidak; sudah pasti hari berikutnya, Jum’at tanggal 10 September 2010 M = 1 Syawwal 1431 H. Muhammadiyah dengan wujudnya, NU dengan Rukyah dan Pemerintah dengan MABIMSnya- lalu Istikmal; maka Insya Alloh akan berlebaran bersama….

Lebaran Syar’i vs Lebaran Falaki:

Menurut berita berjalan yang pernah saya lihat di RCTI, maka akan ada kemungkinan Lebaran 1431 H berbeda. Sebab menurut sumber yang menyatakan akan ada beda, pada Rabu 8 September 2010; bisa jadi akan ada yang melaporkan bahwa Hilal Terlihat dengan sudut sekian, selama waktu sekian….

Nah, kalau laporan ini terjadi, dan sang pelapor juga siap disumpah oleh Pengadilan Agama…! Maka, pemerintah sangat mungkin dan seperti kasus Ramadhan 1431 H ini, keputusan akan diambil, dan 1 Syawwal 1431 H = Kamis, 09 September 2010 M.

Lebaran pada Kamis Kliwon, 9 September 2010 adalah Lebaran versi Syar’i (karena melalui hasil rukyah, dan ada laporan hilal terlihat, serta yang melihat siap disumpah).

Lebaran pada Jum’at Legi, 10 September 2010 adalah Lebaran versi Falaki (karena mendasarkan hasil observasi sesuai kriteria ilmu falak kontemporer, dimana pada Kamis sore Hilal mustahil terlihat sebab negatif=di bawah ufuk saat sunset).

Semoga, hal ini tidak terjadi….

Kalau terjadi, ya…Alloh itu Maha Pengasih, maka kita juga harus saling mengasihi dan memahami pendapat masing-masing….

Rekap Hisab 1 Syawwal 1431 H:

Markaz: Malang – Jawa Timur.

JEAN MEUUS:
Ijtima’ : Rabu, 8 September 2010, 17j30m51.76d WIB
Tenggelam Matahari : 17j29m53.40d WIB
Irtifa : -02o24’50.70”

NEWCOMB:
Ijtima : Rabu, 8 September 2010, 17j30m12.24d WIB
Tenggelam Matahari : 17j29m51.03d WIB
Irtifa’ : -02o27’16.65”

P.D SMITH:
Ijtima’ : Rabu, 8 September 2010, 17j30m29.95d WIB
Tenggelam Matahari : 17j29m53.27d WIB
Irtifa’ : -02o26’16.66”

ERNEST W. BROWN:
Ijtima’ : Rabu, 8 September 2010, 17j30m12.50d WIB
Tenggelam Matahari : 17j29m51.23d WIB
Irtifa’ : -02o24’50.70”

Al Mathla’ Alsa’id:
Ijtima’ : Rabu, 8 September 2010, 17j30m21.43d WIB
Tenggelam Matahari : 17j29m50.78d WIB
Irtifa’ : -02o26’39.73”

Bulugh AlWathar:
Ijtima’ : Rabu, 8 September 2010, 17j24m06.51d WIB
Tenggelam Matahari : 17j29m54.84d WIB
Irtifa’ : -02o23’00.73”

Al Manahij Al-hamidiyyah:
Ijtima’ : Rabu, 8 September 2010, 17j24m14.42d WIB
Tenggelam Matahari : 17j29m54.88d WIB
Irtifa’ : -02o23’03.18”

Insya Allah 1 Syawal 1431 H hari Jum’at 10 September 2010 M
—dari Pak Aqil—

Tinggi Hilal @Sunset pada Rabu Wage (8/9) by Almanak Astronomi:

1. BANDA ACEH :
Matahari terbenam pukul 18 : 40 WIB.
Tinggi Hilal = -1 º 43 ‘ 30 ” .

2. MEDAN :
Matahari terbenam pukul 18 : 28 WIB.
Tinggi Hilal = -1 º 41 ‘ 36 ” .

3. PEKANBARU :
Matahari terbenam pukul 18 :15 WIB.
Tinggi Hilal = -1 º 36 ‘ 12 ” .

4. TANJUNG PINANG :
Terbenam Matahari pukul 18 : 03 WIB.
Tinggi Hilal = -1 º 42 ‘ 00 ” .

5. MENADO :
Matahari Terbenam pukul 17 : 42 WITA.
Tinggi Hilal = -2 º 30 ‘ 48 ” .

6. GORONTALO :
Matahari terbenam pukul 17 : 50 WITA.
Tinggi Hilal = -2 º 19 ‘ 42 ” .

7. TERNATE :
Matahari terbenam pukul 18 : 32 WIT.
Tinggi Hilal = -2 º 34 ‘ 06 ” .

8. JAMBI :
Matahari terbenam pukul 18 : 06 WIB.
Tinggi Hilal = -1 º 33 ‘ 12 ” .

9. PADANG :
Matahari Terbenam pukul 18 : 19 WIB.
Tinggi Hilal = -1 º 31 ‘ 00 ” .

10. PALEMBANG :
Matahari terbenam pukul 18 : 01 WIB.
Tinggi Hilal = -1 º 31 ‘ 12 ” .

11. PANGKAL PINANG :
Matahari Terbenam pukul 17 : 56 WIB.
Tinggi Hilal = -1 º 35 ‘ 06 ” .

12. BENGKULU :
Matahari Terbenam pukul 18 : 10 WIB.
Tinggi Hilal = -1 º 25 ‘ 48 ” .

13. BANDAR LAMPUNG :
Matahari terbenam pukul 17 : 58 WIB.
Tinggi Hilal = -1 º 25 ‘ 48 ” .

14. SERANG :
Matahari Terbenam pukul 17 : 54 WIB.
Tinggi Hilal = -1 º 24 ‘ 48 ” .

15. JAKARTA :
Matahari Terbenam pukul 17 : 51 WIB.
Tinggi Hilal = -1 º 25 ‘ 24 ” .

16. PELABUHAN RATU :
Matahari Terbenam pukul 17 : 52 WIB.
Tinggi Hilal = -1 º 23 ‘ 00 ” .

17. BANDUNG :
Matahari Terbenam pukul 17 : 48 WIB.
Tinggi Hilal = -1 º 24 ‘ 24 ” .

18. SEMARANG :
Matahari Terbenam pukul 17 : 37 WIB.
Tinggi Hilal = -1 º 27 ‘ 48 ” .

19. YOGYAKARTA :
Matahari Terbenam pukul 17 : 36 WIB.
Tinggi Hilal = -1 º 25 ‘ 54 ” .

20. SURABAYA :
Matahari Terbenam pukul 17 : 27 WIB.
Tinggi Hilal = -1 º 29 ‘ 54 ” .

21. PONTIANAK :
Matahari Terbenam pukul 17 : 43 WIB.
Tinggi Hilal = -1 º 46 ‘ 18 ” .

22. PALANGKARAYA :
Matahari Terbenam pukul 17 : 24 WIB.
Tinggi Hilal = -1 º 46 ‘ 54 ” .

23. SAMARINDA :
Matahari Terbenam pukul 18 : 12 WITA.
Tinggi Hilal = -2 º 0 ‘ 12 ” .

24. BANJARMASIN :
Matahari Terbenam pukul 18 : 21 WITA.
Tinggi Hilal = -1 º 44 ‘ 6 ” .

25. PALU :
Matahari Terbenam pukul 18 : 01 WITA.
Tinggi Hilal = -2 º 4 ‘ 24 ” .

26. KENDARI :
Matahari Terbenam pukul 17 : 50 WITA.
Tinggi Hilal = -1 º 56 ‘ 06 ” .

27. UJUNG PANDANG :
Matahari Terbenam pukul 18 : 01 WITA.
Tinggi Hilal = -1 º 46 ‘ 54 ” .

28. DENPASAR :
Matahari Terbenam pukul 18 : 17 WITA.
Tinggi Hilal = -1 º 29 ‘ 36 ” .

29. MATARAM :
Matahari Terbenam pukul 18 : 13 WITA.
Tinggi Hilal = -1 º 31 ‘ 6 ” .

30. KUPANG :
Matahari Terbenam pukul 17 : 42 WITA.
Tinggi Hilal = -1 º 37 ‘ 24 ” .

31. AMBON :
Matahari Terbenam pukul 18 : 27 WIT.
Tinggi Hilal = -2 º 11 ‘ 24 ” .

32. SORONG :
Matahari Terbenam pukul 18 : 16 WIT.
Tinggi Hilal = -2 º 36 ‘ 18 ” .

33. MANOKWARI :
Matahari Terbenam pukul 18 : 04 WIT.
Tinggi Hilal = -2 º 45 ‘ 24 ” .

34. TIMIKA :
Matahari Terbenam pukul 17 : 52 WIT.
Tinggi Hilal = -2 º 32 ‘ 36 ” .

35. JAYAPURA :
Matahari Terbenam pukul 17 : 38 WIT.
Tinggi Hilal = -2 º 57 ‘ 12 ” .

36. MERAUKE :
Matahari Terbenam pukul 17 : 36 WIT.
Tinggi Hilal = -2 º 20 ‘ 54 ” .

KESIMPULAN:

Berdasarkan data tersebut di atas hilal tidak mungkin atau mustahil bisa dilihat / dirukyat pada saat matahari terbenam pada hari Rabu Wage tanggal 8 Sepember 2010, meskipun dengan menggunakan teropong canggih sekalipun. Dengan demikian, awal bulan Syawal jatuh pada hari Jum’at Legi, tanggal 10 September 2010 M.

—dari Kyai Thobary—

Lebaran Istimewa:

Yach, akan terasa istimewa memang, karena menurut info dari Ibu, saya lahir Jum’at Legi sore hari pada 1 Syawwal. Maka kalau 1 Syawwal 1431 H kali ini juga akan jatuh pada hari dan pasarannya yang sama, itulah salah satu hal istimewa bagi pribadi saya, dan al-hamdulillah berdasar berbagai kriteria utama ilmu Falak di dunia, seluruh ummat Islam Indonesia (terlepas sistem yg dipakai para penganut Thariqoh), akan merayakannya secara bersama.

Berdasarkan kriteria RHI (salah satu sistem yang dipakai BHR Kemenag RI), maka 1 Syawwal akan jatuh pada Jum’at Legi, 10 September 2010 karena pada hari terjadinya ijtimak, 8 September 2010, posisi Hilal di wilayah Indonesia NEGATIF/di bawah ufuk:

Posisi Hilal pada tgl 8 Sept 2010-NEGATIF
Posisi Hilal pada tgl 8 Sept 2010-NEGATIF

maka secara Syar’i; jumlah hari puasa digenapkan pada tgl 9 Sept 2010. Alias pd Kamis, 9 Sept 2010 adalah puasa hari terakhir. Dan pada hari ini, Kamis 9 Sept 201o, posisi hilal sudah sangat tinggi, di atas limit astronomis / danjon.

Posisi Hilal pada 9 Sept 2010 - POSITIF
Posisi Hilal pada 9 Sept 2010 – POSITIF

Dengan demikian, insya Alloh Iedul Fitri 1 Syawwal 1431 H akan jatuh pada 10 Sept 2010, harinya Jum’at, pasarannya Legi. Pas n sesuai tanggal dan hari serta pasaran lahir saya…

Semoga []

Iklan

2 Tanggapan

  1. sugeng riyadi tadz….
    met ulang taon juga kalo gitu….

    Suka

  2. Kulo ngaturaken sugeng riyadi kagem pak AR Sugeng Riyadi, sedoyo lepat nyuwun pangapunten….

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: