Prediksi Awal Ramadhan 1429 H

Prediksi Awal Ramadhan

Prediksi Awal Ramadhan

Bulan suci Ramadhan, merupakan bulan rohmah, bulan maghfiroh, bulan ampunan, bula al-qur’an, bulan lailatul qodr dan masih banyak lagi sebutan untuk tamu agung yang segera akan hadir di tengah-tengah kita semua. Sebagai ummat Islam, bergembira mendengar dan menyaksikan kehadiran bulan istimewa ini, sudah diganjar dengan pahala, konon lagi mampu dan mau memanfaatkannya dengan semaksimal mungkin.

Sebelum tamu kita itu hadir, perlu kita sadarai dan memang sudahsam akita maklumi, khususnya kita ummat Islam di Indonesia; bahwa sudah menjadi ‘tradisi’ ummat Islam Indonesia untuk berbeda dalam menyambut hadirnya bulan suci ramadhan.

Ramadhan tahun lalu 1428 H atau 2007, alhamdulillah kita mayoritas kalau tidak semuanya bisa serempak, meski Idul Fitrinya berbeda. Mengapa berbeda…?

Perbedaan itu adalah rohmat, apakah iya…? –> bukannya malah akan menimbulkan perpecahan yang justru jauh dari rohmat/kasih sayang..!

Perbedaan memang banyak ragamnya…

Tetapi Perbedaan Ramadhan dan sejenisnya ini terjadi, karena adanya beragam kriteria dalam menentukan awal bulan dalam kalender Hijriyah. Tetapi yang menjadi pangkalnya, adalah kurangmaunya para Pemimpin Ummat ini untuk BERLAPANG DADA dan saling menerima kelebihan apalagi kekurangan dari pihak lain.

Ada satu contoh indah di negara yang nuuuun jauh dari Indonesia, di negara yang ummat Islam masih sangat minoritas, di negara Jerman. Laporan ikhwan Habib dari sana begini:

Assalamu’alaikum

Masalah perbedaan penentuan awal bulan hijriyah ternyata juga terjadi di Jerman. Tiap organisisai masyarakat muslim di sini, atau bahkan tiap masjid, mempunyai keputusan sendiri tentang hal ini. Ada yang mengikuti negara asal masing2, ada yang mengikuti Mekah, dan lain-lain. Tetapi tahun lalu (paling tidak menurut pengetahuan saya) ada sebuah organisasi yang menjadi semacam dewan syuro organisasi islam di Jerman ini mulai berusaha mencari solusi pemecahan masalah ini. Dan mereka menyepakati kriteria (wujudul hilal) di kota Mekah seperti yang dipakai Ummul Qura. Kriteria ini juga dipakai oleh Dewan Fiqih Amerika Utara.

Kemarin, ternyata ada pengumuman (lihat http://islam.de/10694.php): sekarang telah dicapai kesepakatan untuk pertama kalinya bahwa kaum muslimin di Jerman bersatu dalam mengawali dan mengakhiri Ramadhan. Para wakil organisasi islam di bawah payung Dewan Koordinasi Muslimin Jerman sepakat untuk mengesampingkan perbedaan perhitungan maupun kriteria, dan mengutamakan kesatuan ummat. Untuk itu mereka memutuskan untuk memakai Pijakan Dasar yang telah dibangun oleh Organisasi Konferensi Islam pada 1978 dalam menentukan awal bulan hijriyah. Kriterianya adalah:
– bulan baru dimulai setelah konjungsi (ijtimak) dan berdasarkan perhitungan kemungkinan dilihatnya bulan di mana saja di dunia.

Jadi diputuskan 1 Ramadhan jatuh pada 1 September (wilayah Afrika dan Amerika Selatan kemungkinan besar bisa melihat bulan pada 31 Agustus) dan 1 Syawal jatuh pada 30 September (wilayah Polinesia di samudera Pasifik kemungkinan bisa melihat bulan pada 29 Sep).

Semoga info ini bermanfaat.

Habib

Versi Jerman ada di link Islam dot de ini.

Ramadhan 1429 H Serempak

Ramadhan 1429 H Serempak

Sangat indah…dan iri rasanya kita Ummat Islam terbesar di dunia ini… Andai kita bisa begitu..?

Kembali ke Indonesia. Ummat Islam Indonesia akan ikut kriteria mana…?

Kira-kira, prediksi permulaan atau dimulainya, atau jatuhnya tanggal 1 bulan Ramadhan tahun 1429 H, berdasarkan berbagai kriteria; sebagai berikut:

1. Ahad, 31 Agustus 2008.

Kalender Ummul Qura’ (Pemerintah Arab Saudi): rukyah bil fi’li di Saudi untuk keperluan ibadah semisal Ramadhan ini pada 30 Agustus 2008. Bila ada KLAIM RUKYAH, maka Arab Saudi akan menetapkan 1 Ramadhan 1429 H = 31 Agustus 2008.

Tetapi, kalau ada laporan saksi bahkan siap di -syahadat-, maka secara logika sangat mustahil. Sebab Hilal saat itu masih di bawah ufuk barat. Secara hisab, Konjungsi/Ijtimak/bertemunya akhir bulan Sya’ban dan awal bulan Ramadhan 1429 H, di Saudi adalah hari Sabtu 30/08/2008 jam 23:08 waktu setempat. Matahari terbenam jam 18:41 LT, dan bulan terbenam jam 18:25 LT, Usia bulan -4 jam 27 menit. Jadi bulan masih NEGATIF alias di bawah ufuk, karena lebih dulu tenggelamnya dibanding matahari. Kalau pusing, silahkanl ihat visual versi SNPP oleh RHI ini:

Hilal di Saudi pada hari terjadinya Ijtimak/konjungsi

Hilal di Arab Saudi pada hari terjadinya Ijtimak/konjungsi

Lain halnya kalau hari kedua pasca Ijtimak/konjungsi, yakni bila Rukyah dilakukan pada Ahad, 31 Agustus 2008; maka peluang itu ada. Meski tidak terlihat, bagi Pemerintah Arab Saudi sudahIstikmal/penggenapan.

2. Senin, 1 September 2008.

Kriteria Wujudul Hilal (Muhammadiyah): karena posisi Bulan pada akhir Sya’ban 1429 H positif di seluruh wilayah Indonesia.

Wujudul Hilal, di atas Ufuk

Wujudul Hilal, di atas Ufuk

Kriteria Imkanur Rukyah (Pemerintah): karena posisi Bulan pada akhir Sya’ban 1429 H di atas 2 derajat pasca Ijtimak.

Posis Hilal 1 Ramadhan dari Yogyakarta

Posis Hilal 1 Ramadhan dari Yogyakarta

Rukyatul Hilal (Nahdlotul Ulama): kalau syarat terpenuhi, yakni rukyah berhasil atau ada laporan bahwa hilal terlihat.

Ijtimak Qoblal Ghurub: karena ijtimak memang terjadi pada Ahad, 31 Agustus 2008 @ 03:00 WIB / 04:00 WITA / 05:00 WIT atau Sabtu, 30 Agustus @ 20:00 UT

Kalender Islam Global: karena sangat berpeluang melihat Hilal di hari pertama ijtimak, meski harus pakai alat canggih.

Kalender Ummul Qura’ (Kerajaan Arab Saudi): karena hari rukyah 30 Agustus 2008, dan akan istikmal.

3. Selasa, 2 September 2008.

Rukyatul Hilal (Nahdlotul Ulama): karena rukyah di hari pertama sangat sulit, atau gagal; maka akan istikmal, dan 31 Agustus 2008 + 1 hari = 1 September, lalu Istikmal (digenapkan menjadi) –> 2 September 2008.

~~~~~

Mau ikut yang mana…?

Semuanya benar. Karena semuanya berdasar. Tetapi sekali lagi, kita ummat Islam, hanya masyarakat yang pada dasarnya ikut apa kata para Pemimpin. Kalau para Pemimpin Ummat, telah menentukan satu ketetapan, bahwa Ramadhan 1429 H dimulai pada Senin, tanggal 1 September 2008:

Saya yakin, mayoritas ummat ini akanmengikutinya. Kalau ada yang ngeyel, entah karena yakin dengan pendapatnya, paling hanya segelintir orang saja.

Yang pasti kebersamaan sangat kita nantikan…

Demi ketenangan dan kenyamanan serta kekhusyu’an dalam menjalankan amalan ibadah di bulan yang penuh barokah ini. Dab tamu agung nan suci yang penuh dengan sebutan ini akan kita sambut dan layanai dengan penuh rasa kesyukuran….Semoga-

Mau di HISAB,

Mau di RUKYAH,

Mau di GLOBAL,

Ramadhan sang Tamu Agung tetap akan hadir menjumpai kita semua…

Bersiaplah wahai Saudara2ku…

Wa Allahu A’lamu…

Iklan

3 Tanggapan

  1. Nderek mawon mana yang lebih akurat menurut hasil isbhat

    Suka

  2. memang penentuan awal puasa menjadi perdebatan sejak dahulu, ada sedikit tambahan uraian lengkap di atas, semoga bermanfaat, trims http://b0cah.org/index.php?option=com_content&task=view&id=100&Itemid=40

    Suka

  3. sugeng rawuh “tamu agung” …. dengan cara perhitungan apapun dia pasti kan datang
    selamat menunaikan ibadah puasa… !!!!!

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: