Sosialisasi Arah Kiblat di Kemenag Surakarta

Sosialisasi Kiblat

Sosialisasi Kiblat

Mendukung Program Pemerintah (Kementerian Agama) dalam rangka Sosilalisasi Arah Kiblat secara Nasional, maka Kemenag kota Surakarta pada Rabu, 17 Maret 2010 menyelenggarakan agenda bagi Takmir Masjid se-Surakarta. Acara dibuka Kepala Kemenag kota Surakarta, H. Fachruddin, S.Ag., MM.

SAMBUTAN KEPALA KEMENAG:

Dalam sambutannya, Kepala Kemenag kota Surakarta menjelaskan perihal penggantian mama dari Depag atau Departemen Agama menjadi Kementerian Agama (Kemenag). Penggantian nama ini berdasarkan pada Permenag RI No 1/2010.  “Kementerian pasti mempunyai Menteri, sementara Departemen belum tentu mempunyai”, paparnya.

Terkait arah kiblat, ditegaskan bahwa dalam memahami kata Arah kita jangan lagi menyebut “barat-timur” tetapi Kiblat. Sebab penyebutan kata “barat-timur” bisa salah kaprah.

Kemenag menyambut baik dan sangat berharap kepada semua takmir masjid yang hadir dalam kesempatan ini untuk memanfaatkan waktu sebaik2nya, dan mengikuti acara yg diagendakan penamas menyangkut permasalahan tentang arah kiblat. Sebenarnya, program BHRD bukan hanya membahas arah kiblat tempat ibadah tetapi juga kuburan, sebab sesuai tuntunan pemakaman jenazah mestinya juga mengarah ke kiblat.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Kemenag kota Surakarta dengan bersama membaca surat al-fatihah.

MATERI SOSIALISASI:

Materi pertama, membahas kaidah syar’iyah Arah Kiblat menurut Al-Qur’an dan al-Hadits. Materi disampaikan oleh Ustadz Charis Muannis dari Kemenag kota Surakarta. Secara ringkas, Ustadz Charis menjelaskan sebagai berikut:

Sebelum kita diperintah menghadap kiblat, nabi Muhammad SAW sudah sadar akan adanya sikap penentangan oleh golongan sufahaa yg begitu ada perintah, mereka langsung menentang. Kaum Sufahaa sudah tahu melalui kitab mereka tentang akan adanya perintah untuk membalikkan kiblat dari Masjidil Aqsha menuju Masjidil Haram, ada juga yg belum tahu. Mereka yg sudah tahu  ada yg mengikuti perintah Nabi, tetapi ada juga yg menentang, juga ada yang tidak bereaksi.

Menyikapi persoalan ini, merekabisa kita pilah pada kelompok manusia :

  1. yadri annahu yadri (=manusia yg tahu kalau ia tahu), ini paling baik
  2. yadri annahu laa yadrii (=manusia tahu kalau ia tidak tahu), kelopok ini merdeka
  3. laa yadri, yadri annahu laa yadri (=manusia yg tidak tahu, ia tahu kalau ia tidak tahu), ini mudah untuk dibangkitkan
  4. laa yadri, laa yadri annahu laa yadri (=manusia tidak tahu, dan tidak tahu kalau ia tidak tahu), ini kelompok paling susah dan menyusahkan

Ayat tentang arah kiblat adalah seperti pada ayat 149 surat Al-Baqoroh. Dari ayat ini, Alloh memerintahkan pemindahan arah kiblat dengan tujuan:

  • yahdii man yasyaa’u ilaa shiraat mustaqim (=memberi petunjuk bagi manusia kepada jalan yg lurus)
  • ummah wasathon (= membimbing manusia menjadi berpola pikir adil)
  • litakuunuu syuhadaa’a (=agar masnusia menjadi saksi atas dakwah Rasul SAW dan sebaliknya)

Arah Kiblat yang pertama menuju ke Baitul Maqdis itu merupakan ijtihad Nabi SAW, sebelum beliau diperintahkan Alloh SWT menghadap ke Baitulloh.

Materi Kedua (Inti); Sosialisasi dan Simulasi Arah Kiblat. Materi Sosialisasi dan Simulasi Arah Kiblat dapat diunduh dari acara serupa di link ini:

Materi selengkapnya silahkan Download di sini. Atau klik gambar di bawah ini…

Download Materi Kajian
Download Materi Kajian

Sebagian Video Sosialisasi:

INFO DARI KEMENAG RI:

“Kemenag Akan Ukur Ulang Arah Kiblat”

Foto

Jakarta(Pinmas))–Kementerian Agama akan melakukan pengukuran ulang arah kiblat masjid dan mushalla. Pengukuran itu bukan sepenuhnya karena kesalahan serta tidak bisa digunakan untuk shalat, namun karena faktor teknologi, dan keterbatasan peralatan saat itu.

“Aparat Kementerian Agama akan melakukan pengukuran apabila ada permintaan dari pengurus masjid itu,” kata Sekjen Kementrian Agama Bahrul Hayat Ph.D mewakili Menteri Agama saat membuka Sosialisasi Arah Kiblat Tingkat Nasional, Senin (15/3) di Jakarta.Kegiatan yang dikuti pimpinan ormas Islam dihadiri Dirjen Bimas Islam Nasaruddin Umar, dan Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Rohadi Abdul Fatah.

Bahrul mengungkapkan, sampai saat ini Kemenag belum melakukan verifikasi arah kiblat dari masjid dan mushalla di Indonesia yang jumlah mencapai 700 ribu masjid. “Secara bertahap, semua masjid di Indonesia akan dilakukan verifikasi arah kiblat. Caranya yang utama mengubah shaf, sedangkan yang akan membangun masjid supaya berkoordinasi dengan Kementrian Agama setempat,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengukuran ulang arah kiblat masjid maupun mushalla tidak dipungut biaya, karena semuanya sudah menjadi tanggungan Kementrian Agama. Disatu sisi, bagi masjid maupun mushalla yang belum diverifikasi arah kiblatnya, shalat saja seperti biasa. Sebab, kiblat yang ditetapkan oleh para ulama dan tokoh agama saat itu, sudah sesuai dengan kondisi ilmu falaq dan peralatan yang ada.

“Sekarang ini kemajuan zaman dan ilmu pengetahuan serta canggihnya peralatan, telah memberikan kemudahan kepada manusia untuk menentukan posisi yang tepat mengarah kearah Ka`bah,” ujar Bahrul Hayat didampingi Dirjen Bimas Islam Nasaruddin Umar, dan Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Rohadi Abdul Fatah.

Untuk itu Sekjen Bahrul Hayat berpesan kepada masyarakat, agar tidak galau dalam melaksanaka shalat, hanya karena arah kiblat di masjid maupun mushalla di lingkungannya belum diubah. “Tidak ada masalah soal itu,” tegasnya.

Menjawab pertanyasan ia menambahkan, dengan teknologi komputer dan satelit atau dengan yan paling sederhana, navigasi yang telah Allah SWT berikan sejak dahulu, yaitu matahari. Sebab pada tanggal 27 atau 28 Mei jam 16:18 WIB, dan 15 atau 16 Juli jam 16:28 WIB, posisi matahari tepat berada di atas Ka`bah. Sehingga bayang-bayang benda dipermukaan bumi pada jam tersebut, mengarah ke Ka`bah.

“Jika arah tersebut telah kita temukan, berdasarkan hasil ilmu pengetahuan dan teknologi. Maka hasil tersebut merupakan ijtihad yang wajib dipergunakan,”ujarnya.

Menurut pengamatan Kementrian Agama lanjut Bahrul, arah kiblat masjid-masjid yang ada, terjadi beberapa masjid yang beda dari arah yang tepat. Perbedaan ini, dapat mencapai sekitar 20 derajat. “Kami berharap, nantinya masyarakat mau berkonsultasi dengan pihak Kementrian Agama setempat, untuk menentukan arah kiblat masjid yang hendak dibangun,” pinta Bahrul seraya menambahkan nantinya pengurus masjid atau panitia pembangunan memperhatikan arah kiblat yang benar. (ks)

Galery :

Link terkait:

Agenda serupa untuk utusan Pesantren:

Iklan

6 Tanggapan

  1. ustadz… nanya nich ?
    berita tadi malam di TV 1, MUI menyarankan agar arah kiblat masjid dibenarkan, pergeseran lempeng bumi membuat arah
    kiblat bergeser 30 cm.
    benarkah ketidaktepatan arah kiblat itu karena pergeseran
    lempeng? ato karena waktu buat masjid tidak di kompas ….?
    syukron.

    kiblat error karena gempa, belum pernah diteliti.
    kiblat error, lebih karena:
    a. kiblat is arah, wis pokoknya ke arah barat
    b. miskonsepsi, kiblat is barat. and barat is sunset.
    c. arah is barat tambah ke utara sedikit.
    d. sedikit itu ternyata beda2 tiap tempat…
    gempa bisa geser lempeng, tapi perlu ribuan tahun….

    Suka

  2. […] 4. Arah Kiblat GESER?? Koreksi Arah Kiblat menggunakan Teknologi Google Earth oleh Bagus Cokie 5. Sosialisasi Arah Kiblat di Kemenag Surakarta oleh Pakar Fisika 6. Cara Praktis Menentukan Arah Kiblat oleh Akhdian 7. Hukum Kompas Pada […]

    Suka

  3. terimakasih atas infonya pak…

    Suka

  4. terimakasih pak atas informasinya…

    Suka

  5. senang rasanya masih bisa berkunjung di rumah sahabat di akhir pekan ini, salam dari kalimantan tengah 00:14

    terima kasih sobat, met n sukses selalu…salam

    Suka

  6. Di masjid kami,sudah di verifikasi arah kiblatnya oleh kemenag kab sragen,tp sampai saat ini msh ada jamaah yg blm mau menerima,bahkan masih srg berebut karpet.apa yg hrs km lakukan…..?!

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: