Cara Praktis Mengukur Arah Kiblat

Kiblat itu Mudah
Kiblat itu Mudah

ISLAM itu mudah, jangan dipersulit! Namun jangan juga dipermudah. Kalau ada cara yang mudah, mengapa mencari yang sulit..? Hakikat sesuatu itu mudah atau sulit, sebenarnya karena kita belum mengetahui saja. Setelah kita mengetahui, maka sesuatu itu adalah mudah. KIBLAT itu SULIT bagi yg belum tahu caranya. KIBLAT itu MUDAH bagi yg sudah tahu caranya.

Berikut Cara Praktis Mengukur Arah Kiblat, diterbitkan oleh Bidang Urusan Agama Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi DIY:

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Iklan

18 tanggapan untuk “Cara Praktis Mengukur Arah Kiblat

  1. skr kalo sudah benar sudutnya. Apa benar kita sudah menghadap ka’bah? karena bumi kita bulat jadi garis pandang kita yg lurus kearah kiblat pun pada akhirnya tidak benar2 menghadap ka’bah, tapi malah menngarah langit… jadi sebenarnya relatif ya….maka yang penting adalah niatnya, tidak perlu resah, riwuh..

    ikhtiyar itu wajib, Alloh Yang Maha Menentukan. Mari kita pahami ilmu ukur segitiga bola dulu, Aliefiya.
    Kalau niat saja, apakah boleh kita menghadap ke Timur, Selatan, Utara, Langit, Bumi…??? Toh NIAT ke arah ka’bah….! Sepertinya semakin tidak nyaman di hati dan pikiran. Alloh a’lam

    Suka

    1. jadi gini, dua fatwa mui ini sama benarnya, kita di indonesia sholat ya niatnya menghadap ke kiblat berdasar 2 fatwa itu, namun apakah itu sudah benar2 menghadap ka’bah, smg Allah membimbing kita semua. jadi tidak perlu risau dgn arah kiblat setahun yang lalu dgn skr tetap sama… adapun mui inilah yg harus dicermati knp menjadikan masalah yg meresahkan, seolah islam itu baru ada kemarin saja….kemana shalat kita selama ini?

      benar Sobat, itulah kondisi kita. atau jangan2 ini adalah skenario politis….na’udzubillah

      Suka

      1. skenario politisi??? apa faedahnya emg tadz???

        banyak, akhii. coba antum telusur kasus bank century, apa selesai? belum lainnya. Namun Alloh lah Yang Maha Tahu, nahnu tabayun faqod…salam

        Suka

  2. tambahan, utk kasus jika di bulan kelak berhasil dihuni sekelompok muslim. kemana arah kiblatnya? karena arah kiblat disana akan selalu berubah tiap detik. untuk mengukur tetap digunakan segitiga pitagoras. jadi sangat relatif ya… ukuran ini mestinya dari sekarang sudah disiapkan, tapi kebanyakan muslim berfikir apa kata nanti saja, terbukti dari fatwa mui ini, kiblat baru skr dipermasalahkan, kemana ya kita selama ini?

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s