Dari Pengajian …

Selasa malam, 31 Jui 2007 jam 20.00 -21.00 WB saya akhirnya kembali bisa ikut Pengajian Rutin Pegawai setelah selama ini tidak ikut.

Ketidakikutsertaan saya selama ini karena status saya sebagai penghuni luar. Pengajian ini bersifat wajib bagi seluruh penghuni dalam PPMI Assalaam.

Malam itu, Selasa 31 Juli 2007 = 16 Rojab 1428 H, materinya adalah sebagai berikut:

================================ 

SENI MEMIMPIN UMMAT

Memimpin adalah “seni”. Gaya dan seni kepemimpinan seseorang bermacam & berbeda satu samalain, namun pada dasarnya tujuannya adalah : mengorganisir dengan sebaik-baiknya sumber-sumber potensi yang ada, untuk diberdayakan secara maksimal dan efektif, tanpa membedakan golongan, kelompok partai/madzhab dan sebagainya, sehingga menjadi “team work” yang sinergik.

Dalam brosur ini dicatat ada 3 ayat al-Qur’an yang sangat erat kaitannya dengan gaya dan seni kepemimpinan ini dan telah dipraktekkan oleh baginda Rasulullah saw dengan hasil yang sangat luar biasa. Keberhasilan tersebut dicapai bukan secara kebetulan, tetapi melalui sunnatullah yang berlaku secara umum dan bagi siapa saja.
Al-Qur’an surah aly Imran : 159 :
Artinya: Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah Lembut terhadap mereka. sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu Telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.

Syarh :
1) لِنْتَ لَهُمْ : اى = ترققت عليهم : حسنت لهم خلقك وخفضت لهم جناحك.
Maksudnya :
Dengan Rahmat Allah, Allah memberi nikmat kepada kita untuk berbuat santun/simpati, lembut kepada sahabat, keluarga teman handaitaulan tetangga, berakhlaq mulia, melindungi, mengayomi mereka, sehingga mereka pun merasa senang, mencintai kita senang berkumpul, saling membantu yang akhirnya segala urusan menjadi ringan dan mudah.
اْلأَخْلاَقُ اْلكَرِيْمَةُ
ولو كنت فظا = أي سشّء الخلق
Berperangai jahat, tidak simpatik, berakhlak tercela
غليظ القلب = قاسية
Hati yang keras,kasar, ketus, arogan, sombong, angkuh. Maksudnya, jika kita berperangan jahat, antipati, bersikap kasar, otoriter, sombong, arogan, angkuh, meremehkan orang lain, dan tidak nguwongke
لانفصوا من حولك = أي يبغضهم وينفرهم لمن قام به هذا الخلق السيء
Mereka membencimu, meninggalkanmu dan orang yang berakhlak jahat
Maksudnya;
Orang akan membenci, antipati kepada kita jika kita berakhlak jelek, sombong angkuh,ketus, arogan dan meremehkan orang lain, yang akhirnya mereka akan meninggalkan kita
فاعف عنهم واستغفر لهم = أمر الله تعالى أن يعفو عنهم من التقصير في حق الناس ويستغفر لهم في التقصير في حق الله، فيجمع بين العفو والإحسان
Maksudnya: Allah perintahkan agar memaafkan kesalahan seseorang sebagai hak sesama manusia dan memohonkan ampuan kepada Allah sebagai hak Allah terhadap makhluk (manusia)
وشاورهم في الأمر = أي الأمور التي تحتاج إلى استشارة ونظر وفكر فإن في الإستشارة من الفوائد والمصالح الدينية والدنياوية ما لا يمكن حصر
Maksudnya: perkara-perkara yang penting dan memerlukan pandangan, pendapat, fikiran dan pertimbangan agar dimusyawarahkan. Karena dalam musyawarah banyak faedah kebaikan dan manfaatnya, baik dalam urusan agama maupun urusan duniai, yang selalu berkembang (tidak mungkin dibatasi)
فإذا عزمت فتوكل على الله = بعد الإستشارة اعتمد على حول الله وقوته متبرئا من حولك وقولك
Maksudnya: setelah suatu masalah dimusyawarahkan dan diputuskan maka hasilnya diserahkan sepenuhnya kepada kuasa dan ketentuan Allah, bukan kita yang menentukannya (tafsir as-Sa’di, h. 151-152)
Rasa hormat, cinta dan loyalllitas (al-wala’ = الولاء) para shahabat dan pengikut Muhammad rasulullah kepada beliau, tidak ada seorang pemimpin manapun di sunia ini yang lebih dicintai, dihormati dan disayangi pengikut/sahabatnya melebihi beliau. Hal ini tidak terjadi secara kebetulan, beliau curahkan segala fikiran, tenaga dengan bekerja keras.
Beliau sangat yakin bahwa sunnatullah berlaku kepada siapapun. Untuk mencapai keberhasilan misinya, seorang pemimpin paling tidak harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

(a) Perhatian
Seorang pemimpin harus tahu betul kondisi orang yang akan dipimpin, tidak hanya hal-hal yang besar, tetapi masalah-masalah kecil/sederhana pun perlu tahu dan dapat perhatian. Baik itu masalah sosial, ekonomi, budaya, politik psikologi dan hal-hal lain yang berkembang di masyarakat yang akan dipimpinnya.
Kalau tidak tahu sama sekali pasti akan kesulitan sebaik apapun program/konsep yang ditawarkan, tentu hasilnya tidak seperti yang diharapkan.

(b) Pemberdayaan
Semua sumberdaya yang ada harus diberdayakan sesuai potensinya. Tenty ada kelebihan dan ada kekurangan, memandang berdasar “obyektifitas” bukan atas dasar golongan, kelompok, suka tidak suka, positif thinking, kaca mata pandang yang dipakai adalah kacamata “bening” ihklas demi kemajuan organisasi sehingga tepat posisi “the right man on the righ place” Insya Allah tidak akan terjadi “iddle asset” dan akan tercipta suatu tem work yang sinergik dan solid. (Ingat seorang kondektur/instruktur musik orkestra)

c) pengorbanan
pemimpin harus berani berkorban, baik harta, tenaga, raga, dan perasaan. Harus berani tampil di depan sebagai tanggung jawab menghadapi tugas, baik menyenangkan ataupun yang menyusahkan.jangan menjai pengecut, takut menghadapi masalah sehingga kalau ada kesulitan dilemparkan kepada orang lain.Takut salah mengambil keputusan, terutama  yang tidak populer. Takut reputasinya turun. Apapun resikonya pemimpin harus tanggap, cepat mengambil langkah penyelesaian masalah, tepat mengambil keputusan. Inilah yang sangat krusial dan orang sering ragu  dan menghindar.
Kita ingat ketika rasul shallallahu ‘alaihi wasallam berhijrah ke Madinah, beliau selamatkan dahulu para shahabatnya baru kemudian terakhir kali beliau hijrah.
Prinsip yang sangat populer: Pemimpin adalah pelayan masyarakat, melayani ummat bukan untuk dilayani. Ketika anak buah berada dalam suatu kesulitan, pemimpin harus selalu mendampingi umatnya.Dan yang pertama kali merasakan susah.Sebaliknya jika ummat sedag mendapatkan kesejahteraan, makasang pemimpin lah yang terakhir kali mendapatkannya. Kalau ada pekerjaan dikerjakan bersama-sama, kalau ada rizki dirasakan sama-sama pula. Meskipun adil tidak berarti harus sama)
Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak beriman seseorang dari kalian jika kalian tidur nyenyak dan kekenyangan sementara tetanggamu (anak buahmu) tidak bisa tidur karena kelaparan (HR al-Bukhari)
Perhatikan pula QS an-Nisa’:59, QS an-Nahl:92, QS al-Hujurat:6
Allahu a’lam bish-shawab.

==================================

Pemateri adalah Kyai PPMI Assalaam, yakni:

KH. Muhammad Chozin Shiddiq

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: