Setelah sessi ke-1, maka sessi ke-2, mengupas awal waktu sholat; Inilah Dauroh Ilmu Falak (ke-9) RHI Surakarta yg juga digelar di PPMI Assalaam. Karena masih rangkaian Diklat Astronomi Islam bagi guru-guru MIPA dan PAI, acara yg bekerja sama dengan LP2IF RHI Surakarta ini menghadirkan nara sumber pak Mutoha AR (RHI Pusat).
Persoalan waktu sholat sementara kita dianggap selesai dan tidak ada persoalan. Padahal kalau mau dikaji ulang, ternyata apa yg kita praktikkan di lapangan teryata tidak sepenuhnya sesuai dengan kaidah yg semestinya.
Ambil contoh, kita sholat Dhuhur itu selepas matahari bergeser ke arah barat dari titik kulminasinya. Jadi saat Matahari di atas itu ternyata dilarang sholat. Nah, kalau mau Dhuhur, lalu kita sholat sunnah (apapun namanya), mestinya itu tidak boleh.
Juga soal awal masukkan waktu shubuh, ternyata setelah dikaji, tanda-tanda yg disebut Fajar Shadiq itu kita belum pernah memahaminya; karena selama ini sekedar percaya dengan Jadwal Waktu Sholat yg orang kata ‘abadi’ itu…
Kajian dilakukan selepas Isya, dan selesai sekitar jam 22:00. Peserta selanjutnya menginap di Anjunga, untuk esok sekitar sebelum Shubuh mencoba mengamati kemunculan Fajar (kadzib dan shadiq).
Makalah Diklat/DIF -9 :
Makalah_Awal Waktu_Sholat(DIF-9) RHI-Surakarta
Dokumentasi Acara:
Filed under: Assalaam, Astronomi, Falak Ditandai: | Astronomi, Diklat, Falak, islam, RHI, Sholat, Surakarta, Waktu



[...] Dauroh IX Ilmu Falak RHI – Surakarta [...]
[...] Dauroh IX Ilmu Falak RHI – Surakarta [...]
[...] Kesembilan di PPMI Assalaam [...]
[...] Kesembilan di PPMI Assalaam [...]