• Asal Pengunjung:

  • FB:Pakar Fisika
  • Tulisan Terbaru

  • Arsip Tulisan:

  • Komentar Terbaru

    pakarfisika di Waktu Shubuh, terlalu cep…
    Ana Wahyudi di Waktu Shubuh, terlalu cep…
    Mochammad nova hendr… di Waktu Shubuh, terlalu cep…
    udiana di Software Silsilah (Trah)
    pakarfisika di Waktu Shubuh, terlalu cep…
    Waktu subuh yang ben… di Waktu Shubuh, terlalu cep…
    Rahmadmars di Gaji DPR vs Gaji Guru
    Widodo di Waktu Shubuh, terlalu cep…
    konbud di Kapan Awal Ramadhan 1438 H dan…
    Budi Abu Ahmad di Kapan Awal Ramadhan 1438 H dan…
  • Tulisan Terlaris

  • RSS Jogja Astro Club

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • RSS Info Astronomi

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • RSS Rukyah Hilal Indonesia

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • RSS Fisika Indonesia

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • RSS Info Beasiswa

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • Citra Matahari Kini:

  • Jumlah Pengunjung:

    • 2,392,030 orang
  • 50 Top Pencari:

10 Siaran TV yang perlu diwaspadai versi KPI

Dari sebuah Milis yang saya aikuti, saya mendapatkan satu posting an sebagai berikut:

Jakarta , Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat menetapkan sepuluh tayangan siaran TV bermasalah dan meminta publik untuk mewaspadainya. Tayangan-tayangan tersebut mencakup sinetron serial, variety show, dan tayangan anak.

Berikut 10 siaran TV tersebut seperti dalam siaran pers KPI, Jumat (9/5/2008) dan dipublikasikan di situs KPI:

1. Cinta Bunga (SCTV)
2. Dangdut Mania Dadakan 2 (TPI)
3. Extravaganza (Trans TV)
4. Jelita (RCTI)
5. Mask Rider Blade (ANTV)
6. Mister Bego (ANTV)
7. Namaku Mentari (RCTI)
8. Rubiah (TPI)
9. Si Entong (TPI)
10. Super Seleb Show (Indosiar)

Penetapan ini didasarkan atas hasil evaluasi tim panelis yang diketuai oleh Prof. Dr. Arief Rahman, wakil ketua Dedy Nur Hidayat Ph.D, dan anggota Dr. Seto Mulyadi, Dra. Nina Armando MSi, Bobby Guntarto, MA, dan Ir. Razaini Taher serta dibantu oleh 11 orang analis.

Menurut anggota KPI Pusat bidang isi siaran, Yazirwan Uyun, dasar pertimbangan dianalisanya tiga jenis acara tersebut adalah laporan pengaduan tayangan bermasalah yang paling banyak menurut masyarakat ke KPI. Dan, tayangan-tayangan yang dianalisa oleh KPI yakni periode antara tanggal 1 sampai tanggal 13 April
2008.

“Jumlah tayangan yang ada pada periode tersebut ada 198 tayangan atau episode dari 75 judul dan ditayangkan oleh 9 stasiun TV yaitu Indosiar, SCTV, TPI, RCTI, Global TV, ANTV, TVRI, Trans TV dan Trans 7,” ujar Uyun ketika mengumumkan tayangan-tayangan bermasalah tersebut di hadapan para wartawan dan undangan di kantor KPI Pusat.

Dalam kesempatan itu, Ketua KPI Pusat, Sasa Djuarsa Sendjaja menerangkan, suatu tayangan dinilai bermasalah apabila mengandung unsur kekerasan (fisik, sosial, dan psikologis) baik dalam bentuk tindakan verbal maupun non verbal, pelecehan terhadap kelompok masyarakat maupun individual, penganiayaan terhadap anak serta tidak sesuai dengan norma-norma kesopanan dan kesusilaan.

Sementara itu, mewakili tim panelis, Nina Armando menjelaskan, hasil dari evaluasi secara umum tim panelis menyimpulkan bahwa banyak acara yang tidak mencantumkan klasifikasi acara sesuai usia khalayak. Kemudian, banyak acara non-anak ditayangkan pada jam anak-anak biasa menonton. “Banyak juga acara yang tidak memperhatikan norma kesopanan dan kesusilaan,” ungkapnya.

Selain itu, kata Nina Armando, dari hasil eveluasi terdapat banyak tayangan menampilkan aksi kekerasan. Aksi kekerasan tersebut ditampilkan sebagai komedi dan juga terdapat penampilan kekerasan terhadap anak. Adapun yang terakhir, kata Nina, banyak tayangan menampilkan kata-kata kasar, merendahkan, melecehkan orang lain dan sebagian besar aksi tersebut ditampilkan sebagai komedi.

Dalam kesempatan itu, Ketua KPI Pusat, Sasa Djuarsa Sendjaja juga menyatakan, akan terus memantau secara periodik tayangan-tayangan TV bermasalah tersebut dan berjanji akan memberikan sanksi, apabila stasiun TV tidak melakukan perbaikan terhadap acara tersebut.

Saya hanya bisa berharap, janji-jani KPI ini tidak sekedar janji…

sebab TV memang wajib diBINA, kalau susah ya diBINAsakan saja…

Iklan

3 Tanggapan

  1. Memang sudah seharusnya TV tidak hanya sekedar sebagai tontonan tetapi juga harus dijadikan sebagai tuntunan, mengingat sebagian besar gaya hidup anak itu diperoleh dari depan layar kaca “TV”. Seperti gaya anak sekolah yang berpakaian glamor baju hanya sebatas bujal, bicara dengan guru dan orang tua tidak pakai etika dan yang sejenisnya. Selain peran orang tua yang harus selalu ikut mendampingi putra-putrinya dalam menonton TV, pihak produser dan pemerintah juga harus punya misi pendidikan yang jelas untuk anak bangsa nantinya. Trims.

    Suka

  2. Siaran TV Indonesia hanya menayangkan kaum Gay dan bencong ,gimana mau menjadi bangsa yang tegar kalo siarannya tidak mendidik menjadi manusia yang benar dan sesuai kodratnya.

    Suka

  3. Coverage TV saat ini hampir 80% dr pend. Indonesi. Maka dr itu,efeknya pun cenderung massif. Shg benar hrs ada pola pengendalian yg tepat,agar coverage yg luas itu dpt digunakn dg sebaik mgkn.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: