Mengajarkan Relativitas

Memasuki semester 2, bagi guru khususnya yang mengajar kelas XII SLTA pasti akan dikejar-kejar target materi harus selesai. Karena 3 bulan ke depan UAN akan segera menghadang…

Sementara materi yang diajarkan tidak seluruhnya dapat divisualkan lewat media praktikum di laboratorium. Dan khusus pada semester 2 ini ada satu materi yang memang sangat rumit di visualkan. Ialah Relativitas.

Sebelumnya, yang mau Silabusnya ada di [ http://ktsp.wordpress.com/ atau http://massalaam.wordpress.com/ ]

Saya, secara pribadi dan tanpa mengurangi rasa hormat sesama guru yang berlainan kepercayaan, sebagai orang Islam mengajarkan Relativitas justru akanmenumbuhkan rasa percaya diri pada diri anak didik. Anehmemang, tetapi itulah yang saya alami.

Di agama Islam, diajarkan salah satu yang kita percayai kendati kita sampai detik ini belum mampu mencerna perihal:

Isra dan Mi’raj 

Dengan mapel Relativitas, dan sudah melalui sebuah penetilitian tindakan kelas (PTK), bahwa pendekatan agama mampu meningkatkan pemahaman anak didik pada materi yang oleh sebgian orang dinggap sangat njlimet ini.

Bagaimana tidak njlimet, kalau dua orang yang seusia lalu salah satu diantara mereka berdua pergi dan kembali bertemu, eh yang pergi kok malah usianya lebih muda…gara-gara ketika pergi tidak sekedar ke kota lainnya di muka bumi ini tetapi ke galaksi lain dengan pesawat yang super cepat mendekati 300.000 km/detik.

Berikut saya petikkan uraian yangbisa disampaikan kepada para siswa (yang Muslim):

Musthofa Kamal, seorang penulis asal Mesir pada tahun 1980-an pernah mengatakan bahwa hanya ada sekitar 10 orang saja yang mampu memahami teori Relativitas ini.

Relativitas, adalah teori yang saat ini menjadi pusat ilmu pengetahuan. Teori ini terdiri atas Relativitas Khusus dan Umum. Dua teori ini pun memiliki sejarah yang berbeda.

 simbah Einstein sedang berpose…

Relativitas Khusus diterima dalam beberapa tahun setelah Albert Einstein mengumumkannya. Dan ini terjadi di tengah derasnya peristiwa-peristiwa ilmiah, dan karena ini menjawab pertanyaan yang membingungkan banyak ilmuwan. Teori ini juga memiliki kegunaan dalam bidang-bidang utama riset yang dilakukan saat itu, seperti fisika nuklir dan mekanika kwantum.

Saat ini, relativitas khusus menjadi alat sehari-hari bagi para ahli fisika yang meneliti susunan materi dan gaya yang menyatukannya. Relativitas Umum berlaku dalam skala yang jauh lebih besar, pada bintang-bintang, galaksi, dan ruang angkasa yang luas.

Dibutuhkan waktu lebih lama untuk diterima, karena teori ini tampaknya tidak memiliki kegunaan prakltis. Einstein menggunakannya untuk menjelaskan kesederhanaan dan tatanan di balik alam semesta. Teori ini baru dapat diuji tahun 1960-an setelah akselerator partikel raksasa dan perlatan lain ditemukan menjadi lebih kuat.

Relativitas khusus meramalkan bahwa ketika sebuah objek mendekati kecepatan cahaya, maka akan terjadi hal-hal ganjil sebagai berikut:

1. Waktu melambat:

Ini disebut dilatasi waktu. Ini diamati tahun 1941 dalam ekperimen partikel atom berkecepatan tinggi yang disebut muon. Ini juga ditunjukkan tahun 1971, ketika jam yang amat sangat akurat, diterbangkan dengan cepat keliling dunia di atas pesawat terbang jet. Setelah dua hari, jam itu berkurang sepersekian detik dibandingkan dengan jam yang sama di permukaan bumi, karena jam itu bergerak lebih cepat.

2. Objek mengecil.

Objek yang bergerak mendekati kecepatan cahaya, akan mengalami pemendekan sesuai arah geraknya. Kalau roket antariksa bisa bergerak dengan separoh kecepatan cahaya, panjangnya akan sekitar enam per tujuh panjang aslinya di landasan luncur. Efek ini sudah diteliti sejak tahun 1890-an.

3. Massa objek bertambah.

Ini artinya objek akan bertambah berat. Ini sudah diperlihatkan berulang kali dengan eksperimen partikel yang bergerak dengan kecepatan tinggi seperti elektron. Dari ide inilah Eistein mengembangkan rumus terkenalnya E = mc². Mungkinkah manusia bisa bergerak secepat cahaya? Seiring bertambahnya massa orang tersebut, maka gaya yang dibutuhkan untuk membuatnya bergerak lebih cepat lagi juga terus bertambah. Pada hampir kecepatan cahaya, massa akan begitu besar sampai gaya yang dibutuhkan untuk memberikan dorongan ekstra itu akan sangat besar sampai mustahil. Akibatnya kecepatan cahaya tidak akan benar-benar tercapai.

Lalu, bagaimana sebenarnya Rasulullah SAW ber ‘Isra’ wal Mi’raj..?

Link untuk DownLoad Silabus Fisika kelas XII SLTA versi PDF di blog [ktsp dot wp] nya pak Urip.

Link untuk  DownLoad Silabus Fisika kelas XII SLTA versi DOC di blog [ktsp @ massalaam dot wp] nya pak Bashir.]

Selamat mengajar moga semuanya Lulus UAN… Amien 19x.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: