Kiblat Masjid mBah Maridjan TEPAT…!

Kiblatnya Tepat

Kiblatnya Tepat

Foto Masjid di samping saya ambil jam 17:11 WIB pada 21 April 2009. Kala itu hari selepas hujan, jalanan agak basah, dan lingkungan seputar rumah mBah Maridjan nampak asri. Saya menjenguk anak didik yang sedang berkemah di bumi perkemahan di belakang rumah mbah Maridjan. Dan momen langka juga saya pakai untuk bersua manusia ‘roso’ tersebut.

Tidak mau dipoto:

Sosok yang ‘roso’ simbah Maridjan sangat supel, sederhana dan mudah bergaul. Saya sempat bertanya beberapa hal seputar pengalaman beliau menjinakkan Merapi tahun 2006. Dan di dinding rumah terpampang banyak foto serta karikatur keberanian beliau selama bertugas. Juga nampak foto para kurban merapi 2006 yang sudah gosong.

Jamuan khas ala mbah Maridjan adalah kue dan segelas aqua. Karena waktu yang membatasi, selepas berkunjung langsung menjenguk anak didik di belakang rumah. Lalu berpoto di halaman rumah, kemudian berpamitan…

Selepas sampai di rumah baru ingat, mengapa ndak sempat menanyakan seluk-beluk tentang Masjidnya. Namun, satu hal yng pasti pada Masjid mbah Maridjan adalah arah Kiblatnya sangat Presisi alias Tepat.

Saat dijamu, saya sempat mencuri foto, dan berikut hasilnya:

mBah Maridjan

mBah Maridjan

Masjid Mbah Maridjan:

Dusun Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, luluh lantak diguyur awan panas Gunung Merapi. Dusun Mbah Maridjan ini seperti kota mati. Namun, masjid Kinahrejo masih tetap tegak berdiri.

Pemantauan detikcom, Rabu (27/10/2010), kawasan Pakem yang sebelumnya asri dengan warna hijau, karena banyak pepohonan, kini menjadi kering kerontang. Hanya warna coklat dan hitam yang mendominasi. Debu vulkanik menutupi semua yang ada di kawasan Kinahrejo, termasuk rumah-rumah yang porak-poranda dan pepohonan yang bertumbangan.

Di tengah porak-porandanya bangunan-bangunan di Kinahrejo, masjid Kinahrejo, tampak masih utuh dan kokoh berdiri. Di masjid inilah, Mbah Maridjan dan warga dusun biasanya mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Mahakuasa.

Meski berselimut debu, masjid yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari rumah Mbah Maridjan itu terlihat masih kokoh. Hanya saja, banyak genting di beberapa bagian yang bolong, terkoyak oleh kerikil-kerikil panas yang menyembur dari perut Gunung Merapi. Di sekeliling masjid, pohon-pohon tampak mati, penuh dengan debu.

Masjid mbah Maridjan kini (10/2010) - sumber: AFP

Masjid mbah Maridjan kini (10/2010) - sumber: AFP

Foto berikut adalah Masjid tersebut pada 21 April 2009, jam 17:11 LT:

Masjid mBah Maridjan

Masjid mBah Maridjan

Kiblat Masjid mBah Maridjan, Oyeee…

Yang luar biasa pada masjid mBah Maridjan, selain kokoh diterpa wedus gembel, ternyata arah kiblatnya juga sangat presisi. Berdasar pantuan via Qiblalocator, maka hasilnya sangat pas dengan garis yg menuju ke titik Ka’bah.

Kiblat Masjid mbah Maridjan

Kiblat Masjid mbah Maridjan

Sebuah memori di Kampung nan Hijau…:

Masjid mBah Maridjan:

mBah Maridjan tinggal di Rumah yang beratap asbes itu… diapit dua rumah.

Belakang rumah mBah Maridjan nan asri…

Selamat jalan mbah Maridjan, semoga do’a restu simbah selama kami dan anak didik belajar dan berkemah di Kinahrejo, diterima sebagai amal kebaikan simbah di sisi Alloh SWT…

About these ads

7 Tanggapan

  1. selamat jalam mbah….
    kami, khususnya saya, akan selalu rindu dengan senyummu…
    Doa kami menyertaimu…

  2. Selamat jalan, Mbah… Semoga seluruh amal baikmu diberikan balasan yang terbaik oleh Allah SWT…

    “Allahummaghfirlahu warhamhu wa’aafihi wa’fu ‘anhu, wa akrim nuzulahu, Allahumma la tahrimna ajrahu wala taftinna ba’dahu waghfirlana walahu…”

  3. Saya pun baru tahu, ternyata masjid itu adalah hasil dari kontraknya dengan sebuah produk minuman energi yang terkenal dengan jargon “roso!” itu. Semoga amal beliau diberi balasan terbaik oleh Allah SWT, Amiin….

  4. Innalillahi Wa Inna Ilaihi Roji’uun…..
    Selamat jalan mbah….
    semoga amal ibadahmu diterima 4JJ1 SWT….Amin.
    dan Semoga aq bisa meniru kesahajaan dan keteguhan hatimu dalam memegang amanah…Amin…Amin Allahumma Amin…..

  5. subhanallah…

  6. Innalillahi Wa Inna Ilaihi Roji’uun…..
    Selamat jalan

  7. selamat jalan mbah maridjan

    terima kasih kakak2 dari pramuka UNY yang telah memberi kesempatan menginjakkan kaki di lokasi ini seblm merapi sakit

    itu akan menjadi kenangan kami selamanya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 106 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: