Lailatul Qodr > 1000 bulan

Lailatul Qodr > 1000 bulan

Lailatul Qodr > 1000 bulan

Selama bulan Ramadhan ini terdapat satu malam yang sangat berkah, yang populer disebut sebagai Lailatul Qodr, malam yang lebih berharga dari seribu bulan (QS. Al-Qodr : 1-5). Rasululah tidak pernah melewatkan kesempatan untuk meraih Lailatul Qodr terutama pada malam-malam ganjil pada 10 hari terakhir bulan puasa (HR. Bukhori Muslim ).

Dalam hal ini Rasulullah SAW menyampaikan bahwa :

“Barangsiapa yang sholat pada malam lailatul qodr berdasarkan iman dan ihtisab, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu. ” (Hr. Bukhori Muslim).

Mengapa semalam bernilai setara dengan seribu bulan?

Ummat terdahulu memiliki rata-rata usia yang cukup panjang, ada yang mencapai usia 1000 tahun bahkan ada yang lebih. Sebagian ulama mengatakan bahwa ummat dahulu ada yang belum mencapai usia baligh (cukup umur) hingga usia 80 tahun. Sebuah riwayat menjelaskan bahwa ada seorang yang meninggal di usia sekitar 200-an tahun, maka serentak banyak makhluk yang merasa simpati terhadapnya, karena ia telah meninggal dalam usia yang muda.

Juga diriwayatkan bahwa nabi Ibrohim a.s berkhitan ketika usia beliau mencapai 80 tahun, ketika Allah memerintahkan untuk melakukannya. Diriwayatkan bahwa imam Al-Mahdi berusia panjang. Sampai saat ini beliau telah berusia 1164 tahun. Ummat terdahulu juga telah dipanjangkan umurnya seperti nabi Nuh ‘alaihissalam yang berusia lebih dari 1000 tahun; Luqman bin Ka’ab 400 tahun; ‘Abdulmasih bin Baqlah Al-Ghasani lebih dari 350 tahun; dan Ash-habul Kahfi yang hidup di dalam gua selama 309 tahun.

Rasululah SAW ketika merasakan bahwa usia ummatnya terlalu pendek bila dibandingkan dengan usia ummat sebelumnya, beliaupun memohon kepada Allah SWT, mengadukan tentang pendeknya usia ummat islam sehingga tidak cukup waktu bagi mereka untuk meperbanyak ketaatan kepada-Nya, serta untuk menambah amalan bagi akhiratnya. Dari do’a nabi SAW inilah lalu Allah SWT menganugerahkan kepada nabi dan ummat islam suatu malam yang disebut Lailatul Qodr, yang nilai kebaikannya setara dengan 1000 bulan.

Semalam setara seribu bulan karena pada malam itu turun para malaikat dan ruh dari terbenamnya matahari sampai terbitnya fajar atau kira-kira 10 jam di sekitar khatulistiwa tahun ini. Semalam setara seribu bulan, artinya 1 malam = 1000 bulan = 30.000 malam = 300.000 jam = 18.000.000 menit = 1.080.000.000 detik, atau 1 malam = 83 tahun 4 bulan.

Allah menjelaskan, para malaikat dan ruh (ditafsirkan Jibril) akan turun ke bumi menuju ke alam kasar semenjak terbenam matahari hingga terbit fajar.

Perpindahan malaikat dari alam malakut (dimensi cahaya) menuju ke alam nasut (dimensi partikel) tidak setiap saat dapat terjadi, karena untuk berpindah dimensi, malaikat berarti melintasi cermin CP (C=charge conjugation, penolakan muatan dan P=parity, keseimbangan) dan meperlambat kecepatannya (kecepatan
cahaya) mendekati kecepatan partikel. Ini sama dengan pengerahan energi secara kontinu yang kalau tidak sesuai prosedur yang ditentukan Allah, maka fatal jadinya (meledak, energy-overload).

Malaikat diciptakan oleh Allah dari nur atau cahaya. Malaikat adalah makhluk patuh, sehingga tidak mungkin akan mengganggu makhluk lain. Ia terbentuk dari cahaya yang sudah keluar dari bintang, sehingga memiliki sifat yang lebih dingin daripada setan yang tercipta dari netrino panas di pusat bintang. Cahaya merambat dengan kecepatan 300.000 km/s yang artinya sama dengan kecepatan pusingan medan skalar alam raya.

Pusingan ruang dalam kecepatan cahaya (300.000 km/s) adalah waktu mutlak, ia adalah ruang bulat dan bukan lonjong. Bila benda bergerak dengan kecepatan cahaya, yang artinya sama dengan kecepatan pusingan ruang atau waktu mutlak, maka benda itu akan membekukan waktu mutlak, sehingga ia akan terlepas dari perhitungan waktu. Tidak jadi soal, berapapun luas atau jauh jarak yang ditempuh benda itu, atau berapa kali dia mengelilingi alam raya, sepanjang bergerak dalam kecepatan itu ia tidak akan terkena hitungan waktu.

Waktu 1 detik bagi benda diperlebar tanpa batas, sehingga sepanjang bergerak dalam kecepatan itu ia akan kekal. Artinya, bila kita mampu bergerak dalam kecepatan cahaya, berapa kali pun keliling alam raya, perjalanan yang kita alami tidak akan memakan waktu 1 detik. Ini adalah ukuran waktu bagi dimensi waktu
atau dimensi lembut. Pada dimensi ini tidak ada waktu “tadi” atau “nanti”. Kata ” tadi” atau “nanti” hanya berlaku pada dimensi-dimensi waktu nisbi, yang pusingan/kecepatannya kurang dari 300.000 km/s. Bagi benda di alam kasar yang tidak bergerak, usia alam raya sekarang 15 milyar (menurut hitungan tetatapan kosmis lambda) atau ½ menit menurut hitungan dimensi waktu.

Tidak semua malaikat dapat menjelma ke dimensi kasar. Malaikat yang mampu menembus dimensi manusia adalah sekelompok malaikat yang cerdas dan kuat (seperti Jibril), dan ia hanya akan tinggal sebentar karena untuk muncul di dimensi kasar memerlukan energi pengerem kecepatan. Dan sekali lagi ini hanya dapat dilakukan oleh malaikat yang memiliki kesadaran-atas-potensi sangat tinggi alias cerdas.

Inilah rahasia, mengapa peristiwa isra’ wal mi’raj terjadi pada malam seperti halnya malam Lailatul Qodr pada bulan suci ramadhan ini. Waktu malam sengaja Allah istimewakan bagi hamba-hamba yang ingin lebih bertaqarrub kepada-Nya, di saat semua makhluk sedang terlelap istirahat. Waktu malam adalah saat di mana cahaya matahari tidak bersinar, sehingga manusia tidak akan mampu melihat apapun kecuali dengan mata hati/bathinnya. Waktu malam hari inilah saat bagi hamba

Allah yang khusyu’ untuk mengoptimalkan potensi ruhaninya hingga mampu berkelana ke ufuk alam semesta dan menembus alam lain -mendekat kepada Allah sedekat-dekatnya…

Sekarang akan kita hitung usia seorang mukmin yang dikaruniakan Allah Lailatul Qodr. Kita ambil contoh, bila si Fulan telah berusia 30 tahun, ia telah menjalankan ibadah ramadhan semenjak usia 15 tahun berarti ia telah menjumpai Lailatul Qodr sebanyak 15 kali. Selanjutnya bila selama 15 tahun itu dikaruniakan Lailatul Qodr oleh Allah 12 kali saja (yang 3 tahun selebihnya bolong-bolong), maka saat ini si Fulan tadi tidak lagi berusia 30 tahun, akan tetapi telah bertambah mengikuti persamaan Lailatul Qodr sebagai berikut:

U = Ui + (n x 83,4)

dengan:
U = usia hamba yang mendapatkan Lailatul Qodr (tahun)
Ui = usia hamba mula-mula (tahun)
n = orde Lailatul Qodr (tanpa satuan)
83,4 = 83 tahun sisa 4 bulan

Jadi usia Fulan saat ini adalah:

U = 30 + (12 x 83) tahun + 4 bulan
= 30 + (996) tahun + 4 bulan

U = 1026 tahun 4 bulan

Sungguh usia yang fantastis untuk ukuran saat ini. Manusia tertua di planet bumi ini tidak lebih dari 200 tahun, sementara si Fulan telah 1000 tahun lebih.

Dan dengan analogi demikian, usia hamba yang taat kepada Allah bisa dipastikan sudah mencapai ribuan tahun, karena dari perhitungan sederhana ini, semakin sering kita mendapatkan Lailatul Qodr, maka usia-U kita akan semakin meningkat menjadi usia-Ui dengan kelipatan 83 tahun 4 bulan.

Berapakah usia-Ui anda Sekarang? Berapa usia-U anda selepas Ramadhan 1431 H ini?

Jawabnya adalah mengetahui terlebih dahulu, berapa orde Lailatul Qodr kita. Orde Lailatul Qodr didapat dengan melihat dua faktor berikut:

1) istiqomah menjalankan amalan-ramadhan secara imaniah-ihtisaabiah.
2) amalan-ramadhan membekas dengan meningkatnya amalan-ibadah selama 11 bulan pasca ramadhan.

Ketahuilah bahwa panjang umur dan penuh dengan ketaatan kepada Allah adalah sesuai sabda Rasululah,

“Sebaik-baik kamu adalah orang yang panjang umurnya dan baik pula amalannya” (HR. Tirmidzi)

Semoga Allah karuniakan Lailatul Qodr kepada kita tahun ini. Amien…19x

Wallahu a’lamu bish-showwaab…

Iklan

7 Tanggapan

  1. bismillah

    alhamdulillah,.nambah ilmu banget ni pak,.saya demen yang kayak gni,.hehe,.,.,.

    jazzakallah khairan katsiran

    izin kopas pake sumbernya ya pak…

    Suka

  2. Imam mahdi berumur panjang kan cuman kepercayaan orang2 syiah.

    Apakah Imam Al mahdi yang sebernarnya sudah lahir atau belum. Tidak ada yang tahu.

    Suka

  3. alhamdulillah,.nambah ilmu banget ni pak

    Suka

  4. terima kasih atas semua materi yang telah di berikan sehingga saya dapat mengetahui dan memahami api itu?? keistimewaan dari malam lailatul kodar,,,,,,
    semoga saya juga mendapatkan karunia tersebut agar umur saya mangkin panjang
    muda mudahan orang yang telah memberikan materi ini akan semakin pintar saja ilmu agamanya supaya dapat di amalkan kepada semua orang,,,,,,,,
    by: restu anak cilegon asli

    Suka

  5. Subhanallah Walhamdulillah Wallaillahaillah Wallahhuakbar… mohon ijin mau mengcopy…

    Suka

  6. Mohon izin tu copy

    Suka

  7. Bukankah malam lailatul qodar itu malam turunnya alqur’an?Kalau malam itu adalah malam turunnya alqur’an berarti sekarang tidak ada lagi malam lailatul qodar sebab sekarang alqur’an sudah tidak lagi turun?

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: