Hilal Penentu Awal Bulan

Hari ini ada Pertemuan atau Silaturrahim antar Takmir Masjid se Surakarta. Acara ini bertempat di kantor Assalaam lantai 2. Sepertinya banyak yang berhalangan sehingga yang datang banyak yang dekat2 saja. Acara kali ini mengambil tema Hilal Penentua awal bulan dalam Islam. Sengaja dipilih tema ini karena saat ini adalah menjelang nishfu sya’ban. Dan kita sepakat bahwa tidak lebih dari sebulan lagi kita sudah memasuki bulan suci Ramadhan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, ummat Islam Indonesia selalu saja mengalami perbedaan dalammenentukan awal ramdhan dan awal syawwal. Padahal kalau kita mau serempak, betapa indah dan nikmatnya kehidupan beragam kita ini. Mengawali pembicaraan, Pak Mutoha AR (koordinator JAC) menyitir ayat al-Qur’an sebagai berikut:

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَاخْتِلافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لآيَاتٍ لأولِي الألْبَابِ (١٩٠)

Artinya: Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (QS. Ali Imran-3:190) Selanjutnya di surat lain: لا الشَّمْسُ يَنْبَغِي لَهَا أَنْ تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلا اللَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ (٤٠) Artinya: Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. dan masing-masing beredar pada garis edarnya. (QS Yaasin-36: 40) Dari 2 ayat di atas kita dapat memahami ayat Allah. Selanjutnya kita memahami ilmuFalak itu sebenarnya apa.? Berdasar surat Yaasin, maka ilmu Falak itu adalah ilmu garis edar.  Dari sinilah kita lalu mencoba belajar mengerti posisi kita. Kita berada di atas permukaan sebuah bola. Sekali lagi bumi ini laksana bola raksasa. Dan bukan meja yang luas tanpa tepi. Dan kita juga harus paham bahwa bumi ini bukanlah satu-satunya benda bulat yang ada di dunia ini.  Bumi sekedar satu buah bola diantara bola2 lain yang jumlahnya sangat banyak dan tak akan mampu manusia menghitungnya. Menyangkut bentuk bola dari bumi ini, Pak Toha mengajak seluruh peserta untuk menyaksikan perbandingan dari bumi kita dengan planet lainnya di tata surya dalam, lalu terhadap tata surya luar, lalu matahari kita yg sangat besar ini ternyata sekedar satu bola ‘neker’ dibanding bola raksasa matahari. Dan selanjutnya terasa mudah dan rileks karena tersaji secara visual.  Silaturrahim antar Takmir Masjid se Surakarta berlangsung hari ini Ahad (26/8) bertempat di kantor Assalaam lantai 2. Selain takmir masjid hadir pula santriwan senior di lingkungan PPMI Assalaam.

Acara kali ini mengambil tema Hilal Penentua awal bulan dalam Islam. Sengaja dipilih tema ini karena saat ini adalah menjelang nishfu sya’ban karena tidak lebih dari sebulan lagi sudah memasuki bulan suci Ramadhan.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, ummat Islam Indonesia selalu saja mengalami perbedaan dalammenentukan awal bulan Ramadhan dan awal bulan Syawwal. Padahal kalau kita mau serempak, betapa indah dan nikmatnya kehidupan beragam kita ini.

Mengawali pembicaraan, Pak Mutoha AR (koordinator JAC) menyitir ayat al-Qur’an sebagai berikut:

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَاخْتِلافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لآيَاتٍ لأولِي الألْبَابِ (١٩٠)

Artinya: Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (QS. Ali Imran-3:190)

Selanjutnya di surat lain:

 لا الشَّمْسُ يَنْبَغِي لَهَا أَنْ تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلا اللَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ (٤٠)

Artinya: Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. dan masing-masing beredar pada garis edarnya. (QS Yaasin-36: 40)

Dari 2 ayat di atas kita dapat memahami ayat Allah. Selanjutnya kita memahami ilmuFalak itu sebenarnya apa.? Berdasar surat Yaasin, maka secara dangkal, ilmu Falak itu adalah ilmu garis edar.  Dari sinilah kita lalu mencoba belajar mengerti posisi kita.

Pertama2, kita ini berada di atas permukaan sebuah bola. Sekali lagi bumi ini laksana bola raksasa. Dan bukan meja yang luas tanpa tepi. Dan kita juga harus paham bahwa bumi ini bukanlah satu-satunya benda bulat yang ada di dunia ini.  Bumi sekedar satu buah bola diantara bola2 lain yang jumlahnya sangat banyak dan tak akan mampu manusia menghitungnya.

Menyangkut bentuk bola dari bumi ini, Pak Toha mengajak seluruh peserta untuk menyaksikan perbandingan dari bumi kita dengan planet lainnya di tata surya dalam, lalu terhadap tata surya luar, lalu matahari kita yg sangat besar, lalau membandingkan matahari kita dengan bintang Al-Nilam, lalu Al-Nilam terhadap Betelgeuese.

Ternyata matahari kita yang sejuta kalibumi ini sekedar satu bola ‘neker’ dibanding bola raksasa Al-Nilam. Semuanya terlihat mudah dan rileks karena tersaji secara visual.

Menginjak materi inti, yakni Hilal…apakah gerangan dia?
Hilal adalah sabit pertama dari fase bulan di setiap peredarannya mengelilingi bumi.

Sabit pertama ini sangatsulit dilihat. Hanya tempat dan orang tertentu di dunia yang berhasil melihatnya. Di kancah dunia ada wadah bagi komunitas penglihat Hilal, namanya ICOP singkatan dari Islamic Crescent’s Observation Project yang bermarkas di Jordania, yang diantara anggotanya adalah Pak Mutoha di dari Jogja Astro Club dan Pak AR dari CASA (Club Astronomi Santri Assalaam).

Acara diakhir praktek melihat Hilal secara visul-komputer dan tanya-jawab seputar penentuan awal bulan dalam Islam. Semoga awal Ramadhan 1428 H ini dan juga Iedul Fitri dan Iedul Adha bisa serempak. Juga tahun2 selanjutnya. Amien…

Iklan

Satu Tanggapan

  1. Kami merindukan persatuan. mudah-mudahan tahun 1428 H ini umat Islam di Indonesia-apapun organisasi yang dianut- memulai puasa dan berhari raya dengan serentak.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: