• Asal Pengunjung:

  • FB:Pakar Fisika
  • Tulisan Terbaru

  • Arsip Tulisan:

  • Komentar Terbaru

    pakarfisika di Waktu Shubuh, terlalu cep…
    Ana Wahyudi di Waktu Shubuh, terlalu cep…
    Mochammad nova hendr… di Waktu Shubuh, terlalu cep…
    udiana di Software Silsilah (Trah)
    pakarfisika di Waktu Shubuh, terlalu cep…
    Waktu subuh yang ben… di Waktu Shubuh, terlalu cep…
    Rahmadmars di Gaji DPR vs Gaji Guru
    Widodo di Waktu Shubuh, terlalu cep…
    konbud di Kapan Awal Ramadhan 1438 H dan…
    Budi Abu Ahmad di Kapan Awal Ramadhan 1438 H dan…
  • Tulisan Terlaris

  • RSS Jogja Astro Club

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • RSS Info Astronomi

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • RSS Rukyah Hilal Indonesia

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • RSS Fisika Indonesia

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • RSS Info Beasiswa

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • Citra Matahari Kini:

  • Jumlah Pengunjung:

    • 2,392,030 orang
  • 50 Top Pencari:

Sekolah Unggulan senilai 98 M

Duit is Uang

Duit is Uang

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membangun SMANU MHT (Sekolah Menengah Atas Negeri Unggulan Mohammad Husni Thamrin) di Bambu Apus, Cipayung. Pembangunan sekolah itu dilakukan sejak 2007 dengan menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) multiyears sebesar Rp 98 miliar.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Pak Taufik Yudi Mulyatno mengatakan, pembiayaan sekolah ini separuhnya ditanggung oleh APBD. “Sisanya dari APBN, orang tua murid, dan masyarakat peduli pendidikan,” kata pak Taufik kemarin.

Seklah Swasta lebih baik:

Gubernur DKI, Pak Fauzi Bowo mengatakan pembangunan sekolah unggulan ini untuk merespons aspirasi masyarakat yang menginginkan sekolah berkualitas. Tuntutan ini terlihat dari banyaknya orang tua yang memasukkan anak mereka di sekolah-sekolah swasta. “Secara rata-rata, sekolah swasta lebih baik dari sekolah negeri,” ujarnya.

Pak Taufik menambahkan, sekolah itu dibangun berdasarkan permintaan pemerintah pusat yang mengharuskan setiap provinsi memiliki sekolah unggulan. Ia menyebutkan, perbedaan sekolah ini dengan sekolah unggulan lain di Jakarta adalah tarafnya lebih tinggi dari sekolah berstandar internasional.

Dia lalu menyebutkan, sekolah tersebut juga menyediakan fasilitas olahraga dan asrama. “Tiap asrama berkapasitas 50 kamar bagi murid asal luar kota,” ujarnya. Untuk menunjukkan kualitas sekolah itu, kata Taufik, pemerintah bekerja sama dengan Universitas Cambridge. “Siswa yang lulus dari sekolah ini bisa melanjutkan di universitas tersebut,” kata dia.

Taufik mengatakan sekolah ini akan mulai membuka pendaftaran pada akhir Maret 2009. “Tahap pertama akan dibuka untuk sembilan kelas, di mana masing-masing kelas terdapat 24 siswa,” ujarnya. Persyaratan masuk sekolah unggulan ini di antaranya adalah memiliki inteligensi 120 hingga 140, serta lulus tes bahasa Inggris, matematika, fisika, biologi, dan psikotes.

Dari pantauan Tempo kemarin, sekolah megah itu baru akan dibuka Selasa depan.

“Tinggal penambahan hal kecil, seperti sakelar listrik,” ujar Suwardi, petugas keamanan sekolah. reff: [ Koran Tempo ]

Jer Basuki Mowo Beo:

(Mahal = Kualitas..?)

Kualitas hanya akan didapat bila ada dana, kira2 itu kata orang Jawa itu. Jadi kalau mu berkualitas, maka kita harus siap biaya. Lha yang nggak ada biaya, maka apakah cukup sedang-sedang saja…?

Rektor Universitas Negeri Jakarta Prof Dr Sutjipto mengatakan, sekolah yang mahal belum tentu menjamin mutu pendidikannya lebih baik. Tetapi, sekolah yang mutu pendidikannya baik, otomatis biaya sekolahnya mahal.

Hal ini terjadi karena mutu pendidikan berhubungan erat dengan proses belajar mengajar. Untuk menunjang proses belajar mengajar tersebut diperlukan fasilitas seperti laboratorium dan sebagainya. Penyediaan fasilitas inilah yang mahal,” katanya.

Sementara itu praktisi pendidikan Arif Rachman mengungkapkan, mutu pendidikan adalah syarat mutlak untuk mendapatkan predikat sekolah unggulan. Namun, yang paling utama menentukan predikat tersebut bukanlah semata pada nilai lulusan dari sekolah tersebut.

Faktor yang paling utama sebagai tolak ukur adalah kepribadian si murid. Sekolah unggulan dinilai sebagai sekolah yang menempatkan pembentukan kepribadian atau watak anak didiknya yang kemudian diikuti tingkat intelektualitas atau kepintaran keilmuan. Meski harus diakui, mutu pendidikan memang harus didukung oleh biaya sekolah yang tinggi, ia tidak sependapat bahwa suatu sekolah hanya melulu menerima murid yang mampu ekonominya.

Berbasis Manajemen

Sekalipun pak Sutjipto maupun pak Arif Rachman mengakui biaya pendidikan merupakan faktor penting tetapi tidak berarti anak yang berasal dari keluarga yang kurang mampu tidak bisa mengenyam pendidikan di sekolah yang mutu pendidikannya baik.

Menurutnya, pemerintah harus memberikan layanan yang baik tentang mutu pendidikan. Untuk itulah dalam UUD 1945 dicantumkan biaya untuk pendidikan sebesar 20% dari APBN. Hal ini juga merupakan usulan dari pemerintah.

Selain itu, ada program yang disebut dengan school base management dimana program tersebut didasarkan pada kebutuhan dan keadaan sekolah. ”Dengan program ini, pihak sekolah tidak lagi didikte dari pusat. Guru dalam mengajar juga bisa menggunakan sumber-sumber lain, tidak hanya terpaku pada modul yang dikirim dari pusat,” lanjutnya. School base management ini bisa digunakan untuk membantu biaya pendidikan bagi murid yang orang tuanya kurang mampu, tetapi atas persetujuan rapat orang tua murid.

Pak Sutjipto juga menawarkan beberapa kiat yang harus diperhatikan orang tua dalam memilih sekolah bagi anaknya. Pertama, orang tua harus melihat kegiatan operasional yang dilakukan di sekolah tersebut. Sekolah yang baik adalah sekolah yang mampu mengajar anak dengan baik. ”Jadi orientasinya pada anak, bukan hanya sekadar menghabiskan bahan ajar saja”.

Kedua, terciptanya hubungan yang baik antara guru dengan murid dan antara murid dengan murid. Menurutnya, sekolah yang tidak mahal pun bisa memiliki mutu pendidikan yang baik, asalkan sekolah tersebut dapat menciptakan situasi belajar yang menyenangkan.

Keempat, sesuaikan dengan keuangan keluarga. Kelima, pihak sekolah selalu melibatkan orang tua murid dalam memecahkan masalah-masalah di sekolah.
Pluralitas

Pak Arif Rachman mengungkapkan, meski mutu pendidikan memang harus didukung oleh biaya sekolah yang tinggi, ia tidak sependapat bahwa suatu sekolah hanya melulu menerima murid yang mampu ekonominya. Sekolah bisa dibilang gagal bila tidak berhasil mendidik anak muridnya untuk bisa memahami pluralitas dan berbaur dengan masyarakat lainnya.

Menurut pak Arif, sekolah unggulan adalah sekolah yang mendahulukan pembentukan watak yang sesuai dengan amanat agama, kepribadian baru keilmuan yang cakap. Nah, yang dijadikan unggulan dari suatu sekolah bukan saja mutu pendidikannya dari kurikulum yang ada dengan program kegiatannya, juga harus didampingi ko-kurikulernya dan didukung oleh SDM, guru-guru yang bukan saja pintar tapi idealis.
Kalau bisa, murid jangan jadi seperti ‘sapi perahan’, dan sekolah harus tidak mencari uang hanya dari anak- anak. Sekolah memang butuh proses panjang, bukan seperti beli barang. Nilai NEM atau nilai hasil studi bukanlah segalanya,” kata Kepala Sekolah Labschool Jakarta ini.

Ia mengatakan, yang harus dikedepankan dari fungsi sekolah adalah pembentukan kepribadian anak muridnya. Sudah seharusnya, jika sekolah menghasilkan mutu lulusan yang jauh lebih besar dari kecakapan si anak secara keseluruhan sebagai latar belakangnya. Ia menyayangkan jika masih ada sekolah yang hanya menerima murid dari kalangan yang mampu. Karena, hal ini hanya akan mengelompokkan masyarakat dalam status sosial dan lainnya.

Sekolah berbiaya mahal dapat mensiasati hal dengan menerapkan subsidi silang dengan memberikan kebijakan uang sekolah yang lebih besar bagi mereka yang dikategorikan mampu. Dan, ia juga menyayangkan kurangnya peran Departemen Pendidikan untuk mengalokasikan dana untuk seubsidi silang. Sehingga, mutu anak didik dari suatu wilayah tidak lebih jauh tertinggal dari wilayah lainnya.

reff: [ Sinar Harapan ]

Iklan

4 Tanggapan

  1. top… semoga semakin banyak sekolah kayak gini…………..

    Suka

  2. top… semoga semakin banyak sekolah kayak gini…………..

    alphin23.wordpress.com

    Suka

  3. Gini dong….top bgt deh

    Suka

  4. softwarenya bagus, kalau boleh mohon kirin ke e-mailku,oyha saya alumni ped.fisika fpmipa ikip jakarta,angkatan 1985.saya ngajar di smpn2 lengkong nganjuk.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: