Mengapa David Bunuh Diri?

Bunuh Diri?

Bunuh Diri?

Pemuda Indonesia yang bernama lengkap David Hartanto Widjaja diketahui menusuk pembimbing tugas akhirnya, Prof  Chan Kap Luk, di lantai 6 pada pukul 10.35 waktu setempat. Setelah itu David lari menuju lantai 4. Di sinilah dia mengiris urat nadinya lalu meloncat hingga menemui ajal. Aneh tapi nyata, orang pinter kok ( nggak ) cerdas. Mengapa? Karena…

Kebanyakan kita mengakui dan beranggapan bahwa yang disebut cerdas adalah yang otaknya brilian, yang nilai matematikanya 10, yang juara olimpiade, yang ini yang itu….

Ketahuilah bahwa cerdas adalah manakala manusia mampu mennyadari bahwa ia akan mati. Jadi Orang Cerdas itu ciri utamanya adalah ‘Ingat Mati’.

Tugas Guru adalah menyampaikan informasi selengkapnya dan seutuhnya kepada para siswa, sehingga kelak ketika hidup di dunia model manapun, ia sudah punya kendali. Jujur, semua akan beres manakala aturan dari agama kita tegakkan. Kitab suci Al-Qur’an telah mengatur semuanya.

Menurut penelitian Howard Gardner, penemu Multiple Intelligences dalam Intelligence Reframed; Manusia hakikatnya memiliki sepuluh (10) Kecerdasan, yakni:

  1. Lingustik
  2. Matematiks
  3. Spasial
  4. Kinestetis
  5. Musics
  6. Antar Pribadi
  7. Inter Pribadi
  8. Naturalis
  9. Eksistensia
  10. Spiritual

Jadi, jangan pernah katakan :

  • Albert Einstein lebih cerdas ketimbang Mike Tyson…!
  • Habibie lebih cerdas ketimbang Iwan Fals…!
  • David lebih cerdas ketimbang Chris John…!
  • dan seterusnya…

atau sebaliknya.

Semetinya kita katakan, bahwa:

  • Albert Einstein cerdas begitupula Mike Tyson…!
  • Habibie cerdas dan juga Iwan Fals…!
  • David cerdas, Chris John juga…!
  • dan seterusnya…

David yang  Cerdas:

Dari beberapa media kita dapati berita bahwa Mahasiswa tingkat akhir Nanyang Technology University, David, diduga menusuk profesornya dengan pisau 10 cm. Pisau itu kini diamankan polisi.

Motivasi penusukan itu belum diketahui jelas namun David diduga karena depresi terkait tugas akhir.

Pemuda Indonesia yang bernama lengkap David Hartanto Widjaja diketahui menusuk pembimbing tugas akhirnya, Prof Chan Kap Luk, di lantai 6 pada pukul 10.35 waktu setempat. Setelah itu David lari menuju lantai 4. Di sinilah dia mengiris urat nadinya lalu meloncat hingga menemui ajal.

Sangat tragis…dan menyedihkan

Siapa David…? Yahoo News

David Hartanto Widjaja, mahasiswa Indonesia yang bunuh diri setelah menikam dosennya di Nanyang Technology University bukan orang sembarangan. Lulusan SMAK I Penabur itu memiliki segudang prestasi.

Sebelum melanjutkan kuliahnya di Singapura, David pernah menjadi peserta Olimpiade Matematika Internasional (IMO) di Meksiko pada 2005. Demikian informasi yang dikumpulkan detikcom, Senen (2/3/2009).

Saat itu, David dikirim bersama kelima rekannya Andre Yohannes Wibisono (SMAK St Louis Surabaya), Andika Widjaja (SMAK Kolese St. Yusuf Malang), Kristo (SMAN 3 Yogyakarta), Sander Parawira (SMAK 1 BPK Penabur Jakarta), dan Dimas Yusuf Danuwerda (SMAN 10 Samarinda).

Namun sayang, David tidak menang dalam pertandingan itu. Tim Indonesia merebut tiga medali perunggu, yaitu atas nama Andre Yohannes Wibisono, Sander Parawira, dan Dimas Yusuf Danurwenda.

Tidak cuma matematika, David juga jago dalam bidang ilmu pengetahuan. Buktinya pada 2004, David menjadi salah satu peserta Olimpiade Sains Nasional (OSN).

Bunuh Diri pada Mahasiswa, Lebih Umum: –NetSains-

Lebih dari setengah populasi mahasiswa berjumlah 26.000 dari 70 perguruan tinggi Amerika Serikat yang menyelesaikan survei mengenai pengalaman bunuh diri, telah melaporkan bahwa mereka pernah memikirkan untuk bunuh diri, paling tidak sekali dalam hidup mereka. Lebih jauh, 15 persen dari mahasiswa yang disurvei telah memikirkan secara serius untuk bunuh diri, dan lebih dari 5 persen pernah melakukan percobaan bunuh diri paling tidak sekali dalam hidup mereka.

Dalam sebuah presentasi pada Konvensi tahunan asosiasi psikologi amerika ke 116, psikologis David J Drum dan asisten autor dari Universitas Texas di Austin melaporkan penemuan mereka, yang diambil dari survei berbasis web yang dilakukan oleh konsorsium riset nasional bimbingan penyuluhan pada perguruan tinggi. Survei tersebut dilakukan pada musim semi tahun 2006 dan telah berhasil dikumpulkan berbagai pemikiran dan tingkah laku yang berkaitan dengan bunuh diri diantara mahasiswa. Survei tersebut direview oleh direktur bimbingan penyuluhan kampus yang berpartisipasi, juga oleh dua orang pakar psikologi bunuh diri.

Enam persen dari mahasiswa S1 dan 4 persen dari mahasiswa S2 dilaporkan secara serius mempertimbangkan bunuh diri dalam rentang waktu 12 bulan sebelum menjawab survei. Oleh karena itu, para peneliti menemukan, bahwa pada perguruan tinggi dengan rata-rata mahasiswa S1 berjumlah 18.000, sebanyak 1.080 mahasiswa akan secara serius memikirkan untuk bunuh diri paling tidak sekali dalam setahun. Sekitar dua pertiga dari mereka yang memikirkan untuk bunuh diri akan melakukannya lebih dari sekali dalam periode 12 bulan.

Mayoritas mahasiswa menjelaskan episode tipikal pemikiran bunuh diri sebagai sesuatu yang intens dan singkat, dengan lebih dari setengah episode tersebut hanya berlangsung sehari atau lebih sebentar. Peneliti menemukan, bahwa untuk berbagai alasan, lebih dari setengah mahasiswa yang mengalami krisis bunuh diri tidak mencari pertolongan profesional atau memberitahu siapapun mengenai pemikiran mereka.

Alasan

Peneliti menggunakan sampel terpisah dari mahasiswa S1 dan S2. Ukuran perguruan tinggi terentang dari 820 sampai 58.156 mahasiswa, dengan rata-rata 17.752. Bagi 15.010 mahasiswa S1, 62 adalah perempuan dan 38 persen adalah pria. 79 persen adalah kulit putih, dan 21 persen non kulit putih. 95 persen mengidentifikasi diri mereka sebagai heteroseksual dan 5 persen adalah biseksual, gay, atau tidak memutuskan sama sekali. Umur rata-rata adalah 22. Bagi 11.441 mahasiswa S2, 60 persen adalah perempuan dan 40 persen adalah pria. 72 persen adalah kulit putih dan 28 persen adalah non kulit putih. 94 perseb adalah heteroseksual dan 6 persen adalah biseksual, gay, atau tidak memutuskan sama sekali. Umur rata-rata adalah 30.

Baik mahasiswa S1 dan S2 memberikan alasan berikut sebagai landasan pemikiran bunuh diri mereka, dalam urutan:
(1) Menginginkan untuk menghilangkan sakit secara fisis dan emosional
(2) Masalah dengan hubungan cinta
(3) Hasrat untuk mengakhiri hidup mereka
(4) Masalah dengan sekolah atau akademis

Sebanyakl 14 persen dari mahasiswa S1 dan 8 persen dari mahasiswa S2 yang secara serius mempertimbangkan untuk bunuh diri dalam 12 bulan sebelumnya, akhirnya melakukan upaya bunuh diri. 19 persen dari mahasiswa S1 dan 28 persen dari mahasiswa S2 yang mencoba bunuh dri memerlukan pertolongan medis. Setengah dari yang mencoba meminum obat dalam dosis berlebih sebagai metode mereka, demikian kata pengarang.

Depresi

Dari survei tersebut, pengarang menemukan bahwa pemikiran bunuh diri sering terjadi karena depresi, masalah makan, atau pelecehan. Mereka juga menemukan bahwa bergantung secara penuh pada model perawatan yang ada, dimana mengidentifikasi dan menolong mahasiswa yang sedang dalam krisis, ternyata tidak cukup untuk mengatasi perilaku bunuh diri pada mahasiswa.
Pengarang menganjurkan beberapa model untuk mengatasi masalah tendensi bunuh diri pada mahasiswa.

Dengan berfokus pada pemikiran bunuh diri dan perilaku sebagai masalah, daripada memperhatikan hanya mahasiswa yang berada dalam krisis, intervensi dapat diberikan pada banyak titik, demikian kata mereka. Lebih jauh, informasi dari survei dapat menolong untuk mencocokkan mahasiswa yang sedang dalam risiko atau yang telah memngalami pemikiran bunuh diri dan perilaku terkait dengan perawatan yang cocok. Hal ini akan mengurangi kemungkinan mereka mengubah pemikiran tersebut kepada tindakan percobaan, demikian kata mereka.

Dengan meningkatnya stres pada mahasiswa dan berkurangnya sumber daya untuk mengatasi konsekuensi tersebut, pencegahan bunuh diri memerlukan berbagai seksi dari personel kampus-adiminstrator, pemimpin mahasiswa, penasihat, dosen, mahasiswa, dan konselor-tidak hanya melibatkan mahasiswa tersebut dan beberapa psikolog saja. ‘Ini akan mengurangi presentasi dari mahasiswa yang terlibat pada pemikiran bunuh diri, atau yang akan melakukan tindakan untuk itu’, demikian kata Drum.

Kenapa orang berpendidikan cenderung tidak cerdas..???

Info seputar David di NTU:

=YM saya dan Murid saya yang kini nyantri di MDIS (Management Development Institute of Singapore)=

AR:David itu siapa dan gimana kasusnya bermula?
***** ****: orang ini anak jakararta
***** ****: dpet bia siswa di NTU
***** ****: nanyang technology university
AR: tsumma…
***** ****: trus
AR: antum taktub, ana usholli…
***** ****: di
***** ****: ok
***** ****: ditengah2
***** ****: study itu
***** ****: ternyata beasiswanya
***** ****: dicabut
***** ****: tapi orang ni orng top ten
***** ****: atau orang pinter di NTU
***** ****: chinese jakarta.
***** ****: tibalah dia di
***** ****: akhir
***** ****: study untuk buat project akhir
***** ****: sampe
***** ****: anak tersebut 5 kali
***** ****: ngajuin tesisnya
***** ****: ditolak2 trus
***** ****: sama profesornya
***** ****: yaa mungkin ketidak terimaan
***** ****: anak2 itu
***** ****: secara dia orang pinter dari NTU
***** ****: setelah
***** ****: itu
***** ****: dia ngajuin yang terakhir kali masih juga di reject
***** ****: ma profesornya
***** ****: tibalah dia memutuskan untuk
***** ****: membunuh
***** ****: prof dan dia coba bunur diri
***** ****: setelah
***** ****: memotong tangannya lalu jamp
***** ****: dari lantai atas.
***** ****: tapi
***** ****: akhirnya
***** ****: profesornya
***** ****: masih hidup
***** ****: setelah itu
***** ****: orng tuanya coba untuk mengunjungi
***** ****: anaknya dan mayitnya di buang ke laut di salah satu disingapore jadi ga dibawa pul ke Indonesia
***** ****: anak ni sangat pinter dan byk mengukuti byak olimpiade2 di singapore misal matematika dll
AR: maaf saya baru selesai sholat.
AR: kok nulisnya putus2…gak langsung banyak …gitu
***** ****: hhaha
AR: Aa cerita kuliah disana mahal, berarti kalau dapat beasiswa pasti banyak yaaa?
***** ****: hahaha
AR: yg beasiswa itu per tahun berapa?
***** ****: bisa aaja
***** ****: wahh
***** ****: mahal taz
***** ****: 200 jutaan

Jadi apakah David Bunuh Diri atau Dibunuh….???

Wa Allahu a’lamu bish-showaab

Iklan

19 Tanggapan

  1. he e kenapa sih kadang kita pintar tapi gak cerdas? apa sebaliknya?
    aku jadi bingung?
    Tapi Bunuh Diri!
    Tar dulu ya Aku masih sayang anak-anakku
    Lagian Gak bunuh diri aja dosa kita dah buanyak

    Suka

  2. […] Rujukan: Mengapa David Bunuh Diri? David Yang Bukan Musuh Sang Goliath Mahasiswa Indonesia Tikam Propesor Singapore Setelah Itu Bunuh […]

    Suka

  3. Astaghfirullah..mudah2an tidak terulang lagi..

    Suka

  4. Jangan bilang itu tdk cerdas….

    sepakat, yg pas belum cerdas…salam

    Suka

  5. Untung saya tidak pintar-pintar amat ya….
    🙂

    Suka

  6. Mengapa David bunuh diri ? mungkinkah David dibunuh?
    hanya ada satu org yg tahu,bagaimana hal itu bisa terjadi,ngak mungkinkan kita tanya sama David…..
    kl negara Singapore mau menjaga citranya sebagai kota pelajar terbaik dan NTU sebagai universitas terbaik mereka hrs jujur dlm mengusut kejadian ini,yg salah hrs mengakui kesalahanya. Jd sang profesor hrs berani utk mengungkapkan hal yg sebenarnya….

    Suka

  7. salam kenal..
    Saya turut berbelasungkawa atas wafatnya salah satu putra terbaik bangsa ini yang sarat prestasi.

    Saya ikuti beberapa berita yang berkaitan dengan kasus ini, yang kabarnya masih dalam penyelidikan, David belum tentu depresi dan belum tentu yang menusuk profesor tersebut….semua masih dalam pengusutan….semoga kebenaran yang muncul, bagaimanapun dan apapun itu.

    The truth is out there…

    Suka

  8. kurang nya iman, coba kalo beriman, rajin sholat di mesjid ikut pengajian Insyal Allah tidak terjadi hal2 seperti itu

    Suka

  9. Siapa percaya Davib bunuh diri? Yang bener saja, selidiki dulu si Dosen. Jangan-jangan si Dosen yang profesor itu ada kelainan jiwa atau psycho.
    Iya toh…? Jangan heran kalo di Singapore gila itu dah jadi budaya.

    Suka

  10. saya tertarik dengan kalimat terakhir “kenapa orang berpendidikan cenderung tidak cerdas?”

    seorang kawan pernah berujar “semakin tinggi pendidikan seseorang, semakin dia tidak berkontribusi ke masyarakat”

    hmm…

    Suka

  11. yakin 100% david bunuh diri?/mempertahankan diri dari bahaya yg mangacam,dileher david ada bekas luka?,terus yakin prof tuch normal>,siapa tau prof gay yg mengancam david/dll yg orang berhak mempertahankan diri,jgn menuduh dulu 100% dia yg mulai dulu?,kasian keluarga korban dasar sakit jiwa eloo

    Suka

  12. suuzhon semua nih…

    Suka

  13. A few facts to think about

    First, I don’t think David suicide. There is no way a guy that wanted to suicide bring their daily stuffs inside his bag.

    Second, I know what David feels, because I have similar traits as him. He plays game to reduce his stress, not to be caught in it. Therefore he didn’t need NTU to help him, as much as I only need to fire up my Fallout 3 or Star Ocean when I am stressed, and be in my top condition and ready to work again in 2-3 hours later. This way, we can manage a hell lot more stress than any people. This way, I can work from 6AM to 3AM straight, every day including saturday and sunday, without vacation, 365 days a year, without any sign of stress, and work much faster than anyone else in my department. And about his being introvert, me too an introvert, but not introvert enough. I don’t like to discuss my internal matters, but I can still talks and jokes to everyone in between my stressful job, bu we like to talk about anything. So, it was a usual routine for David.

    Third, it was said that the prof stabbed while facing his computer. And some students noted that the prof’s chair was a high rise chair. How could he even be stabbed from behind while sitting on that chair? Even though David successfully went to a great length trying to slip his hand between prof’s back and the chair, why did he do it when he wanted to suicide anyway?

    Fourth, the stuffs being left at prof’s room. Why did he even brought those stuffs, and left them there if he knew that he would kill the prof? To intentionally leave a proof? I don’t think so.

    Fifth, there are 2 facts, that tells the same story. People saw blood dripping from his wrists (both wrists), and the body shows a wound on his neck. A slitted wrist won’t send blood to his pants, nor his other wrist, but a slitted neck will. And if he ran through the campus with slitted neck, are you sure he even wanted to suicide? Better to stay still and let it ends. Moreover, have you ever known people died by slitting his own neck and running through the hallway?

    Sixth, how come a person that has been stabbed with a knife, released from hospital in just 2 days? Is there any possibility a stabbed wound healed in 2 days?

    Seventh, where did the knife came from? As David’s bag left on prof’s room, with his usual daily stuffs. Plus, another fact that the prof always keep a knife for himself to peel off his fruits.

    Suka

  14. hmp…
    sering2 baca ini…
    http://www.kaskus.us/showthread.php?t=1503407

    dasar…ternyata anda juga ga cerdas nh,
    baru tau berita dari satu sisi aja dah merasa pinter and ngejudge…
    akhirnya banyak orang ga cerdas pada ikut2an komen kan…
    kumpulin dulu berita dari berbagai macem sisi,
    baru ngejudge!

    OK, thanks Mr. Shin….salam

    Suka

  15. jangan langsung men-judge orang ah,,
    kita kan enggak tau apa yang sebenarnya terjadi
    lagi pula sudah barang jamak fakta dibolak-balikkan
    jadi,
    mending kita doain aja david
    ben jembar dalane padang kubure
    amiin

    Suka

  16. Daripada berkomentar negatif seperti beberapa komen pertama yang sepertinya men-judge David berdasarkan fakta yang salah, lebih baik kita bantu doa, terutama untuk keluarganya tuh yang sekarang sedang berjuang keras untuk mengungkap kebenaran dari kasus ini. Kita juga harus berdoa semoga pemerintah mau turun tangan dalam proses penyelidikan.

    Suka

  17. Orang cerdas tidak sembarangan menuduh ya sob. Tapi juga harus melihat fakta, bagaimana mungkin seseorang menusuk dirinya sampai 36 kali, saya rasa orang bodoh pun akan menjawab tidak mungkin.

    Suka

  18. David itu dibunuh. Aku berani berusaha kalau nanti ketahuan Prof.Chan Kap Luk yang mbunuh hih tak hajar sampai giginya rontok semua n rambut, bulu mata, alis tak cabuti semua, n mukanya takbakar, (maaf) Organ Vital kucabut semua:Jantung, (maaf) penis, otak, dll akan kuhancurkan semua. Semoga min. dia (prof) masuk penjara seumur hidup or di eksekusi mati. Singapore lohing, endase petak dicakar maling. Eh ngak ana endase sih, wis ilang .

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: