Roshdul Qiblah di Ngaringan

Roshdul Qiblah Ngaringan

Kiblat Ngaringan

Sehari menuju Hari Arah Kiblat, atau Hari Meluruskan Arah Kiblat yang jatuh pada Jum’at 28 Mei 2010; maka pada Kamis, 27 Mei 2010, digelar Pelatihan Roshdul Qiblah bagi Takmir Masjid dan Penyuluh Agama di Aula kantor KUA Kecamatan Ngaringan Kab. Grobogan – Purwodadi. Acara bertempat di sebuah kantor yang ‘basah’ bahkan lebih basah dari kantor Menteri Keuangan…!

Gayung Bersambut:

Mulanya, Pak Agus Huda Ariyanto, S.Ag., sebagai Kepala KUA kec. Ngaringan mengikuti Sosialisasi Arah Kiblat di Semarang bersama para utusan se Jateng lainnya. Selanjutnya tergerak untuk ikut mencerdaskan ummat di kawasan Ngaringan, maka diadakanlah Pelatihan dengan mengambil moment sehari menjelang Matahari melintas koordinat Ka’bah.

Acara berlangsung dari jam 10.00 pagi s/d jam 13.00, diikuti sekitar 25 peserta, perwakilan Takmir masjid dan Penyuluh Agama di kecamatan Ngaringan. Acara bertempat di Aula Kantor KUA setempat, lokasi yang dipenuhi persawahan.

Hisab dan Rukyah Arah Kiblat:

Arah kiblat, Jumhur Ulama sepakat merupakan salah satu syarat shahnya Sholat. Maka bila arah kiblat tidak diperhatikan dan asal saja, bisa jadi sholat tidak khusyuu’. Ilmu yang membahas arah kiblat dikenal dengan ilmu Falak. Falak secara sederhana bermakna jalur, jalan, atau orbit. Secara istilah, Ilmu Falak berarti Ilmu yang mempelajari gerak Bumi, Bulan dan Matahari (BBM) untuk keperluan ibadah syar’i ummat Islam. Ilmu Falak meliputi Taqwim (Kalender) Hiajriyah, Waktu Sholat, Gerhana dan Arah Kiblat.

Arah Kiblat bisa dipelajari secara sulit (dgn rumus-rumus dan logaritma segitiga bola) tetapi juga bisa dengan mudah (dgn bantuan aplikasi komputer/software dan bayangan matahari). Bayangan matahari yang digunakan untuk membantu menentukan arah kiblat disebut sebagai Roshdul Qiblah. Roshdun artinya bayangan, Qiblah = arah kiblat atau arah menuju ke ka’bah di kota Mekkah, Saudi Arabia.

Secara astronomi, Matahari akan bergerak semu setiap tahun dengan seolah terbit/terbenam di barat garis khatulistiwa (sudut 0 derajat lintang), lalu hari berikutnya bergerak ke arah selatan sampai ke paling ujung selatan (sudut 23,5 derajat LS). Setelah itu, kembali ke arah khatulistiwa, lalu ke arah utara sampai ke paling ujung utara (sudut 23,5 derajat LU).

Gerakan Matahari ini, dengan sendirinya pasti akan melintasi titik Ka’bah pada koordinat 21 derajat 25 menit LU, 39 derajat 49 menit BT), yakni pada setiap 28 Mei dan 16 Juli pada jam tengah hari waktu Mekkah. Pada saat itu, semua lokasi yg masih melihat cahaya Matahari, dengan sendirinya akan seolah melihat posisi Ka’bah. Dengan cara membuat garis lurus berupa bayangan dari tiang vertikal, maka saat Matahari melintasi koordinat Ka’bah itulah saat menentukan dan meluruskan arah kiblat, yang dikenal dengan istilah Roshdul Qiblah.

Meski bertempat di Aula yang sederhana, dan baru pertama mengikuti model pelatihan dari LP2IF RHI, namun para peserta menyatakan kepuasan dan sangat senang karena disampaikan secara interaktif.

Materi disampaikan dengan bantuan LCP Projector, meliputi teori, cara menghitung danmenentukan azimuth arah kiblat suatu lokasi, cara menentukan dan menerapkan hasil perhitungan, serta praktikum arah kiblat.

Materi sedikit teori dan lebih banyak visualisasi dan pratik dengan alat ukur berupa kompas dan metode bayang matahari, serta penggunaan aplikasi berbasis satelit.  Dari perhitungan/hisab, didapatkan bahwa azimuth/arah kiblat kecamatan Ngaringan adalah 294 derajat 20 menit atau 294,3 derajat. Bila diukur dari barat sejati, maka nilainya adalah 24 derajat 20 menit atau 24,3 derajat.

Usai penyampaian materi, langsung semua peserta mencoba menganalisa akurasi masjid masing2, termasuk masjid kecamatan Ngaringan yakni Masjid Baitul Ghofur via Google Earth. Masjid Baitul Ghofur, menurut penuturan para sesepuh, dikiblatkan oleh ahli falak setempat yang ternyata setelah kita lihat dgn kacamata ilmu falak kontemporer, hasilnya cukup akurat. Misal ada selisih sangat kecil, tidak lebih dari 0,3 derajat. (lihat foto kompas pada galeri).

Jadi, secara hisab: Azimuth kiblat Ngaringan diketahui sebesar 294,3 derajat. Secara rukyah; kiblat Ngaringan bisa dilhat via satelit dan bantuan bayangan matahari pada jam kiblat.

Perlu Sosialisasi dan Kesabaran:

Para peserta kembali ke tempat masing dengan membawa kemantapan untuk menerapkan ilmu arah kiblat, dengan tetap menjaga nilai2 ukhuwwah dan saling menjaga persaudaraan, karena persoalan kiblat adalah persoalan yang sangat sensitif, khususnya belakangan setelah media informasi mudah diakses oleh masyarakat.

Pak Muhajirin, salah satu peserta senior mengingatkan; agar dalam kita melakukan pengukuran kiblat, jangan hanya masjid dan musholla; sebab makam juga harus dikiblat. Dia mencontohkan, ada makam di desanya sudah diberi tanda kiblat, tetapi masyarakat masih saja menggali kuburan itu asal saj arahnya. Ini perlu pemberitahuan dan sosialisasi serta dilakukan dengan penuh kesabaran, apalagi ummat Islam di wilayah pedesaan ini masih sangat awam dengan hal2 yang mestinya harus mereka lakukan. Sebab kebanyakan masih mengutamakan tradisi.

Galeri:

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Iklan

7 Tanggapan

  1. Assalamu ‘alaikum mas,

    Saya abis mampir di BLog mas, wahh.. sangat bagus dan bermanfaat apalagi seperti pemula kayak saya.
    Dan betapa senangnya apabila mas, mau juga mampir di BLog saya yang sangat sederhana.. hehe 😀

    Ini alamat blog terbaru saya http://baru2.net

    Salam kenal,
    Dedy Kasamuddin

    Suka

  2. maaf aga OOT pakAR,tp barusan liat tipi, kata astronom, bulan mei sampe juli, matahari tepat di atas ka’bah, dan itu cukup memudahkan utk membantu “membetulkan” posisi ka’bah di masjid2..betulkah demikian?
    oiya satu lagi, ttg kabar bahwa pusat bumi itu katanya ada di ka’bah, karena medan magnetnya terbesar. itu saya baca di kaskus, walopun berita lama, tp kadang bida menjadi isu hangat secara tiba2…mhn pencerahannya, makasih 🙂

    benar. kaskus, belum jelas dalilnya. insya Alloh, mas Nur..salam

    Suka

  3. menyongsong datangnya bulan Romadhon, mari kita mempersiapkan diri untuk hati yang lebih bersih dan rasa saling menghormati. mohon maaf kalau komentar ini sekedar menyapa, tidak sesuai dengan isi postingan 22:11

    Suka

  4. […] Click to view slideshow. […]

    Suka

  5. […] Waktu Sholat di Kantor KUA Kecamatan Ngaringan, kabupaten Grobogan. Acara ini kelanjutan agenda sebelumnya tentang Arah Kiblat. Insya Alloh agenda selanjutnya mengupas […]

    Suka

  6. […] Waktu Sholat di Kantor KUA Kecamatan Ngaringan, kabupaten Grobogan. Acara ini kelanjutan agenda sebelumnya tentang Arah Kiblat. Insya Alloh agenda selanjutnya mengupas […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: