Menentukan Awal & Akhir Ramadhan

Menuju Ramadhan Barokah

Ramadhan Barokah

Tulisan ini saya muat saat hari sudah menunjukkan tanggal 9 Sya’ban 1429 H (11 Agustus 2008 M). Berdasar Hisab dan Rukyah, maka tanggal 1 bulan Sya’ban 1429 H lalu jatuh pada Ahad, tanggal 3 Agustus 2008. Nah,tanggal 1 bulan Ramadhan 1429 H nanti akan jatuh pada hari/tanggal berapa ya…?

KH. M. Chozin Shiddiq, menjelaskan cara menentukan awal dan akhir Ramadhan berdasarkan dalil Qur’an dan Sunnah.

Sebelumnya, bila tidak sempat membaca tulisan lengkap, berikut link :

(Download Jadwal Waktu Sholat Surakarta)

(Download Jadwal Imsakiyyah 1429 H untuk Surakarta)

Berikut petikan materi pengajian beliau…

=====
1. Telah menjadi keyakinan kita bahwa agama Islam sudah sempurna, Muhammad Rosulullah SAW telah menyampaikan seluruh Risalah Allah SWT, hal ini telah disaksikan oleh para sahabat, serta generasi yang datang berikutnya. Kewajiban kita umat Islam menerima seluruh ajaran Islam tersebut secara utuh dan konsekuen, artinya tidak perlu ditambah, dikurangi, serta dilarang mengikuti subul (jalan-jalan) selain yang telah digariskan oleh beliau, karena pasti akan menyebabkan perselisihan dan perpecahan. (Qs: 59. 7) (Qs. 6 : 153)

2. Dalam menentukan awal dan akhir Ramadhan Rosul SAW dengan tegas dan jelas memberikan pelajaran kepada kita umat Islam secara mudah dapat dikerjakan oleh semua orang, inilah ciri khas ajaran Islam, hal ini telah diamalkan/dipraktekkan Rosulullah SAW, para Sahabat, Tabi’in, Tabi’it –Tabi’in, sampai pada para Imam yang empat serta para salafus sholih dan ulama-ulama yang benar benar konsekwen mengikuti sunah Rosulullah SAW. Yaitu bahwa awal dan akhir Ramadhan ditentukan oleh “RU’YATUL HILAL” tidak dengan cara-cara lain hasil dari rekayasa manusia. Hilal dianggap sebagai pertanda awal bulan jika telah terlihat dan diberitahukan kepada pihak lain, bukan dalam hitungan (hisab).

3. Marilah kita perhatikan ayat-ayat al-Qur’an dan Hadist shohih berikut yang menunjukkan penentuan awal dan akhir Ramadhan dengan cara “Ru’yah” seperti yang dicontohkan Rosulullah SAW :

Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit (hilal). Katakanlah: “Bulan sabit (hilal) itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadat) haji…… (QS. 2 : 189)

Maka barangsiapa di antara kamu menyaksikan bulan itu, Maka hendaklah ia berpuasa…. (QS : 2 : 185)

Sesungguhnya bilangan bulan (Qamariyah) pada sisi Allah adalah dua belas bulan, …. (QS. 2 : 36)

Diriwayatkan dari Abdullah Bin Umar, RA beliau berkata : “ Aku mendengar Rosulullah SAW bersabda : “ jika kalian melihatnya (Hilal Ramadhan) maka berpuasalah. Dan jika kalian telah melihatnya (hilal syawal) maka berbukalah namun jika kalian terhalang melihatnya (mendung dll) maka tentukanlah bulan tersebut” (Mutafaq ’alaih).-

Dan dalam Riwayat Muslim : “ …namun jika kalian terhalang melihatnya, maka tentukanlah bulanya 30 hari”.-

Dan juga menurut muslim, dari hadist Abu Hurairah RA “ …… maka berpuasalah kalian 30 hari “-

Dalam redaksi lain “ ……. maka genapkanlah bilangan (harinya).”-

Dalam lafadz Lain , “ …… maka hitunglah menjadi 30 hari …“. –

Dan dalam Riwayat Bukhary, : .. maka sempurnakanlah bilangannya menjadi 30 hari … “ –

Dan juga menurut Riwayat al-Bukhary, dari hadist Abu Hurairah Ra, “ …maka genapkanlah bulan Sya’ban menjadi 30 hari.”(Shahih Muslim, II/122/124) (Shahih Bukhori, II/229/249)-

Dan masih banyak lagi hadist-hadist senada dalam Kitab-kitab Sunan (Kutubus Sittah)

4. Memang ada cara lain dalam menentukan awal dan akhir Ramadhan yaitu dengan “HISAB” dengan perhitungan astronomi. Namun kalau diperhatikan benar-benar alasan/dalil yang dijadikan landasan kurang pas. Disamping itu jelas menyalahi sunnah Rosulullah SAW.

Diantara dalil yang djadikan rujukan antara lain :

a). Q.S. Yunus : 5…Ayat ini sama sekali tidak menunjukan tentang bulan Ramadhan, tetapi menjelaskan fungsi manzilah-manzilah bulan dalam mengetahui hitungan tahun dan perhitungan waktu.

b. Juga QS ; Al Isro’ : 12. Ayat ini pun tidak ada kaitannya dengan Ramadhan, sifatnya umum.

c. Juga Hadist : “… وَاقْدُرُوْا لَهُ … “Bukan menunjukkan cara hisab, tetapi hadist ini telah dijelaskan sendiri oleh Rosulullah SAW dalam hadist berikutnya (seperti yang ditulis hadist diatas).

d) Ada lagi alasan bahwa umat Islam saat itu “Ummi” tidak bisa baca tulis. Hal ini juga tidak ada kaitannya dengan Ramadhan, atau bahkan “Hisab” Mafhum mukholafah tidak bisa dijadikan Illah dalam penentuan hukum.

e) Alasan-alasan lain juga sama sekali tidak menunjukkan secara tegas, “ Hisab” untuk menentukan awal dan akhir Ramadhan.

Belum lagi hisab aliran mana yang harus dipakai, karena di Indonesia saja ada berbagai aliran hisab yang masing-masing hasil perhitungannya bisa berbeda-beda, karena kitab rujukannya berbeda-beda. Ada ± 15 Macam kitab ilmu hisab sebagai rujukan dengan berbagai macam aliran, yaitu antar lain :

1). ALiran Hisab ”Taghribi” dengan kitab-kitabnya antara lain :
Sullamun Nayyiraini
Tadzkiratul Ikhwan
Fathur Rauf Fil Manan
Risalatul Qomaroini
2). Aliran Hisab Tahqiqy, dengan kitab-kitabnya antara lain :
Manahiyul Nataijul Aqwal
Khulashah Wafiyah
Badi’atul Misal

3). Aliran Kontemporer dari kitabnya :
New Comb
Jean Meuus
Ephemeris
4). Al Manak Menara Kudus- KH. Tajus Syaraf
5). Team Lajnah Falaqiyah PBNU
6). Team Hisab Majlis Tarjih Muhammadiyah
7). Almanak Taqwim Pendidikan Agama
8). Hisab dari Pondok Pesantren Salafiyah- Seperti : PP. Jampes, PP Lirboyo, dll.

5. Ilmu Hisab bisa dipakai sebagai pendukung Ru’yah, membantu menentukan “Hilal” bukan sebagai penentu awal dan akhir Ramadhan, jika dijadikan penentu, berarti mengganti kedudukan Ru’yah. Hal ini sama dengan mengganti ketentuan Syar’i yang telah ditetapkan oleh Baginda Rosulullah SAW. (Na’udzubillah)

Dapat Diruju’ :
– Majmu’ Fatawa Ibn Taimiyah
– Fatawa Lajnah ad-Da’imah Lil Buhuts alIlmiyah wal Iftaa’, Ahmad bin Abd. Razaq ad-Dawaisy.
– Kutubus Sittah.
– Tafsir : As-Sa’idi, Ibnu Katsir, At Thabari, Depag.

=====

Nah….

bagaimana ittiba’ Rasul, dan melakukan Ru’yah atau melihat Hilal/Bulan Sabit terkecil sebagai penanda awal datangnya Bulan Islam khususnya Ramadhan 1429 H nanti..?

Pada Tanggal 29 Sya’ban 1429 H = Ahad 31 Agustus 2008, kita lakukan proses melihat Hilal Muda di ufuk barat saat Adzan Maghrib berkumandang atau tepatnya saat Matahari terbenam (sunset).

Data Hisab, tgl 31 Agustus 2008, Hilal dari Surakarta, pada ketinggian 5° 7′ saat SunSet, ini secara sains sangat sulit terlihat. Tetapi dengan bantuan alat yang sangat canggih sekelas CCD, Hilal setingg 5° 7′ ini bisa terlihat. Karena rekor Hilal ICOP terlihat di bawah 4° masih bisa ditangkap CCD.

Jadi kalau memang ada status terlihat (masih polemik juga) dengan CCD, maka tgl 1 Ramadhan 1429 H akan jatuh pada Senin 1 September 2008. Pemerintah dan Muhammadiyah akan pakai ini.

Pemerintah mengacu standar Imkanurru’yah, asal alt > 2°, dan elong > 3 °, usia > 8 jam; maka Sudah Masuklah. Lalu Muhammadiyah, menggunakan standar Wujudul Hilal, maka di atas 5° ya pasti Sudah Masuk juga.

Nah, kalau belum terlihat mestinya Istikmal=artinya==> Digenapkan, maka tanggal 1 Ramadhan 1429 H akan jatuh pada Selasa 2 September 2008, karena Senin 1 September 2008, masih tgl 30 Sya’ban 1429 H.

Anehnya, kok ya ada yang berpendapat, bahwa

1 Ramadhan 1429 H jatuh pada Ahad, 31 Agustus 2008…?

Secara pribadi, saya berharap dengan sepenuh hati, Ramadhan 1429 H ini; kita akan serempak. Kalau sudah masuk Ramadhan, maka agenda banyak:

1. Persiapan sebelum memasuki Bulan Suci ini (Paket Panduan Amalan Ramadhan, menyusul)

2. Materi Kultum Ramadhan (Menyusul…)

3. Menyiapkan Jadwal Imsakiyyah

(Download Jadwal Waktu Sholat Surakarta)

(Download Jadwal Imsakiyyah 1429 H untuk Surakarta)

Bagi ikhwan di tempat lain, silahkan buat sendiri dengan software berikut ini:

Mawaqit

mawaqit_pakarfisika.jpg

Sesuai namanya, Mawaqit adalah software yang berfungsi menghitung:

a. Jadwal waktu sholat, juga jadwal IMSAKIYYAH tentunya.

b. Arah kiblat

c. Kapan gerhana matahari dan bulan

d. Jarak kota ke ka’bah

e. dan lain-lain…

Bagi yang ingin mencoba ambil / download [Download Mawaqit].

Atau kalau mau yang mudah dan cukup dibuka pakai MS Excel, silahkan pilih software:

Jadwal Waktu Sholat

rhi_excel.jpg

Karena Software ini di bawah aplikasi MS Excel, Jadi lebih sederhana dan tidak membutuhkan spek Komputer yang macam2. Pokoknya asal ada MS Excelnya maka jalanlah… Sebaiknya yangsudah disett makro-nya. Software/aplikasi ini dirancang oleh Fikrizuhara Muzakkin dari RHI Lamongan.

Beberapa fungsi antara lain:

– Jadwal Waktu Sholat

– Jarak ke Ka’bah

– Arah kiblat

Bagi yang belom punya dapat ambil / download [Download Jadwal Sholat MS Excel].

Kalau memang kesulitan menjalankan dan menentukan Jadwal Sholat ataupun Jadwal Imsakiyyah, silahkan hubungi saya dengan menulis komentar di bawah dan tentukan lokasi mana yang ingin dibuatkan. Semoga membantu…

Allahumma Barik Lanaa Fii Sya’bana wa Rojaba, wa Ballighnaa Ramadhanaa, amien…19x

Iklan

9 Tanggapan

  1. kita semua berharap bisa bersatu dan bersama dalam menjalankan puasa nanti. tetapi kapan suasana seperti dulu bisa terasa lagi ya…?

    Suka

  2. kok surakarta doang? yg jakarta mana, bang?

    (^_^)v

    Suka

  3. Haji tahun lalu, arab saudi menggunakan ru’yah.. dan bulan dzulhijjah jadi 31 hari 😀 sementara ahli hisab bersepakat bahwa h-1 Dzulhijjah tidak mungkin terlihat hilal. Permasalahannya memang terletak pada kekeraskepalaan setiap ‘aliran’, padahal kalau bisa disinergikan sebetulnya bisa lebih baik. Permasalahan “Ru’yah” juga sebetulnya kan tidak kalah peliknya, meskipun ada pengambilan sumpah bagi yang merasa melihatnya, tapi kemungkinan untuk salah lihat juga besar. Lantas, saya juga membayangkan, apakah “Ru’yah” akan tetap berlaku jika bumi sudah seperti dalam gambaran film matrix? 🙂

    Suka

  4. amiiin. semoga Ramadhan kali ini dan seterusnya bisa bareng2, ni’mat rasanya klo kita bareng satu dunia, berasa Islam itu besar dan rukun. Sedih banget klo puasa ato Lebarannya beda, meski kita harus tetap saling mhormati keyakinan masing2, tapi pasti smua berharap akan sama2. AMiiiiin. Marhaban Ya Ramadhan. salam kenal. ijin nge-link ya Pak, senang bisa ketemu blog ini juga. terima kasih kunjugannya ke blog saya, datang lagi, semoga menjadi teman.

    assalamualaikum

    http://dewisang.wordpress.com

    Suka

  5. Assalamualaikum,

    Sy dah install accurate time dari Jordanian Astronomical Society. Menurut pak AR, lebih bagus (dalam arti mudah digunakan), mawaqit atau accurate time ? (keduanya bisa menyajikan jadwal sholat, bahkan prayer alert)
    Marhaban ya ramadhan, allohu akbar.

    Suka

  6. ..kuduné pemerintah bisa bertindak tegas dalam hal-hal seperti ini.. Paling tidak, utk hindari ‘klaim’ sepihak yang mungkin aja mengada2 tentang penentuan tanggal 1 Ramadhan.. Kalo ada yg menyatakan bahwa tanggal 31 Agustus sudah masuk 1 Ramadhan, ya di-tindak lanjuti dengan ‘interogasi’ mengenai dasar2 perhitungan yg dipake.. Sapa tau cuman asbun dan cari sensasi doang..

    btw, mks utk link software-nya..

    Suka

  7. yup, semoga penentuan awal dan akhir bulan ramadhan tidak lagi berbeda seperti tahun-tahun sebelumnya. sehingga kumandang takbir secara serempak dapat dikumandangkan diseluruh penjuru nusantara, dan akhirnya semuanya akan terasa lebih indah dan menentramkan hati, insyaallah.

    Suka

  8. mas kok g bisa di ambil sich yang pake ms exel

    Suka

  9. mas qo jadwal sholat ms exelnya ga bisa di dowload kalau bisa dikirim ke e-mail rizalphotocopy@ymail.com, makasih sebelumnya

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: