Nikahnya anak didik

ar_ifin_nuri.jpg
Saya bangga bisa menyaksikan dengan kepala, pernikahan anak didik. Pertama masuk ke Pondok untuk ikut mengasuh, santri kelas VI atau kelas III MA saat itu bernama Arifin Nugroho. Saat seorang guru Fisika berhalangan di semester 2, akhirnya saya harus menggantikannya melanjutkan materi sampai akhir kelas 1 MA. Salah satu santriwati bernama Nuri Izzah Afidati. Sampai kelas II dan III MA, saya masih mengajarnya.

Selepas dari Assalaam,keduanya melanjutkan ke LIPIA di Jakarta. Dan…ringkas cerita, kedua anak itukini telah mengakhiri gelar perjaka dan gadisnya. Mereka menempuh dan mengikuti sunnah rasul. Tepat 30 Juni 2007 di masjid At-Tiin Jakarta, Ijab dan Qobul pernikahan telah diucapkan dan mereka resmi menjadi sepasang manusia baru yang akan mengarungi bahtera kehidupan lebih bermakna. Setidaknya separo diin telah mereka lalui.

Bertempat di kantor Assalaam lantai 2, malam Sabtu 20 Juli 2007 bertepatan dengan tanggal 6 Rojab 1428 H, dilangsungkan acara Malam Tasyakuran Pernikahan alumni MA ini. Arifin Nugroho, S.H.I., alumni MA 2001 menikah dengan Nuri Izzah Afidati alumni MA 2005. Jum’at malam di kantor lantai 2 sekedar syukuran mempelai berdua dengan menghadirkan pengasuh PPMI Assalaam dan segenap staff pengajar dan pengurus MA.

Ustadz Sigit Rahardja, S.Si. sebagai tuan rumah mengatakan dalam sambutannya bahwa acara ini murni ide dari pihak keluarga pengantin yang direstui pihak MA. Acaranya sederhana namun cukup hikmat.

Sambutan dari pihak guru diwakili ustadz Kadarusman,M.Ag. dalam sambutannya ustadz Kadara menyebut bahwa unit MA dan alumninya lebih cepat menikah ketimbang unit lainnya, hal ini disebabkan antara lain karena di MA diajarkan Bidayatul Mujtahid dan materi Fiqh nya adalah Munakahat.

Arifin Nugroho mewakili pihak keluarga pengantin menyatakan sangat bersyukur dan tidak bisa memberikan apapun kecuali ucapan terima kasih yang tak terhingga atas do’a restu pengasuh baik yang hadir maupun tidak pada malam hari itu. Pernikahan ini, kata Arifin bukanlah pertemuan dari benih cinta yang telah lama dibina, namun justru merupakan pertemuan dua rasa syukur yang belum pernah terbetik sebelumnya. Maskawin/maharnya berupa karya tulis dengan judul, “Bersamamu Istriku, Kita raih Surga”.

Medhar Sabdo atau Ular-ular atau Wasiat pengantin disampaikan KH. M. Amir, SH. (mantan Ketua BP3 Assalaam 18 th pertama). Beliau adalah ayah dari 14 anak dan kakek dari 25,5 cucu. Taqwa adalah inti untuk membina keutuhan rumah tangga agar tetap sakinah, mawaddah wa rohmah, demikian Ustadz Amir sebelum mengakhiri malam tasyakuran ini dengan do’a.

Seluruh rangkaian acara diakhiri dengan berfoto bersama pengantin. Selamat menempuh hidup baru mas Arifin dan mBak Nuri. Alumni yang lain, kapan kalian menyusul…?

Saya membawakan acara malam itu dan nampang bersama mempelai…
yach…itung² mengenang masa² seperti itu 7 tahun lalu.

Iklan

Satu Tanggapan

  1. oh, kak Arifin Nugroho yang itu… aku ingat (setelah melihat foto). menikahnya sudah setahun yg lalu ya. turut mengucapkan selamat anniversary, 1 tahun pernikahan.

    kalau nggak salah, kak Arifin Nugroho ini punya saudara di Assalaam, namanya rachmad agung dan siapa tu adiknya yang laki…. Fajar apa ya namanya?? lupa!

    sebenarnya, aku masuk postingan ini karena GOOGLE. aku sedang mencari kabar mengenai pernikahan anak didikmu, ya Ustadz… aladzi lulus 2003. tapi nggak ketemu. malah masuknya ke sini dan aku jadi tahu kalo kak Arifin Nugroho sudah nikah.

    semoga menjadi keluarga sakinah. amin.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: