Tamu dari Malaysia

Tamu Malaysia

Tamu Malaysia

Jum’at (6/3/09) sekitar jam 9 pagi saya bertolak menuju Bandara Internasional Adi Soemarmo menjemput rombongan tamu dari Malaysia. Mereka adalah rombongan dari Universitas kebangsaan Malaysia dan Universitas Putera Malaysia Pesantren Darul Anuar dan Majalah Anis. Tim Malaysia ini akan melakukan serangkain lawatan pesantren di Pesantren Asasalaam, STAIN Surakarta dan Pondok Gontor Ponorogo.

Tamu ini tiba di Assalaam  sekitar pukul 10.30 WIB langsung menuju ruang transit di Wisma Assalaam. Selanjutnya rombongan yang berjumlah 10 orang tersebut siang itu dijadwalkan 4 Profesor akan mengisi Seminar Internasional yang di adakan oleh STAIN Surakarta.

Sementara para Profesor menjadi nara sumber di STAIN rombongan putri akan menikmati suasana kota Solo mengunjungi obyek wisata yang ada di daerah ini.

Rombongan Malaysia berjumlah 10 Orang, masing adalah :

  • Prof Madya Dr Mohamad Samsuri Mokhtar, Ph.D (UPM) beserta ibu
  • Prof. Madya Dr Nordin Jamaludin, Ph.D (UKM)  beserta ibu
  • Prof Madya Dr Kamaruzaman Yusoff, Ph.D (UKM)
  • Beserta ibu
  • Prof. Madya Badlihisham Mohd. Nasir
  • Ustadz Nik Omar bin Datok Tuan Guru Haji Nik Abdul Aziz beserta saudara Nik Adli (Putera Menteri Agama Malaysia)
  • Ummu Hanik (Novelis Malaysia)
Tamu (dan saya), dari Malysia

Tamu (dan saya), dari Malysia

Welcome to Indonesia….

Tamu dari Malaysia mendarat dengan pesawat Asia Air di Bandar Udara Adi Soemarmo, yang kalau dilihat dari udara di ketinggian 734 m, maka akan nampak gambar seperti di bawah ini:

Bandara Internasional di Solo atau di Boyolali…?

Bandar Udara Internasional - Solo/Boyolali

Bandar Udara Internasional - Solo/Boyolali

Coba bandingkan dengan gambar gunung wayang yang ini:

Gunungan pada wayang

Gunungan pada wayang

Pelajaran yang luar biasa dari mereka adalah: dari keempat Guru besar itu hanya satu yang tampak berusia agak tua, ya sekali lagi agak tua. Sementara yang tiga masih muda bahkan sangat muda.

Di kita, untuk bisa mencapai level guru besar yang saya tahu mesti berusia lanjut, bahkan kata teman harus beruban dulu…. :)) masak sih. Memang di negeri jiran ini mobilitas belajar lebih lancar ketimbang di negeri kita.

Saya kadang iri juga, katanya dulu Malaysia belajar ke Indonesia, namun kini sebaliknya.

Kapa bisa terbalik lagi ya…?

About these ads

Satu Tanggapan

  1. salam Pak R, sungguh terharu dengan layanan santun dari pihak Assalam khususnya. Ini adalah pengalaman kedua kak Ummu yang tak bisa dilupakan. Banyak manfaat dan ‘hutang’ budinya. Datang ke Malaysia pula bersama santri2 yang berwajah jernih.

    insya Allah kak Ummu, do’akan kami sabar dan ikhlash…salam

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 106 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: