Ramadhan ‘lebih’ Serempak

Saya sangat bangga bila kondisi ummat Islam Indonesia seperti tahun 1428 H ini, minimal daripada tahun2 sebelumnya. Walaupun ini baru ramadhan, karena saya berpikiran entar Idul Fitri bakalan beda suasananya dengan ramadhan ini. Tetapi semuanya hanya ALLAH SWT yang Maha Tahu.

Pekan ini, saya berusaha mengamalkan sunnah Rasul yakni Rukyah Hilal memasuki bulan suci Ramadhan 1428 Hijriyah. Rukyah Hilal saya lakukan tiga kali, mengingat hasil perhitungan hisab menyatakan bahwa Hilal awal Ramadhan negatif di seluruh wilayah Indonesia.

Pertama:

Saya melakukan Rukyah Hilal untuk menentukan akhir Sya’ban 1428 H. Hilal ini biasa disebut Hilal Tua (Old Crescent), yang berdasar kriteria Odeh, pengamatan dilakukan paling mungkin untyk wilayah Indonesia adalah pada Senin 10 September 2007 selepas Shubuh.

Hasil dari observasi saya, ternyata Hilal Tua Syaban 1428 H terlihat sangat jelas seperti yang digambarkan pada Accurate Times nya Pak Muh. Odeh dari Jordania.

Gambar di atas adalah penampakan dari Hilal Tua untuk bulan Sya’ban tahun 1428 Hijriyah yang saya lihat lewat atas lantai 3 Asrama Kapatra II PPMI Assalaam, sekitar jam 5 pagi lebih 20 menit.

Ketinggian Hilal Tua ini sekitar 9 derajat di atas ufuk timur. Dari ketinggian ini memang sangat mudah melihat hilal. Hilal ini akan menghilang dan sulit terlihat sekitar 05.25 dengan mata telanjang.

Kedua:

Saya melakukan rukyah hilal untuk menentukan awal Ramadhan 1428 H, yang saya lakukan pada tgl 29 Sya’ban 1428 H bertepatan dengan tgl 11 Sept. 2007. Acara ini berlangsung di lantai tertinggi (plataran) Plaza Saphir Square Yogyakarta. Di sana saya mengajak para ustadz saya di PPMI Assalaam agar beliau2 mengenal bagaimana melihat hilal langsung dan bersama para tokoh di Yogyakarta.

Walau secara hisab, hilal muda kali ini mustahil dilihat karena bulan terbenam duluan ketimbang matahari, tetapi agenda ini tetap dilakukan karena sunnah melihat HILAL MUDA penentuan awal bulan Ramadhan adalah tgl 29 Sya’ban. Kalau hari ini Hilal Muda negatif alias tidak kelihatan oleh sebab apapun termasuk di dalamnya secara hisab hilal negatif; maka PASTI besok masih hari di bulan Sya’ban. Inilah Istikmal, yakni jumlah hari di bulan Sya’ban dijadikan/digenapkan menjadi 29 + 1 = 30 hari.

Istikmal hanya sekali, artinya tidak ada istikmal kedua, karena kalau ada maka akan menjadi 30 + 1 = 31, padahal TIDAK ADA dalam Islam jumlah hari = 31. Maka pada tgl 30 Sya’ban yang bertepatan tgl 12 Sept. 2007 adalah hari terakhir di bulan Sya’ban 1428 H. Hari berikutnya sudah masuk bulan Ramadhan 1428 H.

Gambar di atas, saya (di ujung tulisan ‘Hilal‘) bersama rekan2 dari Jogja Astro Club (berompi no 2 dari kanan) dan nampak Pak Sofyan Jannah Dosen Falak UII Yogyakarta di tengah berpeci dan berbatik.emoticon

Ketiga:

Saya melakukan rukyah hilal di hari berikutnya yakni Rabu 12 Sept. 2007 bersama satu mobil Prona dari PPMI Assalaam sekitar jam 14.30 WIB. Al hamdulillah tiba di lokasi yakni bukit Syaikh Bela-Belu, pantai Parangkusumo, sekitar jam 17:15, dan bisa persiapan untuk segera melihat hilal. Di sana telah berkumpul rekan2 dari UII, UIN Jogja dan JAC sendiri.

Sekitar jam 17:34 matahari terbenam, dan proses observasi pun dilakukan seluruh peserta. Ada yang udah biasa (sedikit) dan ada yang belum biasa alias baru pertama ikut melihat hilal (hampir semuannya).

Ternyata HILAL MUDA 1 Ramadhan 1428 hijriyah memang tidak mudah untuk dilihat. Sangat sulit karena kondisi langit di ufuk barat tempat posisi bulan muda itu berada adalah sedang berawan. Cuaca yang merah dan campur beberapa bagian awan berwarna hitam membuat pemburuan menjadi suanguaat sulit. Semua mata melotot….eh gak kena juga….

Pak Toha bilang, “Kelihatan nih…”. Suasana pun jadi tambah tegang. Saya pun ikut tegang, tak jawil lah pak Toha..’Apa benar nt melihat..?’. katanya benar. Maka kamrea pun berulang kali tak arahkan dan berulang kali pula aku ceprat-cepret….

Saya mencoba melihatnya di layar kamera, setelah proses zooming, ternyata gak kelihatan juga…Masya Allah sulit benar Hilal Muda tgl 1 Ramadhan 1428 H ini….

Detik2 menjelang SunSet. Jangan coba2 mencari dan melihat Hilal saat ini!

Dan SunSet pun tiba….dimana HILAL MUDA 1 Ramadhan 1428 H itu yaa?

Pak Darmo (bertopi dan kaos biru), sopir mobil PPMI Assalaam pun penasaran..(mlongo emoticon)..

Terakhir saya ingin mengucapkan selamat kepada seluruh pembaca blog sederhan ini…

Allohumma Baarik Lanaa Fii Sya’baana wa Ballighnaa Ramadhaana…. amien 19x. []

Iklan

Satu Tanggapan

  1. apa rencana untuk 1 syawal besok?

    ~~~~
    1 Syawwal…yang pasti itu HUT saya, he he B-)

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: