Hikmah Mihaada ~ Roshdul Qiblah

Mihaada=Qiblah

Mihaada=Qiblah

Saat-saat ini, kita mesti memanfaatkan momen yang tidak setiap saat terjadi. Momen atau saat itu adalah posisi matahari yang bagi kita orang Indonesia sedang berada di belahan bumi bagian selatan. Momen ini berlangsung kira2 sampai bulan Feb 2009. Karena matahari terus ke utara dan pada 21 maret 2009, posisi matahari sudah pada garis khatulistiwa. Selanjutnya ke utara dan akan sampai di titik ujung 23.5° pada tanggal 21 Juni 2009. Itulah Mihaada.

Sebelum itu, dan saat-saat ini; mari kita memanfaatkan sinar matahri untuk mengoreksi arah kiblat masjid, musholla, surau, makam, dan kiblat di rumah atau tempat tinggal kita termasuk lapangan tempat sholat Ied. Sebab secara teori, arah kiblat masjid kita mayoritas dianggap sudah benar, tetapi secara praktis; masih banyak yang menyimpang. Lihat contoh di foto udara masjid Agung Yogyakarta ini. Dan masih ada juga contoh di tulisan ini.

Bagaimana cara memanfaatkan momen belakangan ini….

Yang pasti: murah, meriah, tanpa biaya, tanpa itung-itungan, wis sip lah..!

Begini:

Roshdul Qiblah.

Kita akan mudah menentukan dan mengoreksi arah kiblat masjid kita atau musholla kita pada waktu pagi hari. Yakni pada saat matahari pagi sebelum tergelincir di atas kepala (kulminasi). Caranya:

  1. Pastikan jam berapa Matahari Roshdul Qiblah (Data bisa dicari di software MS Excel berikut ini.)
  2. Tentukan lokasi, di masjid, musholla dan sejenisnya
  3. Siapkan tongkat vertikal (bisa tali yg diberi bandul). Bisa pakai tiang masjid.
  4. Lihat dan gambar bayangan tiang atau tali pada saat roshdul-qiblah, dan itulah arah kiblat.

Sebagai misal:

Azimuth kota Solo pada 24 Des 2008

Azimuth kota Solo pada 24 Des 2008

Bagi tinggal di Solo dan sekitarnya, maka kita tahu setelah melihat daftar pada berbagai perhitungan sampelnya software MS Excel di atas, bahwa di Solo, posisi Roshdul Qiblah atau Matahari berada pada azimuth segaris lurus ke azimuth kiblat Solo ke Titik Ka’bah, yakni:

Azimuth Kiblat Solo = 294° 30′ atau 24°30′ dari Barat Sejati.

Maka Azimuth sinar matahari di timur yang segaris lurus dengan 24°30′ dari titik barat adalah 90° + 24°30′ =

azimuth matahari = 114°30′

Azimuth Solo ~ Azimuth Bayangan

Azimuth Solo ~ Azimuth Bayangan

Nah, azimuth ini di kota Solo pada tanggal 24 Desember 2008, terjadi pada jam 08:21 WIB atau 08:21:35 WIB. Pada jam itu kita lihat tiang listrik atau benda vertikal, akan memiliki bayangan di sebelah baratnya. Dan bayangan itu adalah garis arah kiblat

Bayangan Matahari pada tiang vertikal di Solo pada 24 Des 2008 @ 08:21 = Arah Kiblat

Data ini akan berubah setiap hari. Dan pada 15 Febriuri 2009, posisi di Solo sudah jam 11:03 WIB untuk Roshdul Qiblah. Setelah tanggal 15 Feb 2009 itu, sudah sangat sulit, sebab matahari terus menuju ke utara…Maka mumpung masih ada kesempatan, mari manfaatkan momen ini.

Data Roshdul Qiblah di Wilayah Solo dan sekitar:

  • Tgl 25 Des 2008  = Jam 08:22 WIB
  • Tgl 26 Des 2008 = Jam 08:23 WIB
  • Tgl 27 Des 2008 = Jam 08:25 WIB
  • Tgl 28 Des 2008 = Jam 08:26 WIB
  • Tgl 29 Des 2008 = Jam 08:28 WIB
  • Tgl 30 Des 2008 = Jam 08:30 WIB
  • Tgl 31 Des 2008 = Jam 08:32 WIB
  • Tgl 1 Jan 2009 = Jam 08:34 WIB
  • Tgl 2 Jan 2009 = Jam 08:36 WIB

dst….

Gambar di bawah akan membantu memahami maksud:

Roshdul Qiblah di Solo 24 Des 2008

Roshdul Qiblah di Solo 24 Des 2008

Demikian Hikmah Berayunnya Matahari untuk Kepastian Arah Kiblat

Selamat mencoba…semoga tidak mendung,

Iklan

3 Tanggapan

  1. […] Terakhir pmb pedan di Events Cara Mencari Kiblat … di Kiblat Masjid kita: melenceng… Hikmah Mihaada ~ Ros… di Kiblat Masjid kita: melenceng… fadil man di Matahari dan Bumi zenli’s Blog […]

    Suka

  2. yg penting disaentero negeri ini, mayoritas masjid dan mushalla/langgar kita banyak yang menghadap lurus ke barat.
    berarti menghadapnya ke ethiopia/zimbabwe di afrika tengah, karena negara itu juga terletak di khatulistiwa.
    BAGAIMANA CARA KITA MEPERBAIKINYA, KARENA SAYA SUDAH BERUSAHA UNTUK MEMBENARKANNYA.
    PARA PENGURUSNYA BERTAHAN, BAHWA ITU SUDAH DIHITUNG OLEH KIYAI/USTADZ NYA YANG SUDAH BERKALI-2 KE MEKKAH.
    DAN ANAK KETURUNANNYA TIDAK MAU MEMBETULKAN KARENA BERANGGAPAN, BAHWA AMALAN LELUHURNYA SIA-2
    SAYA SUDAH BILANG, KARENA KETIDAKTAHUAN MEREKA, MAKA MEREKA TIDAK BERDOSA, TAPI KITA SEKARANG YANG SUDAH TAHU SALAH TAPI TAK MAU MEMBETULKANNYA BARU BERDOSA.
    TAPI MEREKA TETAP BERTAHAN
    sekarang aku minta agar teman-2 dapat memberikan masukan dan berbagi pengalaman.
    SYUKRAN. WASSALAM

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: