Kebangaan Seorang Guru,

Asmala Izza

Asmala Izza

adalah manakala siswa atau siswi yang dulu diajarnya menjadi orang berprestasi. Kebanggan lain sangat bervariasi, namun salah satunya adalah yang ini: muridnya menjadi teladan bagi orang lain. Nah, cerita bermula dari saat saya ketemu mantan murid saya di Surabaya, dia masih ingat baik karakter saya dan sebaliknya. Lalu saya hanya minta alamat blog yg bisa saya kunjungi. Jawabnya, belum punya namun berjanji bila udah ada akan segera memberi alamatnya ke saya. Lupa saya akan janji itu karena waktu senantiasa berjalan….pada akhirnya ia menjadi Mahasiswi Berpretasi di UNAIR.

Tiba2, YM saya nongol dalam status Available, padahal saya suka Invisible. Dan banyaklah mengalir sapa-an dari YM masuk dalam daftar YM saya.

Salah satunya mantan murid saya, dan saat itu saya langsung ingat janji yang dulu. Maka saya tanya, “Mana Blognya mBak Izza…?.

Jawabnya, “Udah kok ustadz, ini alamatnya….”. Blog langsung saya buka, dan saya baca berita terbarunya. Berita lainnya memang belum muncul. Isinya adalah sebuah info dari serangkaian berita lain di Warta Resmi milik UNAIR  edisi Desember 2008, sebagai berikut:

Asmala Izza, Lulusan Terbaik D3 FST
Sekolah dari Pondok ke Pondok, Berprestasi Raih IPK 3,85

Profil Asmala Izza, lulusan terbaik D3 Fakultas Sains dan Teknologi Unair ini boleh dibilang cukup lengkap. Beprestasi, luwes dalam bergaul dan tentunya ia juga seorang aktivis. Pemilik IPK 3,85 ini selain aktif dalam kegiatan studinya, ia juga tak pernah absen ikut BEM. Jika yang lain hanya sekedar ikut-ikutan saja, namun tidak demikian buat Izza, sapaan akrab Asmala Izza.
Dua kali periode kepengurusan BEM di fakultasnya telah ia lalui. Bahkan ia dipercaya untuk mengisi posisi yang cukup bergengsi, sebagai menteri research and development periode 2007-2008. Meski kegiatan organisasi itu cukup menyita waktunya namun Izza punya rumus jitu membagi waktu. “Kalau ingin berprestasi memang harus mau bekerja keras. Kita juga harus siap berbeda dengan orang lain. Disaat teman-teman kita jalan-jalan ke mall atau ngerumpi, saat itulah kita melakukan kegiatan bermanfaat, misalnya belajar,”tutur Izza membocorkan resepnya.

Perjuangannya untuk memupuk semangat agar mampu mengukir prestasi patut diacungi jempol. Ia mengaku D3 Sistem Informasi FST bukanlah jurusan impiannya. Sejak awal ia berharap bisa lolos kedokteran. Namun takdir berkata lain, meski dua kali mencoba SPMB agar lolos kedokteran, mimpinya harus terpenggal. Namun Izza belajar untuk mengambil pesan-pesan hikmah dari kejadian yang dialaminya. “Meski kecewa, tapi saat itu saya berpikir, mungkin dunia computer ini adalah jalan saya, bukan dunia medis. Saya pun bersemangat kembali, jika memang ini pilihan terbaik Allah buat saya, saya akan menjalaninya dengan sebaik mungkin,”jelasnya.

Prestasi demi prestasi pun terukir manis. Ia mulai menemukan bahwa dunia teknologi terutama computer sangatlah menyenangkan. Ia mengaku menemukan banyak tantangan disitu. Salah satu tantangannya, adalah ketika ia harus mampu menerjemahkan kebutuhan manusia ke dalam bahasa mesin. Semakin akrab dengan computer, ia pun merasa computer adalah `jodohnya`. Hasil kerja kerasnya berbuah manis, semester 1 ia memperoleh IP sempurna yaitu 4,00. Di akhir studi yang ia selesaikan tepat tiga tahun ini, Izza pun berhasil menjadi lulusan terbaik dengan IPK 3,85.

Lahir di Mojokerto, gadis berjilbab ini ternyata punya kisah pendidikan yang menarik. Sekolahnya dari pondok ke pondok. Meski intens belajar agama, bukan berarti ia lupa terhadap tanggung jawab akademiknya. Sewaktu SMP, putri kepala sekolah ini, mondok di Pesantren Darul Ulum Jombang, sebuah pesantren terkenal di Jawa Timur. Ia pun menghabiskan masa kecilnya dengan belajar agama dan menempuh studi di SMP 3 Peterongan Jombang. Lepas SMP, ia pun `migrasi` ke Solo. Ia mondok lagi, kali itu di Pondok Assalaam Solo. Ia menyelesaikan SMA nya dalam waktu empat tahun. Bukan karena tidak naik kelas, namun ia harus mengikuti masa adaptasi 1 tahun untuk belajar bahasa Arab dan Inggris, karena di Assalam komunikasi siswa menggunakan dua bahasa tersebut. Berkat kegigihannya mondok dari satu pesantren ke pesantren lain ini, kini Izza menguasai dua bahasa asing yaitu Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. “Saya pernah jadi wakil Unair untuk mengikuti lomba debat bahasa Arab saat PIMNAS di Malang beberapa waktu yang lalu,”ujarnya.

Asmala Izza adalah teladan yang istimewa. Ia ingin menunjukkan bahwa anak-anak pesantren seperti dia tak kalah berprestasi jika dibandingkan dengan anak-anak sekolah umum lainnya. Uniknya, sejak awal kuliah di D3 SI ia punya cita-cita yang `aneh`. Apa itu? “Saya ingin membuat orang tua saya menangis,”ujarnya sembari tertawa simpul. “Saya ingin orang tua saya menangis bahagia saat saya bisa memberikan kebahagiaan kepada mereka melalui prestasi saya. Apa yang saya lakukan selama ini saya lakukan semata-mata untuk kebahagiaan orang tua saya,”ucapnya menjelaskan.

Penelitian yang ia lakukan untuk menyelesaikan tugas akhirnya pun ternyata cukup menarik. Ia membuat aplikasi system informasi akademik untuk SMA. Ia merancang software yang bisa mengolah nilai-nilai siswa, baik nilai tugas, ulangan atau nilai praktikum, langsung ke dalam bentuk nilai akhir secara otomatis. Softwarenya ini kini tengah diterapkan di SMKN 1 Dlanggu Mojokerto. Karena dianggap menarik dan memudahkan tugas guru untuk membuat nilai akhir siswa, sekolah sekolah lain juga tertarik untuk mengadopsi software ini. “Dengan aplikasi tersebut, guru tak hanya bisa membuat nilai akhir saja, namun siswa dan orang tua bisa langsung mengecek nilai rapot dan absensi secara online,”ujarnya.

Winda

Ketika coba saya cek data alumni UNAIR, ternyata di Situs resminya Alumni UNAIR, data terbaru masih sampai 24 Agustus 2008 saja, ya gak ada deh Izza di sana,

wah PTN elit kok telat gimana nih…

Saat masih menjadi santri dan sedang mengadakan rihlah – ilmiyah ke Jogja, tepatnya di UPN 29 April 2004. Bersama Istri dan Anak pertama saya, didampingi ustadzah Rimayanti Dewi:

Asmala Izza - Ummi dan Rusyda - Ustadzah Rima

Asmala Izza - Ummi dan Rusyda - Ustadzah Rima

Saya masih menunggu berita lain dari murid – murid yang juga berprestasi, apapun bidangnya.

About these ads

3 Tanggapan

  1. wahhh

    tunggu tad, suatu saat ane yg bakal gantiin

  2. Wah, prestasi murid yang hebat Pak Ustad. Semoga semua murid Bapak juga bisa mengambil contoh ini.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 106 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: