Kapan 1 Ramadhan 1431 H…?

Ramadhan Barokah

Kapan Ramadhan ...?

Sebuah pertanyaan yang sampai detik ini belum ada Ulama di negeri Indonesia ini yang bisa memberikan jawaban dan memuaskan semua pihak serta membuat ummat merasa bersatu dalam beribadah. Kepala boleh sama, rambut bisa serupa; namun sulit diharap isinya bisa akur…. apakah kata-kata ini harus senantiasa terjadi…? 1 Ramadhan 1431 rawan perbedaan..!

=====

Tabel Hisab Ramadhan 1431 H

REKAPITULASI HASIL PERHITUNGAN AWAL RAMADHAN 1431 H / 2010 M
MENURUT BEBERAPA SISTEM HISAB KLASIK & KONTEMPORER
Lokasi: Jakarta (6° 10’S, 106° 49′ E)

Rekap Hisab Berbagai Metode

Rekap Hisab Berbagai Metode

Dari tabel di atas, maka:

1. Ijtima’ (اجتماع )/ konjungsi ) akhir bulan Sya’ban 1431 H terjadi pada hari Selasa, Kliwon, tanggal 10 Agustus 2010 M,  pagi hari keculi Hisab Haqiqi.

2. Matahari Terbenam (غروب الشمس ) / Sunset pada sebelum  pukul 18, WIB kecuali Nurul Anwar.

3. Tinggi Hilal antara  +1° 58′ s/d +04° 57′ (positif karena Hilal sudah di atas ufuk, di atas kriteria Imkan MABIMS, tapi di bawah limit Danjon).

4. Umur Bulan ( عمرالقمر / Age of the Crescet Moon ) = 0 hari 7 jam 46 menit 35 detik. Secara umum masih di bawah 8 jam.

=====

Kapan 1 Ramadhan 1431 H…?

Menurut kalender Qomariyah atau Hijriah, pergantian hari terjadi saat Matahari terbenam. Hilal adalah sabit bulan-baru yang menandai masuknya bulan-baru pada sistem kalender ini. Hilal merupakan fenomena tampakan sabit Bulan saat Matahari terbenam, yang dilihat dari Bumi setelah ijtimak atau konjungsi. Perbedaan tempat dan waktu di Bumi mempengaruhi tampakan hilal tsb. Hilal sangat redup dibandingkan dengan cahaya Matahari atau mega senja. Dengan demikian hilal ini baru dapat diamati sesaat setelah Matahari terbenam.

Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi tampakan hilal. Hal ini menyangkut kriteria visibilitas hilal. Kedudukan Bumi, Bulan, dan Matahari memungkinkan tinggi dan azimut Bulan dapat dihitung saat Matahari terbenam. Demikian halnya dengan beda tinggi dan jarak sudut antara Bulan dan Matahari. Tidak kalah pentingnya adalah faktor atmosfer/cuaca dan kondisi pengamat yang ikut menentukan kualitas tampakan hilal.

Jadi, untuk menentukan awal bulan dalam kalender hijriyah, saatnya adalah tanggal 29 bulan sebelumnya. Untuk menentukan 1 Ramadhan 1431 H, maka saatnya adalah tgl 29 Sya’ban 1431 H. Untuk menentukan 1 Syawwal 1431 H, maka saatnya adalah tanggal 29 Ramadhan 1431 H. Untuk menentukan 1 Muharram 1432 H, maka saatnya adalah tgl 29 Dzul-Hijjah 1431 H….. Begitu dan seterusnya.

1 Ramadhan 1431 H, ditentukan tgl 29 Sya’ban 1431 H. Nah, 29 Sya’ban itu kapan…? Harus tahu dulu 1 Sya’ban. Ternyata Hasil Rukyah di seluruh Dunia, semua sepakat bahwa 1 Sya’ban 1431 H jatuh pada 13 Juli 2010 (kecuali Pakistan dan Marokko), maka 29 Sya’ban 1431 H = 10 Agustus 2010 M. Dan secara umum pada tanggal itu pasti terjadinya fenomena Ijtimak atau Konjungsi antara Bulan dan Matahari. Apa itu Ijtimak atau Konjungsi?, Mudahnya pada saat itu ada Gerhana Matahari…! hanya tidak Total, Tidak sebagian juga tidak cincin. Tetapi Gerhana Matahari yang tidak bisa dilhat dari Bumi, tapi dari Planet lain…

Nah setelah Ijtimak atau Konjungsi atau “gerhana matahari” itu, maka Bulan lahir, dan bulan baru dimulai. Saat itu pula saat bertemunya bulan lama dengan bulan baru. Bertemunya bulan Sya’ban dan bulan Ramadhan….

Jadi, secara alami: Status Bulan sudah masuk bulan Ramadhan. Mungkin inilah yang jadi alasan Muhammadiyah menggunakan kriteria wujud. (Wa Alloh A’lam)

Data di atas, Ijtimak ada yang sebelum jam 10:00 WIB ada yang setelah jam 10:00 WIB, ada satu sistem yang jam 12:55 WIB (Hisab Haqiqi).

Berdasar sistem SNP5, maka Ijtimak jam 10:13 WIB. Lalu Sunset atau Matahari terbenam jam 17:54 WIB. Lama waktu dari jam 10:13 – 17:54 sekitar 7 jam 41 menit alias belum genap 8 jam. Inilah usia Bulan di bulan Ramadhan, yakni belum genap 8 jam. Usia Bulan yang 8 jam adalah syarat kriteria MABIMS Pemerintah. Kalau berdasar usia Bulan Sabit (Hilal), maka syarat belum masuk.

Usia Bulan/Hilal di beberapa Negara

Usia Bulan/Hilal di beberapa Negara

Bila dasarnya ketinggian Hilal, maka

Berdasarkan kriteria MABIMS (Menteri2 Agama : Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Singapur) tinggi lihat hilal tersebut di atas sudah memenuhi Imkan ar-Ru’yat, kecuali Hisab Haqiqi dan StarryNight  Pro 5. Dengan demikian :  Mayoritas sistem menyatakan Awal Ramadhan 1431 H jatuh pada hari Rabu Legi , tanggal 11 Agustus 2010 M.

Berdasarkan ilmu astronomi (Limit Danjon 7° berdasar hasil risetnya pada 1930), tinggi lihat hilal tersebut di atas belum bisa dilihat, baik dengan mata telanjang maupun dengan menggunakan teleskop atau teropong.  Sedangkan berdasarkan keputusan dalam konferensi penentuan awal bulan yang digelar di Istambul, Turki, pada 1978, hilal dapat telihat apabila jarak sudut antara bulan dan matahari lebih besar dari 5°. Dengan demikian, awal Ramadhan 1431 H / 2010 M jatuh pada hari Kamis Pahing, tanggal 12 Agustus 2010 M.

Hilal setinggi ini juga masih sulit di Indonesia, karena Hilal terendah di Indonesia baru kisaran 5°, hasil pengamatan via CCD di Menara Masjid Agung Jawa Tengah, 1 Syawwal setahun silam.

Hilal pada 10 Agustus 2010 M, hanya mungkin dilihat dengan alat atau mata di daerah/negara2 Afrika Selatan dan Amerika Selatan. Di Asia dan negara2 Arabi juga Saudi Arabia sangat sulit melihat Hilal. Tabel keterlihatan Hilal di muka Bumi…

Hilal di Indonesia MUSTAHIL terlihat

Hilal di Indonesia MUSTAHIL terlihat

Kalau Hilal ndak terlihat saat Matahari terbenam di ufuk barat pada 10 Agustus 2010, sebab posisi Hilal sangat dekat dengan posisi Matahari; maka 10 Agustus 2010 petang atau 29 Sya’ban berakhir TETAPI masih berlanjut ke 30 Sya’ban 1431 H pada 11 Agustus 2010 nya. Ini namanya Istikmal atau Penggenapan jumlah hari dalam bulan Sya’ban dari 29 menjadi 30 hari.

Kalau sudah digenapkan menjadi 30 hari, maka PASTI sehari berikutnya yakni 12 Agustus 2010 M, sudah masuk bulan berikutnya yakni Ramadhan 1431 H.

Muhammadiyah, puasa mulai Rabu 11 Agustus. Bila Pemerintah atau NU atau lainnya pada Kamis, 12 Agustus; akan ada beda satu hari.

Meskipun terjadi dua perbedaan pendapat tersebut di atas, maka untuk keseragaman dan demi persatuan ummat Islam di Indonesia, jatuhnya awal Ramadhan 1431 H / 2010 M tinggal menunggu hasil keputusan sidang itsbat saja di Jakarta yang dipimpin langsung oleh Menteri Agama yang memegang wewenang penuh dalam hal ini.

=====

Kalender itu…

Darai Sya'ban ke Ramadhan

Dari Sya'ban ke Ramadhan

Tanpa bermaksud menerka-nerka, maka saya berprasangka baik, Pemerintah akan memutuskan 1 Ramadhan 1431 H jatuh pada Rabu legi, 11 Agustus 2010, dengan alasan Hilal sudah memenuhi kriteria MABIMS….

Dan saya tetap akan memulai puasa pada tahun 2010 ini tepat tanggal

1 RAMADHAN 1431 H

والله أعلم بالصواب

Iklan

23 Tanggapan

  1. terima kasih infonya ^^

    Suka

  2. InshaAllah. Saya juga akan memulai puasa untuk tahun ini tepat pada tanggal 1 ramadhan pak.

    Suka

    • ya sudah pasti donk tanggal 1 ramadhan
      tapi masalahnya adalah kapan 1 ramadhan itu
      apakah 11 agustus 2010 atau 12 agustus 2010
      kalau menurut tulisan di atas di arab saudi saja kemungkinan tidak bisa melihat bisa jadi 1 ramadhan kemungkinan besar jatuh tanggal 12 Agustus 2010
      INSYA ALLAH

      iya ya…syukron

      Suka

  3. Untuk Tahun ini permulaan dan akhir Ramadhan mayoritas tidak ada perbedaan. tapi yang maa saya kemukakan, tolong jangan mengtakan “memulai puasa” tapi katakanlah mulai “shaum”, sebab puasa itu bukan nama ibadah di bulan Ramadhan. Shaum itu nama ibadah, nama rukun Islam yang ke 4, nama itu tidak boleh diterjemahkan. Puasa itu masih bersifat umum, dokter menyuruh puasa, karena kepentingan medis tentu saja beda dengan shaum, puasanya itu tidak dari fajar sampai terbenam mata hari. Mari kembali kepada yang benar, tolong direnungkan, biasakanlah mengatakan Rukun Islam itu, Syahadat, Sholat, Zakat, Shaum (bukan puasa), dan Haji.

    komentar ini sekaligus ralat…syukron

    Suka

  4. Good! Kalo saya lebih cenderung mengikutsertakan peran Muhammadiyah. Karena setau saya, Muhammadiyah menggunakan teknologi untuk menentukanya!

    Suka

  5. Penyababnya hal ini terjadi karena belum ada kepemimpinan dalam islam yang tegak

    Suka

  6. Assalamu’alaikum, blog bagus terima ksih tas infonya kang.

    Suka

  7. sangat komplekpenjelasannya pak…:D,saya juga berharap tdk banyak perbedaan utk memulai ramadhan dan merayakan lebaran 🙂

    Suka

  8. Assalamu’alaikum Pak Ar. Salam Kenal, artikelnya menarik banget, minta ijin saya copy untuk disebarluaskan melalui blog saya. Suwun

    Suka

  9. stuju pak…
    puasa 1 Ramadhan…!!!

    hidup pak. AR

    Suka

  10. izin copy

    Suka

  11. Infonya sangat membantu sekali Pak 🙂 jazakallah

    Suka

  12. Terima kasih

    Suka

  13. he he he sy jg mw puasa tgl 1 ramadhan ….

    Suka

  14. terimakasih infonya 🙂

    Suka

  15. thanx for info

    Suka

  16. Kalau kedua metode (hisab dan rukyat) sama kuat maka pertimbangan selanjutnya adalah mana yg memberikan manfaat lebih besar dibandingkan mudhoratnya bagi umat islam pada khususnya dan umat non muslim pd umumnya.
    Inilah alasan yg paling rasional bukan mengedepankan kepentingan kelompok. Kapan umat islam mempunyai kalender Hijrah ??? Ini adalah salah satu contoh keterbelakangan cara berpikir umat Islam dalam menyikapi fenomena alam. Sungguh menyedihkan terjadi pada zaman yg sudah serba canggih berfikir seperti katak dalam tempurung. Orang2 yg merasa ahli hanya membodohi orang2 yg tidak tahu, kapan akan berakhir ??

    Suka

    • @Muhammad Akbar
      qta umat islam sudah mempunyai aturan-aturan yang diberlakukan dalam hukum syariah dalam menentukan ketetapan masuknya bulan baru (bulan islam) yang dimana penentuannya itu dilihat dai kalender hijriah atau kalender umat islam bukan kalender masehi. Lalu apa hubungannya dengan umat nonmuslim karena yang menjalankan ibadah umat muslim bukan mereka.Jadi qta tidak perlu memikirkan umat yang lainnya

      Suka

  17. Klo metodenya berbeda, standar derajad ketinggian hilal jg tdk sama ya gak akan pernah ketemu, makanya perlu adanya musyawarah, kan di Qur’an disuruh musyawarah utk mencapai kemufakatan dlm kebaikan. Dan tdk smua yg canggih pasti baik, juga tdk smua jadul buruk, dua2nya diltakkan pada proporsinya.

    Suka

  18. wah hitungannya tepat, akhirnya pemerintah memutuskan 1 ramadhan Rabu legi, 11 Agustus 2010.

    Suka

  19. Semoga puasa kita diterima oleh Allah SWT dan kita semua mendapat derajat yang lebih tinggi. Amien..

    Suka

  20. Menurut saya boleh beda asal semua berdasar ucapan Muhammad

    Suka

  21. Walah, emang puasa mulai nya 1ramadhan..tapi utk memulai 1ramadhan itu masa harus nunggu arab duluan yg mulai? Sementara selisih waktu dgn indonesia lebih dulu kurang lebih 4jam….mohon utk lebih detail..maaf kalo ane salah….

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: