Observasi Hilal Penutup Dzul-Qo’dah 1429 H

Hilal Penutup

Hilal Penutup

Bulan Dzul-Qo’dah 1429 H, secara hisab bertepatan dengan hari Rabu, tanggal 26 Nopember 2008. Pada hari dan tanggal ini saya melakukan observasi atau rukyah untuk menyaksikan bentuk dan ‘keindahan’ rembulan penutup atau rembulan akhir bulan atau hilal tua bulan dzul qo’dah 1429 H. Hilal tua, bisa diamati pada Rabu 26 Nop dan Kamis 27 nop 2008. Hasilnya, pada hari pertama sukses, hari kedua gagal.

Pada hari pertama,

yakni Rabu 26 Nopember 2008, selepas sholat shubuh saya langsung ambil binokuler dan kamera digital, lalu pergi ke sawah. Sampai di lokasi (7° 41′ 39.17″ S,110° 44′ 20.64″ E,GMT+7,98 m), saya segera arahkan kamera ke titik dimana rembulan sabit tua akan bisa saya lihat.

Selanjutnya, binokuler saya arahkan ke lokasi tersebut, ternyata 90% horizon timur adalah berawan hitam alias mendung. Wah…repot juga nih..

Akhirnya, tersibaklah sedikit lubang di tengah2 awam hitam itu sebuah peluang yang sangat menjajikan. Pengalaman rekan2 yang biasa rukyah, lubang ini sering membawa untung. langsung coba saya amati ‘white hole’ diantara sekumpulan awan hitam…dan ternyata benar; Hilal Tua ‘jlarit’ kecil indah itu nampak…SUBHANALLAAH

Langsung saya coba ambil pakai kamera…tapi sayang karena si hilal tua ini keburu pamit…saya belum sempat atur fokus, jadi meski saya melihat dengan mata telanjang sangat jelas, dikamera hanya tampak samar2.

berikut gambar itu: =semoga bisa lihat…

46 WIB

Hilal Tua 26 Nop 2008 jam 04:46 WIB

Data astronomis rembulan di atas adalah:

The Old Crescent of Dzul Qo’dah 1429 AH:

1. Date of Observation : Wednesday 26 Nop 2008
2. Status : SEEN (on 04:30 LT
3. Location : Bendo-Juwiring-Klaten
Lattitude : 7° 41′ 39.17″ S
Longitude : 110° 44′ 20.64″ E
Time Zone : GMT+7
Elevation : 98 m
4. Moonrise : 03:43 LT
5. Sunrise : 05:08 LT
6. Moon alt @ Sunrise : 18° 17′

Kekurangan hanya pada fokus, resolusi sudah cukup. Data gambar ini sebagai berikut:

Camera
Make Canon
Model Canon EOS Kiss Digital N
Orientation upper left
X resolution 72
Y resolution 72
Resolution unit 2
Datetime 2008:11:26 04:46:43
YCbCr positioning co-sited
Image
Exposure time 1 s
F-number 3.5
Exposure program Not defined
ISO speed ratings 400
Date/time original 2008:11:26 04:46:43
Date/time digitized 2008:11:26 04:46:43
Component config YCbCr
Shutter speed value 1 s
Aperture value 3.61472
Exposure bias value 0
Metering mode Pattern
Flash Flash did not fire [off]
Focal length 18 mm
User comment
Colorspace sRGB
Pixel X dimension 1728
Pixel Y dimension 1152
Focal plane X res. 1977.12
Focal plane Y res. 1979.38
Focal plane res. unit inch
Custom Rendered Normal process
Exposure mode Auto exposure
White balance Auto white balance
Scene capture type Standard

Rembulan itu sangat indah, dan keindahan itu memiliki data astronomis yang lengkap pula, dan bisa saya lihatkan via simulasi di Starrynight berikut ini:

Hilal Tua versi Starrynight

Hilal Tua versi Starrynight

Gambar berikut adalah hilal yang sama yang diambil Ikhwan kita di Iran, Alireza Mehrani:

Location: Esfahan, Iran
Latitude: 32° 37′ N
Longitude: 51° 35′ E
Elevation: 1615 meters from sea level
Time zone: +3.5

Date: Wednesday November 26, 2008 (Azar 6, 1387)
Temperature: +0.4 C°
Barometer: 847.8 mb
Visibility: 11 km
Wind: Calm
Humidity: ?

Topocentric and local time values from “Moon Calculator” (Refrac off):
Time: 06:13 LT (02:43 UT)
Moon Alt: 6° 44′ 54″
Sun Alt: – (6° 45′ 14″)
Elongation: 17° 30′ 56″
Rel Azi: 11° 11′ 00″
Moon Width: 0.69′
Moon Phase: 2.52%
Moon Age: 38h 12m before conjunction

Camera: Digital camera (Sony DSC H9)
Focal Length: 78mm
F-Number: F/4.5
ISO Speed: ISO-80
Exposure Time: 0.77 sec
Observer & photographer: Alireza Mehrani

Hilal Tua 29 Dzul Qo'dah 1429, di Iran

Hilal Tua 29 Dzul Qo

Pada hari kedua,

yakni Kamis 27 Nopember 2008, selepas sholat shubuh saya juga langsung ambil binokuler dan kamera digital, lalu pergi ke sawah; Sampai di lokasi (7° 41′ 39.17″ S,110° 44′ 20.64″ E,GMT+7,98 m), saya segera arahkan kamera ke titik dimana rembulan sabit tua akan bisa saya lihat.

Kondisi cuaca hari kedua ini kurang baik, karena mendung cukup tebal dan tidak menyisakan ruang untuk bisa sejenak sang rembulan paling tua bisa saya amati. Hilal penutup paling akhir atau fase paling bontot di bulan dzul qo’dah 1429 H ini pun GAGAL saya amati, dan poto cuma landscape doang…

Berikut simulasi SNPP nya:

Hilal Paling Tua bulan Dzul Qo'dah 1429 H

Hilal Paling Tua bulan Dzul Qo'dah 1429 H

Laporan saya ke ICOP, sebagai berikut:

The Old Crescent of Thul-Keadah 1429 AH was NOT SEEN from my location, Juwiring-Klaten Indonesia (7° 41′ 39.17″ S,110° 44′ 20.64″ E,GMT+7,98 m). Moonrise @ 04:29 LT, Sunrise @ 05:09 LT, Moon alt @ Sunrise = 07° 56′. The crescent was NOT SEEN, because the east horizon was totally cloudy.

Iklan

3 Tanggapan

  1. Jd kira2 kpn 1 Dzulhijjah, Pak? Malam ni or bsk?

    Suka

  2. sebenarnya saya mau buat tulisan lanjutan hilal tua, yakni hilal muda. Tapi secara hisab dan rukyah tadi sore, maka 1 DzulHijjah 1429 H jatuh pada Sabtu 29 Nop 2008.

    Suka

  3. Nice observations :). Saya malah ketiduran :). Btw, hanya nampak +/- 5 detik nggih pak AR ? Wah kalo diposting ke milis ICOP dan ketemu Afzal bisa digugat abis2an, karena bagi beliau itu gak mungkin hilaal cuman nongol 5 detik. Sementara bagi kita yang berada di tropical region, maritime continental kayak Indonesia, sebenarnya ya wajar saja.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: