Sejenak bersama Gus Qoyyum

Gus Qoyum di Assalaam, by pakarfisikaSalah satu agenda rutin di PPMI Assalaam adalah pengajian bagi para pegawainya, yakni setiap Selasa jam 20.00- selesai. Selasa, (20/5) PPPMI Assalaam kedatangan tamu istimewa, kali ini adalah Kiai kharismatik pimpinan Pondok Pesantren An-Nur Lasem Rembang Jawa Tengah, Gus Qoyyum. Kehadiran beliau kali ini di samping untuk bersilaturrahmi dengan Pimpinan dan staff pengajar PPMI Assalaam, juga secara khusus memberikan taushiyah kepada 2000 an santriwan dan santriwati.

Gus Qiyyum memberi nasehat kepada santri Assalaam

Gus Qoyyum memberikan tashiyah bagi santri Assalaam

Dalam taushiyahnya di depan santriwan dan santriwati, Gus Qoyyum menjelaskan tentang perjalanan hidup manusia yang melalui tiga tahap. Tahap pertama adalah masa Lemah, tahap kedua masa kuat dan tahap ketiga masa lemah kembali. Masa lemah, dilalui manusia kurang lebih selama 2 tahun sejak ia dilahirkan.

Fase lemah kira2 bayi sampai usia 2 tahun. Di saat itu kita tidak sadar kalau kita makan, kita belum tahu kalau kita minum. Pada fase kuat kita diberi Allah ilmu, ketrampilan dan beragam kemampuan fisik lainnya. Akhirnya masuk fase lemah kembali. Kekuatan fisika berkurang, kemampuan berkarya dan mencarai rizqi berkurang, mengalami gangguan kesehatan yang dulu tidak dirasakan. Semua manusia akan mengalami 3 fase ini.

Dia tidak menyadari apa yang dilihat, tidak menyadari apa yang didengarkan dan tidak menyadari apa yang dimakan. Selanjutnya adalah masa kuat, dimana manusia memilki daya kreatifitas, imajinasi, untuk berkarya, bekerja dan mencari penghidupan. Sedangkan tahap terakhir adalah masa lemah kembali, daya ingatan sudah berkurang, penglihatan tidak lagi tajam, dan mulai tumbuh uban di kepala. Ia akan merasakan sakit yang tidak pernah ia rasakan, sekaligus gampang capek. Maka bersiap-siaplah untuk menghadap kepada Allah SWT.

Dalam kesempatan itu pula beliau memberikan penjelasan kepada santri tentang pentingnya menjadi manusia yang memiliki sifat Ulin Nuha, Ulil Abshor dan Ulil Albab. Ketiganya termaktub dalam Al-Qur’an dan merupakan hal penting yang harus dimiliki santri dalam prosesnya belajar di Pesantren.

UlinNuha, mengendalikan dari maksiyat. Kita tidak boleh menggunjing, menghianati orang lain, dan apa saja yang menyakitkan Rasulullah, hati orangtua, hati orang lain. Inilah ulinNuha,manusia yang memiliki kecerdasan akal. Dua kali UlinNuha disebut di Al-Qur’an.

Ulil Abshar, manusia yang berpengetahuan. Jadi cerdas tapi berpengetahuan. Pengetahuan yang langka saat ini adalah pengetahuan agama. Kalau kita kehilangan ahli pertanian, kita masih ada IPB, kalau kita kehilangan ahli teknologi, kita ada ITB.

Kalau kita kehilangan ahli agama, kita akan kesulitan mencari penggantinya. Maka mestinya kita mengembangkan sesuatu yang langka, sebab yang biasa atau yang tidak langka tidak sulit. Kalau kita kehilangan ahli kimia, gantinya banyak. Namun kalau kita kehilangan Ulama, kita akan kesulitan mencari penggantinya. Ulama Indonesia yang diakui dunia terakhir adalah Syaikh Yasir bin Isa al-padangi dari Padang meninggal 18 tahun yang lalu. Habis itu kita krisis ulama.

Terakhir adalah Ulil Albab dan Ulul Albab yang disebut 16 kali di Al-Qur’an, yakni manusia yang punya kerdasan dan kecerdikan. Orang yang ahli pengetahuan atau Ulul Abshar belum tentu Ulil Albab. Ahli ekonomi yang korupsi, bukan Ulil Albab.

Gus Qiyyum memberi nasehat kepada santri Assalaam

Gus Qoyyum memberikan tashiyah bagi santri Assalaam


Dan setelah sholat Isya, beliau berkesampatan mengisi pengajian “selasa malam” di hadapan asatidz dan karyawan di kantor lantai 2 PPMI Assalaam.

Menurut Gus Qoyyum, keterpurukan kita sekarang ini oleh karena masih ada syiqoq (konflik internal). Beliau mencontohkan NU pecah, Muhammadiyah pecah, bahkan sejak dahulu pergerakan selalu diakhiri dengan adanya penyakit tadi yakni Syiqoq (konflik interbal). Kalau saja Irak ditaqdirkan Allah mampu mengusir Amerika dan sekutunya, maka nanti akan ada perpecahan di negara Irak itu sendiri.

Sebagai bangsa kita ini sekarang sedang mengalami persoalan cukup besar yakni, Siyasi (politik) dan Tsaqofi (peradaban). Beliau menjelaskan kalau kita mau terjun di dunia politik, mestinya kita harus yang kredible, profesional, dan piawai. Bukan baru belajar mengaji bahkan membaca al-qur’an belum bisa sudah terjun di kancah politik, bagaimana bisa memperjuangkan kepentingan ummat sementara agama dirinya saja belum dia perjuangkan.

Belum pernah ada keikhlasan dari seorang yang berbeda partai dipimpin oleh orang lain. Mestinya kita memiliki sifat seperti Rasulullah SAW yang tegas kepada orang kafir namun kasih sayang tehadap sesama mukmin. Kalau kita sayang kepada sesama muslim, mbok yao…jangan 4 calon gubernur Jatim dari aspirasi Islam,’sudah kamu saja yang jadi gubernur, saya ikhlas mundur‘, jelasnya.

Dalam persoalan Tsaqofi, kita kecolongan. Dr. Mukti Ali, pernah nyantri 7 tahun di Lasem menjadi murid ayahanda Gus Qoyyum. Dalam suatu perbincangan, Pak Mukti Ali pernah mengatakan bahwa kalau mau belajar agama, jangan ke Barat, walau beliau dari sana namun beliau sudah sadar. Lanjutnya, mengapa kita mengagungkan Fadlurrohman di Indonesia ini, padahal Mukti Ali mengatakan kalau Fadlurrohman adalah orang yang tidak percaya kepada akhirat. Ini lah kelengahan kita di bidang Tsaqofi.

to be continued…

Iklan

8 Tanggapan

  1. http://softinfo.net46.net/index.php

    ..Salam kenal ya , terimakasihhh

    Rembang , 28.0.2690

    Suka

  2. assalaamu alaikum wr wb.

    gus saya asli wong rembang tepatnya rang sedan rembang.tapi dah lama sy tinggalkan rembang mungkin 20 th.sebenarnya say tahu tentang gus tapi gus pasti tak tahu tentang saya.
    gini gus saya termasuk rang yang tak ngerti tentang agama al awam al minim pengettahuan ttg agama.cuma penyesalan yang ada.sebenarnya aqku pengagum gus qoyyum,bisa gak gus saya curhat lewat apalah yng penting ku bisa curhat ma gus.klo bisa lwt e mail gus.
    tak tunggu ya gus….
    wasslamu laikum wr wb

    Suka

  3. assalamu`alaikum
    sewaktu saya nyantri di lasem sekitar setahun yang lalu saya sempat ngaji sama mbah Qoyyum, disamping kalau malam saya ngaji di mbah Somad…ini merupakan pengalaman yang palng menentukan dalan hidup saya..trimakasih guru-guruku.
    meskipun kebersamaan kita sangat sebentar namun smua akn selalu dihati.

    Suka

  4. mantep sekali. . saya adalah fans berat gus qoyum krn saya pernah nyantri 3 th dg beliau. . rendah hati dan kharismatik. .

    sepakat Syaikh….

    Suka

  5. aq kngen ma fatwa dari gus QOYYUM MANSYUR

    Suka

  6. sugeng Dalu Mbah Yai
    kulo sampun dangu mboten sowan teng griyone Panjenengan
    amargi kulo teng jakarta
    setahun sepindah kulo wangsul
    kulo kangen fatwahipun panjenengan
    kangen situasi santri 2003-2007an
    kulo ngarepaken Panjenengan sedoyo Sa’ Keluargo dalam keadaan sehat wal ‘afiat tanpa ada halangan setunggal ke mawon
    amien ….
    kintun salam kangge Mbah Nyai Naning lan Gus Qyais Yatbiunis Syaiz
    Nur Sholikhin
    Cah Tanjungan Kragan ( Mbelah )

    Suka

  7. Pondok Pesantren Pembangunan Cigaru I Majenang cilcapa derek ngaos, kulo pengin ngaturi gus qoyum. punten menawi kanca-kanca gadah no Hp kulo suwun saged di sms aken teng kulo 081391293480

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: